Na do Saranghae Seonbaenim Chapter 4
by Renata Disyacitta on Tuesday, December 20, 2011 at 1:41pm ·
Previous Story
Setelah itu kami pun segera pulang kerumah masing-masing. Dan TaeRim pun akhirnya pulang dengan diantar oleh KiBum. Saat aku melawati gerbang sekolah aku melihat SongHyeon yang sedang menunggu sesuatu.
“SongHyeon-ah, kau tidak pulang ?” tanyaku kepada SongHyeon.
“Eh ? Oppa, aku pulang kok oppa” jawabnya.
“Lalu ? Kenapa kau masih disini SongHyeon-ah ?” tanyaku lagi.
“Aku sedang menunggu appaku oppa, sepertinya aku akan sedikit lama dijemput” ucapnya sambil tersenyum.
“Ah, ne arraseo. Mau pulang bersama dengan oppa ?” tanyaku, tidak tega aku melihatnya menunggu seperti itu.
“Ani oppa, aku menunggu disini saja. Gwenchana” jawabnya menolak.
“Kau yakin ? Baiklah, oppa pulang dulu ne ? Annyeong”
Setelah itu aku pun langsung pulang kerumah.
EunHyuk POV end
Chapter 4
KiBum POV
“TaeRim-ah, kajja. Kenapa tidak naik mobilku saja sih ? Kenapa harus naik bus ?” aku langsung menarik tangannya sambil terus menggerutu.
“Kan tadi sudah ku bilang, aku akan pulang sendiri dengan bus. Berarti kalau oppa mau mengantarku pulang, oppa juga harus ikut naik bus” ucapnya santai.
“Tapi kalau begini caranya, sama aja aku ikut pulang denganmu bukan mengantarmu. Aiisshh ..” ucapku kesal.
“Salahmu sendiri oppa, kan aku tidak memaksamu untuk mengantarku. Kan oppa yang memaksa” ucap TaeRim dengan ekspresi polos.
“Huft .. Terserah kau saja lah, ayo naik” aku langsung menarik tangannya lagi saat aku melihat bus yang melintas didepan kami.
“Awww .. Sakit !!” aku langsung menoleh kan kepalaku, dan aku pun langsung terkejut saat melihat TaeRim terjatuh dengan lutut yang mengeluarkan darah.
KiBum POV end
TaeRim POV
“Awww .. Sakit !!” aku langsung berteriak saat aku terjatuh.
“MWO ?? Aiisshh .. Kau ini ceroboh sekali sih ??” ucap KiBum oppa saat melihatku terjatuh.
“Oppa, kenapa kau menyalahkan aku ? Jelas-jelas yang menarik tanganku hingga aku terjatuh itu oppa ? Huft ..” ucapku mengeluh kepada KiBum oppa.
“Huh ? Jinjja ? Ne ne, mianhae” ucapnya.
“Woaaaaaaaa .. Oppa, apa yang kau lakukan ?” aku berteriak sambil memukul-mukul bahu KiBum oppa saat KiBum oppa tiba-tiba menggendongku.
“Sudah lah, tidak usah banyak protes” ucapnya lagi.
Akhirnya aku pun pulang dengan digendong oleh KiBum oppa. Namja itu menyebalkan sekali sih, aku kan malu. Dari tadi hampir semua orang yang berpapasan dengan kami pasti memandangi kami dengan wajah yang tidak jelas. Huft ..
“YA !! TaeRim-ah !! Mau sampai kapan kau diatas sana ?? Kita sudah sampai”
“Eh ? Ne oppa, mianhae” lalu aku pun langsung turun dari gendongan KiBum oppa dan masuk ke dalam halaman rumahku.
“Heh, tidak berterima kasih kepada ku eoh ?”
“Hehehhe .. Mianhae oppa, aku lupa. Gomawo KiBum oppa” ucapku manis, lalu aku pun langsung masuk ke dalam rumahku.
TaeRim POV end
KiBum POV
“Hehehhe .. Mianhae oppa, aku lupa. Gomawo KiBum oppa” TaeRim pun langsung masuk ke dalam rumahnya. Ahh .. Senyumnya tadi manis sekali sih.
Setelah TaeRim masuk ke dalam rumahnya, aku pun langsung berjalan menuju rumahku.
“Aiisshh .. Hari ini sudah dua kali aku membuat TaeRim terluka, pabbo kau KiBum” ucapku sambil memukul kepalaku sendiri.
“Tin .. Tin ..” (suara klakson mobil #plak)
Aku langsung menolehkan kepalaku.
“DooJoon-ah ? Mengapa kau disini ?” tanyaku bingung.
“Tadi aku disuru EunHyuk hyung untuk mengikutimu hyung, soalnya tadi EunHyuk hyung bilang kau tidak membawa mobil hyung” jelasnya kepadaku.
“Ahhh .. Ne. Jadi kau mau menjemputku DooJoon-ah ? Baiklah, aku juga lelah” aku pun langsung masuk ke dalam mobil DooJoon.
Selama diperjalan aku terus memikirkan TaeRim, ah anak itu. Mengapa dia manis sekai sih ? Tapi kadang-kadang dia bisa berubah jadi menyebalkan. Huft .. Lamunanku pun akhirnya terpecah karena DooJoon memanggilku.
“Hyung ..”
“Ne, DooJoon-ah. Waeyo ?” responku.
“Eumm .. Boleh aku bertanya ?” tanya DooJoon.
“Tentu DooJoon-ah, memang kau mau menanyakan apa eoh ? Sepertinya serius sekali” responku lagi sambil tersenyum.
“Hyung, kau menyukai TaeRim ?” tanyanya lagi yang sukses membuat mataku membulat dengan sempurna.
“MWO ?? Mengapa kau bertanya seperti DooJoon-ah ?” jawabku kaget.
“Tidak, hanya saja .. Menurutku dan yang lain, kau seperti memperlakukan TaeRim dengan spesial diantara 4 hoobae kita yang lain” jelas DooJoon kepadaku yang lagi-lagi membuatku kaget.
“Hyung ..” panggilnya karena aku sempat melamun.
“Ahh .. Ne DooJoon mian. Eumm .. Well, honestly I like TaeRim” jawabku jujur kepada DooJoon.
“Dan kau juga menyukai HyeRi kan Yoon Doo Joon ?” tanyaku jahil yang sukses membuat DooJoon menoleh kearah ku.
“MWOYA ?? Kau bicara apa hyung ? Aku tidak menyukainya” bohong DooJoon kepadaku.
“Sudahlah Yoon Doo Joon, mengaku saja. Ya kan ?” tanyaku lagi.
“Aiisshh .. Ne ne, aku menyukainya. Puas kau hyung?” jawabnya dengan muka memerah dan ekspresi yang sedikit kesal.
“Hahhhahahha .. Kita impas Yoon Doo Joon” tawaku.
KiBum POV end
Author POV
Dua hari kemudian. Sekarang, TaeRim dan teman-temannya sedang belajar sebuah mata pelajaran yang banyak disukai oleh murid-murid yeoja di sekolah itu. Yaitu pelajaran kesenian, karena guru yang mengajar pelajaran ini adalah seorang guru yang masih muda dan sangat tampan bernama Lee Dong Hae. Dan sebuah keberuntungan untuk TaeRim dan teman-temannya juga seluruh murid kelas 1-C karena DongHae adalah Wali Kelas mereka.
“Selamat pagi anak-anak” sapa DongHae kepada seluruh murid 1-C yang berada diruang seni.
“Pagi seonsaengnim” semua murid menjawabnya dengan nada yang semanis mungkin.
“Kalian sudah membawa alat-alat untuk melukis hari ini kan ?” tanya DongHae sambil tersenyum kepada murid-muridnya.
“Sudah seonsaengnim”
“Baiklah sekarang keluarkan alat-alatnya dan mulailah melukis”
“Ne, arraseo seonsaengnim” ucap semua murid kepada DongHae.
Akhirnya semua murid kelas 1-C selesai melukis waktunya DongHae untuk menilai seluruh hasil karya murid-muridnya.
“Park Tae Rim ..” panggil DongHae kepada muridnya TaeRim.
“Ne seonsaengnim” jawab TaeRim.
“Saat jam istirahat nanti bisakah kau temui aku diruanganku ?” tanya DongHae.
“Tentu seonsaengnim” jawab TaeRim sambil memberikan anggukkan.
Saat jam istirahat TaeRim pun langsung menuju ruangan DongHae. Sesampainya disana TaeRim langsung dipersilahkan duduk oleh guru keseniannya yang juga wali kelasnya tersebut.
“Silahkan duduk TaeRim-ssi” ucap DongHae.
“Ne seonsaengnim” TaeRim pun langsung duduk didepan DongHae.
“TaeRim-ssi, aku memanggilmu kesini karena menurutku kau mempunyai bakat yang sangat baik dalam melukis TaeRim-ssi. Dan sebentar lagi akan ada lomba melukis antar sekolah” jelas DongHae kepada TaeRim.
“Jadi maksud seonsaengnim, aku harus mengikuti perlombaan itu ?” tanya TaeRim.
“Tidak harus, tapi aku harap kau mau ikut dan mengharumkan nama sekolah kita TaeRim-ssi” ucap DongHae sambil tersenyum. “Jadi ?” lanjut DongHae.
“Eumm .. Baiklah seonsaengnim, aku akan ikut lomba itu” jawab TaeRim.
“Jawaban yang sangat memuaskan TaeRim-ssi, sekarang kau boleh keluar” ucap DongHae sambil mengacak rambut muridnya itu. Sebagai guru, DongHae memang dikenal mudah akrab dengan murid-muridnya.
“Ne, seonsaengmin. Permisi” pamit TaeRim sambil membungkuk hormat.
Lalu TaeRim pun langsung keluar dari ruangan DongHae dan berjalan menuju kantin, tempat teman-temannya yang sudah dari tadi menunggunya.
Author POV end
SooYeon POV
“Eonni, TaeRim mana ya ? Kenapa dia lama sekali ? Aku jadi cemas” tanyaku cemas kepada SongHyeon.
“Aigoo .. SooYeon-ah, TaeRim pasti baik-baik saja. Tenang lah” ucap SongHyeon mencoba menenangkanku.
Tidak lama setelah itu, TaeRim pun datang dengan wajah yang susah untuk kami jelaskan. Ada rasa senang tapi juga ada rasa bingung diwajahnya. Ada apa ya ?
“Eonni, waeyo ?” tanya HyeRi. Rupanya magnae satu ini juga menyadari keanehan dari ekspresi wajah TaeRim.
“Aniyo, hanya saja ..”
“Hanya saja apa ?” tanyaku dan SongHyeon bersamaan. Aku dan SongHyeon saling memandang untuk sesaat lalu kami langsung memfokuskan lagi mata kami ke arah TaeRim.
“Tadi aku disuruh mengikuti lomba melukis oleh DongHae seonsaengnim, lalu aku menerimanya. Karena aku fikir aku memang suka melukis, tapi setelah aku fikir-fikir lagi .. Bukankah jika aku mengikuti lomba ini, berarti aku akan semakin dekat dengan DongHae seonsaengnim” jelasnya.
“Lalu masalahnya apa TaeRim-ah ?” tanya SongHyeon yang tidak menemukan sebuah masalah dalam kalimat tadi sama sepertiku. Sementara HyeRi hanya mengangguk-angguk.
“Ya eonni, itu berarti akan banyak murid yeoja yang tidak senang denganku gara-gara aku dekat dengan guru mereka yang tampan. Masa begitu saja tidak mengerti sih ?” jelasnya dengan kesal.
“PLAK” sebuah jitakan dari SongHyeon meluncur sukses ke atas kepala TaeRim.
“Aigoo .. Kau ini TaeRim-ah, kenapa fikiranmu bisa sejauh itu ? Itu tidak mungkin TaeRim-ah” ucap SongHyeon sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sementara aku hanya bias tersenyum saat melihat TaeRim menggembungkan pipinya imut.
“Sudah lah TaeRim-ah, SongHyeon eonni benar kok. Lagi pula kalau pun ada yang membencimu pasti dia akan langsung dilabrak oleh pangeran berkuda putihmu itu seperti kemarin” ucapku mulai jahil.
“Eh ? Pangeran berkuda putih ? Nuguya ?” tanyanya bingung.
“KIM KI BUM” ucapku, HyeRI dan SongHyeon bersamaan. Sehingga membuat TaeRim membulatkan matanya.
“MWO ?? KiBum oppa ?? Pangeran berkuda putih ?? Sok tau kalian” sangkalnya dengan muka yang memerah.
“Sudah lah TaeRim-ah, mengaku saja” ucapku jahil.
“Tidak”
“Iya”
“Tidaaaak”
“Iyaaaa”
Saat kami sedang asyik berdebat, datanglah 4 namja yang kami ketahui sebagai Seonbae kami. Super Junior.
“SooYeon-ah waeyo ? Sepertinya kalian sedang memperdebatkan sesuatu” tanya KyuHyun oppa kepadaku.
“Eumm .. Aniyo, cuma masalah TaeRim aja kok oppa” jawabku sambil tersenyum.
“Eh ? Kau punya masalah lagi ? Mengapa sepertinya hidupmu penuh dengan masalah sih Park Tae Rim” ucap KiBum oppa.
“YA !! Oppa, apa maksudmu ? Lagi pula masalah ku kali ini beda dengan masalah ku yang kemarin” ucap TaeRim menjelaskan kepada KiBum oppa.
“Hhhmm .. Terserah kau saja lah” ucap KiBum oppa lagi, setelah itu dia langsung duduk disebelah TaeRim.
Lalu kami berbincang-bincang dengan sangat seru. Tidak jarang KiBum dan TaeRim beradu pendapat. Dasar mereka itu memang aneh, sedikit-sedikit akur, sedikit-sedikit bertengkar. Persis seperti yang diucapkan oleh KyuHyun oppa waktu itu. Kami pun terus berbincang-bincang sampai akhirnya SongHyeon meminta izin untuk ke toilet sebentar.
SooYeon POV end
Setelah itu kami pun segera pulang kerumah masing-masing. Dan TaeRim pun akhirnya pulang dengan diantar oleh KiBum. Saat aku melawati gerbang sekolah aku melihat SongHyeon yang sedang menunggu sesuatu.
“SongHyeon-ah, kau tidak pulang ?” tanyaku kepada SongHyeon.
“Eh ? Oppa, aku pulang kok oppa” jawabnya.
“Lalu ? Kenapa kau masih disini SongHyeon-ah ?” tanyaku lagi.
“Aku sedang menunggu appaku oppa, sepertinya aku akan sedikit lama dijemput” ucapnya sambil tersenyum.
“Ah, ne arraseo. Mau pulang bersama dengan oppa ?” tanyaku, tidak tega aku melihatnya menunggu seperti itu.
“Ani oppa, aku menunggu disini saja. Gwenchana” jawabnya menolak.
“Kau yakin ? Baiklah, oppa pulang dulu ne ? Annyeong”
Setelah itu aku pun langsung pulang kerumah.
EunHyuk POV end
Chapter 4
KiBum POV
“TaeRim-ah, kajja. Kenapa tidak naik mobilku saja sih ? Kenapa harus naik bus ?” aku langsung menarik tangannya sambil terus menggerutu.
“Kan tadi sudah ku bilang, aku akan pulang sendiri dengan bus. Berarti kalau oppa mau mengantarku pulang, oppa juga harus ikut naik bus” ucapnya santai.
“Tapi kalau begini caranya, sama aja aku ikut pulang denganmu bukan mengantarmu. Aiisshh ..” ucapku kesal.
“Salahmu sendiri oppa, kan aku tidak memaksamu untuk mengantarku. Kan oppa yang memaksa” ucap TaeRim dengan ekspresi polos.
“Huft .. Terserah kau saja lah, ayo naik” aku langsung menarik tangannya lagi saat aku melihat bus yang melintas didepan kami.
“Awww .. Sakit !!” aku langsung menoleh kan kepalaku, dan aku pun langsung terkejut saat melihat TaeRim terjatuh dengan lutut yang mengeluarkan darah.
KiBum POV end
TaeRim POV
“Awww .. Sakit !!” aku langsung berteriak saat aku terjatuh.
“MWO ?? Aiisshh .. Kau ini ceroboh sekali sih ??” ucap KiBum oppa saat melihatku terjatuh.
“Oppa, kenapa kau menyalahkan aku ? Jelas-jelas yang menarik tanganku hingga aku terjatuh itu oppa ? Huft ..” ucapku mengeluh kepada KiBum oppa.
“Huh ? Jinjja ? Ne ne, mianhae” ucapnya.
“Woaaaaaaaa .. Oppa, apa yang kau lakukan ?” aku berteriak sambil memukul-mukul bahu KiBum oppa saat KiBum oppa tiba-tiba menggendongku.
“Sudah lah, tidak usah banyak protes” ucapnya lagi.
Akhirnya aku pun pulang dengan digendong oleh KiBum oppa. Namja itu menyebalkan sekali sih, aku kan malu. Dari tadi hampir semua orang yang berpapasan dengan kami pasti memandangi kami dengan wajah yang tidak jelas. Huft ..
“YA !! TaeRim-ah !! Mau sampai kapan kau diatas sana ?? Kita sudah sampai”
“Eh ? Ne oppa, mianhae” lalu aku pun langsung turun dari gendongan KiBum oppa dan masuk ke dalam halaman rumahku.
“Heh, tidak berterima kasih kepada ku eoh ?”
“Hehehhe .. Mianhae oppa, aku lupa. Gomawo KiBum oppa” ucapku manis, lalu aku pun langsung masuk ke dalam rumahku.
TaeRim POV end
KiBum POV
“Hehehhe .. Mianhae oppa, aku lupa. Gomawo KiBum oppa” TaeRim pun langsung masuk ke dalam rumahnya. Ahh .. Senyumnya tadi manis sekali sih.
Setelah TaeRim masuk ke dalam rumahnya, aku pun langsung berjalan menuju rumahku.
“Aiisshh .. Hari ini sudah dua kali aku membuat TaeRim terluka, pabbo kau KiBum” ucapku sambil memukul kepalaku sendiri.
“Tin .. Tin ..” (suara klakson mobil #plak)
Aku langsung menolehkan kepalaku.
“DooJoon-ah ? Mengapa kau disini ?” tanyaku bingung.
“Tadi aku disuru EunHyuk hyung untuk mengikutimu hyung, soalnya tadi EunHyuk hyung bilang kau tidak membawa mobil hyung” jelasnya kepadaku.
“Ahhh .. Ne. Jadi kau mau menjemputku DooJoon-ah ? Baiklah, aku juga lelah” aku pun langsung masuk ke dalam mobil DooJoon.
Selama diperjalan aku terus memikirkan TaeRim, ah anak itu. Mengapa dia manis sekai sih ? Tapi kadang-kadang dia bisa berubah jadi menyebalkan. Huft .. Lamunanku pun akhirnya terpecah karena DooJoon memanggilku.
“Hyung ..”
“Ne, DooJoon-ah. Waeyo ?” responku.
“Eumm .. Boleh aku bertanya ?” tanya DooJoon.
“Tentu DooJoon-ah, memang kau mau menanyakan apa eoh ? Sepertinya serius sekali” responku lagi sambil tersenyum.
“Hyung, kau menyukai TaeRim ?” tanyanya lagi yang sukses membuat mataku membulat dengan sempurna.
“MWO ?? Mengapa kau bertanya seperti DooJoon-ah ?” jawabku kaget.
“Tidak, hanya saja .. Menurutku dan yang lain, kau seperti memperlakukan TaeRim dengan spesial diantara 4 hoobae kita yang lain” jelas DooJoon kepadaku yang lagi-lagi membuatku kaget.
“Hyung ..” panggilnya karena aku sempat melamun.
“Ahh .. Ne DooJoon mian. Eumm .. Well, honestly I like TaeRim” jawabku jujur kepada DooJoon.
“Dan kau juga menyukai HyeRi kan Yoon Doo Joon ?” tanyaku jahil yang sukses membuat DooJoon menoleh kearah ku.
“MWOYA ?? Kau bicara apa hyung ? Aku tidak menyukainya” bohong DooJoon kepadaku.
“Sudahlah Yoon Doo Joon, mengaku saja. Ya kan ?” tanyaku lagi.
“Aiisshh .. Ne ne, aku menyukainya. Puas kau hyung?” jawabnya dengan muka memerah dan ekspresi yang sedikit kesal.
“Hahhhahahha .. Kita impas Yoon Doo Joon” tawaku.
KiBum POV end
Author POV
Dua hari kemudian. Sekarang, TaeRim dan teman-temannya sedang belajar sebuah mata pelajaran yang banyak disukai oleh murid-murid yeoja di sekolah itu. Yaitu pelajaran kesenian, karena guru yang mengajar pelajaran ini adalah seorang guru yang masih muda dan sangat tampan bernama Lee Dong Hae. Dan sebuah keberuntungan untuk TaeRim dan teman-temannya juga seluruh murid kelas 1-C karena DongHae adalah Wali Kelas mereka.
“Selamat pagi anak-anak” sapa DongHae kepada seluruh murid 1-C yang berada diruang seni.
“Pagi seonsaengnim” semua murid menjawabnya dengan nada yang semanis mungkin.
“Kalian sudah membawa alat-alat untuk melukis hari ini kan ?” tanya DongHae sambil tersenyum kepada murid-muridnya.
“Sudah seonsaengnim”
“Baiklah sekarang keluarkan alat-alatnya dan mulailah melukis”
“Ne, arraseo seonsaengnim” ucap semua murid kepada DongHae.
Akhirnya semua murid kelas 1-C selesai melukis waktunya DongHae untuk menilai seluruh hasil karya murid-muridnya.
“Park Tae Rim ..” panggil DongHae kepada muridnya TaeRim.
“Ne seonsaengnim” jawab TaeRim.
“Saat jam istirahat nanti bisakah kau temui aku diruanganku ?” tanya DongHae.
“Tentu seonsaengnim” jawab TaeRim sambil memberikan anggukkan.
Saat jam istirahat TaeRim pun langsung menuju ruangan DongHae. Sesampainya disana TaeRim langsung dipersilahkan duduk oleh guru keseniannya yang juga wali kelasnya tersebut.
“Silahkan duduk TaeRim-ssi” ucap DongHae.
“Ne seonsaengnim” TaeRim pun langsung duduk didepan DongHae.
“TaeRim-ssi, aku memanggilmu kesini karena menurutku kau mempunyai bakat yang sangat baik dalam melukis TaeRim-ssi. Dan sebentar lagi akan ada lomba melukis antar sekolah” jelas DongHae kepada TaeRim.
“Jadi maksud seonsaengnim, aku harus mengikuti perlombaan itu ?” tanya TaeRim.
“Tidak harus, tapi aku harap kau mau ikut dan mengharumkan nama sekolah kita TaeRim-ssi” ucap DongHae sambil tersenyum. “Jadi ?” lanjut DongHae.
“Eumm .. Baiklah seonsaengnim, aku akan ikut lomba itu” jawab TaeRim.
“Jawaban yang sangat memuaskan TaeRim-ssi, sekarang kau boleh keluar” ucap DongHae sambil mengacak rambut muridnya itu. Sebagai guru, DongHae memang dikenal mudah akrab dengan murid-muridnya.
“Ne, seonsaengmin. Permisi” pamit TaeRim sambil membungkuk hormat.
Lalu TaeRim pun langsung keluar dari ruangan DongHae dan berjalan menuju kantin, tempat teman-temannya yang sudah dari tadi menunggunya.
Author POV end
SooYeon POV
“Eonni, TaeRim mana ya ? Kenapa dia lama sekali ? Aku jadi cemas” tanyaku cemas kepada SongHyeon.
“Aigoo .. SooYeon-ah, TaeRim pasti baik-baik saja. Tenang lah” ucap SongHyeon mencoba menenangkanku.
Tidak lama setelah itu, TaeRim pun datang dengan wajah yang susah untuk kami jelaskan. Ada rasa senang tapi juga ada rasa bingung diwajahnya. Ada apa ya ?
“Eonni, waeyo ?” tanya HyeRi. Rupanya magnae satu ini juga menyadari keanehan dari ekspresi wajah TaeRim.
“Aniyo, hanya saja ..”
“Hanya saja apa ?” tanyaku dan SongHyeon bersamaan. Aku dan SongHyeon saling memandang untuk sesaat lalu kami langsung memfokuskan lagi mata kami ke arah TaeRim.
“Tadi aku disuruh mengikuti lomba melukis oleh DongHae seonsaengnim, lalu aku menerimanya. Karena aku fikir aku memang suka melukis, tapi setelah aku fikir-fikir lagi .. Bukankah jika aku mengikuti lomba ini, berarti aku akan semakin dekat dengan DongHae seonsaengnim” jelasnya.
“Lalu masalahnya apa TaeRim-ah ?” tanya SongHyeon yang tidak menemukan sebuah masalah dalam kalimat tadi sama sepertiku. Sementara HyeRi hanya mengangguk-angguk.
“Ya eonni, itu berarti akan banyak murid yeoja yang tidak senang denganku gara-gara aku dekat dengan guru mereka yang tampan. Masa begitu saja tidak mengerti sih ?” jelasnya dengan kesal.
“PLAK” sebuah jitakan dari SongHyeon meluncur sukses ke atas kepala TaeRim.
“Aigoo .. Kau ini TaeRim-ah, kenapa fikiranmu bisa sejauh itu ? Itu tidak mungkin TaeRim-ah” ucap SongHyeon sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sementara aku hanya bias tersenyum saat melihat TaeRim menggembungkan pipinya imut.
“Sudah lah TaeRim-ah, SongHyeon eonni benar kok. Lagi pula kalau pun ada yang membencimu pasti dia akan langsung dilabrak oleh pangeran berkuda putihmu itu seperti kemarin” ucapku mulai jahil.
“Eh ? Pangeran berkuda putih ? Nuguya ?” tanyanya bingung.
“KIM KI BUM” ucapku, HyeRI dan SongHyeon bersamaan. Sehingga membuat TaeRim membulatkan matanya.
“MWO ?? KiBum oppa ?? Pangeran berkuda putih ?? Sok tau kalian” sangkalnya dengan muka yang memerah.
“Sudah lah TaeRim-ah, mengaku saja” ucapku jahil.
“Tidak”
“Iya”
“Tidaaaak”
“Iyaaaa”
Saat kami sedang asyik berdebat, datanglah 4 namja yang kami ketahui sebagai Seonbae kami. Super Junior.
“SooYeon-ah waeyo ? Sepertinya kalian sedang memperdebatkan sesuatu” tanya KyuHyun oppa kepadaku.
“Eumm .. Aniyo, cuma masalah TaeRim aja kok oppa” jawabku sambil tersenyum.
“Eh ? Kau punya masalah lagi ? Mengapa sepertinya hidupmu penuh dengan masalah sih Park Tae Rim” ucap KiBum oppa.
“YA !! Oppa, apa maksudmu ? Lagi pula masalah ku kali ini beda dengan masalah ku yang kemarin” ucap TaeRim menjelaskan kepada KiBum oppa.
“Hhhmm .. Terserah kau saja lah” ucap KiBum oppa lagi, setelah itu dia langsung duduk disebelah TaeRim.
Lalu kami berbincang-bincang dengan sangat seru. Tidak jarang KiBum dan TaeRim beradu pendapat. Dasar mereka itu memang aneh, sedikit-sedikit akur, sedikit-sedikit bertengkar. Persis seperti yang diucapkan oleh KyuHyun oppa waktu itu. Kami pun terus berbincang-bincang sampai akhirnya SongHyeon meminta izin untuk ke toilet sebentar.
SooYeon POV end
No comments:
Post a Comment