In My Dreams
Main cast :
Other cast :
Genre : romance, friendship, family
Terdengar denting piano dari sebuah ruangan yang ada dilantai dua sebuah rumah, denting piano yang bisa membuat semua orang terhanyut dalam damai. Namu tidak untuk seorang namja tampan yang sedang tertidur dikamarnya dengan tenang, baginya dentingan piano tersebut hanya mengganggu kebahagian akan tidurnya. Tidurnya yang selalu membawa kebahagian untuk dirinya.
“Hoaaam …” namja itu terbangun dari tidurnya dengan wajah yang ditekuk.
“Mengapa namja itu senang sekali bermain piano sih ? Menyebalkan”
Namja itu langsung turun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Setelah mandi dan mengganti bajunya, namja yang bernama Cho Si Won atau biasa dipanggil SiWon itu pun langsung keluar dan berjalan menuju sebuah ruangan yang menjadi tempat tujuannya sedari tadi. Kamar kakaknya. Ya, ruangan itu lah yang sedari tadi menjadi tempat tujuannya.
“Ya !! Hyung. Bisakah kau bermain piano dengan sedikit tenang. Tidak taukah suara pianomu itu menggangguku ?” tanya SiWon kesal sambil berjalan kearah kakakknya yang sedang duduk didepan piano yang ada dikamar tersebut,
“Aku ini sedang bermain piano Choi Si Won. Tentu saja suaranya akan sampai kekamarmu” ucap namja yang bernama Choi Dong Hae, namja yang tidak lain adalah kakak dari seorang Choi Si Won.
“Aiisshh ,,, Awas saja kau hyung” SiWon mulai duduk di tempat tidur DongHae sambil membuka sebuah buku yang ada diatas tempat tidur tersebut.
“Hah .. Kau ini. Pasti kau memimpikan ‘dia’ lagi kan ?” tanya DongHae sambil terus memainkan pianonya.
“Ne” SiWon hanya menganggukan kepalanya.
“Sudah berapa kali kubilang eoh ? Lupakan yeoja itu. Itu hanya membuatmu semakin sakit hati, kau tau ?” DongHae mencoba untuk menasihati adik satu-satunya ini. Ya, SiWon memang sekarang sedang mengalami kondisi yang tidak terlalu baik. Memendam perasaan untuk seorang yeoja yang sudah memilik namjachingu itu memang tidak menyenangkan kan ?
“Sulit hyung, entah mengapa sangat sulit untuku melupakannya. Sejujurnya aku juga sangat ingin melupakannya. Tapi itu terlalu sulit hyung” ucap SiWon sambil menundukkan kepalanya.
“Sudahlah, jangan terlalu difikirkan. Sekarang cepat turun, pasti eomma sedang menunggu kita untuk sarapan”
DongHae keluar dari kamarnya setelah mengucapkan kalimat tersebut. Sementara SiWon masih tetap diam di tempat tidur sambil menundukkan kepalanya. Namu tidak lama kemudian SiWon langsung turun setelah mendengar panggilan dari eommanya.
SiWon POV
Sarapan kali ini kami lewati dengan sangat diam. Entah mengapa appa dan eomma tidak banyak bicara. Biasanya mereka selalu menanyakan tentang kuliahku atau pun perkerjaan DongHae hyung di kantor. Begitu juga denganku, pagi ini aku benar-benar sedang tidak mood untuk berbicara. Bahkan beberapa kali eomma menegurku karena aku melamun. Haah .. Apa ini karena ‘dia’ ?
Drrtt .. Drrtt .. Drrtt ..
Tiba-tiba ponselku berbunyi. Saat aku melihat layar ponselku, ternyata yang menelfon adalah ‘dia’. Segera ku tekan tombol berwarna hijau dan mengangkat telfon tersebut.
“Yeoboseyo ..”
‘Yeoboseyo Wonie-ah …’
“Wae YeonYoung-ah ?”
‘Aniyo, apa aku tidak boleh menelfon sahabatku eoh ?’
“Aigoo .. Ani. Hanya saja .. Biasanya saat hari minggu seperti ini kan kau selalu bersama KyuHyun”
‘Eumm .. Dia sedang ada urusan. Jadi aku sedang sendirian sekarang. Kau mau kerumahku kan Wonie-ah ?’
“Arasseo, aku akan kesana. Tunggulah”
Aku langsung mengambil jaketku yang ada diatas tempat tidurku dan berjalan menuju halaman belakang. Lalu aku lansung mengendarai mobil sport putihku menuju rumah YeonYoung. Ya, YeonYoung. Lebih tepatnya Lim YeonYoung, yeoja itulah yang berhasil membuatku jatuh cinta dan menjadikan aku seperti sekarang. Haahh .. Hebatnya yeoja itu.
Lima belas menit berlalu, akhirnya aku sampai disebuah rumah yang tidak terlalu besar. Namun mempunyai halaman yang sangat cantik dengan bunga-bunga dan tanaman yang mengelilinginya.
“Ahjjuma annyeong ..” ucapku sopan kepada eomma YeonYoung.
“Ah .. SiWon-ah. Annyeong .. Masuklah, YeonYoung sudah menunggumu dihalaman belakang” ucap eomma YeonYoung sambil tersenyum lembut.
“Ne, gomawo ahjjuma”
Aku langsung berjalan ke halaman belakang rumah YeoYoung. Disana aku melihatnya sedang duduk di sebuah ayunan sambil memangku anjing kesayangannya yang bernama Ginger.
“YeonYoung ..” panggilku.
“Ah .. Wonie. Ayo duduk” YeonYoung langsung mengajakku duduk disampingnya. Aku yang melihat YeonYoung sedang mengelus kepala Ginger jadi ingin ikut mengelus kepala Ginger. Akhirnya aku ikut mengelus kepala Ginger dengan sangat lembut. Dia terlihat sangat nyaman dengan apa yang aku dan YeonYoung lakukan.
“Wah .. Beda sekali ya” ucap YeonYoung tiba-tiba.
“Wae ? Apanya yang beda YeonYoung-ah ?” tanyaku.
“Ne, reaksi Ginger beda. Saat KyuHyun yang melakukannya dia pasti langsung menghindar. Sementara denganmu dia malah merasa sangat nyaman” ucapan YeonYoung langsung membuat tanganku berhenti mengelus kepala Ginger. Sakit, ya sakit. Hatiku sakit saat mendengar YeonYoung menyebut nama KyuHyun dengan mulutnya yang mungil itu. Namun aku mencoba untuk tidak memperlihatkan perasaanku tersebut.
“SiWon-ah .. Waeyo ?”
“Ahh .. Aniyo. Gwaenchanayo” ucapku sambil mencoba tersenyum.
Setelah itu kami langsung melanjutkan kegiatan kami yang tadi sempat terganggu.
SiWon POV end
Author POV
SiWon dan YeonYoung terus bermain dengan Ginger di halaman belakang. Bahkan mereka sampai bermain kejar-kejaran bersama Ginger. Kegiatan yang sudah sangat lama tidak merek lakukan. Terutama semenjak YeonYoung berpacan dengan namjachingunya KyuHyun.
Sebenarny SiWon sudah menyukai YeonYoung sejak SMP, awalnya dia hanya menganggap perasaan itu sebagai porasaan biasa. Perasaan yang dirasakan antara sahabat. Namun seiring waktu berjalan, SiWon akhirnya menyadari bahwa perasaannya itu bukanlah perasaan antara sahabat. Namun perasaan antara namja dn yeoja. Sudah sejak lama SiWon berencana untuk menyatakan cintanya kepada YeonYoung, tapi dia takut pernyataannya itu akan merusak hubungan persahabatan diantara mereka. Itulah penyebab SiWon memendam perasaannya terhadap YeonYoung, bahkan sampai sekarang.
Saat SiWon dan YeonYoung sedang bermain kejar-kejaran dengan Ginger. Tiba-tiba terdengar sebuah suara namja yang menurut SiWon sudah merebut YeonYoung darinya. Ya, siapa lagi kalau bukan KyuHyun. Atau lebih tepatnya Cho KyuHyun.
“Chagi ..” panggil KyuHyun sambil memeluk YeonYoung dari belakang tanpa memperdulikan SiWon yang berada di sekitar mereka.
“Ne Kyu, mengapa ada disini eoh ? Kau bilang kau ada urusan” tanya YeonYoung sambil melepaskan pelukan KyuHyun.
“Urusanku sudah selesai chagi, lagi pula aku kan rindu dengan yeojachinguku yang cantik ini” ucap KyuHyun sambil memegang tengkuk YeonYoung dan bersiap untuk menciumnya. Namun sebelum KyuHyun mencium YeonYoung, SiWon lebih dulu menghentikannya dengan cara berpamitan untuk pulang.
“Eum .. YeonYoung-ah, aku pulang dulu ne ? Sepertinya aku mengganggu kalian. Annyeong ..” lalu SiWon pun berjalan menuju keluar, meninggalkan KyuHyun yang mulai melanjutkan kegiatannya tadi. Namun dengan cepat dicegah oleh YeonYoung.
Sekarang ini SiWon sedang berada disebuah lapangan luas yang dipenuhi dengan ilalang. Lapangan luas yang sangat indah, lapangan yang sangat damai, dan lapangan yang sangat banyak menyimpan kenangannya dengan YeonYoung dulu, saat mereka masih bisa bermain dengan leluasa tanpa gangguan seorang namja bernama Cho Kyu Hyun.
SiWon memejamkan matanya, mencoba untuk mengingat kenangannya bersama YeonYoung.
Flasback
“SiWon-ah ..” ucap YeonYoung yang duduk disebelah SiWon sambil memainkan ilalang yang ada ditangannya.
“Ne, waeyo eum ?” tanya SiWon sambil tersenyum lembut.
“Aniyo, ayo buat janji” YeonYoung berkata dengan ekspresi gembiranya yang sangat imut dan lucu menurut SiWon.
“Eh ? Janji ? Janji apa eoh ?” tanya SiWon lagi denga ekspresi bingung.
“Ayo buat janji bahwa kita akan selalu bersama apapun yang akan terjadi. Dan berjanjilah akan selalu ada didekatku. Kau mau kan ?” YeonYoung langsung mengangkat jari kelingkingnya untuk membuat janji.
“Eumm .. Baiklah” akhirnya SiWon setuju dengan ucapan YeonYoung dan melingkarkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking YeonYoung.
Setelah itu merek kembali bermain dengan sangat gembira. Senyum tidak pernh lepas dari wajah keduanya. Keduanya terlihat sangat bahagia.
Flashback end
Airmata SiWon jatuh dengan perlahan dari matanya yang indah menuju pipinya. Hatinya seperti teriris saat mengingat kenangannya dengan YeonYoung dulu.
“Mianhaeyo YeonYoung-ah … Mianhae ..” ucap SiWon disela isak tangisnya. SiWon merasa menjadi namja yang sangta bodoh, karena sudah melepaskan YeonYoung dengan sangat mudah dan membiarkannya berpacaran dengan KyuHyun.
“Arrrggghhh …..” SiWon berteriak sambil menutup muka dengan kedua tangannya. Dia sungguh-sungguh sudah tidak bisa menahan perasaannya lagi. Hatinya sangat sakit saat mengingat kejadian yang tadi terjadi dirumah YeonYoung. Hampi saja dia melihat yeoja yang amat dicintainya berciuman dengan namja lain tepat didepan matanya. Sungguh, sekarang SiWon benar-benar merasa menjadi namja yang paling bodoh didunia ini.
Setelah puas menyampaikan perasaannya, SiWon langsung berdiri dari duduknya, menuju mobilnya yang dia parker tidak jauh dari lapangan tersebut.
Selama diperjalan SiWon tidak bisa berhenti untuk memikirkan yeoja yang bernama Lim Yeon Young. Ingatannya tentang kenangan-kenangan mereka dulu terus menari-nari dibenaknya. Benar-benar perasaan dan keadaaan yang menyiksa untuk seorang Choi Si Won.
Author POV end
SiWon POV
Aku langsung memakirkan mobilku di halaman belakang saat aku sampai dirumahku. Kubuka pintu rumahku dengan sedikit kasar. Membuat DongHae hyung dan eomma yang ada di ruang tengah terkejut melihatku.
“Kau dari mana eoh ?” tanya DongHae hyung saat melihatku membuka pintu.
Tapi tidak ku hiraukan pertanyaannya. Yang sekarang aku butuhkan hanya istirahat dan tidur didalam kamarku. Bukannya ceramahan panjang yang pasti akan diucapkan oleh seorang Choi Dong Hae.
BRAKK …
“YA !! CHOI SI WON !! DARI MANA SAJA KAU ?? TIDAK LIHAT SEKARANG JAM BERAPA HAH ?? KAU PERGI DARI PAGI DAN PULANG MALAM DENGAN KEADAAN SEPERTI INI ?? DARI MANA KAU ??”
Tiba-tiba terdengar suara pintu yang dibuka dengan sangat kasar dan teriakan dari seorang namja yang bernama Choi Dong Hae. Cihh .. Mengapa namja ini senang sekali untuk mencampuri urusanku eoh ? Menyebalkan.
“Bukan urusanmu Choi Dong Hae” ucapku dengan nada dingin.
“Tentu it urusanku SiWon. KAU ADIKKU” ucapnya sambil sedikit berteriak. Aiisshh .. Namja ini.
“Arasseo. Aku dari rumah YeonYoung. Wae ? Kau tidak suka ?” tanyaku menantang,
“KAU !! BERAPA KALI KU BILANG ?? LUPAKAN YEOJA ITU. DIMANA HARGA DIRIMU SEBAGAI SEORANG NAMJA CHOI SI WON ??” DongHae hyung membalas ucapanku dengan teriakan dan bentakan yang sangat keras.
“KAU !! Sudahlah hyung, kau tidak akan mengerti perasaanku. Bisakah sekarang kau keluar ? Aku ingin istirahat” ucapku mengalah. Biar bagaimanapun DongHae hyung itu tetap kakakku. Aku tidak ingin berkelahi dengannya hanya karena masalah seperti ini.
“Terserah kau lah”
Aku langsung merebahkan tubuhku di kasur king size ku sesaat setelah DongHae hyung keluar dari kamarku. Kantuk mulai menyerangku, perlahan demi perlahan mataku mulai tertutup dan mulai menjemput mimpi. Mimpi yang aku yakin akan sangat indah, namun berubah jadi sangat menyakitkan ketika aku sudah bangun.
“Ya, SiWon-ah .. Coba tangkap aku kalau bisa ..” ucap YeonYoung sambil berlari dilapangan yang dipenuhi banyak ilalang. YeonYoung sekarang sedang menghindar dari kejaran SiWon dengan baju panjang berwarna putih dan rambut yang diikat kesamping. Sungguh cantik. Sementara SiWon yang mengejarnya juga menggunakan baju serba putih. Sangat tampan.
“Aku akan menangkapmu chagi, lihat saja nanti” ucap SiWon sambil terus mengejar YeonYoung.
“Coba saja kalau bisa .. Weee ..” balas YeonYoung sambil menoleh kebelakang dan menjulurkan lidahnya kearah SiWon. Sementara SiWon hanya tertawa sambil terus berlari.
GREP ..
“Tertangkap kau chagi” ucap SiWon sambil memeluk YeonYoung dari belakang.
“Ya .. Lepaskan aku Choi Si Won !!” ucap YeonYoung sambil berusaha melepaskan pelukan SiWon dengan muka yang memerah.
“Baiklah, tapi kau harus bilang bahwa kau mencintaiku”
“Ani, aku tidak mau”
“Arasseo, berarti aku tidak akan melepaskanmu”
“Iisshh … Arra. Sa .. Sa .. Saranghae Choi Si Won” ucap YeonYoung dengan muka yang memerah.
“Nado chagi, nado saranghae” SiWon mulai medekatkan wajahnya ke wajah YeonYoung. Dekat dan semakin dekat. Jarak antara wajah mereka tinggal 1 cm lagi, hingga …
Drrtt .. Drrtt .. Drrtt ..
Lagi-lagi aku terbangun dari tidurku. Haahh .. Dan lagi-lagi ini yang aku rasakan. Rasa sakit saat mengingat mimpiku yang begitu indah. Mengapa aku hanya bisa merasakan kebahagian dimimpiku ? Hampir setiap malam aku memimpikannya, dan sialnya aku pasti selalu terbangun. Huft .. Apakah aku harus tidur selamanya agar aku bisa terus merasakan kebahagiaan selama-lamanya ?
Drrtt .. Drrtt .. Drrtt ..
Ponselku berbunyi lagi. Aiissshh .. Aku lupa tadi ada yang menelfon. Aku pun langsung melihat layar ponselku. Astaga .. Haruskah dia menelfon disaat yang tidak tepat seperti ini ? Mengapa yeoja ini selalu berhasil membuatku gila eoh ?
“Yeoboseyo ..” akhirnya aku mengangkat telfon dari YeonYoung.
‘Wonie-ah ..’
“Ne, waeyo ?”
‘Mengapa kau tadi tiba-tiba pulang eoh ?’ astaga .. Dia masih bisa bertanya seperti itu ? Yeoja ini memang benar-benar bisa membuatku gila.
“Ani, aku tadi tiba-tiba teringat janjiku dengan DongHae hyung”
‘Ohh .. Ne. Tapi tadi kau pulang bukan karena KyuHyun kan ?’
“Ani, bukan kok”
‘Eumm .. Arasseo. Kalau begitu sudah dulu ne ? Besok aku harus bangun pagi. Annyeong …’
“Ne, annyeong ..”
Kututup telfon dari YeonYoung, setelah itu aku langsung merebahkan diriku dan kembali tidur.
Cahaya matahari mulai memasukki jendela kamarku dan mengetuk kelopak mataku. Menuntutku untuk segera bangun dari tidur nyenyak ku. Haahh .. Sayang sekali mimpi semalam tidak berlanjut lagi ketika aku kembali tidur.
Segera ku ambli handuk yang ada diatas kursi dan langsung memasuki kamar mandi. Ku basuh seluruh anggota tubuhku, berharap mimpi selamam ikut menglir bersama air dan hilang dari ingatanku. Selesai mandi, aku menuju lantai bawah. Disana sudah ada appa, eomma, dan DongHae hyung.
“Annyeong ..”
Sapaku kepada mereka semua. Aku pun mulai memakan makananku sedikit demi sedikit. Teringat lagi aku akan mimpi yang semalam aku alami. Dan untuk kesekian kalianya hatiku merasakan perasaan yang sama. Perasaan sakit. Ya sakit, sakit saat mengetahui semua itu hanya sebuah mimpi dan tidak akan pernah berubah menjadi kenyataan.
“Hyung, aku pergi dulu ne ?” pamitku kepada DongHae hyung.
“Kau mau kemana lagi eoh ?”
“Aku ingin pergi ke tempat kuliah hyung, hari ini aku ada jadwal kuliah” ucapku sambil membuka pintu rumah.
“Arasseo .. Hati-hati dijalan”
“Ne, annyeong hyung” aku pun segera keluar menuju halaman belakang dan mengendarai mobil sportku menuju tempat kuliahku. KyungHee University.
“SiWon-ah …” panggil sebuah suara. Suara yang amat sangat ku kenal. Suara dari seorang yeoja bernama Lim Yeon Young.
“Eumm .. Waeyo ?” balasku sambil menghentikan langkahku dan menunggunya yang sedang berjalan kearahku.
“Ani, ayo ke kelas bersama-sama. KyuHyun hari ini tidak masuk, jadi hari ini aku sendirian”
“Oh .. Jadi kau hanya ingin bersama-sama denganku jika KyuHyun tidak ada” ucapku dengan nada yang dingin dan sedikit .. sedih.
“Eoh ? Tentu saja tidak SiWon-ah, mengapa kau biacara seperti itu ?” tanya YeonYoung sambil mengerucutkan bibirnya imut. Ughh .. Yeoja ini mengapa imut sekali eoh ?
“Ani, sudahlah. Ayo masuk” aku langsung berjalan. Meninggalkannya yang ada dibelakangku.
“SiWon-ah .. Tunggu !!” teriaknya lalu menyusulku.
Selama dikelas aku hanya bisa memandang kearah YeonYoung yang duduk di depanku. Hari ini benar-benar tidak bisa focus dengan pelajaran yang diberikan oleh seonsaengnim. Padahal biasanya aku akan kesal bila aku tidak bisa focus, namun entah mengapa hari ini aku merasa biasa saja. Bahkan bisa dibilang aku membiarkan fikiranku hanya terfokus terhadap YeonYoung.
Ku kemudikan mobilku dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi. Kuliahku baru saja selesai setengah jam yang lalu, namun sebelum pulang aku memutuskan untuk menemain YeonYoung ke perpustakaan. Sekarang aku sedang di jalan menuju sebuah taman. Hari ini aku sedang malas dirumah, jadi aku memutuskan untuk pergi ke sebuah taman yang tidak jauh dari rumahku.
Duduk di taman dan ditemani dengan angin dan kicauan burung memang sangat nyaman. Ku pandangi keadaan sekitar taman, banyak anak-anak yang sedang bermain bersama orang tua mereka dengan sangat gembira. Tidak jarang juga ku temui sepasang kekasih yang sedang duduk berdua disebuah kursi taman. Dan .. Eh, tunggu .. Ku alihkan lagi pandanganku kearah sepasang kekasih yang sedang duduk di kursi taman tadi. Bukannya itu KyuHyun, dan … MinYoung ? Bukankah mereka sudah putus ? Jangan-jangan … SHIT !! Kurang ajar namja itu. Dia mempermainkan YeonYoung rupanya. Segera ku keluarkan kamera yang ada di dalam tasku.
KREEK
Aku bidikan kameraku kearah KyuHyun yang sedang mencium MinYoung tepat dibibirnya.
KREEK
Sekarang merasa sedang berpelukan dengan erat. Sangat erat.
KREEK
Foto terakhir. KyuHyun lagi-lagi mencium yeoja bernama MinYoung itu tepat dibibirnya.
Cihh .. Namja itu !! Berani sekali dia. YeonYoung-ah, mianhaeyo aku membiarkan berpacaran dengan namja seperti dia, mian aku tidak bisa menjagamu. Aku harus menunjukkan semua ini kepada YeonYoung. Mala mini aku harus ke rumahnya. Segera aku berjalan keara mobilku. Tujuanku sekarang hanya satu, pulang kerumah dan mencuci semua foto-foto ini.
SiWon POV end
Author POV
SiWon menatap foto-foto yang baru saja selesai di cucinya dengan tatapan benci dan emosi. Dia sangat emosi dengan namja yang bernama Cho Kyu Hyun. Bisa-bisanya dia mempermainkan sahabat sekaligus yeoja yang dicintainya. Andai saja tadi itu bukan di tempat umum, pasti namja sialan itu sudah habis babak belur karena dihajar oleh SiWon. Namun SiWon masih bisa mengontrol emosinya, karena itu adalah tempat umum.
Jam dinding di kamar SiWon sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Dengan segera SiWon memasukkan foto-foto tadi ke dalam sebuah amplop dan bergegas pergi menuju rumah YeonYoung. DongHae sempat melarangnya untuk pergi, namun SiWon tetap pergi karena dia tidak bisa membiarkan KyuHyun terus mempermainkan YeonYoung.
TING TONG …
SiWon menekan bel rumah YeonYoung. Tidak lama setelahnya pintu rumah itu mulai terbuka. Terlihat YeonYoung yang sedang memegang ponselnya bingung dengan kedatangan SiWon yang tiba-tiba.
“SiWon-ah ? Ayo masuk”
“Ne”
SiWon langsung masuk ke dalam rumah YeonYoung, lalu dia duduk tepat disamping YeonYoung.
“Wae SiWon-ah ? Tumben kau kesini tidak menelfonku terlebih dahulu” ucap YeonYoung sambil tersenyum.
“Ani, ada yang ingin aku tunjukkan denganmu Youngie-ah” ucap SiWon sambil memberikan amplop yang berisi foto-foto KyuHyun dengan MinYoung.
“Eh ? Apa ini ?” tanya YeonYoung bingung.
“Buka saja. Tapi sebelumnya … Aku ingin mengatakan bahwa aku melakukan semua ini demimu Youngie-ah” SiWon berkata kepada YeonYoung dengan tatapan yang sulit diartikan.
Setelah itu YeonYoung langsung membuka amplop tersebut. Mata YeonYoung tebelalak saat melihat isi dari amplop tersebut.
“Ini .. Ini tidak mungkin. Apa maksud semua ini SiWon-ah ?” tanya YeonYoung dengan airmata yang mulai membasahi pipi chubby nya.
“Aku melihat KyuHyun dengan MinYoung kemarin di taman, jadi ..”
“Ini pasti bohong. Kau pasti berbohong kan SiWon-ah ? KyuHyun tidak mungkin seperti ini. Kau .. Kau jahat SiWon-ah” belum sempat SiWon melanjutkan kalimatnya, YeonYoung lebih dulu berteriak dengan suara yang serak kepada SiWon.
“Tapi YeonYoung-ah … Aku tidak berbohong. Sungguh ..” ucap SiWon dengan nada yang sedih.
“Tidak kau pasti berbohong” lagi-lagi YeonYoung berteriak dengan suara yang serak sambil melemparkan foto-foto tersebut kearah SiWon.
Sakit. Lagi-lagi SiWon merasakan sakit dihatinya. Bukan, bukan sakit karena YeonYoung tidak mempercayai. SiWon sakit karena melihat YeonYoung menangis. Dia tidak tega melihat yeoja yang amat dicintainya menangis hanya karena namja sialan seperti KyuHyun. SiWon perlahan-lahan mulai mendekati YeonYoung.
“PERGI !! KELUAR DARI SINI” YeonYoung berteriak tepat sebelum SiWon memegang tanganya.
“Tapi ..”
“Keluar. AKU BILANG KELUAR CHOI SI WON” teriak YeonYoung yang sudah mulai menangis lagi.
“Arasseo ..”
“Tapi .. Harus kau tau YeonYoung-ah. Aku .. Aku melakukan ini semua karena aku menyayangi .. Ah, tidak. Lebih tepatnya karena aku mencintaimu” setelah SiWon mengatakan hal tersebut. SiWon langsung keluar, meninggalkan YeonYoung yang terdiam dan bingung dengan kata-kata yang baru saja keluar dari mulut SiWon.
SiWon menangis. Dia menyesali semua perbuatannya, tidak seharusnya dia memberikan foto-foto itu kepada YeonYoung. Tangisannya semakin keras saat dia mengingat ekspresi YeonYoung yang tadi begitu terluka. Sungguh, dia tidak sanggup untuk melihat wajah cantik yang biasa tersenyum dengan manis itu menangis dengan sangat pilu.
Karena SiWon terus menangis dengan keras. Akhirnya SiWon sudah tidak memperdulikan keadaan jalan yang ada dihadapannya lagi. Bahkan dia tidak sadar bahwa tepat didepan mobilnya terdapat sebuah truk yang sangat besar. Hingga …
BRAK ….
Terjadi tabrakan antara mobil SiWon dengan truk tersebut. Peristiwa itu terjadi dengan sangat cepat. Perlahan-lahan mata SiWon mulai tertutup. Dan semuanya berubah menjadi gelap.
Author POV end
YeonYoung POV
Aku terdiam diposisiku. Perlahan-lahan pertahananku mulai runtuh, aku terjatuh dilantai yang berserakan dengan foto-foto KyuHyun dengan seorang yeoja yang aku tau bernama Kang Min Young, mantan yeojachingunya.
Aku mengambil ponselku yang ada diatas meja. Kutekan nomor telfon seseorang yang sekarang sangat aku butuhkan penjelasannya. Ya, aku menelfon KyuHyun.
‘Yeoboseyo .. Chagi, waeyo ?’
“Bisa kau kerumahku sekarang Kyu ?”
‘Ne, tentu. Tunggu aku chagi’
Tidak lama kemudian, KyuHyun pun sampai dirumahku. Dia terkejut melihatku yang duduk dilantai sambil menangis. KyuHyun langsung menghampiriku dan mencoba untuk menarik tanganku. Namun aku terlebih dulu bangun, tanpa memperdulikan tangannya yang masih mencoba untuk memegang tanganku.
“Wae ?”
“Kau CHO KYU HYUN !! JELASKAN INI APA ??” teriakku sambil menunjukkan foto yang tadi diberikan oleh SiWon.
“Itu .. Kau .. Kau tau dari mana chagi ?” tanya nya gugup.
“Bukan urusanmu. Jadi benar. Kau dan MinYoung masih berhubungan ? JAWAB AKU CHO KYU HYUN !!” ucapku penuh emosi.
“Ara, aku akan menjelaskannya. Aku sudah putus dengannya.. Tapi ..”
“Tapi apa ?”
“Aku .. Aku sudah dijodohkan dengannya. Mianhae ..”
“Jadi selama ini kau menganggapku apa Cho Kyu Hyun ? Kau hanya ingin mempermainkanku kan ?” ucapku lirih.
“Aniyo, aku ..”
“Sudah, sudah cukup. Aku tidak ingin mendengar penjelasanmu lagi. Sekarang keluar dari rumahku”
“Tapi ..”
“KELUAR !!”
“Arasseo ..”
KyuHyun pun keluar dari rumahku. Lagi-lagi aku menangis. Sekarang aku hanya bisa meratapi nasibku. Bodohnya aku bisa tertipu oleh namja seperti KyuHyun. Dan lebih bodoh lagi mengapa aku tidak pernah menyadari perasaan SiWon. Orang yang jelas-jelas sangat mencintaiku, dan sejujurnya juga orang yang aku cintai. Aku hanya terlalu naif karena tidak mengakui perasaanku sendiri. Hahh .. Kau sungguh-sungguh yeoja yang pabo Lim Yeon Young.
Pagi hari mulai datang, aku pun mulai membuka mataku perlahan. Haah .. Hari ini aku sendiri lagi. Appa dan eommaku sedang berada di Jepang sekarang. Mereka sedang berlibur. Huft .. Mereka tidak tau apa, anaknya ini sedang bimbang.
Aku mulai memasukki kamar mandi, setelah mandi aku langsung turun kebawah menuju ruang makan. Sepi sekali dirumah ini. Menyebalkan. Setelah sarapan, aku memutuskan untuk menonton tv diruang tengah. Aku hari ini tidak memiliki jadwal kuliah. Saat aku sedang mencoba untuk focus dengan acara yang aku tonton. Terdengar suara pintu yang diketuk dengan sangat keras. Aku pun segera bergegas menuju pintu dan membukanya.
“YA !! KAU !!” ucap orang itu dengan penuh emosi.
“MWO ?? DongHae oppa, waeyo ?” tanyaku bingung. Ternyata orang itu adalah DongHae oppa, kakak SiWon.
“KAU ?? Apa yang telah kau lakukan kepada adikku eoh ?” tanya DongHae oppa sambil menahan emosinya.
“Ani, aku tidak melakukan apapun oppa. Sungguh” ucapku.
“Lalu. Jika kau tidak melakukan apa-apa. Mengapa semalam SiWon bisa kecelakaan hah ?” tanyanya dengan penuh emosi. OMO !! SiWon kecelakaan ??
“MWO ?? SiWon kecelakaan oppa ??”
“Ne, ayo ikut denganku. Akan kujelaskan semuanya nanti”
DongHae oppa langsung menarik tanganku dan membawaku kedalam mobilnya untuk menuju ke rumah sakit. Sepanjang perjalan DongHae oppa menceritakan semua perasaan SiWon terhadapku. Bagaimana awalnya SiWon bisa mempunyai perasaan itu hingga akhirnya dia harus mengalami sakit hati karena harus memendam perasaannya. Tanpa terasa satu persatu airmataku mulai turun membasahi pipiku. Aku tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan SiWon selama ini. Pasti sangat sakit. Tangisanku yang semakin kencang akhirnya terhenti karena kami sudah sampai di rumah sakit. Kami pun langsung turun dari mobil dan menuju ke ruangan dimana SiWon dirawat.
Aku langsung masuk keruangan SiWon begitu aku dan DongHae oppa berada didepan pintu ruangan tersebut. Sementara DongHae oppa lebih memilih untuk keruangan dokter guna mencari tau bagaimana perkembangan kondisi SiWon.
“SiWon-ah ..” ucapku lirih sambil memegang tangannya. Sekarang aku sedang duduk disebelahnya yang mungkin masih belum sadarkan diri.
“SiWon-ah .. Bangunlah. Mianhaeyo, mian sudah membuatmu jadi seperti ini Wonie-ah .. Mianhae, jeongmal mianhaeyo ..” airmataku perlahan mulai turun lagi.
“Wonie-ah, naneun jeongmal pabo saram. Aku benar-benar orang yang bodoh karena tidak menyadari perasaanmu. Bahkan aku tidak menyadari perasaanku sendiri. Sejujurnya aku juga mencintaimu Wonie-ah. Bangunlah, kumohon” ucapku sambil terisak. Sungguh, aku ingin dia cepat sadar.
“SiWon-ah .. Saranghae ..” ucapku akhirnya. Sambil memejamkan mataku.
“Ne chagi, nado. Aku juga mencintaimu”
“Ne, aku tau itu Wonie-ah. Cepatlah sadar”
Tapi tiba-tiba mataku terbelalak. Bukankah yang tadi itu suara SiWon ? Kubuka mataku, dan yang kulihat adalah .. SiWon, Choi Si Won. Sekarang tengah tersenyum sangat manis untukku.
“YA !! Kau sudah sadar rupanya. Kau mengerjaiku. Menyebalkan” ucapku sambil menggembungkan pipiku.
“Hahaha .. Aku sudah sadar dari semalam chagi. Jadi .. Apakah benar kau juga mencintaiku eoh ?” tanya dengan nada jahil. Isshh .. Namja ini.
“Ne .. Wonie-ah” ucapku dengan wajah yang memerah.
“Hahahha … Kau sangat imut chagi. Mulai sekarang aku adalah namjachingumu. Arasseo ?”
“Ne, arasseo”
Lalu SiWon pun perlahan-lahan mulai bangun dan memeluk tubuhku. Hangat dan nyaman. Ya, kesan itulah yang muncul pertama sekali saat SiWon memelukku. Pelukan yang sudah lama tidak aku rasakan darinya.
YeonYoung POV end
1 Month Later
SiWon POV
Sekarang disinilah aku berada. Di sebuah lapangan luas yang dipenuhi dengan ilalang-ilalang yang dapat memperindah lapangan ini. Sama seperti waktu itu, aku duduk ditengah-tengahnya. Menikmati semilir angin menerpa wajahku. Namun kali ini ada yang berbeda, sangat berbeda. Yang pertama, waktu itu aku duduk disini sambil menangis, namun sekarang aku duduk disini sambil tersenyum bahagia, sangat bahagia. Dan yang kedua adalah .. Dulu aku duduk sendirian disini sambil menangisi seorang yeoja. Namun sekarang, aku disini tidak sendiri. Aku duduk berdua dengan yeoja yang aku tangisi waktu itu. Ya, sekarang aku sedang duduk disini bersama dengan Lim Yeon Young. Yeoja yang amat kucintai, yeoja yang baru saja menjadi yeojachinguku selama satu bulan.
“Wonie ..” lamunanku tiba-tiba saja hilang saat aku mendengar sebuah suara yang aku yakin berasal dari seorang yeoja cantik bernama Lim Yeon Young.
“Ne chagi, waeyo eum ?” tanyaku sambil mengelus kepalanya lembut.
“Aniyo. Eum .. Wonie-ah, gomawo sudah mau menungguku selama ini. Jeongmal gomawoyo sudah selalu berusaha untuk melindungiku selama ini. Dan ..” dia menggantungkan kalimatnya.
“Dan ?” tanyaku penasaran.
“Dan .. Gomawo sudah mau menepati janji kita beberapa tahun yang lalu” ucapnya sambil menundukkan wajahnya yang bersemu merah. Imutnya ..
“Ne, cheonmaneyo chagi. Nado gomawoyo sudah mau membalas cintaku chagi. Jeongmal saranghaeyo nae yeoja Lim Yeon Young” ucapku, lalu aku mencium keningnya dengan lembut.
“Ne, nado jeongmal saranghaeyo nae namja Choi Si Won”
Lalu aku pun langsung membawanya kedalam pelukan hangatku. Pelukan yang akan selalu aku berikan kepada dari dulu, sekarang, hingga nanti.
Dari semua yang aku alami beberapa bulan belakangan ini adalah satu. Tidak selamanya mimpi hanya akan menjadi sebuah mimpi. Karena suatu saat mimpi itu pasti bisa menjadi kenyataan.
Saranghaeyo Lim Yeon Young, jeongmal saranghae.
END
Woaaaaa .. Saya kembali dengan FF gaje. FF ini saya persembahkan buat temen saya mbak novi :D FF ini juga sekaligus buat perminta maafan saya karena FF nado saranghae seonbaenimnya suka telat update. Hehehehehechul .. :p OK. Silahkan dibaca FF nya !! Enjoy !! ^_^
Main cast :
- Choi Si Won
- Lim Yeon Young
Other cast :
- Cho Kyu Hyun
- Choi Dong Hae (Lee Dong Hae)
- Kang Min Young
Genre : romance, friendship, family
Terdengar denting piano dari sebuah ruangan yang ada dilantai dua sebuah rumah, denting piano yang bisa membuat semua orang terhanyut dalam damai. Namu tidak untuk seorang namja tampan yang sedang tertidur dikamarnya dengan tenang, baginya dentingan piano tersebut hanya mengganggu kebahagian akan tidurnya. Tidurnya yang selalu membawa kebahagian untuk dirinya.
“Hoaaam …” namja itu terbangun dari tidurnya dengan wajah yang ditekuk.
“Mengapa namja itu senang sekali bermain piano sih ? Menyebalkan”
Namja itu langsung turun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Setelah mandi dan mengganti bajunya, namja yang bernama Cho Si Won atau biasa dipanggil SiWon itu pun langsung keluar dan berjalan menuju sebuah ruangan yang menjadi tempat tujuannya sedari tadi. Kamar kakaknya. Ya, ruangan itu lah yang sedari tadi menjadi tempat tujuannya.
“Ya !! Hyung. Bisakah kau bermain piano dengan sedikit tenang. Tidak taukah suara pianomu itu menggangguku ?” tanya SiWon kesal sambil berjalan kearah kakakknya yang sedang duduk didepan piano yang ada dikamar tersebut,
“Aku ini sedang bermain piano Choi Si Won. Tentu saja suaranya akan sampai kekamarmu” ucap namja yang bernama Choi Dong Hae, namja yang tidak lain adalah kakak dari seorang Choi Si Won.
“Aiisshh ,,, Awas saja kau hyung” SiWon mulai duduk di tempat tidur DongHae sambil membuka sebuah buku yang ada diatas tempat tidur tersebut.
“Hah .. Kau ini. Pasti kau memimpikan ‘dia’ lagi kan ?” tanya DongHae sambil terus memainkan pianonya.
“Ne” SiWon hanya menganggukan kepalanya.
“Sudah berapa kali kubilang eoh ? Lupakan yeoja itu. Itu hanya membuatmu semakin sakit hati, kau tau ?” DongHae mencoba untuk menasihati adik satu-satunya ini. Ya, SiWon memang sekarang sedang mengalami kondisi yang tidak terlalu baik. Memendam perasaan untuk seorang yeoja yang sudah memilik namjachingu itu memang tidak menyenangkan kan ?
“Sulit hyung, entah mengapa sangat sulit untuku melupakannya. Sejujurnya aku juga sangat ingin melupakannya. Tapi itu terlalu sulit hyung” ucap SiWon sambil menundukkan kepalanya.
“Sudahlah, jangan terlalu difikirkan. Sekarang cepat turun, pasti eomma sedang menunggu kita untuk sarapan”
DongHae keluar dari kamarnya setelah mengucapkan kalimat tersebut. Sementara SiWon masih tetap diam di tempat tidur sambil menundukkan kepalanya. Namu tidak lama kemudian SiWon langsung turun setelah mendengar panggilan dari eommanya.
SiWon POV
Sarapan kali ini kami lewati dengan sangat diam. Entah mengapa appa dan eomma tidak banyak bicara. Biasanya mereka selalu menanyakan tentang kuliahku atau pun perkerjaan DongHae hyung di kantor. Begitu juga denganku, pagi ini aku benar-benar sedang tidak mood untuk berbicara. Bahkan beberapa kali eomma menegurku karena aku melamun. Haah .. Apa ini karena ‘dia’ ?
Drrtt .. Drrtt .. Drrtt ..
Tiba-tiba ponselku berbunyi. Saat aku melihat layar ponselku, ternyata yang menelfon adalah ‘dia’. Segera ku tekan tombol berwarna hijau dan mengangkat telfon tersebut.
“Yeoboseyo ..”
‘Yeoboseyo Wonie-ah …’
“Wae YeonYoung-ah ?”
‘Aniyo, apa aku tidak boleh menelfon sahabatku eoh ?’
“Aigoo .. Ani. Hanya saja .. Biasanya saat hari minggu seperti ini kan kau selalu bersama KyuHyun”
‘Eumm .. Dia sedang ada urusan. Jadi aku sedang sendirian sekarang. Kau mau kerumahku kan Wonie-ah ?’
“Arasseo, aku akan kesana. Tunggulah”
Aku langsung mengambil jaketku yang ada diatas tempat tidurku dan berjalan menuju halaman belakang. Lalu aku lansung mengendarai mobil sport putihku menuju rumah YeonYoung. Ya, YeonYoung. Lebih tepatnya Lim YeonYoung, yeoja itulah yang berhasil membuatku jatuh cinta dan menjadikan aku seperti sekarang. Haahh .. Hebatnya yeoja itu.
Lima belas menit berlalu, akhirnya aku sampai disebuah rumah yang tidak terlalu besar. Namun mempunyai halaman yang sangat cantik dengan bunga-bunga dan tanaman yang mengelilinginya.
“Ahjjuma annyeong ..” ucapku sopan kepada eomma YeonYoung.
“Ah .. SiWon-ah. Annyeong .. Masuklah, YeonYoung sudah menunggumu dihalaman belakang” ucap eomma YeonYoung sambil tersenyum lembut.
“Ne, gomawo ahjjuma”
Aku langsung berjalan ke halaman belakang rumah YeoYoung. Disana aku melihatnya sedang duduk di sebuah ayunan sambil memangku anjing kesayangannya yang bernama Ginger.
“YeonYoung ..” panggilku.
“Ah .. Wonie. Ayo duduk” YeonYoung langsung mengajakku duduk disampingnya. Aku yang melihat YeonYoung sedang mengelus kepala Ginger jadi ingin ikut mengelus kepala Ginger. Akhirnya aku ikut mengelus kepala Ginger dengan sangat lembut. Dia terlihat sangat nyaman dengan apa yang aku dan YeonYoung lakukan.
“Wah .. Beda sekali ya” ucap YeonYoung tiba-tiba.
“Wae ? Apanya yang beda YeonYoung-ah ?” tanyaku.
“Ne, reaksi Ginger beda. Saat KyuHyun yang melakukannya dia pasti langsung menghindar. Sementara denganmu dia malah merasa sangat nyaman” ucapan YeonYoung langsung membuat tanganku berhenti mengelus kepala Ginger. Sakit, ya sakit. Hatiku sakit saat mendengar YeonYoung menyebut nama KyuHyun dengan mulutnya yang mungil itu. Namun aku mencoba untuk tidak memperlihatkan perasaanku tersebut.
“SiWon-ah .. Waeyo ?”
“Ahh .. Aniyo. Gwaenchanayo” ucapku sambil mencoba tersenyum.
Setelah itu kami langsung melanjutkan kegiatan kami yang tadi sempat terganggu.
SiWon POV end
Author POV
SiWon dan YeonYoung terus bermain dengan Ginger di halaman belakang. Bahkan mereka sampai bermain kejar-kejaran bersama Ginger. Kegiatan yang sudah sangat lama tidak merek lakukan. Terutama semenjak YeonYoung berpacan dengan namjachingunya KyuHyun.
Sebenarny SiWon sudah menyukai YeonYoung sejak SMP, awalnya dia hanya menganggap perasaan itu sebagai porasaan biasa. Perasaan yang dirasakan antara sahabat. Namun seiring waktu berjalan, SiWon akhirnya menyadari bahwa perasaannya itu bukanlah perasaan antara sahabat. Namun perasaan antara namja dn yeoja. Sudah sejak lama SiWon berencana untuk menyatakan cintanya kepada YeonYoung, tapi dia takut pernyataannya itu akan merusak hubungan persahabatan diantara mereka. Itulah penyebab SiWon memendam perasaannya terhadap YeonYoung, bahkan sampai sekarang.
Saat SiWon dan YeonYoung sedang bermain kejar-kejaran dengan Ginger. Tiba-tiba terdengar sebuah suara namja yang menurut SiWon sudah merebut YeonYoung darinya. Ya, siapa lagi kalau bukan KyuHyun. Atau lebih tepatnya Cho KyuHyun.
“Chagi ..” panggil KyuHyun sambil memeluk YeonYoung dari belakang tanpa memperdulikan SiWon yang berada di sekitar mereka.
“Ne Kyu, mengapa ada disini eoh ? Kau bilang kau ada urusan” tanya YeonYoung sambil melepaskan pelukan KyuHyun.
“Urusanku sudah selesai chagi, lagi pula aku kan rindu dengan yeojachinguku yang cantik ini” ucap KyuHyun sambil memegang tengkuk YeonYoung dan bersiap untuk menciumnya. Namun sebelum KyuHyun mencium YeonYoung, SiWon lebih dulu menghentikannya dengan cara berpamitan untuk pulang.
“Eum .. YeonYoung-ah, aku pulang dulu ne ? Sepertinya aku mengganggu kalian. Annyeong ..” lalu SiWon pun berjalan menuju keluar, meninggalkan KyuHyun yang mulai melanjutkan kegiatannya tadi. Namun dengan cepat dicegah oleh YeonYoung.
Sekarang ini SiWon sedang berada disebuah lapangan luas yang dipenuhi dengan ilalang. Lapangan luas yang sangat indah, lapangan yang sangat damai, dan lapangan yang sangat banyak menyimpan kenangannya dengan YeonYoung dulu, saat mereka masih bisa bermain dengan leluasa tanpa gangguan seorang namja bernama Cho Kyu Hyun.
SiWon memejamkan matanya, mencoba untuk mengingat kenangannya bersama YeonYoung.
Flasback
“SiWon-ah ..” ucap YeonYoung yang duduk disebelah SiWon sambil memainkan ilalang yang ada ditangannya.
“Ne, waeyo eum ?” tanya SiWon sambil tersenyum lembut.
“Aniyo, ayo buat janji” YeonYoung berkata dengan ekspresi gembiranya yang sangat imut dan lucu menurut SiWon.
“Eh ? Janji ? Janji apa eoh ?” tanya SiWon lagi denga ekspresi bingung.
“Ayo buat janji bahwa kita akan selalu bersama apapun yang akan terjadi. Dan berjanjilah akan selalu ada didekatku. Kau mau kan ?” YeonYoung langsung mengangkat jari kelingkingnya untuk membuat janji.
“Eumm .. Baiklah” akhirnya SiWon setuju dengan ucapan YeonYoung dan melingkarkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking YeonYoung.
Setelah itu merek kembali bermain dengan sangat gembira. Senyum tidak pernh lepas dari wajah keduanya. Keduanya terlihat sangat bahagia.
Flashback end
Airmata SiWon jatuh dengan perlahan dari matanya yang indah menuju pipinya. Hatinya seperti teriris saat mengingat kenangannya dengan YeonYoung dulu.
“Mianhaeyo YeonYoung-ah … Mianhae ..” ucap SiWon disela isak tangisnya. SiWon merasa menjadi namja yang sangta bodoh, karena sudah melepaskan YeonYoung dengan sangat mudah dan membiarkannya berpacaran dengan KyuHyun.
“Arrrggghhh …..” SiWon berteriak sambil menutup muka dengan kedua tangannya. Dia sungguh-sungguh sudah tidak bisa menahan perasaannya lagi. Hatinya sangat sakit saat mengingat kejadian yang tadi terjadi dirumah YeonYoung. Hampi saja dia melihat yeoja yang amat dicintainya berciuman dengan namja lain tepat didepan matanya. Sungguh, sekarang SiWon benar-benar merasa menjadi namja yang paling bodoh didunia ini.
Setelah puas menyampaikan perasaannya, SiWon langsung berdiri dari duduknya, menuju mobilnya yang dia parker tidak jauh dari lapangan tersebut.
Selama diperjalan SiWon tidak bisa berhenti untuk memikirkan yeoja yang bernama Lim Yeon Young. Ingatannya tentang kenangan-kenangan mereka dulu terus menari-nari dibenaknya. Benar-benar perasaan dan keadaaan yang menyiksa untuk seorang Choi Si Won.
Author POV end
SiWon POV
Aku langsung memakirkan mobilku di halaman belakang saat aku sampai dirumahku. Kubuka pintu rumahku dengan sedikit kasar. Membuat DongHae hyung dan eomma yang ada di ruang tengah terkejut melihatku.
“Kau dari mana eoh ?” tanya DongHae hyung saat melihatku membuka pintu.
Tapi tidak ku hiraukan pertanyaannya. Yang sekarang aku butuhkan hanya istirahat dan tidur didalam kamarku. Bukannya ceramahan panjang yang pasti akan diucapkan oleh seorang Choi Dong Hae.
BRAKK …
“YA !! CHOI SI WON !! DARI MANA SAJA KAU ?? TIDAK LIHAT SEKARANG JAM BERAPA HAH ?? KAU PERGI DARI PAGI DAN PULANG MALAM DENGAN KEADAAN SEPERTI INI ?? DARI MANA KAU ??”
Tiba-tiba terdengar suara pintu yang dibuka dengan sangat kasar dan teriakan dari seorang namja yang bernama Choi Dong Hae. Cihh .. Mengapa namja ini senang sekali untuk mencampuri urusanku eoh ? Menyebalkan.
“Bukan urusanmu Choi Dong Hae” ucapku dengan nada dingin.
“Tentu it urusanku SiWon. KAU ADIKKU” ucapnya sambil sedikit berteriak. Aiisshh .. Namja ini.
“Arasseo. Aku dari rumah YeonYoung. Wae ? Kau tidak suka ?” tanyaku menantang,
“KAU !! BERAPA KALI KU BILANG ?? LUPAKAN YEOJA ITU. DIMANA HARGA DIRIMU SEBAGAI SEORANG NAMJA CHOI SI WON ??” DongHae hyung membalas ucapanku dengan teriakan dan bentakan yang sangat keras.
“KAU !! Sudahlah hyung, kau tidak akan mengerti perasaanku. Bisakah sekarang kau keluar ? Aku ingin istirahat” ucapku mengalah. Biar bagaimanapun DongHae hyung itu tetap kakakku. Aku tidak ingin berkelahi dengannya hanya karena masalah seperti ini.
“Terserah kau lah”
Aku langsung merebahkan tubuhku di kasur king size ku sesaat setelah DongHae hyung keluar dari kamarku. Kantuk mulai menyerangku, perlahan demi perlahan mataku mulai tertutup dan mulai menjemput mimpi. Mimpi yang aku yakin akan sangat indah, namun berubah jadi sangat menyakitkan ketika aku sudah bangun.
“Ya, SiWon-ah .. Coba tangkap aku kalau bisa ..” ucap YeonYoung sambil berlari dilapangan yang dipenuhi banyak ilalang. YeonYoung sekarang sedang menghindar dari kejaran SiWon dengan baju panjang berwarna putih dan rambut yang diikat kesamping. Sungguh cantik. Sementara SiWon yang mengejarnya juga menggunakan baju serba putih. Sangat tampan.
“Aku akan menangkapmu chagi, lihat saja nanti” ucap SiWon sambil terus mengejar YeonYoung.
“Coba saja kalau bisa .. Weee ..” balas YeonYoung sambil menoleh kebelakang dan menjulurkan lidahnya kearah SiWon. Sementara SiWon hanya tertawa sambil terus berlari.
GREP ..
“Tertangkap kau chagi” ucap SiWon sambil memeluk YeonYoung dari belakang.
“Ya .. Lepaskan aku Choi Si Won !!” ucap YeonYoung sambil berusaha melepaskan pelukan SiWon dengan muka yang memerah.
“Baiklah, tapi kau harus bilang bahwa kau mencintaiku”
“Ani, aku tidak mau”
“Arasseo, berarti aku tidak akan melepaskanmu”
“Iisshh … Arra. Sa .. Sa .. Saranghae Choi Si Won” ucap YeonYoung dengan muka yang memerah.
“Nado chagi, nado saranghae” SiWon mulai medekatkan wajahnya ke wajah YeonYoung. Dekat dan semakin dekat. Jarak antara wajah mereka tinggal 1 cm lagi, hingga …
Drrtt .. Drrtt .. Drrtt ..
Lagi-lagi aku terbangun dari tidurku. Haahh .. Dan lagi-lagi ini yang aku rasakan. Rasa sakit saat mengingat mimpiku yang begitu indah. Mengapa aku hanya bisa merasakan kebahagian dimimpiku ? Hampir setiap malam aku memimpikannya, dan sialnya aku pasti selalu terbangun. Huft .. Apakah aku harus tidur selamanya agar aku bisa terus merasakan kebahagiaan selama-lamanya ?
Drrtt .. Drrtt .. Drrtt ..
Ponselku berbunyi lagi. Aiissshh .. Aku lupa tadi ada yang menelfon. Aku pun langsung melihat layar ponselku. Astaga .. Haruskah dia menelfon disaat yang tidak tepat seperti ini ? Mengapa yeoja ini selalu berhasil membuatku gila eoh ?
“Yeoboseyo ..” akhirnya aku mengangkat telfon dari YeonYoung.
‘Wonie-ah ..’
“Ne, waeyo ?”
‘Mengapa kau tadi tiba-tiba pulang eoh ?’ astaga .. Dia masih bisa bertanya seperti itu ? Yeoja ini memang benar-benar bisa membuatku gila.
“Ani, aku tadi tiba-tiba teringat janjiku dengan DongHae hyung”
‘Ohh .. Ne. Tapi tadi kau pulang bukan karena KyuHyun kan ?’
“Ani, bukan kok”
‘Eumm .. Arasseo. Kalau begitu sudah dulu ne ? Besok aku harus bangun pagi. Annyeong …’
“Ne, annyeong ..”
Kututup telfon dari YeonYoung, setelah itu aku langsung merebahkan diriku dan kembali tidur.
Cahaya matahari mulai memasukki jendela kamarku dan mengetuk kelopak mataku. Menuntutku untuk segera bangun dari tidur nyenyak ku. Haahh .. Sayang sekali mimpi semalam tidak berlanjut lagi ketika aku kembali tidur.
Segera ku ambli handuk yang ada diatas kursi dan langsung memasuki kamar mandi. Ku basuh seluruh anggota tubuhku, berharap mimpi selamam ikut menglir bersama air dan hilang dari ingatanku. Selesai mandi, aku menuju lantai bawah. Disana sudah ada appa, eomma, dan DongHae hyung.
“Annyeong ..”
Sapaku kepada mereka semua. Aku pun mulai memakan makananku sedikit demi sedikit. Teringat lagi aku akan mimpi yang semalam aku alami. Dan untuk kesekian kalianya hatiku merasakan perasaan yang sama. Perasaan sakit. Ya sakit, sakit saat mengetahui semua itu hanya sebuah mimpi dan tidak akan pernah berubah menjadi kenyataan.
“Hyung, aku pergi dulu ne ?” pamitku kepada DongHae hyung.
“Kau mau kemana lagi eoh ?”
“Aku ingin pergi ke tempat kuliah hyung, hari ini aku ada jadwal kuliah” ucapku sambil membuka pintu rumah.
“Arasseo .. Hati-hati dijalan”
“Ne, annyeong hyung” aku pun segera keluar menuju halaman belakang dan mengendarai mobil sportku menuju tempat kuliahku. KyungHee University.
“SiWon-ah …” panggil sebuah suara. Suara yang amat sangat ku kenal. Suara dari seorang yeoja bernama Lim Yeon Young.
“Eumm .. Waeyo ?” balasku sambil menghentikan langkahku dan menunggunya yang sedang berjalan kearahku.
“Ani, ayo ke kelas bersama-sama. KyuHyun hari ini tidak masuk, jadi hari ini aku sendirian”
“Oh .. Jadi kau hanya ingin bersama-sama denganku jika KyuHyun tidak ada” ucapku dengan nada yang dingin dan sedikit .. sedih.
“Eoh ? Tentu saja tidak SiWon-ah, mengapa kau biacara seperti itu ?” tanya YeonYoung sambil mengerucutkan bibirnya imut. Ughh .. Yeoja ini mengapa imut sekali eoh ?
“Ani, sudahlah. Ayo masuk” aku langsung berjalan. Meninggalkannya yang ada dibelakangku.
“SiWon-ah .. Tunggu !!” teriaknya lalu menyusulku.
Selama dikelas aku hanya bisa memandang kearah YeonYoung yang duduk di depanku. Hari ini benar-benar tidak bisa focus dengan pelajaran yang diberikan oleh seonsaengnim. Padahal biasanya aku akan kesal bila aku tidak bisa focus, namun entah mengapa hari ini aku merasa biasa saja. Bahkan bisa dibilang aku membiarkan fikiranku hanya terfokus terhadap YeonYoung.
Ku kemudikan mobilku dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi. Kuliahku baru saja selesai setengah jam yang lalu, namun sebelum pulang aku memutuskan untuk menemain YeonYoung ke perpustakaan. Sekarang aku sedang di jalan menuju sebuah taman. Hari ini aku sedang malas dirumah, jadi aku memutuskan untuk pergi ke sebuah taman yang tidak jauh dari rumahku.
Duduk di taman dan ditemani dengan angin dan kicauan burung memang sangat nyaman. Ku pandangi keadaan sekitar taman, banyak anak-anak yang sedang bermain bersama orang tua mereka dengan sangat gembira. Tidak jarang juga ku temui sepasang kekasih yang sedang duduk berdua disebuah kursi taman. Dan .. Eh, tunggu .. Ku alihkan lagi pandanganku kearah sepasang kekasih yang sedang duduk di kursi taman tadi. Bukannya itu KyuHyun, dan … MinYoung ? Bukankah mereka sudah putus ? Jangan-jangan … SHIT !! Kurang ajar namja itu. Dia mempermainkan YeonYoung rupanya. Segera ku keluarkan kamera yang ada di dalam tasku.
KREEK
Aku bidikan kameraku kearah KyuHyun yang sedang mencium MinYoung tepat dibibirnya.
KREEK
Sekarang merasa sedang berpelukan dengan erat. Sangat erat.
KREEK
Foto terakhir. KyuHyun lagi-lagi mencium yeoja bernama MinYoung itu tepat dibibirnya.
Cihh .. Namja itu !! Berani sekali dia. YeonYoung-ah, mianhaeyo aku membiarkan berpacaran dengan namja seperti dia, mian aku tidak bisa menjagamu. Aku harus menunjukkan semua ini kepada YeonYoung. Mala mini aku harus ke rumahnya. Segera aku berjalan keara mobilku. Tujuanku sekarang hanya satu, pulang kerumah dan mencuci semua foto-foto ini.
SiWon POV end
Author POV
SiWon menatap foto-foto yang baru saja selesai di cucinya dengan tatapan benci dan emosi. Dia sangat emosi dengan namja yang bernama Cho Kyu Hyun. Bisa-bisanya dia mempermainkan sahabat sekaligus yeoja yang dicintainya. Andai saja tadi itu bukan di tempat umum, pasti namja sialan itu sudah habis babak belur karena dihajar oleh SiWon. Namun SiWon masih bisa mengontrol emosinya, karena itu adalah tempat umum.
Jam dinding di kamar SiWon sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Dengan segera SiWon memasukkan foto-foto tadi ke dalam sebuah amplop dan bergegas pergi menuju rumah YeonYoung. DongHae sempat melarangnya untuk pergi, namun SiWon tetap pergi karena dia tidak bisa membiarkan KyuHyun terus mempermainkan YeonYoung.
TING TONG …
SiWon menekan bel rumah YeonYoung. Tidak lama setelahnya pintu rumah itu mulai terbuka. Terlihat YeonYoung yang sedang memegang ponselnya bingung dengan kedatangan SiWon yang tiba-tiba.
“SiWon-ah ? Ayo masuk”
“Ne”
SiWon langsung masuk ke dalam rumah YeonYoung, lalu dia duduk tepat disamping YeonYoung.
“Wae SiWon-ah ? Tumben kau kesini tidak menelfonku terlebih dahulu” ucap YeonYoung sambil tersenyum.
“Ani, ada yang ingin aku tunjukkan denganmu Youngie-ah” ucap SiWon sambil memberikan amplop yang berisi foto-foto KyuHyun dengan MinYoung.
“Eh ? Apa ini ?” tanya YeonYoung bingung.
“Buka saja. Tapi sebelumnya … Aku ingin mengatakan bahwa aku melakukan semua ini demimu Youngie-ah” SiWon berkata kepada YeonYoung dengan tatapan yang sulit diartikan.
Setelah itu YeonYoung langsung membuka amplop tersebut. Mata YeonYoung tebelalak saat melihat isi dari amplop tersebut.
“Ini .. Ini tidak mungkin. Apa maksud semua ini SiWon-ah ?” tanya YeonYoung dengan airmata yang mulai membasahi pipi chubby nya.
“Aku melihat KyuHyun dengan MinYoung kemarin di taman, jadi ..”
“Ini pasti bohong. Kau pasti berbohong kan SiWon-ah ? KyuHyun tidak mungkin seperti ini. Kau .. Kau jahat SiWon-ah” belum sempat SiWon melanjutkan kalimatnya, YeonYoung lebih dulu berteriak dengan suara yang serak kepada SiWon.
“Tapi YeonYoung-ah … Aku tidak berbohong. Sungguh ..” ucap SiWon dengan nada yang sedih.
“Tidak kau pasti berbohong” lagi-lagi YeonYoung berteriak dengan suara yang serak sambil melemparkan foto-foto tersebut kearah SiWon.
Sakit. Lagi-lagi SiWon merasakan sakit dihatinya. Bukan, bukan sakit karena YeonYoung tidak mempercayai. SiWon sakit karena melihat YeonYoung menangis. Dia tidak tega melihat yeoja yang amat dicintainya menangis hanya karena namja sialan seperti KyuHyun. SiWon perlahan-lahan mulai mendekati YeonYoung.
“PERGI !! KELUAR DARI SINI” YeonYoung berteriak tepat sebelum SiWon memegang tanganya.
“Tapi ..”
“Keluar. AKU BILANG KELUAR CHOI SI WON” teriak YeonYoung yang sudah mulai menangis lagi.
“Arasseo ..”
“Tapi .. Harus kau tau YeonYoung-ah. Aku .. Aku melakukan ini semua karena aku menyayangi .. Ah, tidak. Lebih tepatnya karena aku mencintaimu” setelah SiWon mengatakan hal tersebut. SiWon langsung keluar, meninggalkan YeonYoung yang terdiam dan bingung dengan kata-kata yang baru saja keluar dari mulut SiWon.
SiWon menangis. Dia menyesali semua perbuatannya, tidak seharusnya dia memberikan foto-foto itu kepada YeonYoung. Tangisannya semakin keras saat dia mengingat ekspresi YeonYoung yang tadi begitu terluka. Sungguh, dia tidak sanggup untuk melihat wajah cantik yang biasa tersenyum dengan manis itu menangis dengan sangat pilu.
Karena SiWon terus menangis dengan keras. Akhirnya SiWon sudah tidak memperdulikan keadaan jalan yang ada dihadapannya lagi. Bahkan dia tidak sadar bahwa tepat didepan mobilnya terdapat sebuah truk yang sangat besar. Hingga …
BRAK ….
Terjadi tabrakan antara mobil SiWon dengan truk tersebut. Peristiwa itu terjadi dengan sangat cepat. Perlahan-lahan mata SiWon mulai tertutup. Dan semuanya berubah menjadi gelap.
Author POV end
YeonYoung POV
Aku terdiam diposisiku. Perlahan-lahan pertahananku mulai runtuh, aku terjatuh dilantai yang berserakan dengan foto-foto KyuHyun dengan seorang yeoja yang aku tau bernama Kang Min Young, mantan yeojachingunya.
Aku mengambil ponselku yang ada diatas meja. Kutekan nomor telfon seseorang yang sekarang sangat aku butuhkan penjelasannya. Ya, aku menelfon KyuHyun.
‘Yeoboseyo .. Chagi, waeyo ?’
“Bisa kau kerumahku sekarang Kyu ?”
‘Ne, tentu. Tunggu aku chagi’
Tidak lama kemudian, KyuHyun pun sampai dirumahku. Dia terkejut melihatku yang duduk dilantai sambil menangis. KyuHyun langsung menghampiriku dan mencoba untuk menarik tanganku. Namun aku terlebih dulu bangun, tanpa memperdulikan tangannya yang masih mencoba untuk memegang tanganku.
“Wae ?”
“Kau CHO KYU HYUN !! JELASKAN INI APA ??” teriakku sambil menunjukkan foto yang tadi diberikan oleh SiWon.
“Itu .. Kau .. Kau tau dari mana chagi ?” tanya nya gugup.
“Bukan urusanmu. Jadi benar. Kau dan MinYoung masih berhubungan ? JAWAB AKU CHO KYU HYUN !!” ucapku penuh emosi.
“Ara, aku akan menjelaskannya. Aku sudah putus dengannya.. Tapi ..”
“Tapi apa ?”
“Aku .. Aku sudah dijodohkan dengannya. Mianhae ..”
“Jadi selama ini kau menganggapku apa Cho Kyu Hyun ? Kau hanya ingin mempermainkanku kan ?” ucapku lirih.
“Aniyo, aku ..”
“Sudah, sudah cukup. Aku tidak ingin mendengar penjelasanmu lagi. Sekarang keluar dari rumahku”
“Tapi ..”
“KELUAR !!”
“Arasseo ..”
KyuHyun pun keluar dari rumahku. Lagi-lagi aku menangis. Sekarang aku hanya bisa meratapi nasibku. Bodohnya aku bisa tertipu oleh namja seperti KyuHyun. Dan lebih bodoh lagi mengapa aku tidak pernah menyadari perasaan SiWon. Orang yang jelas-jelas sangat mencintaiku, dan sejujurnya juga orang yang aku cintai. Aku hanya terlalu naif karena tidak mengakui perasaanku sendiri. Hahh .. Kau sungguh-sungguh yeoja yang pabo Lim Yeon Young.
Pagi hari mulai datang, aku pun mulai membuka mataku perlahan. Haah .. Hari ini aku sendiri lagi. Appa dan eommaku sedang berada di Jepang sekarang. Mereka sedang berlibur. Huft .. Mereka tidak tau apa, anaknya ini sedang bimbang.
Aku mulai memasukki kamar mandi, setelah mandi aku langsung turun kebawah menuju ruang makan. Sepi sekali dirumah ini. Menyebalkan. Setelah sarapan, aku memutuskan untuk menonton tv diruang tengah. Aku hari ini tidak memiliki jadwal kuliah. Saat aku sedang mencoba untuk focus dengan acara yang aku tonton. Terdengar suara pintu yang diketuk dengan sangat keras. Aku pun segera bergegas menuju pintu dan membukanya.
“YA !! KAU !!” ucap orang itu dengan penuh emosi.
“MWO ?? DongHae oppa, waeyo ?” tanyaku bingung. Ternyata orang itu adalah DongHae oppa, kakak SiWon.
“KAU ?? Apa yang telah kau lakukan kepada adikku eoh ?” tanya DongHae oppa sambil menahan emosinya.
“Ani, aku tidak melakukan apapun oppa. Sungguh” ucapku.
“Lalu. Jika kau tidak melakukan apa-apa. Mengapa semalam SiWon bisa kecelakaan hah ?” tanyanya dengan penuh emosi. OMO !! SiWon kecelakaan ??
“MWO ?? SiWon kecelakaan oppa ??”
“Ne, ayo ikut denganku. Akan kujelaskan semuanya nanti”
DongHae oppa langsung menarik tanganku dan membawaku kedalam mobilnya untuk menuju ke rumah sakit. Sepanjang perjalan DongHae oppa menceritakan semua perasaan SiWon terhadapku. Bagaimana awalnya SiWon bisa mempunyai perasaan itu hingga akhirnya dia harus mengalami sakit hati karena harus memendam perasaannya. Tanpa terasa satu persatu airmataku mulai turun membasahi pipiku. Aku tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan SiWon selama ini. Pasti sangat sakit. Tangisanku yang semakin kencang akhirnya terhenti karena kami sudah sampai di rumah sakit. Kami pun langsung turun dari mobil dan menuju ke ruangan dimana SiWon dirawat.
Aku langsung masuk keruangan SiWon begitu aku dan DongHae oppa berada didepan pintu ruangan tersebut. Sementara DongHae oppa lebih memilih untuk keruangan dokter guna mencari tau bagaimana perkembangan kondisi SiWon.
“SiWon-ah ..” ucapku lirih sambil memegang tangannya. Sekarang aku sedang duduk disebelahnya yang mungkin masih belum sadarkan diri.
“SiWon-ah .. Bangunlah. Mianhaeyo, mian sudah membuatmu jadi seperti ini Wonie-ah .. Mianhae, jeongmal mianhaeyo ..” airmataku perlahan mulai turun lagi.
“Wonie-ah, naneun jeongmal pabo saram. Aku benar-benar orang yang bodoh karena tidak menyadari perasaanmu. Bahkan aku tidak menyadari perasaanku sendiri. Sejujurnya aku juga mencintaimu Wonie-ah. Bangunlah, kumohon” ucapku sambil terisak. Sungguh, aku ingin dia cepat sadar.
“SiWon-ah .. Saranghae ..” ucapku akhirnya. Sambil memejamkan mataku.
“Ne chagi, nado. Aku juga mencintaimu”
“Ne, aku tau itu Wonie-ah. Cepatlah sadar”
Tapi tiba-tiba mataku terbelalak. Bukankah yang tadi itu suara SiWon ? Kubuka mataku, dan yang kulihat adalah .. SiWon, Choi Si Won. Sekarang tengah tersenyum sangat manis untukku.
“YA !! Kau sudah sadar rupanya. Kau mengerjaiku. Menyebalkan” ucapku sambil menggembungkan pipiku.
“Hahaha .. Aku sudah sadar dari semalam chagi. Jadi .. Apakah benar kau juga mencintaiku eoh ?” tanya dengan nada jahil. Isshh .. Namja ini.
“Ne .. Wonie-ah” ucapku dengan wajah yang memerah.
“Hahahha … Kau sangat imut chagi. Mulai sekarang aku adalah namjachingumu. Arasseo ?”
“Ne, arasseo”
Lalu SiWon pun perlahan-lahan mulai bangun dan memeluk tubuhku. Hangat dan nyaman. Ya, kesan itulah yang muncul pertama sekali saat SiWon memelukku. Pelukan yang sudah lama tidak aku rasakan darinya.
YeonYoung POV end
1 Month Later
SiWon POV
Sekarang disinilah aku berada. Di sebuah lapangan luas yang dipenuhi dengan ilalang-ilalang yang dapat memperindah lapangan ini. Sama seperti waktu itu, aku duduk ditengah-tengahnya. Menikmati semilir angin menerpa wajahku. Namun kali ini ada yang berbeda, sangat berbeda. Yang pertama, waktu itu aku duduk disini sambil menangis, namun sekarang aku duduk disini sambil tersenyum bahagia, sangat bahagia. Dan yang kedua adalah .. Dulu aku duduk sendirian disini sambil menangisi seorang yeoja. Namun sekarang, aku disini tidak sendiri. Aku duduk berdua dengan yeoja yang aku tangisi waktu itu. Ya, sekarang aku sedang duduk disini bersama dengan Lim Yeon Young. Yeoja yang amat kucintai, yeoja yang baru saja menjadi yeojachinguku selama satu bulan.
“Wonie ..” lamunanku tiba-tiba saja hilang saat aku mendengar sebuah suara yang aku yakin berasal dari seorang yeoja cantik bernama Lim Yeon Young.
“Ne chagi, waeyo eum ?” tanyaku sambil mengelus kepalanya lembut.
“Aniyo. Eum .. Wonie-ah, gomawo sudah mau menungguku selama ini. Jeongmal gomawoyo sudah selalu berusaha untuk melindungiku selama ini. Dan ..” dia menggantungkan kalimatnya.
“Dan ?” tanyaku penasaran.
“Dan .. Gomawo sudah mau menepati janji kita beberapa tahun yang lalu” ucapnya sambil menundukkan wajahnya yang bersemu merah. Imutnya ..
“Ne, cheonmaneyo chagi. Nado gomawoyo sudah mau membalas cintaku chagi. Jeongmal saranghaeyo nae yeoja Lim Yeon Young” ucapku, lalu aku mencium keningnya dengan lembut.
“Ne, nado jeongmal saranghaeyo nae namja Choi Si Won”
Lalu aku pun langsung membawanya kedalam pelukan hangatku. Pelukan yang akan selalu aku berikan kepada dari dulu, sekarang, hingga nanti.
Dari semua yang aku alami beberapa bulan belakangan ini adalah satu. Tidak selamanya mimpi hanya akan menjadi sebuah mimpi. Karena suatu saat mimpi itu pasti bisa menjadi kenyataan.
Saranghaeyo Lim Yeon Young, jeongmal saranghae.
END
Woaaaaa .. Saya kembali dengan FF gaje. FF ini saya persembahkan buat temen saya mbak novi :D FF ini juga sekaligus buat perminta maafan saya karena FF nado saranghae seonbaenimnya suka telat update. Hehehehehechul .. :p OK. Silahkan dibaca FF nya !! Enjoy !! ^_^
No comments:
Post a Comment