Previous Story
Selama pelajaran aku yang duduk disamping KiBum benar-benar merasa duduk dengan patung. Hah .. Pasti dia sedang memikirkan TaeRim, wajar kan kalau dia memikirkan orang yang dia suka. Ya, sejujurnya aku sudah mengetahui dari dulu kalau sebenarnya KiBum itu menyukai TaeRim. Hanya saja aku masih ragu.
“Ya !! Kau kenapa eoh ? Sepertinya dari tadi pagi auramu suram sekali” ucapku saat bel istiraha sudah berbunyi.
“Aniyo hyung” lalu dia pun langsung pergi keluar kelas.
“Kau mau kemana eoh ?” tanyaku sambil menarik tanganya.
“Aiisshh .. Aku mau ke atap hyung. Tenang saja, aku tidak akan bunuh diri kok” ucapnya dengan nada dingin. Sementara aku, KyuHyun dan DooJoon hanya bisa diam melihat tingkahnya.
EunHyuk POV end
Chapter 8
Hari berganti hari, malam pun berganti pagi. Namun KiBum masih tetap tidur dan bergelung degan selimutnya. Cahaya matahari yang mulai masuk dari jendela pun tidak membuatnya berniat untuk bangun dan bersiap-siap.
“KiBumie, bangun chagi. Ini sudah siang, kau tidak ke sekolah eoh ?” tanya yeoja yang belum terlalu tua mencoba untuk membangunkan KiBum.
“Euuhhmm .. Ne eomma, sebentar lagi. Aku masih mengantuk”
“Tapi ini sudah jam enam KiBumie”
“Aiisshh .. Iya iya, aku bangun”
“Nah, sekarang cepat lah mandi. Eomma tunggu di meja makan”
“Ne eomma”
Akhirnya KiBum pun langsung bersiap, setelah itu KiBum pun langsung turun dan sarapan bersama kedua orangtuanya.
Setelah sarapan KiBum pun langsung ke sekolah dengan menggunakan mobil sport hitamnya. Sepanjang perjalanan KiBum hanya diam sambil mendengarkan lagu-lagu yang sedih, lagu yang sangat cocok untuk menggambarkan perasaannya saat ini.
Sesampainya di sekolah KiBum langsung menuju kelasnya, tidak ada keinginan sedikit pun untuknya menuju ruangan khusus Super Junior. Walaupun sejujurnya dia tahu kalau disana ada teman-temannya, dan setidaknya itu bisa sedikit membuatnya merasa lebih senang.
“Oppa ..” tiba-tiba KiBum mendengar sebuah suara yang sudah sering dia dengar.
“SongHyeon-ah, waeyo ?” tanya KiBum saat melihat SongHyeon yang ada dibelakangnya.
“Aniyo, hanya saja .. Aku sedikit khawatir dengan keadaanmu” jawab SongHyeon.
“Gwaenchanayo SongHyeon-ah, jeongmal” ucap KiBum sambil tersenyum.
“O iya, bagaimana jika hari ini kita menjenguk TaeRim ?” lanjut KiBum lagi.
“Eum .. Ne oppa, aku juga berfikir begitu. Baiklah, aku akan memberitahukan yang lain. Kau mau ikut oppa ?” tanya SongHyeon.
“Aniyo, aku langsung ke kelas saja”
“Ne, arraseo. Annyeong oppa”
Lalu KiBum pun langsung menuju kelasnya.
Akhirnya bel istirahat pun berbunyi, seluruh murid mulai berhamburan keluar kelas. EunHyuk, KiBum, DooJoon dan KyuHyun pun memutuskan untuk ke kelas 1-C.
“Hoobaedeul ..” teriak KyuHyun menggema diruang kelas itu.
“Ahh .. Annyeong seonbaedeul ..” balas SongHyeon, HyeRi dan SooYeon.
“Cha, ayo kita ke kantin. Kalian tidak lapar ?” tanya DooJoon.
“Ne, ayo. Aku sudah lapar, eonni .. Palli” ucap HyeRi sambil menarik tangan SongHyeon.
“Lho ? SooYeon-ah, kau tidak ikut ?” tanya EunHyuk saat melihat SooYeon tetap duduk dikursinya.
“Ani oppa, aku harus menyelesaikan tugasku”
“Eumm .. Arraseo”
Lalu mereka semua pun pergi meninggalkan kelas. SooYeon pun bergegas untuk langsung menuju perpustakaan, dia harus mencari beberapa buku yang mungkin bisa mempermudahnya dalam mengerjakan tugas itu.
Tanpa SooYeon sadari, ternyata dari tadi KyuHyun mengikuti nya dari belakang. KyuHyun lebih memilih untuk melihat SooYeon membuat tugas dari pada pergi ke kantin. Sejujurnya KyuHyun memang menaruh perhatian lebih untuk SooYeon dibandingkan dengan Hoobae nya yang lain.
Author POV end
SooYeon POV
Tidak lama setelah yang lain pergi ke kantin, aku pun memutuskan untuk pergi ke perpustakaan. Mungkin disana ada beberapa buku yang bisa membantuku. Aku terus melangkahkan kakiku hingga menuju perpustakaan. Entah mengapa sedari tadi aku merasakan ada yang mengikutiku dari belakang, tapi aku tidak memperdulikannya. Aku terus berjalan hingga aku sampai disebuah ruangan yang bertuliskan “Library”. Lalu aku pun langsung masuk kedalam ruangan tersebut.
“Annyeong seonsaengnim” ucapku ramah kepada guru penjaga perpustakaan yang ada di depanku saat ini. Sementara guruku itu hanya membalasnya dengan sebuah senyuman.
“Saatnya mencari buku tentang sejarah kimia. Nam Soo Yeon fighting !!” ucapku dan mulai mencari buku yang aku perlukan.
Setelah lama mencari, akhirnya aku pun menemukan beberapa buku yang aku perlukan. Lalu aku pun langsung membawa buku itu dan duduk disalah satu mejanya. Saat aku sedang serius membaca salah satu buku yang aku bawa, tiba-tiba ada seseorang yang memegang bahuku dari belakang dan membuat aku terkejut.
“Kyaaa .. mmpph..” teriakan ku pun segera terhenti saat orang yang mengejutkanku itu menutup mulutku dengan menggunakan tangannya.
“Kau mau membuat keributan di perpustakaan eoh ?” tanya orang tersebut. Tunggu .. Bukannya itu suara KyuHyun oppa. Aku pun langsung melihat ke belakang, dan ternyata benar. Namja itu ternyata CHO KYU HYUN.
“Hai !! Sedang mengerjakan tugas eoh ?” tanya nya dengan tampang yang sangat jahil.
“Aiisshh .. Oppa, bisakah kau tidak mengangguku” ucapku kesal.
“Aku tidak mengganggu mu SooYeon-ah. Aku hanya ingin membantumu saja kok”
“Terserah oppa saja lah” ucapku pasrah. Lalu KyuHyun oppa pun langsung duduk di sebelahku.
SooYeon POV end
KyuHyun POV
“Terserah oppa saja lah” ucap SooYeon pasrah. Lalu aku pun langsung duduk di sebelahnya.
Untuk beberapa menit, aku hanya terpaku memandangi wajahnya yang menurutku sangat manis. Ya, Nam Soo Yeon memang sangat manis menurutku. Rambutnya yang berwarna hitam pekat tergerai ke belakang dengan pita didepannya, matanya yang bulat, hidungnya yang mungil, dan jangan pernah lupakan pipi nya yang sedikit chubby. Aigoo.. Dia sangat manis.
“Oppa, mengapa kau memperhatikanku seperti itu ?” pertanyaan SooYeon pun sukses membuat lamunanku hilang entah kemana.
“Eh ? Memperhatikanmu ? Pede sekali kau” ucapku sambil mengeluarkan PSP dari dalam kantung celanaku. Lama-lama aku bosan juga berada disini. Namun entah mengapa aku tidak ingin meninggalkan SooYeon sendirian disini. Mungkin benar, aku menyukai yeoja ini. Hutf ..
“SooYeon-ah, kau mengerjakan tugas apa sih ? Perlu bantuan ?” tanyaku kepada SooYeon.
“Tugas tentang sejarah kimia oppa. Jinjja ? Kau mau membantuku ?” ucapnya dengan mata yang berbinar-binar. Neomu kyeopta..
“Ohh .. Tugas itu. Eumm .. Sejujurnya aku ingin membantumu, tapi sepertinya kau lebih baik mengerjakannya sendiri SooYeon-ah” ucapku.
“Eoh ? Waeyo ?” tanyanya bingung.
“Karena jika kau meminta bantuanku, bisa dipastikan nilai tugasmu itu tidak akan lebih dari angka 50” ucapku dengan seringai diwajahku.
“Haahh .. Kau ini hanya memberikan harapan palsu oppa” ucapnya dengan ekspresi lesu. Sementara aku hanya bisa tertawa melihatnya.
Akhirnya aku dan SooYeon pun sibuk dengan kegiatan kami masing-masing. Aku yang sibuk dengan PSPku, sementara SooYeon dia sibuk dengan tugasnya. Aku yang mulai terlarut dengan gamesku pun lupa bahwa tadi aku membawa minuman kedalam perpustakaan, dan tanpa sadar aku pun menumpahkan minuman tersebut tepat diatas tugas yang sedang dikerjakan oleh SooYeon.
“OMO !! Oppa .. Apa yang kau lakukan ?” Aiisshh .. Pasti dia akan marah besar. Mati lah aku. Well, dia memang manis. Tapi jika dia sudah marah, SongHyeon saja tidak berani untuk mendekatinya. Aigoo ..
“Eh ? Mianhaeyo SooYeon-ah, aku tidak sengaja” ucapku sambil membereskan tugas-tugasnya.
KyuHyun POV end
Author POV
“Eh ? Mianhaeyo SooYeon-ah, aku tidak sengaja” ucap KyuHyun sambil membereskan tugas-tugas SooYeon. Sementara SooYeon hanya diam sambil memandangi KyuHyun.
KyuHyun yang menyadari bahwa SooYeon dari tadi hanya diam menjadi penasaran, akhirnya dia pun memutuskan untuk melihat kearah SooYeon. KyuHyun pun terkejut dan langsugn menelan ludahnya berat saat melihat ekspresi muka SooYeon yang seolah-olah mengatakan ‘apa-yang-kau-lakukan-oppa-kau-sungguh-menyebalkan’. ‘Oh GOD, aku akan mati setelah ini’ ucap KyuHyun dalam hati.
“Oppa ..” panggil SooYeon kepada KyuHyun dengan nada yang sangat dingin.
“N..Ne.. SooYeon-ah, wae..waeyo ?” ucap KyuHyun gugup.
“Huft ..”
SooYeon pun menghelakan nafasnya. Lalu ..
“YA !! Oppa .. Apa yang kau lakukan eoh ? Tidak tau kah kau betapa sulitnya tugas itu ? Aiisshh .. Kau bukannya membantuku malah membuatku tambah susah oppa. Kau menyebalkan sekali sih” ucap SooYeon dengan sedikt berteriak dan nada yang sangat emosi.
“Mianhaeyo SooYeon-ah, aku sungguh-sungguh minta maaf. Aku lupa jika tadi aku membawa minuman kesini” ucap KyuHyun dengan nada yang sangat menyesal.
“Aiisshh .. Aku tidak peduli dengan itu. Lagi pula siapa suruh kau membawa minuman kesini oppa ? Jelas-jelas didepan pintu ada pengumuman kalau tidak boleh membawa makanan dan minuman kedalam perpustakaan” ucap SooYeon dengan nada yang masih emosi.
KyuHyun pun mencoba untuk memaklumi sikap SooYeon. Yah .. Bagaimanapun juga dia sudah pernah mendapatkan tugas seperti ini saat kelas 1 dulu, dan jujur dia akui tugas ini memang sangat susah.
“SooYeon-ah, mianhaeyo ne ?” ucap KyuHyun lagi.
“Aniyo, kau fikir tugas ini mudah. Kau sungguh menyebalkan oppa” ucap SooYeon dengan nada yang sangat beremosi.
“YA !! Kau ini !! Aku sudah minta maaf. Aku akan membantumu” ucap KyuHyun yang emosinya sudah mulai terpancing.
“Cih .. Seperti kau bisa saja. Kau itu hanya tau tentang games oppa, mana mungkin kau tau tentang hal-hal seperti ini” balas SooYeon dengan nada yang mencibir.
“YA !! Apa maksud mu hah ? Kau mengejekku bodoh. Cih .. Terserah kau lah, tapi yang jelas dalam tugas ini aku mendapat nilai A+”
Lalu KyuHyun pun mulai meninggalkan perpustakaan, sementara SooYeon masih sibuk mencerna kata-kata yang baru KyuHyun ucapkan. Setelah sadar dengan apa yang diucapkan oleh KyuHyun tadi, SooYeon pun dengan segera menyusul KyuHyun yang sudah berjalan cukup jauh meninggalkan perpustakaan.
“Oppa ..”
“Waeyo ?” ucap KyuHyun dengan nada dingin.
“Eumm .. Itu .. Kau sungguh-sungguh mendapat nilai A+ ?” ucap SooYeon gugup.
“Ne, waeyo ?” ucap KyuHyun masih dengan nada yang dingin.
“Aiishh .. Kau marah ? Ne ne, mianhaeyo. Aku tadi emosi, kau juga oppa. Mengapa membawa minuman ke perpustakaan”
“Ne gwaenchanayo. Jadi mau mu apa eoh ?”
“Itu .. Apakah kau bisa membantuku mengerjakan tugas ini oppa ? Jebal ..”
“Baiklah, tapi ada syaratnya”
“Apa oppa ? Ayolah .. Aku sangat butuh bantuanmu”
“Syaratnya kau harus mau menjadi pacarku. Bagaimana ? Masih berminat ?” KyuHyun mengucapkan kalimat itu dengan sangat santai dan smirk diwajahnya, sementara SooYeon hanya bisa mengedipkan matanya tanda tidak mengerti.
“YA !! Jangan bercanda oppa, aku ini serius” ucap SooYeon yang akhirnya mengerti dengan maksud kalimat KyuHyun tadi.
“Aku juga serius Nam Soo Yeon” balas KyuHyun yang mulai merubah nada bicaranya menjadi serius.
“Aku tidak percaya, kau pasti ingin mengerjaiku”
“Aiisshh .. Nam Soo Yeon !! Sekarang coba tatap mataku, apa aku kurang serius eoh ?” ucap KyuHyun sambil menatap dalam mata SooYeon.
“Eumm .. Itu, tapi kenapa oppa ? Kenapa syaratnya harus seperti itu ?” tanya SooYeon dengan terbata-bata.
“Itu karena .. Saranghae ..” bisik KyuHyun tepat ditelinga SooYeon. SooYeon hanya bisa diam saat KyuHyun mebisikkan kata-kata tersebut.
“Oppa aku ..” belum sempat SooYeon melanjutkan kata-katanya, KyuHyun sudah terlebih dahulu menarik SooYeon dalam pelukannya.
“Ssstt .. Aku tidak butuh kata-kata lain. Aku hanya butuh jawaban iya, arraseo ?”
“Ne oppa” ucap SooYeon sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah itu KyuHyun pun melepaskan pelukannya dan memandang mata SooYeon cukup lama. Lalu KyuHyun langsung memelukknya lagi sambil mengucapkan kata saranghae berulang-ulang.
Author POV end
TBC ..
hahahha ... *ketawa gaje* mianhaeyo kalau baru update lagi. Silahkan membaca FanFic saya yg makin hari makin nggak jelas. Enjoy !! :D
Selama pelajaran aku yang duduk disamping KiBum benar-benar merasa duduk dengan patung. Hah .. Pasti dia sedang memikirkan TaeRim, wajar kan kalau dia memikirkan orang yang dia suka. Ya, sejujurnya aku sudah mengetahui dari dulu kalau sebenarnya KiBum itu menyukai TaeRim. Hanya saja aku masih ragu.
“Ya !! Kau kenapa eoh ? Sepertinya dari tadi pagi auramu suram sekali” ucapku saat bel istiraha sudah berbunyi.
“Aniyo hyung” lalu dia pun langsung pergi keluar kelas.
“Kau mau kemana eoh ?” tanyaku sambil menarik tanganya.
“Aiisshh .. Aku mau ke atap hyung. Tenang saja, aku tidak akan bunuh diri kok” ucapnya dengan nada dingin. Sementara aku, KyuHyun dan DooJoon hanya bisa diam melihat tingkahnya.
EunHyuk POV end
Chapter 8
Hari berganti hari, malam pun berganti pagi. Namun KiBum masih tetap tidur dan bergelung degan selimutnya. Cahaya matahari yang mulai masuk dari jendela pun tidak membuatnya berniat untuk bangun dan bersiap-siap.
“KiBumie, bangun chagi. Ini sudah siang, kau tidak ke sekolah eoh ?” tanya yeoja yang belum terlalu tua mencoba untuk membangunkan KiBum.
“Euuhhmm .. Ne eomma, sebentar lagi. Aku masih mengantuk”
“Tapi ini sudah jam enam KiBumie”
“Aiisshh .. Iya iya, aku bangun”
“Nah, sekarang cepat lah mandi. Eomma tunggu di meja makan”
“Ne eomma”
Akhirnya KiBum pun langsung bersiap, setelah itu KiBum pun langsung turun dan sarapan bersama kedua orangtuanya.
Setelah sarapan KiBum pun langsung ke sekolah dengan menggunakan mobil sport hitamnya. Sepanjang perjalanan KiBum hanya diam sambil mendengarkan lagu-lagu yang sedih, lagu yang sangat cocok untuk menggambarkan perasaannya saat ini.
Sesampainya di sekolah KiBum langsung menuju kelasnya, tidak ada keinginan sedikit pun untuknya menuju ruangan khusus Super Junior. Walaupun sejujurnya dia tahu kalau disana ada teman-temannya, dan setidaknya itu bisa sedikit membuatnya merasa lebih senang.
“Oppa ..” tiba-tiba KiBum mendengar sebuah suara yang sudah sering dia dengar.
“SongHyeon-ah, waeyo ?” tanya KiBum saat melihat SongHyeon yang ada dibelakangnya.
“Aniyo, hanya saja .. Aku sedikit khawatir dengan keadaanmu” jawab SongHyeon.
“Gwaenchanayo SongHyeon-ah, jeongmal” ucap KiBum sambil tersenyum.
“O iya, bagaimana jika hari ini kita menjenguk TaeRim ?” lanjut KiBum lagi.
“Eum .. Ne oppa, aku juga berfikir begitu. Baiklah, aku akan memberitahukan yang lain. Kau mau ikut oppa ?” tanya SongHyeon.
“Aniyo, aku langsung ke kelas saja”
“Ne, arraseo. Annyeong oppa”
Lalu KiBum pun langsung menuju kelasnya.
Akhirnya bel istirahat pun berbunyi, seluruh murid mulai berhamburan keluar kelas. EunHyuk, KiBum, DooJoon dan KyuHyun pun memutuskan untuk ke kelas 1-C.
“Hoobaedeul ..” teriak KyuHyun menggema diruang kelas itu.
“Ahh .. Annyeong seonbaedeul ..” balas SongHyeon, HyeRi dan SooYeon.
“Cha, ayo kita ke kantin. Kalian tidak lapar ?” tanya DooJoon.
“Ne, ayo. Aku sudah lapar, eonni .. Palli” ucap HyeRi sambil menarik tangan SongHyeon.
“Lho ? SooYeon-ah, kau tidak ikut ?” tanya EunHyuk saat melihat SooYeon tetap duduk dikursinya.
“Ani oppa, aku harus menyelesaikan tugasku”
“Eumm .. Arraseo”
Lalu mereka semua pun pergi meninggalkan kelas. SooYeon pun bergegas untuk langsung menuju perpustakaan, dia harus mencari beberapa buku yang mungkin bisa mempermudahnya dalam mengerjakan tugas itu.
Tanpa SooYeon sadari, ternyata dari tadi KyuHyun mengikuti nya dari belakang. KyuHyun lebih memilih untuk melihat SooYeon membuat tugas dari pada pergi ke kantin. Sejujurnya KyuHyun memang menaruh perhatian lebih untuk SooYeon dibandingkan dengan Hoobae nya yang lain.
Author POV end
SooYeon POV
Tidak lama setelah yang lain pergi ke kantin, aku pun memutuskan untuk pergi ke perpustakaan. Mungkin disana ada beberapa buku yang bisa membantuku. Aku terus melangkahkan kakiku hingga menuju perpustakaan. Entah mengapa sedari tadi aku merasakan ada yang mengikutiku dari belakang, tapi aku tidak memperdulikannya. Aku terus berjalan hingga aku sampai disebuah ruangan yang bertuliskan “Library”. Lalu aku pun langsung masuk kedalam ruangan tersebut.
“Annyeong seonsaengnim” ucapku ramah kepada guru penjaga perpustakaan yang ada di depanku saat ini. Sementara guruku itu hanya membalasnya dengan sebuah senyuman.
“Saatnya mencari buku tentang sejarah kimia. Nam Soo Yeon fighting !!” ucapku dan mulai mencari buku yang aku perlukan.
Setelah lama mencari, akhirnya aku pun menemukan beberapa buku yang aku perlukan. Lalu aku pun langsung membawa buku itu dan duduk disalah satu mejanya. Saat aku sedang serius membaca salah satu buku yang aku bawa, tiba-tiba ada seseorang yang memegang bahuku dari belakang dan membuat aku terkejut.
“Kyaaa .. mmpph..” teriakan ku pun segera terhenti saat orang yang mengejutkanku itu menutup mulutku dengan menggunakan tangannya.
“Kau mau membuat keributan di perpustakaan eoh ?” tanya orang tersebut. Tunggu .. Bukannya itu suara KyuHyun oppa. Aku pun langsung melihat ke belakang, dan ternyata benar. Namja itu ternyata CHO KYU HYUN.
“Hai !! Sedang mengerjakan tugas eoh ?” tanya nya dengan tampang yang sangat jahil.
“Aiisshh .. Oppa, bisakah kau tidak mengangguku” ucapku kesal.
“Aku tidak mengganggu mu SooYeon-ah. Aku hanya ingin membantumu saja kok”
“Terserah oppa saja lah” ucapku pasrah. Lalu KyuHyun oppa pun langsung duduk di sebelahku.
SooYeon POV end
KyuHyun POV
“Terserah oppa saja lah” ucap SooYeon pasrah. Lalu aku pun langsung duduk di sebelahnya.
Untuk beberapa menit, aku hanya terpaku memandangi wajahnya yang menurutku sangat manis. Ya, Nam Soo Yeon memang sangat manis menurutku. Rambutnya yang berwarna hitam pekat tergerai ke belakang dengan pita didepannya, matanya yang bulat, hidungnya yang mungil, dan jangan pernah lupakan pipi nya yang sedikit chubby. Aigoo.. Dia sangat manis.
“Oppa, mengapa kau memperhatikanku seperti itu ?” pertanyaan SooYeon pun sukses membuat lamunanku hilang entah kemana.
“Eh ? Memperhatikanmu ? Pede sekali kau” ucapku sambil mengeluarkan PSP dari dalam kantung celanaku. Lama-lama aku bosan juga berada disini. Namun entah mengapa aku tidak ingin meninggalkan SooYeon sendirian disini. Mungkin benar, aku menyukai yeoja ini. Hutf ..
“SooYeon-ah, kau mengerjakan tugas apa sih ? Perlu bantuan ?” tanyaku kepada SooYeon.
“Tugas tentang sejarah kimia oppa. Jinjja ? Kau mau membantuku ?” ucapnya dengan mata yang berbinar-binar. Neomu kyeopta..
“Ohh .. Tugas itu. Eumm .. Sejujurnya aku ingin membantumu, tapi sepertinya kau lebih baik mengerjakannya sendiri SooYeon-ah” ucapku.
“Eoh ? Waeyo ?” tanyanya bingung.
“Karena jika kau meminta bantuanku, bisa dipastikan nilai tugasmu itu tidak akan lebih dari angka 50” ucapku dengan seringai diwajahku.
“Haahh .. Kau ini hanya memberikan harapan palsu oppa” ucapnya dengan ekspresi lesu. Sementara aku hanya bisa tertawa melihatnya.
Akhirnya aku dan SooYeon pun sibuk dengan kegiatan kami masing-masing. Aku yang sibuk dengan PSPku, sementara SooYeon dia sibuk dengan tugasnya. Aku yang mulai terlarut dengan gamesku pun lupa bahwa tadi aku membawa minuman kedalam perpustakaan, dan tanpa sadar aku pun menumpahkan minuman tersebut tepat diatas tugas yang sedang dikerjakan oleh SooYeon.
“OMO !! Oppa .. Apa yang kau lakukan ?” Aiisshh .. Pasti dia akan marah besar. Mati lah aku. Well, dia memang manis. Tapi jika dia sudah marah, SongHyeon saja tidak berani untuk mendekatinya. Aigoo ..
“Eh ? Mianhaeyo SooYeon-ah, aku tidak sengaja” ucapku sambil membereskan tugas-tugasnya.
KyuHyun POV end
Author POV
“Eh ? Mianhaeyo SooYeon-ah, aku tidak sengaja” ucap KyuHyun sambil membereskan tugas-tugas SooYeon. Sementara SooYeon hanya diam sambil memandangi KyuHyun.
KyuHyun yang menyadari bahwa SooYeon dari tadi hanya diam menjadi penasaran, akhirnya dia pun memutuskan untuk melihat kearah SooYeon. KyuHyun pun terkejut dan langsugn menelan ludahnya berat saat melihat ekspresi muka SooYeon yang seolah-olah mengatakan ‘apa-yang-kau-lakukan-oppa-kau-sungguh-menyebalkan’. ‘Oh GOD, aku akan mati setelah ini’ ucap KyuHyun dalam hati.
“Oppa ..” panggil SooYeon kepada KyuHyun dengan nada yang sangat dingin.
“N..Ne.. SooYeon-ah, wae..waeyo ?” ucap KyuHyun gugup.
“Huft ..”
SooYeon pun menghelakan nafasnya. Lalu ..
“YA !! Oppa .. Apa yang kau lakukan eoh ? Tidak tau kah kau betapa sulitnya tugas itu ? Aiisshh .. Kau bukannya membantuku malah membuatku tambah susah oppa. Kau menyebalkan sekali sih” ucap SooYeon dengan sedikt berteriak dan nada yang sangat emosi.
“Mianhaeyo SooYeon-ah, aku sungguh-sungguh minta maaf. Aku lupa jika tadi aku membawa minuman kesini” ucap KyuHyun dengan nada yang sangat menyesal.
“Aiisshh .. Aku tidak peduli dengan itu. Lagi pula siapa suruh kau membawa minuman kesini oppa ? Jelas-jelas didepan pintu ada pengumuman kalau tidak boleh membawa makanan dan minuman kedalam perpustakaan” ucap SooYeon dengan nada yang masih emosi.
KyuHyun pun mencoba untuk memaklumi sikap SooYeon. Yah .. Bagaimanapun juga dia sudah pernah mendapatkan tugas seperti ini saat kelas 1 dulu, dan jujur dia akui tugas ini memang sangat susah.
“SooYeon-ah, mianhaeyo ne ?” ucap KyuHyun lagi.
“Aniyo, kau fikir tugas ini mudah. Kau sungguh menyebalkan oppa” ucap SooYeon dengan nada yang sangat beremosi.
“YA !! Kau ini !! Aku sudah minta maaf. Aku akan membantumu” ucap KyuHyun yang emosinya sudah mulai terpancing.
“Cih .. Seperti kau bisa saja. Kau itu hanya tau tentang games oppa, mana mungkin kau tau tentang hal-hal seperti ini” balas SooYeon dengan nada yang mencibir.
“YA !! Apa maksud mu hah ? Kau mengejekku bodoh. Cih .. Terserah kau lah, tapi yang jelas dalam tugas ini aku mendapat nilai A+”
Lalu KyuHyun pun mulai meninggalkan perpustakaan, sementara SooYeon masih sibuk mencerna kata-kata yang baru KyuHyun ucapkan. Setelah sadar dengan apa yang diucapkan oleh KyuHyun tadi, SooYeon pun dengan segera menyusul KyuHyun yang sudah berjalan cukup jauh meninggalkan perpustakaan.
“Oppa ..”
“Waeyo ?” ucap KyuHyun dengan nada dingin.
“Eumm .. Itu .. Kau sungguh-sungguh mendapat nilai A+ ?” ucap SooYeon gugup.
“Ne, waeyo ?” ucap KyuHyun masih dengan nada yang dingin.
“Aiishh .. Kau marah ? Ne ne, mianhaeyo. Aku tadi emosi, kau juga oppa. Mengapa membawa minuman ke perpustakaan”
“Ne gwaenchanayo. Jadi mau mu apa eoh ?”
“Itu .. Apakah kau bisa membantuku mengerjakan tugas ini oppa ? Jebal ..”
“Baiklah, tapi ada syaratnya”
“Apa oppa ? Ayolah .. Aku sangat butuh bantuanmu”
“Syaratnya kau harus mau menjadi pacarku. Bagaimana ? Masih berminat ?” KyuHyun mengucapkan kalimat itu dengan sangat santai dan smirk diwajahnya, sementara SooYeon hanya bisa mengedipkan matanya tanda tidak mengerti.
“YA !! Jangan bercanda oppa, aku ini serius” ucap SooYeon yang akhirnya mengerti dengan maksud kalimat KyuHyun tadi.
“Aku juga serius Nam Soo Yeon” balas KyuHyun yang mulai merubah nada bicaranya menjadi serius.
“Aku tidak percaya, kau pasti ingin mengerjaiku”
“Aiisshh .. Nam Soo Yeon !! Sekarang coba tatap mataku, apa aku kurang serius eoh ?” ucap KyuHyun sambil menatap dalam mata SooYeon.
“Eumm .. Itu, tapi kenapa oppa ? Kenapa syaratnya harus seperti itu ?” tanya SooYeon dengan terbata-bata.
“Itu karena .. Saranghae ..” bisik KyuHyun tepat ditelinga SooYeon. SooYeon hanya bisa diam saat KyuHyun mebisikkan kata-kata tersebut.
“Oppa aku ..” belum sempat SooYeon melanjutkan kata-katanya, KyuHyun sudah terlebih dahulu menarik SooYeon dalam pelukannya.
“Ssstt .. Aku tidak butuh kata-kata lain. Aku hanya butuh jawaban iya, arraseo ?”
“Ne oppa” ucap SooYeon sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah itu KyuHyun pun melepaskan pelukannya dan memandang mata SooYeon cukup lama. Lalu KyuHyun langsung memelukknya lagi sambil mengucapkan kata saranghae berulang-ulang.
Author POV end
TBC ..
hahahha ... *ketawa gaje* mianhaeyo kalau baru update lagi. Silahkan membaca FanFic saya yg makin hari makin nggak jelas. Enjoy !! :D
No comments:
Post a Comment