Previous Story
“YA !! Jangan bercanda oppa, aku ini serius” ucap SooYeon yang akhirnya mengerti dengan maksud kalimat KyuHyun tadi.
“Aku juga serius Nam Soo Yeon” balas KyuHyun yang mulai merubah nada bicaranya menjadi serius.
“Aku tidak percaya, kau pasti ingin mengerjaiku”
“Aiisshh .. Nam Soo Yeon !! Sekarang coba tatap mataku, apa aku kurang serius eoh ?” ucap KyuHyun sambil menatap dalam mata SooYeon.
“Eumm .. Itu, tapi kenapa oppa ? Kenapa syaratnya harus seperti itu ?” tanya SooYeon dengan terbata-bata.
“Itu karena .. Saranghae ..” bisik KyuHyun tepat ditelinga SooYeon. SooYeon hanya bisa diam saat KyuHyun mebisikkan kata-kata tersebut.
“Oppa aku ..” belum sempat SooYeon melanjutkan kata-katanya, KyuHyun sudah terlebih dahulu menarik SooYeon dalam pelukannya.
“Ssstt .. Aku tidak butuh kata-kata lain. Aku hanya butuh jawaban iya, arraseo ?”
“Ne oppa” ucap SooYeon sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah itu KyuHyun pun melepaskan pelukannya dan memandang mata SooYeon cukup lama. Lalu KyuHyun langsung memelukknya lagi sambil mengucapkan kata saranghae berulang-ulang.
Author POV end
Chapter 9
SongHyeon POV
Tidak terasa hari sudah semakin siang, aku dan seluruh murid di Seoul Internasional High School sudah mulai keluar dari kelas kami masing-masing setelah bunyi bel beberapa saat yang lalu. Aku, SooYeon dan HyeRi pun langsung menuju tempat parkir untuk menemui seonbae kami Super Junior.
“Oppa ..” ucapku sambil menepuk bahu EunHyuk oppa.
“Ah ne. Cha, kajja kita kerumah sakit”
“KiBum oppa mana oppa ?” tanya HyeRi kepada EunHyuk oppa.
“Dia bilang dia ada urusan sebentar, nanti dia menyusul. Ayo ..”
EunHyuk oppa pun langsung menarik tanganku menuju mobilnya, lalu kami pun langsung pergi menuju rumah sakit untuk menjenguk TaeRim.
“Oppa ..” ucapku memanggil EunHyuk oppa yang sedang menyetir.
“Eum ? Waeyo ?”
“Oppa, kau tau kalau KyuHyun oppa dan SooYeon berpacaran ?” tanyaku.
“Tentu, evil itu sudah memberi tahu ku tadi. Waeyo ?”
“Aniyo, hanya senang saja melihat mereka. Merek sangat cocok, yang satu evil dan yang satu angel. Hahahha ..” ucapku sambil tertawa.
“Ne, kau benar SongHyeon-ah. Semoga saja SooYeon bisa membuat kelakuan KyuHyun menjadi lebih sopan” ucap EunHyuk sambil sambil tersenyum kearahku. Deg .. Deg … Eh ? Kenapa aku deg-degan seperti ini ? Jangan-jangan …
“Kau kenapa SongHyeon-ah ?” tanya EunHyuk oppa saat melihatku menggelengkan kepala.
“Eh ? Aniyo” ucapku sambil tersenyum.
“Heumm .. Dasar aneh” ucap EunHyuk oppa sambil mengelus rambutku pelan.
Tidak terasa akhirnya kami sampai di Seoul Hospital. Kami pun langsung masuk dan berjalan menuju kamar TaeRim. Sesampainya disana ternyata ada seseorang yang sedang mengunjungi TaeRim, dia Lee Dong Hae. Guru kesenian sekaligus wali kelas kami.
“Ahh .. Annyeong seonsaengnim” ucap kami serempak sambil membungkuk.
“Ah, annyeong. Kalian kesini juga rupanya. Ayo masuk” DongHae seonsaengnim langsung menyuruh kami untuk masuk kedalam ruangan TaeRim. Setelah itu kami pun langsung masuk kedalam dan melihat keadaan TaeRim.
“Eumm .. Seonsaengnim sudah lama disini ?” tanyaku kepada Donghae seonsaengnim.
“Ani, aku baru sampai. Dan cobalah untuk memanggilku oppa atau hyung diluar jam pelajaran. Arraseo ?” ucap Donghae seonsaengnim sambil tersenyum.
“Tapi seonsaengnim ..” ucap kami semua serempak.
“Wae ? Perbedaan umur kita tidak sampai 10 tahun kan ?” “Ne ..”
Lalu kami mulai berbicara tentang banyak hal. Tentunya buka sebagai murid dan seonsaengnim lagi, tapi sebagai teman. Karena umur DongHae seonsaengnim yang memang tidak terlalu jauh dengan kami semua.
“Jadi kalian masih ingin disini ?” tanya DongHae kepada kami semua.
“Ne oppa” ucap SooYeon. Ya, mulai sekarang kami telah sepakat untuk memanggil DongHae seonsaengnim dengan oppa atau hyung jika sedang diluar jam pelajaran.
“Arraseo, kalau begitu aku pulang dulu ne ? Sampai bertemu besok. Annyeong ..” ucap DongHae seonsaengnim sambil tersenyum dan keluar dari ruangan TaeRim.
“Ne annyeong” balas kami semua.
“Ahh .. Aku keluar sebentar ne” ucap KiBum oppa kepada kami tidak lama setelah DongHae seonsaengnim keluar.
“Kau mau kemana hyung ?” tanya DooJoon oppa.
“Ani, aku hanya ingin membeli minum” ucap KiBum oppa sambil keluar dari ruangan dan pergi untuk mencari minum.
“Arra, jangan lama-lama” ucap EunHyuk oppa.
“SongHyeon-ah …” panggil EunHyuk oppa kepadaku.
“Wae oppa ?” “Kita semua belum makan ? Bagaimana kalau kita membeli makan ? Aku lapar” ucap EunHyuk oppa.
“Eumm .. Baiklah”
“Ne, ayo …. “
EunHyuk oppa pun langsung menarik tanganku dan pergi menuju parkiran untuk membeli makanan.
SongHyeon POV end
Author POV
Skip Time (1 Bulan kemudian)
Sudah sebulan TaeRim berada dirumah sakit, namun belum ada tanda-tanda bahwa dia akan sadar. Hari ini seperti biasanya KiBum, EunHyuk, DooJoon, HyeRi, SongHyeon, SooYeon dan KyuHyun akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk TaeRim. Namun hari ini mereka memutuskan untuk pergi bersama-sama dengan guru mereka DongHae.
“DongHae seonsaengnim mana sih ?” ucap HyeRi yang sedang duduk sambil menggembungkan pipinya lucu.
“Sabarlah chagi, paling sebentar lagi DongHae hyung akan datang” ucap DooJoon sambil mengelus kepala HyeRi.
“Annyeong .. Maaf membuat kalian menunggu lama” ucap DongHae saat dia sampai diparkiran.
“Ah … Ne, gwaenchanayo oppa. Kami belum lama menunggu kok” ucap SongHyeon sambil tersenyum.
“Ne, hyung. Ayo kita pergi” ucap KyuHyun sambil menarik tangan SooYeon menuju mobilnya.
“Hahh .. Kapan TaeRim sadar ya ? Aku sangat merindukan tawanya” ucap SongHyeon saat mereka sudah sampai dan berada di dalam ruangan TaeRim.
“TaeRim pasti sebentar lagi sadar SongHyeon-ah” ucap DongHae sambil mengelus kepala muridnya itu.
“Ah .. Ne oppa” ucap SongHyeon sambil tersenyum kearah DongHae. Tanpa mereka sadari, sedari tadi EunHyuk sedang melihat kearah mereka dengan tatapan tidak suka.
“Nyatakanlah perasaanmu hyung, nanti kau menyesal loh” bisik KyuHyun kepada EunHyuk.
“Ne hyung, kau tau kan DongHae seonsaengnim itu masih muda. Dia juga dekat dengan SongHyeon” ucap DooJoon ikut memanas-manasi EunHyuk.
“Aiisshh .. Kalian fikir menyatakan perasaan itu mudah apa ?” ucap EunHyuk dengan ekspresi kesal. KiBum yang melihat perdebatan teman-temannya itu pun hanya menatap mereka dengan tatapan malas dan beralih menatap TaeRim yang ada diatas tempat tidurnya.
”KiBum oppa” panggil HyeRi.
“Ah .. Ne, waeyo HyeRi-ah ?” tanya KiBum sambil tersenyum. Senyum yang sudah sangat lama tidak dilihat oleh HyeRi, namun kali ini dia bisa melihatnya lagi.
“Ani oppa, hanya memanggilmu saja” ucap HyeRi sambil tersenyum.
“Kau ini .. Ada-ada saja” ucap KiBum sambil mengelus kepala HyeRi pelan.
“Cha, yeoreobun ayo kita beli makan. Pasti kalian semua belum makan kan ?” tanya DongHae dengan tiba-tiba.
“Ne ayoo !!!” ucap DooJoon dan EunHyuk dengan semangat. Sementara yang lain hanya mengikuti mereka dari belakang dari belakang kecuali KiBum.
“KiBum-ah, kau tidak ikut dengan kita eoh ?” tanya DongHae kepada muridnya yang paling pendiam itu,
“Ani hyung, kalian saja. Aku akan menjaga TaeRim disini” ucap TaeRim.
“Eumm .. Arraseo, kami pergi dulu. Annyeong ..” “Ne, annyeong”
Lalu DongHae pun keluar dari ruangan TaeRim dan menyusul yang lain. Tinggalah KiBum sendiri diruangan tersebut. KiBum yang dari awal hanya berdiri disamping tempat tidur TaeRim akhirnya memilih duduk di sebuah sofa yang ada disudut ruangan.
Sudah hampir setengah jam DongHae dan yang lain keluar untuk membeli makanan, selama itu pula KiBum tertidur disofa. Namun sebuah suara dari arah luar membangunkannya dan membuatnya tidak bisa kembali tidur. Akhirnya dia lebih memilih untuk duduk dan bermain dengan IPhone miliknya.
“Huft .. TaeRim-ah ..” panggil KiBum kepada TaeRim. Namun tidak ada balasan apapun. KiBum pun hanya bisa menghelakan nafasnya.
“Sampai kapan kau akan tertidur seperti itu Park Tae Rim ? Kau tidak bosan apa tidur terus ?” ucap KiBum lagi, namun lagi-lagi dia tidak mendapatkan jawaban apapun.
“Kau tau ? Aku rindu saat-saat pertama kita bertemu dulu. Aku rindu dengan mukanmu yang manis saat tidur. Sekarang yang ada hanya wajah pucatmu sangat tertidur. Huft .. Cepatlah sadar Park Tae Rim. Nan jeongmal bogoshipoyo ..” ucap KiBum lirih sambil menuju pintu keluar. Saat KiBum akan membuka pintu, tiba-tiba dia mendengar sebuah suara yang sangat lema dari arah tempat tidur TaeRim.
“Euungg …” TaeRim menghela nafasnya dengan sangat pelan.
“TaeRim .. TaeRim-ah ..” KiBum langsung berbalik dan berjalan kearah TaeRim.
“….” “TaeRim-ah, kau sadar ? Jawab aku ..” ucap KiBum sambil menggenggam tangan TaeRim lembut.
“Eummhh ..” lagi-lagi pertanyaan KiBum hanya dijawab dengan lenguhan dari TaeRim. Tidak lama setelah itu TaeRim pun mulai membuka matanya.
“TaeRim-ah, akhirnya kau sadar” ucap KiBum sambil mengeratkan genggamannya pada tangan TaeRim.
“Eumm .. Aku dimana ?” tanya TaeRim dengan suara yang lemah.
“Kau di rumah sakit TaeRim-ah. Sudah jangan terlalu banyak bicara dulu, kau itu baru sadar” ucap KiBum sambil tersenyum. Dia sangat senang saat mengetahui TaeRim sadar.
“Ne” ucap TaeRim sambil mengangguk. Tapi tiba-tiba dia menarik tangannya yang ada didalam genggaman KiBum.
“Wae ? Waeyo TaeRim-ah ?” tanya KiBum bingung dengan sikap TaeRim.
“Kau ? Kau siapa ?” tanya TaeRim sambil menunjuk KiBum.
“Kau tidak mengenalku ? Aku KiBum TaeRim-ah, aku Kim Ki Bum. Seonbaemu yang paling menyebalkan. Kau ingatkan ?” tanya KiBum lagi. Namun lagi-lagi TaeRim hanya menggelengkan kepalanya.
“Hhmm .. Arraseo. Kalau begitu aku akan panggil dokter dulu, kau jangan kemana-mana” ucap KiBum sambil berjalan kearah pintu dengan lakah yang lesu. Sementara TaeRim hanya memandangi punggung KiBum yang semakin menjauh dari tempat tidurnya.
Author POV end
TBC ..
ahahhaha .. Saya suka bikin orang penasaran. Mian baru update skrng, sayanya lagi sibuk #sok sibuk :p. Enjoy !! ^_^
“YA !! Jangan bercanda oppa, aku ini serius” ucap SooYeon yang akhirnya mengerti dengan maksud kalimat KyuHyun tadi.
“Aku juga serius Nam Soo Yeon” balas KyuHyun yang mulai merubah nada bicaranya menjadi serius.
“Aku tidak percaya, kau pasti ingin mengerjaiku”
“Aiisshh .. Nam Soo Yeon !! Sekarang coba tatap mataku, apa aku kurang serius eoh ?” ucap KyuHyun sambil menatap dalam mata SooYeon.
“Eumm .. Itu, tapi kenapa oppa ? Kenapa syaratnya harus seperti itu ?” tanya SooYeon dengan terbata-bata.
“Itu karena .. Saranghae ..” bisik KyuHyun tepat ditelinga SooYeon. SooYeon hanya bisa diam saat KyuHyun mebisikkan kata-kata tersebut.
“Oppa aku ..” belum sempat SooYeon melanjutkan kata-katanya, KyuHyun sudah terlebih dahulu menarik SooYeon dalam pelukannya.
“Ssstt .. Aku tidak butuh kata-kata lain. Aku hanya butuh jawaban iya, arraseo ?”
“Ne oppa” ucap SooYeon sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah itu KyuHyun pun melepaskan pelukannya dan memandang mata SooYeon cukup lama. Lalu KyuHyun langsung memelukknya lagi sambil mengucapkan kata saranghae berulang-ulang.
Author POV end
Chapter 9
SongHyeon POV
Tidak terasa hari sudah semakin siang, aku dan seluruh murid di Seoul Internasional High School sudah mulai keluar dari kelas kami masing-masing setelah bunyi bel beberapa saat yang lalu. Aku, SooYeon dan HyeRi pun langsung menuju tempat parkir untuk menemui seonbae kami Super Junior.
“Oppa ..” ucapku sambil menepuk bahu EunHyuk oppa.
“Ah ne. Cha, kajja kita kerumah sakit”
“KiBum oppa mana oppa ?” tanya HyeRi kepada EunHyuk oppa.
“Dia bilang dia ada urusan sebentar, nanti dia menyusul. Ayo ..”
EunHyuk oppa pun langsung menarik tanganku menuju mobilnya, lalu kami pun langsung pergi menuju rumah sakit untuk menjenguk TaeRim.
“Oppa ..” ucapku memanggil EunHyuk oppa yang sedang menyetir.
“Eum ? Waeyo ?”
“Oppa, kau tau kalau KyuHyun oppa dan SooYeon berpacaran ?” tanyaku.
“Tentu, evil itu sudah memberi tahu ku tadi. Waeyo ?”
“Aniyo, hanya senang saja melihat mereka. Merek sangat cocok, yang satu evil dan yang satu angel. Hahahha ..” ucapku sambil tertawa.
“Ne, kau benar SongHyeon-ah. Semoga saja SooYeon bisa membuat kelakuan KyuHyun menjadi lebih sopan” ucap EunHyuk sambil sambil tersenyum kearahku. Deg .. Deg … Eh ? Kenapa aku deg-degan seperti ini ? Jangan-jangan …
“Kau kenapa SongHyeon-ah ?” tanya EunHyuk oppa saat melihatku menggelengkan kepala.
“Eh ? Aniyo” ucapku sambil tersenyum.
“Heumm .. Dasar aneh” ucap EunHyuk oppa sambil mengelus rambutku pelan.
Tidak terasa akhirnya kami sampai di Seoul Hospital. Kami pun langsung masuk dan berjalan menuju kamar TaeRim. Sesampainya disana ternyata ada seseorang yang sedang mengunjungi TaeRim, dia Lee Dong Hae. Guru kesenian sekaligus wali kelas kami.
“Ahh .. Annyeong seonsaengnim” ucap kami serempak sambil membungkuk.
“Ah, annyeong. Kalian kesini juga rupanya. Ayo masuk” DongHae seonsaengnim langsung menyuruh kami untuk masuk kedalam ruangan TaeRim. Setelah itu kami pun langsung masuk kedalam dan melihat keadaan TaeRim.
“Eumm .. Seonsaengnim sudah lama disini ?” tanyaku kepada Donghae seonsaengnim.
“Ani, aku baru sampai. Dan cobalah untuk memanggilku oppa atau hyung diluar jam pelajaran. Arraseo ?” ucap Donghae seonsaengnim sambil tersenyum.
“Tapi seonsaengnim ..” ucap kami semua serempak.
“Wae ? Perbedaan umur kita tidak sampai 10 tahun kan ?” “Ne ..”
Lalu kami mulai berbicara tentang banyak hal. Tentunya buka sebagai murid dan seonsaengnim lagi, tapi sebagai teman. Karena umur DongHae seonsaengnim yang memang tidak terlalu jauh dengan kami semua.
“Jadi kalian masih ingin disini ?” tanya DongHae kepada kami semua.
“Ne oppa” ucap SooYeon. Ya, mulai sekarang kami telah sepakat untuk memanggil DongHae seonsaengnim dengan oppa atau hyung jika sedang diluar jam pelajaran.
“Arraseo, kalau begitu aku pulang dulu ne ? Sampai bertemu besok. Annyeong ..” ucap DongHae seonsaengnim sambil tersenyum dan keluar dari ruangan TaeRim.
“Ne annyeong” balas kami semua.
“Ahh .. Aku keluar sebentar ne” ucap KiBum oppa kepada kami tidak lama setelah DongHae seonsaengnim keluar.
“Kau mau kemana hyung ?” tanya DooJoon oppa.
“Ani, aku hanya ingin membeli minum” ucap KiBum oppa sambil keluar dari ruangan dan pergi untuk mencari minum.
“Arra, jangan lama-lama” ucap EunHyuk oppa.
“SongHyeon-ah …” panggil EunHyuk oppa kepadaku.
“Wae oppa ?” “Kita semua belum makan ? Bagaimana kalau kita membeli makan ? Aku lapar” ucap EunHyuk oppa.
“Eumm .. Baiklah”
“Ne, ayo …. “
EunHyuk oppa pun langsung menarik tanganku dan pergi menuju parkiran untuk membeli makanan.
SongHyeon POV end
Author POV
Skip Time (1 Bulan kemudian)
Sudah sebulan TaeRim berada dirumah sakit, namun belum ada tanda-tanda bahwa dia akan sadar. Hari ini seperti biasanya KiBum, EunHyuk, DooJoon, HyeRi, SongHyeon, SooYeon dan KyuHyun akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk TaeRim. Namun hari ini mereka memutuskan untuk pergi bersama-sama dengan guru mereka DongHae.
“DongHae seonsaengnim mana sih ?” ucap HyeRi yang sedang duduk sambil menggembungkan pipinya lucu.
“Sabarlah chagi, paling sebentar lagi DongHae hyung akan datang” ucap DooJoon sambil mengelus kepala HyeRi.
“Annyeong .. Maaf membuat kalian menunggu lama” ucap DongHae saat dia sampai diparkiran.
“Ah … Ne, gwaenchanayo oppa. Kami belum lama menunggu kok” ucap SongHyeon sambil tersenyum.
“Ne, hyung. Ayo kita pergi” ucap KyuHyun sambil menarik tangan SooYeon menuju mobilnya.
“Hahh .. Kapan TaeRim sadar ya ? Aku sangat merindukan tawanya” ucap SongHyeon saat mereka sudah sampai dan berada di dalam ruangan TaeRim.
“TaeRim pasti sebentar lagi sadar SongHyeon-ah” ucap DongHae sambil mengelus kepala muridnya itu.
“Ah .. Ne oppa” ucap SongHyeon sambil tersenyum kearah DongHae. Tanpa mereka sadari, sedari tadi EunHyuk sedang melihat kearah mereka dengan tatapan tidak suka.
“Nyatakanlah perasaanmu hyung, nanti kau menyesal loh” bisik KyuHyun kepada EunHyuk.
“Ne hyung, kau tau kan DongHae seonsaengnim itu masih muda. Dia juga dekat dengan SongHyeon” ucap DooJoon ikut memanas-manasi EunHyuk.
“Aiisshh .. Kalian fikir menyatakan perasaan itu mudah apa ?” ucap EunHyuk dengan ekspresi kesal. KiBum yang melihat perdebatan teman-temannya itu pun hanya menatap mereka dengan tatapan malas dan beralih menatap TaeRim yang ada diatas tempat tidurnya.
”KiBum oppa” panggil HyeRi.
“Ah .. Ne, waeyo HyeRi-ah ?” tanya KiBum sambil tersenyum. Senyum yang sudah sangat lama tidak dilihat oleh HyeRi, namun kali ini dia bisa melihatnya lagi.
“Ani oppa, hanya memanggilmu saja” ucap HyeRi sambil tersenyum.
“Kau ini .. Ada-ada saja” ucap KiBum sambil mengelus kepala HyeRi pelan.
“Cha, yeoreobun ayo kita beli makan. Pasti kalian semua belum makan kan ?” tanya DongHae dengan tiba-tiba.
“Ne ayoo !!!” ucap DooJoon dan EunHyuk dengan semangat. Sementara yang lain hanya mengikuti mereka dari belakang dari belakang kecuali KiBum.
“KiBum-ah, kau tidak ikut dengan kita eoh ?” tanya DongHae kepada muridnya yang paling pendiam itu,
“Ani hyung, kalian saja. Aku akan menjaga TaeRim disini” ucap TaeRim.
“Eumm .. Arraseo, kami pergi dulu. Annyeong ..” “Ne, annyeong”
Lalu DongHae pun keluar dari ruangan TaeRim dan menyusul yang lain. Tinggalah KiBum sendiri diruangan tersebut. KiBum yang dari awal hanya berdiri disamping tempat tidur TaeRim akhirnya memilih duduk di sebuah sofa yang ada disudut ruangan.
Sudah hampir setengah jam DongHae dan yang lain keluar untuk membeli makanan, selama itu pula KiBum tertidur disofa. Namun sebuah suara dari arah luar membangunkannya dan membuatnya tidak bisa kembali tidur. Akhirnya dia lebih memilih untuk duduk dan bermain dengan IPhone miliknya.
“Huft .. TaeRim-ah ..” panggil KiBum kepada TaeRim. Namun tidak ada balasan apapun. KiBum pun hanya bisa menghelakan nafasnya.
“Sampai kapan kau akan tertidur seperti itu Park Tae Rim ? Kau tidak bosan apa tidur terus ?” ucap KiBum lagi, namun lagi-lagi dia tidak mendapatkan jawaban apapun.
“Kau tau ? Aku rindu saat-saat pertama kita bertemu dulu. Aku rindu dengan mukanmu yang manis saat tidur. Sekarang yang ada hanya wajah pucatmu sangat tertidur. Huft .. Cepatlah sadar Park Tae Rim. Nan jeongmal bogoshipoyo ..” ucap KiBum lirih sambil menuju pintu keluar. Saat KiBum akan membuka pintu, tiba-tiba dia mendengar sebuah suara yang sangat lema dari arah tempat tidur TaeRim.
“Euungg …” TaeRim menghela nafasnya dengan sangat pelan.
“TaeRim .. TaeRim-ah ..” KiBum langsung berbalik dan berjalan kearah TaeRim.
“….” “TaeRim-ah, kau sadar ? Jawab aku ..” ucap KiBum sambil menggenggam tangan TaeRim lembut.
“Eummhh ..” lagi-lagi pertanyaan KiBum hanya dijawab dengan lenguhan dari TaeRim. Tidak lama setelah itu TaeRim pun mulai membuka matanya.
“TaeRim-ah, akhirnya kau sadar” ucap KiBum sambil mengeratkan genggamannya pada tangan TaeRim.
“Eumm .. Aku dimana ?” tanya TaeRim dengan suara yang lemah.
“Kau di rumah sakit TaeRim-ah. Sudah jangan terlalu banyak bicara dulu, kau itu baru sadar” ucap KiBum sambil tersenyum. Dia sangat senang saat mengetahui TaeRim sadar.
“Ne” ucap TaeRim sambil mengangguk. Tapi tiba-tiba dia menarik tangannya yang ada didalam genggaman KiBum.
“Wae ? Waeyo TaeRim-ah ?” tanya KiBum bingung dengan sikap TaeRim.
“Kau ? Kau siapa ?” tanya TaeRim sambil menunjuk KiBum.
“Kau tidak mengenalku ? Aku KiBum TaeRim-ah, aku Kim Ki Bum. Seonbaemu yang paling menyebalkan. Kau ingatkan ?” tanya KiBum lagi. Namun lagi-lagi TaeRim hanya menggelengkan kepalanya.
“Hhmm .. Arraseo. Kalau begitu aku akan panggil dokter dulu, kau jangan kemana-mana” ucap KiBum sambil berjalan kearah pintu dengan lakah yang lesu. Sementara TaeRim hanya memandangi punggung KiBum yang semakin menjauh dari tempat tidurnya.
Author POV end
TBC ..
ahahhaha .. Saya suka bikin orang penasaran. Mian baru update skrng, sayanya lagi sibuk #sok sibuk :p. Enjoy !! ^_^
No comments:
Post a Comment