안녕하세요!~........

all about super junior is here!!

Monday, February 20, 2012

Na do saranghae,seonbaenim -Chapter 7-

Nado Saranghae Seonbaenim Chapter 7

by Renata Disyacitta on Sunday, February 12, 2012 at 9:44pm ·
Previous Story

Setelah itu mereka pun memutuskan untuk makan disalah satu café yang ada didalam Lotte World. HyeRi memesan Strawberry Cake dan Strawberry Milkshake, sementara DooJoon hanya memesan Hot Cappucino. Banyak cerita yang dibicarakan oleh HyeRi dan DooJoon, tidak jarang DooJoon dibuat tertawa oleh HyeRi karena tingkah lakunya yang sangat lucu dan imut.

Setelah itu mereka pun pulang, DooJoon mengantar HyeRi kerumahnya. Sepanjang perjalanan HyeRi hanya diam dan menundukkan kepala nya. Seperti dia malu karena kejadian yang tadi. Sementara DooJoon hanya tersenyum saat melihat tingkah imut yeojachingu-nya.

“Oppa, gomawoyo untuk hari ini” ucap HyeRi saat merka sudah berada didepan gerbang rumah HyeRi.
“Ne chagi, cheonmaneyo” muka HyeRi memerah dengan sempurna saat DooJoon memanggilnya chagi.
“Eumm .. Baiklah, aku pulang dulu oppa. Annyeong ..” ucap HyeRi sambil masuk kedalam rumahnya. Sementara DooJoon langsung mengendarai mobilnya pulang sambil tersenyum.

Author  POV end



Chapter 7


Sementara itu dirumah YoonA.

KiBum POV

Setelah keluar dari rumah sakit, aku langsung menuju parkiran dan mengemudikan mobilku dengan kecepatan tinggi.

Tidak lama kemudian, aku sampai dirumah YoonA.

“Tok .. Tok .. Tok ..” aku mengetuk pintu rumah YoonA.

“Jamkkanmanyo” terdengar suara yeoja dari dalam rumah tersebut. aku hanya memasang ekspresi datar diwajahku.

Saat pintu itu dibuka ..


“PLAK ..”
Sebuah tamparan keras dariku tepat mengenai pipi mulus YoonA.

“Oppa ..” ucap YoonA kaget dengan apa yang dilakukan olehku.
“YA !! Apa yang kau lakukan kepada YoonA, oppa ??” teriak TaeYeon yang tidak terima melihat temannya ditampar olehku.
“Huh !! Kim Tae Yeon !! Seharusnya aku lah yang bertanya seperti itu kepada kalian !! TERUTAMA KEPADA YEOJA YANG BERNAMA IM YOON A INI !!” ucapku penuh emosi.
“Maksudmu apa oppa ?” tanya SeoHyun dengan ekspresi polos yang membuatku sangat muak.
“Tidak usah sok polos SEO JO HYUN !! AKU TAU APA YANG SUDAH KALIAN LAKUKAN TERHADAP TAERIM !! KALIAN MENABRAKNYA KAN ??” aku sudah tidak bisa menahan emosiku lagi.
“Oppa .. Kami tidak melakukannya” ucap Jessica dengan nada manis yang terlihat sangat dibuat-buat.
“Tidak usah menyangkal JESSICA JUNG !! JELAS-JELAS KALIAN YANG MELAKUKAN INI KEPADA TAERIM !! DAN ALASAN KALIAN PASTI KARENA KALIAN TIDAK RELA TAERIM DAN TEMAN-TEMANNYA DEKAT DENGAN KAMI !! YA KAN ??” biarlah, biarlah untuk kali ini aku menujukan emosiku dihadapan para yeoja ini. Aku sudah muak dengan mereka.
“Mengapa diam semua eoh ?” tanyaku dengan nada mencibir. “Tidak bisa mengelak lagi kan ?” ucapku lagi.
“Oppa .. Kami ..”
“Diam !! Diam kalian semua !! Aku tidak butuh alasan dari kalian yang jelas-jelas sudah aku ketahui dari awal” ucapku dengan nada yang sangat dingin.
“Mulai sekarang .. Jangan pernah kalian menganggu kehidupan kami semua, terutama kehidupan TAERIM DAN TEMAN-TEMANNYA !! Jika kalian masih berani menganggu kehidupan kami lagi .. Akan kupastikan nama kalian berempat tidak akan ada lagi didaftar nama-nama siswa dan siswi Seoul Internasional High School !! Mengerti kalian ??” ucapku dengan penekanan disetiap katanya.

Setelah itu aku pun langsung pergi dari rumah yeoja itu dan langsung menuju rumah sakit.

KiBum POV end

Author POV

Keesokan harinya disekolah.

“Eonni, bagaimana keadaan TaeRim eonni saat aku pulang ?” tanya HyeRi.

Sekarang HyeRi dan teman-temannya sedang berkumpul diruang khusus Super Junior bersama DooJoon, EunHyuk dan KyuHyun.

“Eum .. Dokter bilang dia sudah berhasil melewati masa kritisnya, tapi dia masih koma saeng. Kita doa kan saja semoga uri TaeRim cepat sembuh” ucap SongHyeon sambil tersenyum kearah HyeRi.
“O iya, DooJoon-ah .. HyeRi-ah ..” panggil EunHyuk kepada DooJoon dan HyeRi.
“Ne ..” sahut mereka serempak.
“Kalian kenapa ?” tanya EunHyuk yang membuat DooJoon dan HyeRi bingung.
“Eh ? Maksudmu apa hyung ?” tanya DooJoon balik.
“Ani, hanya saja .. Dari tadi kelihatannya kalian selalu berdua, wajah kalian juga terlihat senang. Ada apa eoh ? Menyembunyikan sesuatu dari kami ?” ucap EunHyuk panjang lebar.
“Eh ? Itu .. Itu ..” jawab HyeRi gugup.
“Waeyo HyeRi-ah ?” tanya SooYeon.
“Itu ..”
“Kami berpacaran” ucap DooJoon memotong ucapan HyeRi.
“MWOYA ?? Sejak kapan ??” tanya seluruh orang yang ada diruangan itu kaget.
“Se .. Sejak kemarin eonnideul, oppadeul. Kalian tidak marah kan ?” ucap HyeRi terbata karena gugup.

Tidak ada yang merespon ucapan HyeRi, semua yang ada diruangan itu sibuk dengan fikirannya masing-masing. Sampai akhirnya ..

“Aigoo .. Uri magnae sudah besar ternyata !! Chukkaeyo HyeRi-ah ..” teriak SongHyeon dan SooYeon kompak sambil memeluk HyeRi.
“MWO ?? Gomawoyo eonnideul” ucap HyeRi sambil membalas pelukan SongHyeon dan HyeRi.
“Andaikan disini ada TaeRim eonni ..” ucap HyeRi lagi.
“Sudah lah chagi, tidak usah bersedih lagi. OK ?” ucap DooJoon sambil mengusap pelan rambut HyeRi. Sementara yang lain hanya tersenyum melihat mereka.

Saat mereka sedang asyik berbincang-bincang, tiba-tiba ..

“BRAKK ..” pintu terbuka dengan sangat kasar.

“MWOYA ?? KiBumie, gwaenchanayo ??” tanya EunHyuk dengan nada yang sangat khawatir. KiBum datang ke sekolah dengan kondisi yang sangat kacau, rambut yang berantakan, dan belum lagi pakaiannya yg terlihat sangat tidak rapi.
“Gwaenchanayo hyung” ucap KiBum dengan senyum yang terlihat sangat dipaksakan.

Semua orang yang ada didalam ruangan itupun hanya bisa terdiam sambil memandangi KiBum.

Author POV end

KiBum POV

“YA !! Mengapa kalian semua diam seperti itu ? Aku baik-baik saja, tidak usah terlalu kalian fikirkan” ucapku saat aku menyadari bahwa mereka semua sedang melihat kearahku.
“Ne oppa, tapi ..”
“Sudahlah SooYeon-ah, aku tidak apa-apa” ucapku memotong kata-kata yang akan dikeluarkan oleh SooYeon.
“O iya, aku keluar sebentar ya hyung. Disini panas sekali” ucapku yang agak sedikit tidak masuk akal kepada EunHyuk hyung.

Lalu aku pun langsung berjalan kearah pintu sambil menundukan kepala. Karena tidak sadar, aku pun tidak sengaja menabrakan kepalaku ke pintu.

“DUKK!!”

“OPPA !!”
Teriak SongHyeon, SooYeon dan HyeRi saat melihatku menabrak pintu. Sementara EunHyuk hyung, DooJoon dan KyuHyun hanya memandangku dengan ekspresi yang sangat terkejut.

“Gwaenchanayo” ucapku saat tau mereka pasti merasa cemas dengan keadaanku. Aku pun segera membuka pintu dan pergi keluar.
“YA !! Kau mau kemana eoh ?” tanya EunHyuk hyung, tapi aku tidak menghiraukannya.

Aku pun memutuskan untuk menuju keatap sekolah. Sesampainya disana aku tidak menemukan siapapun, hanya ada angin, matahari dan awan yang menemaniku. Lama kelamaan aku merasakan sebuah kedamaian disini, aku sedikit teringat akan pertemuan pertamaku dengan TaeRim. Yah .. Walaupun sedikit terganggu karena KyuHyun.

“TaeRim-ah, kapan kau sadar ? Tidak taukah kau aku kesepian ?” tanyaku pada diriku sendiri.

10 menit berlalu, aku pun mulai merasa mengantuk. Disaat aku sedang mencoba ingin tidur, tiba-tiba ..

“YA !! Ternyata kau disini”
Sebuah suara yang kuketahui berasal dari seorang namja bernama Lee Hyuk Jae menggangguku.

“Aiisshh .. Ada apa sih hyung ? Mengganggu saja” dengusku kesal saat EunHyuk hyung sudah berada dihadapanku.
“Huh ? Kau bilang apa ? Mengganggu ? YA !! Aku disini untuk mengajakmu ke kelas pabo. Ini sudah jam pelajaran. Kajja” ucap EunHyuk hyung sambil menyeret tubuhku. Sementara aku hanya pasrah dan mengikuti langkah EunHyuk hyung dari belakang.

KiBum POV end
EunHyuk POV

Aku terus menarik tangan KiBum sampai akhirnya kami tiba di depan kelas kami. Kelas 3-A.
“Ya !! KiBum hyung, kau dari mana saja eoh ?” tanya KyuHyun saat aku dan KiBum masuk kedalam kelas.
“Dari mana saja, bukan urusanmu” jawab KiBum dengan nada dingin. Sementara aku dan DooJoon hanya bisa geleng kepala melihat tingkah seorang Kim Ki Bum.

Selama pelajaran aku yang duduk disamping KiBum benar-benar merasa duduk dengan patung. Hah .. Pasti dia sedang memikirkan TaeRim, wajar kan kalau dia memikirkan orang yang dia suka. Ya, sejujurnya aku sudah mengetahui dari dulu kalau sebenarnya KiBum itu menyukai TaeRim. Hanya saja aku masih ragu.

“Ya !! Kau kenapa eoh ? Sepertinya dari tadi pagi auramu suram sekali” ucapku saat bel istiraha sudah berbunyi.
“Aniyo hyung” lalu dia pun langsung pergi keluar kelas.
“Kau mau kemana eoh ?” tanyaku sambil menarik tanganya.
“Aiisshh .. Aku mau ke atap hyung. Tenang saja, aku tidak akan bunuh diri kok” ucapnya dengan nada dingin. Sementara aku, KyuHyun dan DooJoon hanya bisa diam melihat tingkahnya.

EunHyuk POV end

TBC


Annyeong .. Akhirnya update lagi FF gaje karya seorang Renata Disyacitta #plak :D
Sebelumnya maaf buat SONE kalau di kesannya saya nyiksa SNSD eonnideul, hhee ... :p
Buat yang udh nungguin FF ini #pede, silahkan baca ya. Mian kalau makin kesini ceritanya makin gaje.
Enjoy !!

Na do saranghae,seonbaenim -Chapter 6-

Na do Saranghae Seonbaenim Chapter 6

by Renata Disyacitta on Sunday, January 29, 2012 at 2:15pm ·
Previous Story

‘Yeoboseyo ..’
“Yeoboseyo .. Oppa”
‘Ahhh .. Ne SongHyeon-ah, waeyo’
“Oppa, TaeRim .. TaeRim ..”
‘Waeyo ?? TaeRim kenapa ?’
“Dia .. Dia kecelakaan oppa”
‘MWO ?? Aiisshh .. Arraseo, oppa akan segera kesana. Kalian ada dirumah sakit mana ?’
“Di Seoul Hospital oppa. Oppa, bisa kau beri tau DooJoon oppa dan KyuHyun oppa ?”
‘Arraseo, oppa akan kesana. Ne, nanti oppa kabari mereka. KiBum ?’
“Biar aku yang memberitahunya oppa”
‘Ne, arraseo. Annyeong’
“Ne oppa, annyeong”

Aku pun langsung memutuskan sambungan telpon dengan EunHyuk oppa, dan berganti menghubungi KiBum oppa.

“Yeoboseyo ..”
‘Yeoboseyo .. Waeyo SongHyeon-ah ?’

“Oppa, TaeRim kecelakaan. Sekarang kami ada di Seoul Hospital oppa”
‘MWO ?? Aiisshh .. Ne, aku akan kesana. Mungkin agak lama, karna aku sedang di Incheon. Segera hunbungi aku jika sesuatu terjadi kepada TaeRim, arraseo ?’
“Ne oppa”

KiBum oppa pun langsung memutuskan telponnya, sepertinya dia sangat cemas. Terlihat sekali dari nada bicaranya.

SongHyeon POV end



Chapter 6

Sekitar 20 menit kemudian EunHyuk pun datang ke rumah sakit dan langsung menanyai keadaan TaeRim.

“SongHyeon-ah” panggil EunHyuk.
“Ahh .. Oppa, mengapa lama sekali ?” tanya SongHyeon.
“Mian SongHyeon-ah, tadi dijalan macet. Bagaimana keadaan TaeRim ?” tanya EunHyuk.
“Dia masih belum sadar oppa” ucap SongHyeon dengan nada yang sedih.
“Hhhmm … Kita doa kan saja semoga TaeRim cepat sembuh” ucap EunHyuk bijak untuk menenangkan SongHyeon.
“Ne oppa”

Tidak lama setelahnya DooJoon dan KyuHyun pun datang.

“Hyung, bagaimana keadaan TaeRim ?” tanya DooJoon dan KyuHyun kompak.
“Dia masih belum sadar, kenapa kalian lama sekali eoh ?” tanya EunHyuk.
“Mian hyung, aku ada urusan sebentar” ucap KyuHyun.
“Kau ?” tanya EunHyuk lagi.
“Jalanan macet sekali hyung” ucap DooJoon sambil mengehela nafas.
“SooYeon-ah, HyeRi eodiseo ?” tanya DooJoon kepada SooYeon yg sedari tadi hanya diam.
“Eoh ? Disana oppa” jawab SooYeon sambil menunjuk HyeRi yg masih menangis walaupun tidak sekeras tadi.

DooJoon pun segera menghampiri HyeRi yang sedang menangis. Sementara KyuHyun segera mengambil tempat duduk disebelah SooYeon.

“SooYeon-ah, gwaenchanayo ?” tanya KyuHyun.
“Huh ? Ne oppa, gwaenchana” ucap SooYeon sambil tersenyum.

EunHyuk yang sedari tadi hanya duduk akhirnya menyusul SongHyeon yang berdiri di depan ruang ICU. SongHyeon yang tidak menyadari kedatangan EunHyuk terus melihat cemas kearah TaeRim.

EunHyuk POV

“SongHyeon-ah, duduklah. Kau tidak capek eoh ?” tanyaku.
“Eh ? Oppa ? Ani. Aku masih mau disini, kau saja yang duduk oppa” ucap SongHyeon
“Oppa, bisa kita bicara sebentar ?” tanya SongHyeon tiba-tiba kepadaku.
“Huh ? Tentu”

Kami pun langsung menuju kursi yang berada agak jauh dari kursi yg ditempati oleh yang lain.

“Kau mau bicara apa SongHyeon-ah ?” tanyaku.
“Eumm .. Ini. Tentang TaeRim, oppa” jawabnya.
“MWO ?? TaeRim ?? Waeyo ??” tanyaku terkejut.
“Oppa.. Sepertinya aku tau siapa yang menabrak TaeRim”
“Siapa ?” tanyaku lagi.
“Umm .. Sepertinya yang menabrak TaeRim itu SNSD seonbaenimdeul” ucapnya.
“Huh ? Mereka ? Dari mana kau tau ?” tanyaku heran.
“Jadi ..”

Flashback

Still EunHyuk POV

“Aiisshh .. AKU BENAR-BENAR SUDAH TIDAK TAHAN MELIHAT TINGKAH YEOJA ITU !!” teriak YoonA seonbae kepada teman-temannya.
“Sudah lah YoonA-ya, kau berteriak seperti itu hanya menghabiskan tenaga. Lebih baik kita atur rencana bagaimana caranya menjauhkan yeoja itu dari KiBum oppa dan teman-temannya” ucap Jessica seonbae.

“Lebih baik kita atur rencana bagaimana caranya menjauhkan yeoja itu dari KiBum oppa dan teman-temannya”. Deg, seketika jantungku langsung berdetak dengan kencang. Entah mengapa firasatku mengatakan bahwa yeoja yang sedang mereka bahas adalah TaeRim, aku, SooYeon dan HyeRi. Namun aku langsung mengabaikan firasatku tersebut dan segera pergi ke toilet.

Flashback end

“Begitu ceritanya oppa” ucapnya dengan pandangan menyesal.
“Aiisshh, mere ..”
“Ohh .. Jadi yeojadeul sialan itu yang menabrak TaeRim. Berani sekali mereka” belum sempat aku meneruskan kalimatku, ternyata KiBum sudah berdiri dibelakang SongHyeon dengan pandangan yang sangat dingin.
“Oppa ?” tanya SongHyeon kaget.
“Ya !! Kau mau membuat aku mati muda eoh ? Kapan kau sampai ?” ucapku sedikit keras.
“O iya, apa benar yang kau bilang tadi SongHyeon-ah ?” tanya KiBum kepada SongHyeon dan seolah tidak mendengar pertanyaankku. Aiisshh .. Dasar.
“Ya !! Jawab aku dulu ??” ucapku lagi.
“Aiisshh .. Kau ini cerewet sekali sih hyung. Aku tidak ingin membuat kau mati hyung, dan aku baru saja sampai. Puas ?” ucapnya.
“Terserah kau lah” aku sudah terlanjur kesal dengannya.

EunHyuk POV end

SongHyeon POV

“Terserah kau lah” ucap EunHyuk oppa yang sudah terlanjur kesal dengan KiBum oppa.
“Ya .. Oppadeul, mengapa kalian jadi berkelahi eoh ?” tanyaku, sementara mereka hanya diam sambil menatapku.
“SongHyeon-ah, kau yakin dengan perkataanmu tadi ?” tanya KiBum oppa yang membuatku sedikit tersentak.
“Eumm .. Itu .. Aku .. Ne oppa, sepertinya aku yakin” ucapku.
“Arraseo ..”

Tanpa berkata apa-apa lagi, KiBum oppa langsung berjalan pergi meninggalkan kami.

“Ya !! Kim Ki Bum .. Kau mau kemana ?” teriak EunHyuk oppa.
“Aku ingin memberi pelajaran kepada YoonA dan teman-temannya yang cantik itu. Nanti jika ada apa-apa dengan TaeRim segera hubungi aku. Annyeong hyung !!” ucap KiBum oppa sambil menunjukkan ekspresi yang sangat dingin. Lalu dia segera berlari, sementara aku dan EunHyuk oppa hanya bisa menghela nafas.

Saat aku dan EunHyuk oppa masih sibuk membicarakan tentang SNSD seonbaedeul, tiba-tiba DooJoon oppa datang dan menghampiri kami.
“SongHyeon-ah, lebih baik HyeRi pulang. Sepertinya dia semakin tidak tenang jika berada disini” ucap DooJoon oppa.
“Eoh ? Ne oppa. Apa kau bisa mengantarnya pulang ? Aku masih ingin disini” ucapku.
“Ne DooJoon-ah, apa kau bisa mengantar HyeRi pulang ?” tanya EunHyuk oppa kepada DooJoon oppa.
“Tentu. Aku akan mengantarnya pulang, jika ada kabar tentang TaeRim jangan lupa memberitahuku ne hyung ?” ucapnya.
“Tentu oppa” ucapku.

Lalu DooJoon oppa dan HyeRi pun langsung pulang, walaupun sepertinya HyeRi belum ingin meninggalkan TaeRim.

SongHyeon POV end

HyeRi POV

“Oppa, rumahku kearah kanan bukan kiri” ucapku saat DooJoon oppa membelokkan mobilnya kearah kiri.
“Ne, aku tau itu HyeRi-ah” ucapnya.
“Lalu ? Mengapa kau kearah kiri oppa ?” tanyaku bertambah bingung.
“Memangnya kau fikir aku akan mengantarmu ke rumah ?” tanya DooJoon oppa lagi.
“MWO ?? Jadi oppa tidak akan mengantarku ke rumah ?”
“Ne, tidak dengan kondisi matamu yang sembab itu. Aku akan membawamu ke Lotte World. Kau mau eoh ?”
“Eoh ? Eumm .. Ne, oppa. Tentu saja” ucapku sambil menyeka air mata yang sesekali masih keluar dari kedua mataku

Akhirnya kami sampai di Lotte World, kami langsung menuju loket dan membeli 2 buah tiket. Lalu DooJoon oppa pun melihat kearah ku, bisa aku lihat pandangan lega dari matanya. Aku pun tidak mengerti mengapa dia memandangku seperti itu.

“HyeRi-ah, kau mau naik wahana apa ?” tanya DooJoon oppa.
“Eum .. Terserah kau oppa, aku ikut saja” jawabku sambil tersenyum.
“Baiklah” DooJoon oppa pun langsung menarikku kearah wahana rollercoaster. OMO .. Aku takut naik wahana itu.

Setelah turun kami dari rollercoaster.

“Oppa ………….”
“Aw .. Aw .. Iya iya, mianhaeyo. Aku tidak akan mengajakmu naik wahana yang seperti itu lagi” DooJoon oppa langsung memegang tangaku dan mengajakku ke wahana lain sebelum aku memukulnya lagi. Huft ,, DooJoon oppa menyebalkan.

HyeRi POV end

DooJoon POV

Setelah bermain sekitar 2 jam, akhirnya kami sampai di wahana terakhir, yaitu wahana Bianglala.

“Woaaa .. Indahnya” ucap HyeRi saat dia melihat pemandang dari atas bianglala.
“Ne indah. Kau sudah tidak sedih lagi kan HyeRi-ah ?” tanyaku yang berdiri disebelahnya.
“Eumm .. Masih oppa, tapi hanya sedikit. Gomawo oppa sudah mengajakku ke sini” ucapnya sambil tersenyum. Sementara aku hanya membalas ucapannya dengan anggukan dan senyum manisku.

Setelah turun dari bianglala, aku mengajaknya duduk di taman yang ada di Lotte World.

“Oppa, sekali lagi jeongmal gomawoyo ne ?” ucapnya.
“Ne HyeRi-ah, cheonmaneyo” ucapku lagi-lagi sambil tersenyum.
“Oppa, boleh aku bertanya ?” tanya HyeRi.
“Tentu HyeRi-ah, waeyo ?”
“Umm .. Oppa, mengapa kau mengajakku kemari ?” tanyanya lagi.

Setelah lama berfikir akhirnya aku pun menjawab pertanyaannya. “Karena .. Karena aku tidak mau melihat orang yang aku sayangi menangis terus-terusan HyeRi-ah” jawabku. HyeRi hanya bisa mengerjapkan matanya berulang kali sambil mencerna kata-kata yang baru saja aku ucapkan. Aiisshh .. Manisnya yeoja ini.

“Eh ? Maksudmu ? Aku tidak mengerti oppa“ ucapnya. Aigoo .. Anak ini polos sekali sih.
“Kau tidak mengerti HyeRi-ah ?” tanyaku.
“Ne oppa” jawabnya sambil menundukan wajahnya yang manis itu.

Untuk beberapa saat kesunyian menghinggapi kami berudua. Aiisshh .. Mengapa jadi canggung seperti ini sih ? Aku paling tidak suka dengan suasana yang seperti ini.
“Oppa ..” panggilnya tiba-tiba.
“Ah .. Ne, waeyo HyeRi-ah ?” tanyaku.
“Bisa kau jelaskan apa maksud dari kata-katamu tadi ?” ucapnya dengan ekspresi yang sangat polos.

Astaga, mengapa aku harus jatuh cinta kepada yeoja sepolos dia sih. Bagaimana caranya aku menjelaskan kata-kata itu. Haah.. Ternyata belajar fisika itu lebih mudah dari pada menyatakan cinta kepada yeoja polos seperti HyeRi.

“Oppa ..” ucapnya lagi.
“Ahh .. Ne ne. Maksudku .. Eumm .. Itu” aiissh .. Mengapa aku jadi gugup seperti ini sih ?
“Oppa, waeyo ?”
“Aniyo, itu .. Maksud oppa .. HyeRi-ah, saranghae ..” ucapku akhirnya. Aku pun langsung mengalihkan pandanganku kearah lain.
“Nado oppa”
“Eh ? Jinjja ?” tanyaku kaget.
“Tentu, aku juga mencintai Seonbaedeul yang lain. Kalian semua sangat baik oppa” ucapnya dengan ekspresi yang amat sangat polos. Astaga .. Jadi .. Aiisshh ..
“HyeRi-ah, bukan seperti itu. Maksudku itu .. Aiisshh .. Bagai mana cara menjelaskannya yah. Ahh .. Aku mencintai mu itu bukan sebagai Hoobae, tapi ..”
“Tapi ..” ucapnya.
“Tapi sebagai perasaan antara namja kepada yeoja ..” ucapku. Semoga dia mengerti kali ini.
“OMO !! Oppa .. Kau bercanda” huft .. Akhirnya dia mengerti.
“Aniyo, aku serius. Saranghae HyeRi-ah, jeongmal saranghae Lee Hye Ri. Would you be mine ?” tanyaku dengan nada serius.
“Oppa .. Itu .. Aku .. Ne oppa, nado saranghaeyo” ucapnya dengan sangat manis.
“Jeongmal ? Aigoo .. Gomawoyo HyeRi-ah” aku pun langsung memeluk tubuh HyeRi, tidak lama aku pun merasakan HyeRi mulai membalas pelukanku.
DooJoon POV end

Author POV

Setelah itu mereka pun memutuskan untuk makan disalah satu café yang ada didalam Lotte World. HyeRi memesan Strawberry Cake dan Strawberry Milkshake, sementara DooJoon hanya memesan Hot Cappucino. Banyak cerita yang dibicarakan oleh HyeRi dan DooJoon, tidak jarang DooJoon dibuat tertawa oleh HyeRi karena tingkah lakunya yang sangat lucu dan imut.

Setelah itu mereka pun pulang, DooJoon mengantar HyeRi kerumahnya. Sepanjang perjalanan HyeRi hanya diam dan menundukkan kepala nya. Seperti dia malu karena kejadian yang tadi. Sementara DooJoon hanya tersenyum saat melihat tingkah imut yeojachingu-nya.

“Oppa, gomawoyo untuk hari ini” ucap HyeRi saat merka sudah berada didepan gerbang rumah HyeRi.
“Ne chagi, cheonmaneyo” muka HyeRi memerah dengan sempurna saat DooJoon memanggilnya chagi.
“Eumm .. Baiklah, aku pulang dulu oppa. Annyeong ..” ucap HyeRi sambil masuk kedalam rumahnya. Sementara DooJoon langsung mengendarai mobilnya pulang sambil tersenyum.

Author  POV end


TBC


Aigoo ..
Jeongmal mianhaeyo kalau baru update, kalau udh males bacanya nggak apa2 kok :D
Kalau banyak yang comment aku lanjut, kalau nggak aku ttep lanjutin juga #plak, apa bedanya coba ? hhhe .. :p

Na do saranghae,seonbaenim -Chapter 5-

Na do Saranghae Seonbaenim Chapter 5

by Renata Disyacitta on Thursday, December 22, 2011 at 7:43pm ·
Previous Story

Saat kami sedang asyik berdebat, datanglah 4 namja yang kami ketahui sebagai Seonbae kami. Super Junior.

“SooYeon-ah waeyo ? Sepertinya kalian sedang memperdebatkan sesuatu” tanya KyuHyun oppa kepadaku.
“Eumm .. Aniyo, cuma masalah TaeRim aja kok oppa” jawabku sambil tersenyum.
“Eh ? Kau punya masalah lagi ? Mengapa sepertinya hidupmu penuh dengan masalah sih Park Tae Rim” ucap KiBum oppa.
“YA !! Oppa, apa maksudmu ? Lagi pula masalah ku kali ini beda dengan masalah ku yang kemarin” ucap TaeRim menjelaskan kepada KiBum oppa.
“Hhhmm .. Terserah kau saja lah” ucap KiBum oppa lagi, setelah itu dia langsung duduk disebelah TaeRim.

Lalu kami berbincang-bincang dengan sangat seru. Tidak jarang KiBum dan TaeRim beradu pendapat. Dasar mereka itu memang aneh, sedikit-sedikit akur, sedikit-sedikit bertengkar. Persis seperti yang diucapkan oleh KyuHyun oppa waktu itu. Kami pun terus berbincang-bincang sampai akhirnya SongHyeon meminta izin untuk ke toilet sebentar.

SooYeon POV end


Chapter 5


SongHyeon POV

“Chingudeul, oppadeul !! Aku ke toilet sebentar ne ?” ucapku kepada mereka semua.

Aku pun langsung berjalan menuju toilet. Saat aku menuju toilet aku melewati kelas SNSD seonbaedeul, dan tampaknya mereka sedang membicarakan sesuatu. Karena penasaran aku pun akhirnya menguping pembicaraan mereka.

“Aiisshh .. AKU BENAR-BENAR SUDAH TIDAK TAHAN MELIHAT TINGKAH YEOJA ITU !!” teriak YoonA seonbae kepada teman-temannya.
“Sudah lah YoonA-ya, kau berteriak seperti itu hanya menghabiskan tenaga. Lebih baik kita atur rencana bagaimana caranya menjauhkan yeoja itu dari KiBum oppa dan teman-temannya” ucap Jessica seonbae.

“Lebih baik kita atur rencana bagaimana caranya menjauhkan yeoja itu dari KiBum oppa dan teman-temannya”. Deg, seketika jantungku langsung berdetak dengan kencang. Entah mengapa firasatku mengatakan bahwa yeoja yang sedang mereka bahas adalah TaeRim, aku, SooYeon dan HyeRi. Namun aku langsung mengabaikan firasatku tersebut dan segera pergi ke toilet.

SongHyeon POV end

Author POV

SongHyeon pun langsung melanjutkan langkahnya ke toilet tanpa perduli apa yang akan dikatakan lagi oleh YoonA, Jessica, TaeYeon dan SeoHyun. Sementara itu SNSD terus membicarakan rencananya untuk mencelakai yeoja yang dari tadi mereka sebut-sebut.

“Ne YoonA-ya, aku setuju dengan Sica. Lebih baik kita atur rencananya segera, karena sejujurnya aku juga sudah tidak tahan melihat merek dekat-dekat dengan Super Junior seonbaedeul” ucap TaeYeon.
“Ya, kalian benar ? Tapi bagaimana caranya ?” tanya YoonA dengan tampang bingung.
“Ahh .. Aku tau. Eonnideul, bagaimana kalau kita menabrak TaeRim” usul SeoHyun.
“MWO ?? Maksudnya menabrak dia saat dia berjalan pulang bersama teman-temannya ?” tanya YoonA.
“Ne eonni” jawab SeoHyun dengan seringai yang menghiasi wajahnya.
“Ahhh .. Kau memang pintar SeoHyunie. Park Tae Rim, lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu” ucap YoonA sambil menyeringai.

Mereka berempat pun langsung mengatur rencana agar mereka bisa menabrak yeoja yang ternyata TaeRim itu dengan lancer.
Author POV end

TaeRim POV

Akhirnya SongHyeon pun kembali dari toilet saat kami semua sedang makan. Namun ada yang aneh dengannya, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.

“Eonni waeyo ?” tanyaku akhirnya saat SongHyeon sudah duduk kembali disebelah EunHyuk oppa.
“Huh ? Aniyo” jawabnya sambil mencoba tersenyum. Akhirnya yang lain pun menyadari keanehan SongHyeon saat melihat senyumnya itu,
“Ne, SongHyeon kau kenapa ?” tanya EunHyuk oppa kepada SongHyeon.
“Gwenchanayo oppa, jeongmal”
“Are you sure ?” tanya HyeRi dan DooJoon bersamaan.
“Yes, I’m sure” SongHyeon menjawab sambil tersenyum saat melihat kekompakan DooJoon oppa dan HyeRi.

Lalu kami melanjutkan makan siang kami. Sampai akhirnya bel istirahat pun berbunyi. Kami langsung kembali ke kelas kami masing-masing.

Tidak terasa bel pulang pun akhirnya berbunyi.

“Chingudeul .. Kajja” ucapku.
 Aku dan teman-temanku pun langsung keluar kelas dan pulang kerumah.

TaeRim POV end

SongHyeon POV

“TETTTT .. (bunyi bel sekolah :D)”

Bel pulang akhirnya berbunyi. Entah mengapa perasaanku semakin cemas begitu mendengar bel tersebut berbunyi, sampai sekarang pun aku masih memikirkan pembicaraan SNSD seonbaedeul. Apa benar yang mereka bicarakan itu TaeRim ? Perasaanku semakin tidak menentu saat TaeRim mengajak kami untuk cepat keluar dari kelas.

“Eonni ..”
“….”
“Eonniiiii …”
“…”
“EONNIIIIIIIIIII !!” teriak mereka semua.
“MWO ?? Waeyo ? Kenapa teriak-teriak seperti itu hah ??” tanyaku.
“Kau itu yang kenapa eonni ? Dari tadi kami memanggilmu tapi kau malah melamun” jawab HyeRi.
“Huh ? Benarkan ? Aiisshh .. Mianhae, waeyo ??” tanyaku lagi.
“Aniyo, kau kenapa ? Dari tadi sepertinya kerjaanmu hanya melamun. Ada masalah eoh ?” tanya SooYeon.
“Eh ? Aniyo. Sudah, ayo pulang”

Selama diperjalan kami terus berbicara tanpa henti. Kadang-kadang kami tertawa, bahkan beberapa kali kepala SooYeon dan HyeRi terkena pukulan dari TaeRim karena mereka terus-terusan membahas KiBum oppa.

“YA !! NAM SOO YEON !! LEE HYE RI !! BERHENTILAH MEMBAHAS TENTANG NAMJA ITU !!” teriak TaeRim kesal saat lagi-lagi SooYeon dan HyeRi membahas KiBum oppa, aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku sambil tersenyum melihat tingkah mereka.

Dari kejauhan aku mendengar suara mobil yang cukup keras, entah mengapa perasaanku benar-benar tidak tenang saat mendengar suara mobil itu. Ya, perasaanku tidak tenang, seolah-olah ini firasat akan adanya hal buruk yang akan terjadi.

Saat aku sedang melamun tiba-tiba ..

“BRAAAAKKK ..”

“TAERIM !!”
“EONNI”

Aku mendengar suara dentuman keras juga suara SooYeon dan HyeRi yang
meneriaki TaeRim. Tunggu, TAERIM ??

“MWO ?? TAERIM-AH !!” aku langsung berteriak begitu melihat tubuh TaeRim sudah jauh terpental didepan kami dengan luka disekujur tubuhnya.
“SooYeon-ah, cepat telpon ambulan” perintahku kepada SooYeon.
“Ne eonni” jawabnya.

10 menit kemudian ambulan pun datang, kami segera memasuki ambulan tersebut. Sesampainya dirumah sakit, TaeRim langsung mendapatkan pertolongan dari dokter dan dibawa keruang ICU.

“Hiks .. Hiks .. Hiks ..” sayup-sayup aku dengar suara seseorang menangis, saat aku menoleh ternyata yang menangis adalah HyeRi. Aku hanya bisa memandanginya, entah mengapa kakiku sangat berat untuk meninggalkan tempatku sekarang dan menuju ke tempat HyeRi.
“Eonni, sebaiknya kau memberi tau oppadeul” ucap SooYeon sambil menepuk bahuku. Aku lihat matanya menahan tangis, mencoba untuk tegar dihadapanku dan HyeRi.
“Ne SooYeonie, kau bisa tenangkan HyeRi ?” tanyaku.
“Ne, tentu eonni” SooYeon pun langsung berjalan menuju ke tempat HyeRi, sementara aku langsung mengeluarkan hp ku dan menghubungi EunHyuk oppa.

‘Yeoboseyo ..’
“Yeoboseyo .. Oppa”
‘Ahhh .. Ne SongHyeon-ah, waeyo’
“Oppa, TaeRim .. TaeRim ..”
‘Waeyo ?? TaeRim kenapa ?’
“Dia .. Dia kecelakaan oppa”
‘MWO ?? Aiisshh .. Arraseo, oppa akan segera kesana. Kalian ada dirumah sakit mana ?’
“Di Seoul Hospital oppa. Oppa, bisa kau beri tau DooJoon oppa dan KyuHyun oppa ?”
‘Arraseo, oppa akan kesana. Ne, nanti oppa kabari mereka. KiBum ?’
“Biar aku yang memberitahunya oppa”
‘Ne, arraseo. Annyeong’
“Ne oppa, annyeong”

Aku pun langsung memutuskan sambungan telpon dengan EunHyuk oppa, dan berganti menghubungi KiBum oppa.

“Yeoboseyo ..”
‘Yeoboseyo .. Waeyo SongHyeon-ah ?’

“Oppa, TaeRim kecelakaan. Sekarang kami ada di Seoul Hospital oppa”
‘MWO ?? Aiisshh .. Ne, aku akan kesana. Mungkin agak lama, karna aku sedang di Incheon. Segera hunbungi aku jika sesuatu terjadi kepada TaeRim, arraseo ?’
“Ne oppa”

KiBum oppa pun langsung memutuskan telponnya, sepertinya dia sangat cemas. Terlihat sekali dari nada bicaranya.

SongHyeon POV end


ToBeContinue ..
Mianhae kalau baru update hari ini .
:D

Na do saranghae,seonbaenim -Chapter 4-

Na do Saranghae Seonbaenim Chapter 4

by Renata Disyacitta on Tuesday, December 20, 2011 at 1:41pm ·
Previous Story

Setelah itu kami pun segera pulang kerumah masing-masing. Dan TaeRim pun akhirnya pulang dengan diantar oleh KiBum. Saat aku melawati gerbang sekolah aku melihat SongHyeon yang sedang menunggu sesuatu.

“SongHyeon-ah, kau tidak pulang ?” tanyaku kepada SongHyeon.
“Eh ? Oppa, aku pulang kok oppa” jawabnya.
“Lalu ? Kenapa kau masih disini SongHyeon-ah ?” tanyaku lagi.
“Aku sedang menunggu appaku oppa, sepertinya aku akan sedikit lama dijemput” ucapnya sambil tersenyum.
“Ah, ne arraseo. Mau pulang bersama dengan oppa ?” tanyaku, tidak tega aku melihatnya menunggu seperti itu.
“Ani oppa, aku menunggu disini saja. Gwenchana” jawabnya menolak.
“Kau yakin ? Baiklah, oppa pulang dulu ne ? Annyeong”

Setelah itu aku pun langsung pulang kerumah.

EunHyuk POV end


Chapter 4


KiBum POV

“TaeRim-ah, kajja. Kenapa tidak naik mobilku saja sih ? Kenapa harus naik bus ?” aku langsung menarik tangannya sambil terus menggerutu.
“Kan tadi sudah ku bilang, aku akan pulang sendiri dengan bus. Berarti kalau oppa mau mengantarku pulang, oppa juga harus ikut naik bus” ucapnya santai.
“Tapi kalau begini caranya, sama aja aku ikut pulang denganmu bukan mengantarmu. Aiisshh ..” ucapku kesal.
“Salahmu sendiri oppa, kan aku tidak memaksamu untuk mengantarku. Kan oppa yang memaksa” ucap TaeRim dengan ekspresi polos.
“Huft .. Terserah kau saja lah, ayo naik” aku langsung menarik tangannya lagi saat aku melihat bus yang melintas didepan kami.
“Awww .. Sakit !!” aku langsung menoleh kan kepalaku, dan aku pun langsung terkejut saat melihat TaeRim terjatuh dengan lutut yang mengeluarkan darah.

KiBum POV end

TaeRim POV

“Awww .. Sakit !!” aku langsung berteriak saat aku terjatuh.
“MWO ?? Aiisshh .. Kau ini ceroboh sekali sih ??” ucap KiBum oppa saat melihatku terjatuh.
“Oppa, kenapa kau menyalahkan aku ? Jelas-jelas yang menarik tanganku hingga aku terjatuh itu oppa ? Huft ..” ucapku mengeluh kepada KiBum oppa.
“Huh ? Jinjja ? Ne ne, mianhae” ucapnya.
“Woaaaaaaaa .. Oppa, apa yang kau lakukan ?” aku berteriak sambil memukul-mukul bahu KiBum oppa saat KiBum oppa tiba-tiba menggendongku.
“Sudah lah, tidak usah banyak protes” ucapnya lagi.

Akhirnya aku pun pulang dengan digendong oleh KiBum oppa. Namja itu menyebalkan sekali sih, aku kan malu. Dari tadi hampir semua orang yang berpapasan dengan kami pasti memandangi kami dengan wajah yang tidak jelas. Huft ..

“YA !! TaeRim-ah !! Mau sampai kapan kau diatas sana ?? Kita sudah sampai”
“Eh ? Ne oppa, mianhae” lalu aku pun langsung turun dari gendongan KiBum oppa dan masuk ke dalam halaman rumahku.
“Heh, tidak berterima kasih kepada ku eoh ?”
“Hehehhe .. Mianhae oppa, aku lupa. Gomawo KiBum oppa” ucapku manis, lalu aku pun langsung masuk ke dalam rumahku.

TaeRim POV end

KiBum POV

“Hehehhe .. Mianhae oppa, aku lupa. Gomawo KiBum oppa” TaeRim pun langsung masuk ke dalam rumahnya. Ahh .. Senyumnya tadi manis sekali sih.

Setelah TaeRim masuk ke dalam rumahnya, aku pun langsung berjalan menuju rumahku.

“Aiisshh .. Hari ini sudah dua kali aku membuat TaeRim terluka, pabbo kau KiBum” ucapku sambil memukul kepalaku sendiri.

“Tin .. Tin ..” (suara klakson mobil #plak)
Aku langsung menolehkan kepalaku.

“DooJoon-ah ? Mengapa kau disini ?” tanyaku bingung.
“Tadi aku disuru EunHyuk hyung untuk mengikutimu hyung, soalnya tadi EunHyuk hyung bilang kau tidak membawa mobil hyung” jelasnya kepadaku.
“Ahhh .. Ne. Jadi kau mau menjemputku DooJoon-ah ? Baiklah, aku juga lelah” aku pun langsung masuk ke dalam mobil DooJoon.

Selama diperjalan aku terus memikirkan TaeRim, ah anak itu. Mengapa dia manis sekai sih ? Tapi kadang-kadang dia bisa berubah jadi menyebalkan. Huft .. Lamunanku pun akhirnya terpecah karena DooJoon memanggilku.

“Hyung ..”
“Ne, DooJoon-ah. Waeyo ?” responku.
“Eumm .. Boleh aku bertanya ?” tanya DooJoon.
“Tentu DooJoon-ah, memang kau mau menanyakan apa eoh ? Sepertinya serius sekali” responku lagi sambil tersenyum.
“Hyung, kau menyukai TaeRim ?” tanyanya lagi yang sukses membuat mataku membulat dengan sempurna.
“MWO ?? Mengapa kau bertanya seperti DooJoon-ah ?” jawabku kaget.
“Tidak, hanya saja .. Menurutku dan yang lain, kau seperti memperlakukan TaeRim dengan spesial diantara 4 hoobae kita yang lain” jelas DooJoon kepadaku yang lagi-lagi membuatku kaget.
“Hyung ..” panggilnya karena aku sempat melamun.
“Ahh .. Ne DooJoon mian. Eumm .. Well, honestly I like TaeRim” jawabku jujur kepada DooJoon.
“Dan kau juga menyukai HyeRi kan Yoon Doo Joon ?” tanyaku jahil yang sukses membuat DooJoon menoleh kearah ku.
“MWOYA ?? Kau bicara apa hyung ? Aku tidak menyukainya” bohong DooJoon kepadaku.
“Sudahlah Yoon Doo Joon, mengaku saja. Ya kan ?” tanyaku lagi.
“Aiisshh .. Ne ne, aku menyukainya. Puas kau hyung?” jawabnya dengan muka memerah dan ekspresi yang sedikit kesal.
“Hahhhahahha ..  Kita impas Yoon Doo Joon” tawaku.

KiBum POV end

Author POV

Dua hari kemudian. Sekarang, TaeRim dan teman-temannya sedang belajar sebuah mata pelajaran yang banyak disukai oleh murid-murid yeoja di sekolah itu. Yaitu pelajaran kesenian, karena guru yang mengajar pelajaran ini adalah seorang guru yang masih muda dan sangat tampan bernama Lee Dong Hae. Dan sebuah keberuntungan untuk TaeRim dan teman-temannya juga seluruh murid kelas 1-C karena DongHae adalah Wali Kelas mereka.

“Selamat pagi anak-anak” sapa DongHae kepada seluruh murid 1-C yang berada diruang seni.
“Pagi seonsaengnim” semua murid menjawabnya dengan nada yang semanis mungkin.
“Kalian sudah membawa alat-alat untuk melukis hari ini kan ?” tanya DongHae sambil tersenyum kepada murid-muridnya.
“Sudah seonsaengnim”
“Baiklah sekarang keluarkan alat-alatnya dan mulailah melukis”
“Ne, arraseo seonsaengnim” ucap semua murid kepada DongHae.

Akhirnya semua murid kelas 1-C selesai melukis waktunya DongHae untuk menilai seluruh hasil karya murid-muridnya.

“Park Tae Rim ..” panggil DongHae kepada muridnya TaeRim.
“Ne seonsaengnim” jawab TaeRim.
“Saat jam istirahat nanti bisakah kau temui aku diruanganku ?” tanya DongHae.
“Tentu seonsaengnim” jawab TaeRim sambil memberikan anggukkan.

Saat jam istirahat TaeRim pun langsung menuju ruangan DongHae. Sesampainya disana TaeRim langsung dipersilahkan duduk oleh guru keseniannya yang juga wali kelasnya tersebut.

“Silahkan duduk TaeRim-ssi” ucap DongHae.
“Ne seonsaengnim” TaeRim pun langsung duduk didepan DongHae.
“TaeRim-ssi, aku memanggilmu kesini karena menurutku kau mempunyai bakat yang sangat baik dalam melukis TaeRim-ssi. Dan sebentar lagi akan ada lomba melukis antar sekolah” jelas DongHae kepada TaeRim.
“Jadi maksud seonsaengnim, aku harus mengikuti perlombaan itu ?” tanya TaeRim.
“Tidak harus, tapi aku harap kau mau ikut dan mengharumkan nama sekolah kita TaeRim-ssi” ucap DongHae sambil tersenyum. “Jadi ?” lanjut DongHae.
“Eumm .. Baiklah seonsaengnim, aku akan ikut lomba itu” jawab TaeRim.
“Jawaban yang sangat memuaskan TaeRim-ssi, sekarang kau boleh keluar” ucap DongHae sambil mengacak rambut muridnya itu. Sebagai guru, DongHae memang dikenal mudah akrab dengan murid-muridnya.
“Ne, seonsaengmin. Permisi” pamit TaeRim sambil membungkuk hormat.

Lalu TaeRim pun langsung keluar dari ruangan DongHae dan berjalan menuju kantin, tempat teman-temannya yang sudah dari tadi menunggunya.

Author POV end

SooYeon POV

“Eonni, TaeRim mana ya ? Kenapa dia lama sekali ? Aku jadi cemas” tanyaku cemas kepada SongHyeon.
“Aigoo .. SooYeon-ah, TaeRim pasti baik-baik saja. Tenang lah” ucap SongHyeon mencoba menenangkanku.

Tidak lama setelah itu, TaeRim pun datang dengan wajah yang susah untuk kami jelaskan. Ada rasa senang tapi juga ada rasa bingung diwajahnya. Ada apa ya ?

“Eonni, waeyo ?” tanya HyeRi. Rupanya magnae satu ini juga menyadari keanehan dari ekspresi wajah TaeRim.

“Aniyo, hanya saja ..”
“Hanya saja apa ?” tanyaku dan SongHyeon bersamaan. Aku dan SongHyeon saling memandang untuk sesaat lalu kami langsung memfokuskan lagi mata kami ke arah TaeRim.
“Tadi aku disuruh mengikuti lomba melukis oleh DongHae seonsaengnim, lalu aku menerimanya. Karena aku fikir aku memang suka melukis, tapi setelah aku fikir-fikir lagi .. Bukankah jika aku mengikuti lomba ini, berarti aku akan semakin dekat dengan DongHae seonsaengnim” jelasnya.
“Lalu masalahnya apa TaeRim-ah ?” tanya SongHyeon yang tidak menemukan sebuah masalah dalam kalimat tadi sama sepertiku. Sementara HyeRi hanya mengangguk-angguk.
“Ya eonni, itu berarti akan banyak murid yeoja yang tidak senang denganku gara-gara aku dekat dengan guru mereka yang tampan. Masa begitu saja tidak mengerti sih ?” jelasnya dengan kesal.
“PLAK” sebuah jitakan dari SongHyeon meluncur sukses ke atas kepala TaeRim.
“Aigoo .. Kau ini TaeRim-ah, kenapa fikiranmu bisa sejauh itu ? Itu tidak mungkin TaeRim-ah” ucap SongHyeon sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sementara aku hanya bias tersenyum saat melihat TaeRim menggembungkan pipinya imut.
“Sudah lah TaeRim-ah, SongHyeon eonni benar kok. Lagi pula kalau pun ada yang membencimu pasti dia akan langsung dilabrak oleh pangeran berkuda putihmu itu seperti kemarin” ucapku mulai jahil.
“Eh ? Pangeran berkuda putih ? Nuguya ?” tanyanya bingung.
“KIM KI BUM” ucapku, HyeRI dan SongHyeon bersamaan. Sehingga membuat TaeRim membulatkan matanya.
“MWO ?? KiBum oppa ?? Pangeran berkuda putih ?? Sok tau kalian” sangkalnya dengan muka yang memerah.
“Sudah lah TaeRim-ah, mengaku saja” ucapku jahil.
“Tidak”
“Iya”
“Tidaaaak”
“Iyaaaa”

Saat kami sedang asyik berdebat, datanglah 4 namja yang kami ketahui sebagai Seonbae kami. Super Junior.

“SooYeon-ah waeyo ? Sepertinya kalian sedang memperdebatkan sesuatu” tanya KyuHyun oppa kepadaku.
“Eumm .. Aniyo, cuma masalah TaeRim aja kok oppa” jawabku sambil tersenyum.
“Eh ? Kau punya masalah lagi ? Mengapa sepertinya hidupmu penuh dengan masalah sih Park Tae Rim” ucap KiBum oppa.
“YA !! Oppa, apa maksudmu ? Lagi pula masalah ku kali ini beda dengan masalah ku yang kemarin” ucap TaeRim menjelaskan kepada KiBum oppa.
“Hhhmm .. Terserah kau saja lah” ucap KiBum oppa lagi, setelah itu dia langsung duduk disebelah TaeRim.

Lalu kami berbincang-bincang dengan sangat seru. Tidak jarang KiBum dan TaeRim beradu pendapat. Dasar mereka itu memang aneh, sedikit-sedikit akur, sedikit-sedikit bertengkar. Persis seperti yang diucapkan oleh KyuHyun oppa waktu itu. Kami pun terus berbincang-bincang sampai akhirnya SongHyeon meminta izin untuk ke toilet sebentar.

SooYeon POV end

Na Do saranghae,seonbaenim -Chapter 3-

Na do Saranghae Seonbaenim Chapter 3

by Renata Disyacitta on Monday, December 19, 2011 at 1:56pm ·
Previous Story

“Mi..Mian..Mianhaeyo seonbae. Aku tidak bermaksud membuatmu khawatir !!” ucapnya dengan nada yang sedikit serak. MWO ?? Serak ? Dia menangis ?
“Aiisshh .. Sudah sudah, jangan menangis, oppa tidak bermaksud untuk membentakmu. Oppa hanya terlalu khawatir, na do mianhaeyo” ucapku lembut sambil mengelus kepalanya, tidak tega aku melihat dia menangis.
“Gomawo seon .. bae ?? Seonbae, tadi KiBum seonbae menyuruhku memanggil seonbae apa ?? Oppa ??” ucapnya kaget saat mengingat ucapanku tadi.
“Ne, waeyo ?? Tidak suka eoh ?? Mulai sekarang panggil saja aku Oppa. Arraseo ??” tanyaku.
“Ne, seon .. eh, maksudku KiBum oppa” ucapnya sambil tersenyum manis, ahh .. Manisnya anak ini.

Setelah itu kami berdua pun langsung menyusul teman-teman kami yang sedari tadi menunggu di kantin.

KiBum POV end


Chapter 3


Seminggu kemudian, setelah TaeRim dan teman-temannya menjalani MOS. Untuk pertama kalinya mereka memasuki Seoul International High School dengan menggunakan seragam SMA.

“Ahhh .. Akhirnya kita memakai seragam SMA juga” ucap HyeRi sambil melompat-lompat dengan ekspresi yang sangat lucu.
“Ne, tapi jangan berlebihan seperti itu HyeRi-ah” kata SooYeon kepada HyeRi.

Mereka pun mulai memasukki halaman Seoul International High School dengan senyum yang manis. Sampai akhirnya ..

“Dongsaengdeul ...” sapa Super Junior kepada TaeRim, SongHyeon, SooYeon dan HyeRi.
“Ahhh .. Oppadeul, annyeong” ucap mereka kepada KiBum, EunHyuk, KyuHyun dan DooJoon.
“Annyeong saeng, ayo masuk” ucap KyuHyun sambil sedikit mendorong badan SooYeon.

Sudah seminggu lebih mereka bersekolah di Seoul International High School, mereka pun semakin dekat dengan seonbae mereka Super Junior. Dan tanpa mereka sadari ada beberapa orang yang tidak suka dengan kedekatan mereka dengan Super Junior. Mereka adalah SNSD.


“Cihh .. Apa-apan sih mereka berempat ? Berani sekali mereka mendekati Super Junior oppadeul” ucap Im Yoon A ketua dari SNSD.
“Iihh,,,iya,.dasar junior centil,,ayo kita labrak saja mereka!” Ucap Jessica.
Pada saatjam istirahat berbunyi, TaeRim, SooYeon, SongHyeon, HyeRi pergi ke kantin untuk makan siang. Saat mereka sedang menikmati makanan mereka, YoonA, Jessica, TaeYeon, HyoYeon mendatangi meja mereka.
“Ya,,hoobae,apa maksud kalian mendekati Super Junior seonbae?!” ucap Jessica, TaeYeon dan HyoYeon secara bersamaan.

TaeRim hanya menoleh saja, dan melangsungkan untuk makan lagi.
“YA!!!gillaa!!” teriak YoonA.

YoonA, langsung menarik tangan TaeRim dan ia menjatuhkan makanannya.
“Yaa,,hoobae,kau itu berani-beraninya mendekati KiBum oppa??!apa kau gila??!” ucap YoonA.
“Aku tidak mendekatinya..hanya saja …” jawab TaeRim.
“Hanya saja,apa??????!hhaahh,,dasar hoobae gila!!” ucap YoonA sambil mendorongTaeRim.
TaeRim terjatuh didepan YoonA, semua orang yang ada dikantin terdiam.


KiBum POV


Aku merasa ada yang salah. Perasaan ku sangat tidak enak.
“Ya,,kalian lihat TaeRim tidak?” tanya ku.
“Hhmm,.aku tidak lihat hyung,..begitu juga dengan teman-temannya…” jawab Doo Joon.
“Mungkin mereka dikantin..” jawab EunHyuk.
Tanpa basa-basi lagi, aku berlari menuju kantin. Rasa kekhawatiran ku telah mencapai level 10, aku sangat menghawatirkannya.
Berlari dan terus berlari menuju kantin, akhirnya aku sampai di kantin. Aku melihat TaeRim yang sedang dihina oleh YoonA.
“Yaa!!apa yang kau lakukan kepada hoobae ku??!” tanyaku.

YoonA langsung terdiam. Aku langsung membangunkan TaeRim.
“KAU!!dasar nappeun yeoja!!pergi saja kau!!” teriakku.
“Awas saja kalian!!” bisik YoonA dan teman-temannya.
“TaeRim-ah,,kau tidak apa-apa?” tanyaku.
“Tidak …aku tidak apa-apa…” jawab TaeRim.
Tak lama kemudian, teman-temanku baru saja datang.
“Hey,,kalian tidak apa-apa?” tanya EunHyuk.
“Kami tidak apa-apa seonbae…” jawab SongHyeon.
“Ahhh,,syukurlah,,hoobae ku tidak apa-apa …” ucap DooJoon.
Aku langsung mengajak TaeRim ke ruangan kami. Dari tadi, ia hanya terdiam dan murung.
“Ya,,TaeRim-ah,,kau kenapa?” tanyaku.
“Aniyo,,aku tidak apa-apa …” jawab TaeRim.
Aku melihat lutut TaeRim membiru. Aku langsung menarik kakinya, dan memegangnya.
“Aahh..~ sakit,,sakit…!” ucap TaeRim.
“Sakit?maaf..maaf..sini..” ucapku.
Aku segera mengambil minyak oles untuk mengobati lutut TaeRim.
“Seonbae …” ucap TaeRim.
Sambil mengolesi minyak ke lutut TaeRim …
“MWO?!!kau memanggil aku apa tadi..?!” tanya ku.
“Seonbae..??” jawab TaeRim.
“Kan sudah ku bilang,,mulai sekarang panggil aku oppa!” ucapku.
“Aah,.~mian…” jawab TaeRim.
“Ne,,hoobae ku…” jawab ku.

Aku langsung mengacak rambut TaeRim.
“Wahh,,kau imut kalau berantakan…” ucap ku.
“Seonn..~” teriak TaeRim tapi langsung terdiam.
“Hahaha,,kau mau memanggilku apa..??” tanyaku.

“Kau ini,selalu menghawatirkan ku…” ucapku.
TaeRim pun langsung merapikan rambutnya.

KiBum POV end

Author POV

Saat KiBum sedang mengobati lutut TaeRim, datanglah EunHyuk, KyuHyun, DooJoon, SongHyeon, HyeRi dan SooYeon.

“Hei, sedang apa kalian ?” tanya EunHyuk kepada KiBum
“Aniyo hyung, aku hanya mengobati lutut TaeRim saja kok” jawab KiBum sambil menunjukkan killer smile kepada EunHyuk.
“Ah iya, TaeRim-ah. Kau baik-baik saja kan ?” tanya EunHyuk bijak kepada TaeRim.
“Ne, oppa. Gwenchanayo” jawab TaeRim sambil tersenyum.
“Ya !! TaeRim-ah. Kau kenapa mudah sekali memanggil mereka dengan oppa sementara aku tidak ?” tanya KiBum dengan nada yang susah untuk diartikan.
“Eh ? Ah, hanya perasaanmu saja oppa” jawab TaeRim dengan nada yang kaget dan muka yang semakin memerah.
“Aiisshh .. Sudah sudah, kalian ini. Sedikit-sedikit akur, sedikit-sedikit bertengkar. Dasar aneh, ckckck ..” KyuHyun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan hyung dan hoobaenya itu.

Setelah berbincang-bincang lumayan lama, mereka akhirnya membawa TaeRim ke ruang kesehatan. Lalu mereka pun langsung kembali kekelas masing-masing, kecuali TaeRim yang berada diruang kesehatan untuk mendapatkan perawatan.

Author POV

EunHyuk POV

Akhirnya bel sekolah pun berbunyi. Aku, DooJoon, KiBum dan KyuHyun pun langsung keluar kelas dan pergi menuju ruang kesehatan. Sesampainya kami disana, kami sudah melihat tempat tidur TaeRim yang dikelilingi oleh teman-temannya.

“TaeRim-ah, bagaimana keadaanmu ?” tanyaku.
“Aku sudah baikan kok oppa” ucap TaeRim.
“Baguslah kalau begitu, kau pulang dengan siapa TaeRim-ah ?” tanyaku lagi.
“Aku pulang sendiri oppa, waeyo ?” jawabnya dengan ekspresi bingung.
“Ya !! Apa kau bilang ?? Kau ingin pulang sendiri dalam keadaan kakimu yang seperti sekarang ?? Kau pabbo atau apa hah ??” KiBum yang dari tadi diam pun langsung angkat bicara.
“Huft ..” TaeRim hanya bisa mendengus kesal.
“Pokoknya aku akan mengantarmu pulang. Titik” ucap KiBum kepada TaeRim. Asshh .. Anak ini, kenapa dia senang sekali sih memaksakan kehendaknya kepada orang lain.
“Oppa, tapi ..”
“No, tidak ada kata tapi-tapian. Pokoknya aku akan mengantarkan mu pulang” ucap KiBum sekali lagi.

Setelah itu kami pun segera pulang kerumah masing-masing. Dan TaeRim pun akhirnya pulang dengan diantar oleh KiBum. Saat aku melawati gerbang sekolah aku melihat SongHyeon yang sedang menunggu sesuatu.

“SongHyeon-ah, kau tidak pulang ?” tanyaku kepada SongHyeon.
“Eh ? Oppa, aku pulang kok oppa” jawabnya.
“Lalu ? Kenapa kau masih disini SongHyeon-ah ?” tanyaku lagi.
“Aku sedang menunggu appaku oppa, sepertinya aku akan sedikit lama dijemput” ucapnya sambil tersenyum.
“Ah, ne arraseo. Mau pulang bersama dengan oppa ?” tanyaku, tidak tega aku melihatnya menunggu seperti itu.
“Ani oppa, aku menunggu disini saja. Gwenchana” jawabnya menolak.
“Kau yakin ? Baiklah, oppa pulang dulu ne ? Annyeong”

Setelah itu aku pun langsung pulang kerumah.

EunHyuk POV end


ToBeContinue ..
:D
Mian kalau pembagian chapternya nggak jelas --"

Na Do Saranghae,Seonbae-nim -Chapter 2-

Na do Saranghae Seonbaenim Chapter 2

by Renata Disyacitta on Sunday, December 18, 2011 at 11:39am ·
Previous story

“Yahhh .. Seonbaenim, bagaimana dengan kami ?” ucap seluruh murid yeoja.
“Kalian ? Kalian cari yang lain saja lah” ucap KyuHyun santai.
“Yahhhh .. Oppa, kau tidak adil” teriak seorang yeoja.
“YA !! SOPAN LAH SEDIKIT TEERHADAP SEONBAEMU DAN AKU BUKAN OPPAMU !! ARRASEO !!” marah KiBum terhadap murid yeoja tersebut.
“Mianhaeyo seonbaenim” ucap murid yeoja tersebut.
“Besok kalian harus memakai kalung papan nama kalian, rambut diikat 2, memakai pita berwarna-warni. Dan besok kalian harus membawa properti, seperti permen lollipop raksasa, dan ramyeon.” perintah KiBum kepada seluruh murid.

“Ne, seonbaenim..!” jawab murid-murid sekelas.
“sekarang, kalian boleh pulang kerumah.” Ucap KiBum.


Chapter 2


HyeRi POV

“Ya,,eonni-deul,,sepertinya kita harus ke supermarket dulu deh..” ucapku.

“Hhhmm,,iya,,aku setuju!” jawab TaeRim.
“Ayo,..” jawab ku.

Kami pun langsung menunggu didepan halte bus. Tak lama setelah itu, bus datang.
“Ayo,,ayo,,palli tapshida!!” ucapku.
20 menit kemudian, kami sampai di halte dekat supermarket serba ada. Kami langsung mencari properti yang kami perlukan.

HyeRi POV end

SooYeon POV

“Wahhh,,,bando ini bagus sekali,…!” ucap ku sambil memegang sebuah bando.
“Ya,Soo Yeon, kita ini kesini tujuannya mau membeli properti yang disuruh seonbae!” jawab SongHyeon.

“Hhmm,..” kesalku.
Aku pun langsung mencari-cari lollipop raksasa, dan mengambil beberapa mie ramyeon.
“Hhmm,..lolipop,,lolipop…” ujar ku sambil mencari-cari lolipop.
Kemudian, aku menemukan lollipop yang sangat besar dan langsung memasukkannya kedalam keranjang ku.

SooYeon POV end

TaeRim POV

Aku berjalan-jalan mencari-cari lolipop dan ramyeon. Tiba-tiba, aku menemukan gantungan hp yang sangat lucu bergambar boneka kelinci.

“Wahhh ... Neomu kyeopta !!” ucapku.

Lalu aku langsung mengambil gantungan tersebut dan mencari lolipop beserta rammyeon. Tak lama kemudian aku menemukan lollipop yang amat sangat besar, aku segera mengambilnya dan memasukkanya kedalam keranjang lalu mengambil beberapa rammnyeon.

TaeRim POV end

SongHyeon POV

“Sudah lengkap semua propertinya ?” ucap ku.
“Ne eonni, ayo kita bayar” jawab mereka semua.
“Sudah jam berapa ini ? Ayo pulang.” tanya SooYeon.

Kami pun pulang setelah kami mendapatkan semua properti yang kami perlukan.

SongHyeon POV end

Author POV

Keesokkan harinya pada malam hari (MOS dilaksanakan pada malam hari) mereka pun berkumpul dikelas dengan penampilan yang kyeopta. Sambil menunggu kedatangan seonbaenim mereka.

Tak lama kemudian seonbaenim mereka pun datang.

“Annyeong yeorobeun, sudah siap semuanya ? Baiklah, sekarang kami akan memeriksa kelengkapan properti yang kami perintahkan kemarin” ucap KiBum kepada semua murid yang ada dikelas.
“Pertama-tama kami akan memeriksa kalian berempat. Kalian, cepat maju” perintah KiBum kepada TaeRim, SongHyeon, SooYeon dan HyeRi.

Mereka berempat pun maju kedepan kelas membawa sekantong besar yang berisi rammyeon dan lollipop.

Saat KiBum memeriksa isi kantong tersebut, ternyata ada satu gantungan boneka kelinci.

“Punya siapa ini ?” tanya KiBum.
“Punyaku seonbaenim” jawab TaeRim.
“Ini untukku saja ya !!” ucap KiBum.
“Yahhh .. Seonbae, itukan punyaku. Kenapa kau ambil ?” jawab TaeRim dengan ekspresi yang imut.
“Aiisshh .. Kim Ki Bum, berhentilah melakukan hal yang tidak-tidak. Cepat kembalikan barang itu” perintah EunHyuk kepada KiBum.
“Aiisshh .. Kau cerewet sekali sih hyung. Terserah aku dong” ucap KiBum membantah EunHyuk.
“Huft ..” TaeRim hanya bisa menghela nafas pasrah sambil menggembungkan pipinya imut.
“Ahhhh .. Kyeopta !!” ucap KyuHyun dan DooJoon sambil mencubit pipi TaeRim.

Setelah KiBum selesai memeriksa kelengkapan properti TaeRim, sekarang giliran DooJoon yang memeriksa kelengkapan properti dari HyeRi.

“HyeRi-ah, mana properti mu ?” tanya DooJoon kepada HyeRi.
“Ini seonbae-nim” ucap HyeRi sambil menyerahkan propertinya kepada DooJoon.
“Hhmm .. Ne, semuanya lengkap. Anak pintar” ucap DooJoon sambil mengelus rambut HyeRi.
“Gomawo seonbae” ucap HyeRi dengan muka yang memerah.

Akhirnya setelah mereka semua selesai memeriksa properti TaeRim, HyeRi, SongHyeon dan SooYeon. Mereka menyuruh keempatnya untuk membawa properti-properti tersebut ke ruangan mereka yang ada dilantai 3.

Saat mereka berempat sampai diruangan khusus Super Junior mereka langsung menempatkan properti-properti itu disembarang tempat. Saat mereka melihat kearah belakang, mereka terkejut karena seonbaedeul mereka sudah berdiri dibelakang mereka.

Author POV end

EunHyuk POV

“Hoobaedeul .. Apakah kalian tidak lelah ?” tanyaku kepada mereka.
“Tentu seonbae, tentu kami lelah. Waeyo ?” tanya SongHyeon kepadaku.
“Euumm .. Bagaimana kalau kita makan dulu saja dikantin” usulku kepada mereka semua.
“Usul yang bagus hyung, ayo kita makan” ucap KyuHyun bersemangat.
“Heh, pabo. Kan aku mengajak SongHyeon, bukannya mengajakmu” ucapku kesal saat tau yang merespon usulku itu KyuHyun bukannya SongHyeon.
“Sudahlah hyung, lagi pula SongHyeon pasti akan ikut kok. Ya kan ?” tanya DooJoon kepada SongHyeon.
“Eh ? Ne seonbae” jawab SongHyeon dengan spontan. ‘Kenapa yeoja itu manis sekali sih ?’ tanyaku dalam hati.

Setelah itu kami pun langsung pergi ke kantin. Saat dikantin aku mulai menyadari kalau TaeRim tidak ada. Aku pun langsung bertanya kepada SongHyeon.

“SongHyeon-ah, kau melihat TaeRim ?” tanya Eunhyuk kepada SongHyeon.
“TaeRim ? Bukannya dia tadi ada dibelakang kita ?” jawab SongHyeon yang lebih bisa disebut dengan pertanyaan bukan sebuah jawaban.
“Waeyo hyung ? Ada masalah ?” tanya DooJoon kepadaku.
“Eumm .. Ne, sepertinya TaeRim menghilang ?” jawabku ragu.

Kami semua langsung menoleh ketika kami mendengar suara kaki seseorang yang berlari.

“Ya !! KiBumie .. Kau mau kemana ?” tanyaku dengan sedikit berteriak, namun tidak dihiraukan oleh KiBum.

EunHyuk POV end

KiBum POV

“Eumm .. Ne, sepertinya TaeRim menghilang ?”

Aku langsung menoleh kearah EunHyuk hyung saat dia mengucapkan nama TaeRim, tanpa fikir panjang lagi aku langsung berlari untuk mencari TaeRim. Teriakan EunHyuk hyung pun tidak aku hiraukan lagi.

“Aiisshh .. Anak itu dimana sih ? Membuat orang khawatir saja” aku tetap berlari sambil mengawasi keadaan sekitar. Jika sekarang dia menghilang saat siang hari aku tidak akan khawatir. Tapi ini ? Aiisshh .. Kepala sekolah Jung Soo kenapa punya ide segila ini sih untuk mengadakan kegiatan MOS saat malam hari. Lalu aku langsung berlari lagi sampai akhirnya ..
“Eh, tunggu. Apa jangan-jangan dia ada diruangan khusus Super Junior ya ?” aku langsung menghentikan langkah kakiku dan berbalik arah menuju tangga yang akan membawaku ke lantai 3.

“Krieet ..” (bunyi pintu)

“TaeRim-ah .. TaeRim-ah ..” aku terus memanggil-manggil nama TaeRim. Siapa tau dia ada didalam.

Semua sudut diruangan ini aku cari, namun aku tidak melihat tanda-tanda adanya TaeRim. Hatiku bertambah cemas, sampai akhirnya ..

“DUKK” aku terjatuh karena tersandung sesuatu. Ternyata itu adalah kaki seseorang, dan seseorang itu adalah PARK TAE RIM.

“Aiisshh .. Yeoja ini, kenapa dia tertidur disini sih ? Merepotkan saja” gerutuku
“Tapi kalau dilihat-lihat wajahnya lebih terilat manis dan imut saat dia tidur” ucapku.

Akhirnya aku mencubit hidungnya karena tidak tahan melihat ekspresinya yang imut itu saat tidur.

“Awww .. MWO ?? Seonbae ?? Mengapa kau disini ?? Dan mengapa kau mencubit hidungku ??” ucapnya kaget dan kesal saat melihatku yang ada didepannya.
“YA !! Seharusnya aku yang bertanya seperti itu !!” ucapku.
“Mengapa kau tidur disini eoh ?? Kau tau ?? Aku sangat mengkhawatirkanmu !!” ucapku lagi dengan sedikit berteriak.
“Mi..Mian..Mianhaeyo seonbae. Aku tidak bermaksud membuatmu khawatir !!” ucapnya dengan nada yang sedikit serak. MWO ?? Serak ? Dia menangis ?
“Aiisshh .. Sudah sudah, jangan menangis, oppa tidak bermaksud untuk membentakmu. Oppa hanya terlalu khawatir, na do mianhaeyo” ucapku lembut sambil mengelus kepalanya, tidak tega aku melihat dia menangis.
“Gomawo seon .. bae ?? Seonbae, tadi KiBum seonbae menyuruhku memanggil seonbae apa ?? Oppa ??” ucapnya kaget saat mengingat ucapanku tadi.
“Ne, waeyo ?? Tidak suka eoh ?? Mulai sekarang panggil saja aku Oppa. Arraseo ??” tanyaku.
“Ne, seon .. eh, maksudku KiBum oppa” ucapnya sambil tersenyum manis, ahh .. Manisnya anak ini.

Setelah itu kami berdua pun langsung menyusul teman-teman kami yang sedari tadi menunggu di kantin.

KiBum POV end

ToBeContinue

Mian kalau TBC nya selalu nanggung, habisnya aku nggak tau mau buat TBC dimana .
hhhhhhe ..
:D

Na do Saranghae,Seonbae-nim

Na do Saranghae Seonbaenim

by Renata Disyacitta on Saturday, December 17, 2011 at 11:34am ·
Main cast :
  • Kim Ki Bum (Kibum SJ)
  • Park Tae Rim
  • Lee Hyuk Jae (Eunhyuk SJ)
  • Hwang Song Hyeon
  • Yoon Doo Joon (Doojoon B2ST)
  • Lee Hye Ri
  • Cho Kyu Hyun (Kyuhyun SJ)
  • Nam Soo Yeon

Other cast :
  • Im Yoon A (Yoona SNSD)
  • Seo Jo Hyun (Seohyun SNSD)
  • Kim Tae Yeon (Taeyeon SNSD)
  • Jessica Jung (Jessica SNSD)

Genre : romance and friendship

Chapter 1




TaeRim POV

“Huft .. Kenapa aku haru masuk sekolah ini sih ? Bukannya aku tidak mau, hanya saja ..” aku mulai memasuki kawasan Seoul International High School dengan terus menggerutu, sampai akhirnya ..
“TaeRim ….” Aku menoleh saat melihat 3 yeoja yang sedang memanggilku dari kejauhan.
“MWO ?? Chingudeul ??” aku membulatkan mataku saat melihat SongHyeon, HyeRi dan SooYeon.
“Kalian ngapain disini ??” tanyaku kepada mereka.
“Kita ? Tentunya kita sekolah, apalagi ?” ucap mereka dengan tampang jahil.
“Ahhhh .. Dasar kalian menyebalkan, kalian bilang kalian tidak akan bersekolah disini. Tapi ternyata ? Cihh ..” ucapku kesal.
“Hahahhahaha .. Mianhaeyo TaeRim-ah” ucap mereka semua.

Akhirnya kami pun memasuki sekolah yang akan kami tempati selama 3 tahun kedepan.

TaeRim POV end

SongHyeon POV

“Ahhhhh .. Sekolah ini luas sekali, aulanya dimana ya ? Ah ne, upacara penyambutan murid baru mulai jam berapa sih ?” tanyaku kepada teman-temanku.
“Molla, tapi sepertinya jam 7 deh” jawab SooYeon. “Eh, namja itu ? Bukannya dia memakai seragam murid senior ? Kita ikuti dia saja lha, siapa tau dia akan ke aula” ucap SooYeon lagi.
“Ah, kau benar. Ayo”

Kami pun langsung mengikuti namja yang berstatus sebagai seonbae kami itu.

SongHyeon POV end

At Auditorium

Author POV

TaeRim dan ketiga temannya pun terus mengikuti namja tersebut, sampai akhirnya mereka berada diruang auditorium.

“Woaaaa .. Auditoriumnya besar banget, semua boneka-boneka kelinciku pasti muat kalau ditaruh disini” ucap HyeRi magnae diantara mereka semua.
“Aiisshh .. Dasar anak kecil, berhentilah memikirkan hal-hal semacam itu” ucap SooYeon kepada HyeRi.
“Sudah sudah, berhentilah berkelahi. Upacara akan dimulai” ucap SongHyeon menengahi teman-temannya.

Akhirnya upacara penyambutan dimulai. Naiklah seorang namja yang bernama Park Jung Soo, kepala sekolah dari Seoul International High School.

Setelah memberi sambutan, Kepala Sekolah Jung Soo pun turun dari panggung.

“Wahhh .. Itu kepala sekolah kita ya eonni ? Muda sekali kelihatannya” tanya HyeRi kepada SongHyeon.
“Hhmm .. Memang sih, tapi pada kenyataannya dia memang kepala sekolah kita saeng”

Author POV end

TaeRim POV

‘Kepada seluruh murid baru Seoul International High School diharapkan berkumpul dilapangan sekarang’

“Eh ? Chingudeul, ayo kelapangan. Ada pengumuman tuh” ucapku kepada semua temanku.
“Ne, kajja”

Kami pun segera berkumpul dilapangan. Dilapangan, sudah berkumpul beberapa murid senior dan guru yang akan memberikan pengumuman.

‘Wah .. Ada apa ya ?’ ucapku dalam hati.
“TaeRim-ah, kajja” SongHyeon langsung menarik tanganku.
“Ahh.. Ne eonni”

Lalu kami semua pun mulai mendengarkan pengumuman dari Siwon seonsaengnim.

“Ok anak-anak, untuk besok sampai hari sabtu nanti kalian akan menjalani Masa Orientasi Siswa. Dan sekarang kalian akan mendapatkan seonbae-seonbae yang akan bertanggung jawab atas kalian selama lima hari kedepan. Arraseo ??”
“Ne, arraseo seonsaengnim” ucap semua murid yang ada dilapangan kecuali SongHyeon, sepertinya dia terpesona sama Siwon seonsaengnim.
“Heh !! SongHyeon eonni, terpesona dengan Siwon seonsaengnim eoh ??” ucapku menggoda SongHyeon.
“Eh ? Aiisshh .. Aniyo, sok tau kau” hahahha .. Dasar SongHyeon, bilang nggak tapi mukanya merah. Ckckck ..

TaeRim POV end

Author POV

TaeRim, SongHyeon, SooYeon, dan HyeRi terus menerus mengobrol dengan sangat seru.

Tanpa mereka sadari, sedari tadi mereka diperhatikan oleh SNSD genk yeoja yang paling berkuasa disekolah itu.

Namun bukan hanya mereka, tetapi disudut lapangan yang lain pun ada 4 namja yang sedang memperhatikan mereka, mereka adalah Super Junior. Genk namja yang sangat berkuasa dan terkenal karena ketampanan yang dimiliki para anggotanya.

“Baiklah, sekarang saya akan membagikan kelas sementara kalian” ucap Siwon kepada seluruh murid.
“Kelas 1-A, Choi Dong Wook …”
“Kelas 1-B, Choi Yoo Bin ……”
“Kelas 1-C, Park TaeRim, Hwang Song Hyeon, Lee Hye Ri, Nam Soo Yeon ……”
(Dan seterusnya)

TaeRim POV

“Yeay .. Kita sekelas !!” teriakku sambil melompat-lompat.
“Ayo kita cari” ucap SongHyeon.

Kami pun mulai mencari kelas 1-C.

“Nah, itu dia. Ayo eonnideul ..” ucap HyeRi kepada kami semua.

Setelah kami semua memasuki dan mengambil tempat duduk. Masuk 4 namja yang tadi sempat kami lihat dilapangan.

KiBum POV

“Annyeong haseyo yeorobeun .. Kami adalah senior kalian dari kelas 3-A. Perkenalkan KiBum imnida” ucapku.
“Annyeong haseyo .. KyuHyun imnida”
“Annyeong haseyo .. EunHyuk imnida”
“Annyeong haseyo .. DooJoon imnida”

Setelah memperkenalkan diri, kamipun langsung berkeliling kelas untuk mencari Hoobae.

“Hyung, lihat. Disana ada 4 yeoja yang tadi kita lihat dilapangan. Sepertinya seru jika kita mempermainkan mereka” ucap kyuhyun.
“Heh ! Jangan berbicara yang tidak-tidak Cho Kyu Hyun. Dasar evil” ucapku sambil memukul kepala Kyuhyun. Namun mataku tidak lepas dari sesosok yeoja yang ada dikursi paling belakang.

Kami berempatpun langsung mendatangi tempat 4 yeoja yang tadi dikatakan oleh Kyuhyun.

KiBum POV end
KyuHyun POV

“Heh, hoobaedeul. Siapa namamu ?” tanyaku kepada yeoja yang sedari tadi dilirik oleh Kibum hyung.
“Eh ? Annyeong seonbaenim, Park Tae Rim imnida” ucapnya dengan spontan.
“Lalu ?” tanyaku lagi.

“Annyeong haseyo seonbaenimdeul .. Hwang Song Hyeon imnida”
“Annyeong seonbaenimdeul .. Lee Hye Ri imnida”

Setelah memperkenalkan diri mereka, kamipun mulai memilih Hoobae.

“Hoobaeku yang ini ..” ucapku sambil menunjuk kearah TaeRim.
“Ambil sana, aku mau yang ini saja” ucap EunHyuk hyung sambil menarik yeoja yang bernama SongHyeon.
“Aku yang ini saja lah, wajahnya manis” ucap DooJoon sambil menarik tangan yeoja yang bernama HyeRi.
“KiBum hyung, kau tidak memilih Hoobae ?” tanyaku.
“Hoobaeku sudah kau ambil Cho Kyu Hyun” ucap KiBum hyung sambil melirik kearahku tajam.
“Yahhh .. Hyung, dia itu hoobaeku” ucapku sambil menarik tangan TaeRim.
“Tidak itu hoobaeku !!” ucap KiBum hyung sambil menarik tangan kiri TaeRim.
“Seonbaenim .. ahh .. berhentilah menarik tanganku seperti itu. Sakit ..” ucap TaeRim.

Disaat aku dan KiBum hyung sibuk memperebutkan TaeRim, datanglah seorang yeoja yang mempunyai wajah yang lumayan manis.
Aku pun langsung melepaskan tangan TaeRim dan memfokuskan mataku kearah yeoja yang sedang berjalan kearah kami semua. KiBum hyung pun langsung menarik TaeRim untuk menjauh dariku.

“Ahh .. Annyeong seonbaenimdeul, maaf aku terlambat. Nam Soo Yeon imnida” ucap yeoja yang bernama Nam Soo Yeon itu.
“Hyung .. Sepertinya aku berubah pikiran. Aku memilih yang ini saja lah” ucapku sambil menarik tangan Soo Yeon.
“Eh ? Seonbae, tunggu dulu. Ada apa ini ?” ucap Soo Yeon kaget saat aku menarik tangannya.

Kyuhyun POV end

Author POV

“Yahhh .. Seonbaenim, bagaimana dengan kami ?” ucap seluruh murid yeoja.
“Kalian ? Kalian cari yang lain saja lah” ucap KyuHyun santai.
“Yahhhh .. Oppa, kau tidak adil” teriak seorang yeoja.
“YA !! SOPAN LAH SEDIKIT TEERHADAP SEONBAEMU DAN AKU BUKAN OPPAMU !! ARRASEO !!” marah KiBum terhadap murid yeoja tersebut.
“Mianhaeyo seonbaenim” ucap murid yeoja tersebut.
“Besok kalian harus memakai kalung papan nama kalian, rambut diikat 2, memakai pita berwarna-warni. Dan besok kalian harus membawa properti, seperti permen lollipop raksasa, dan ramyeon.” perintah KiBum kepada seluruh murid.

“Ne, seonbaenim..!” jawab murid-murid sekelas.
“sekarang, kalian boleh pulang kerumah.” Ucap KiBum.

Author POV end

ToBeContinue

SNSD vs ELF!!

"SNSD VS ELF"

by Rahma Nur Islami on Tuesday, January 17, 2012 at 4:24pm ·

{repost}

According to SONES
9 reasons why ELFs hate on SNSD: (this is SNSD's opinion)
1.They can't sing Devil's Cry like Taeyeon.
2.They don't have melons as big as Jessica.
3.They can't farm like Sunny.
4.They don't have eye smile like Tiffany.
5.They can't dance as well as Hyoyeon.
6.They don't have a good ass like Yuri.
7.They can't be a shikshin without getting fat like Sooyoung.
8.They don't look as beautiful as Yoona.
9.They don't have 8 unnies to love them like Seohyun.


ELF'S REPLY:
1. Can they sing 'The More I Love You' like Yesung?
2. Melons?! we don't need them. we have Siwon's ABS.
3. They can't cook like Ryeowook.
4. They don't have killer smile like Kibum.
5. We have our 'dancing machine', Eunhyuk.
6. We have Kyuhyun's 'spongy butt'.
7. Oops! we have our Eunhyuk.
8. Heechul is our Goddest.
9. Coz there are 12 hyungs & 2 friends to care for Kyuhyun.

cr : Jongwoon Kim ( Yesung Super Junior)(sorry if you're SONE)

I Love U,But my friend too -Last Chapter-

I love U,but my friend too <Chapter 4>

by Zhang Ta Cien on Thursday, January 26, 2012 at 7:18pm ·
Chapter 4~

Seminggu kemudian~ (jjeng,,jjeeeenngg....:D)

MinHee POV


Hari ini aku harus memberikan jawaban kepada kyu.. Aku masih bingung memberikan jawaban apa???aku tak bisa menerimanya sebagai pacarku karena yang aku sukai adalah Heechul.
Seperti biasa Kyu datang mengahampiriku dan kami berangkat bersama-sama.Kami hanya saling diam meskipun sesekali Kyu mengajak bercanda...
Sesampainya di sekolah aku memisahkan diri dengan Kyu... Aku menyusuri lorong sekolah sambil melamun dan tanpa sadar bruk..
"Aduh.." Aku terjatuh.
"Oh maaf....maafkan aku.." Kataku sambil membungkukan badanku 30 derajat.
"Ya sebenarnya apa yang kamu pikirkan?"
Suara itu tak asing lagi bagiku. Dengan cepat aku berdiri tegap dan itu adalah Heechul..
"Maaf.. Aku tidak sengaja...lagi pula kamu juga menghalangi langkahku."
"Menghalangi??aku menyelematkanmu tahu..kalau aku tidak menghadangmu mungkin kamu akan menabrak loker." Jawabnya.
Baru kali ini aku bisa melihat lagi senyum di wajah heechul.. Rasanya aku sungguh bahagia

MinHee POV end


KyuHyun POV

Aku segera berlari setelah meletakan sepeda ku tapi ketika aku berlari melewati koridor aku melihat heechul hyung sedang tersenyum dan tertawa.. Rasanya aku tak pernah melihatnya seperti itu dan aku juga kaget ketika aku melihat dengan siapa dia tersenyum saat itu.. Ya itu MinHee... Sepertinya Heechul hyung benar-benar menyukai MinHee dan MinHee juga terlihat bahagia saat dengan Heechul hyung.. Sesaat aku terdiam dan mulai berfikir akan mundur sebab aku tidak mau menjadi ganjalan diantara mereka berdua... Aku berbalik arah dan berjalan dengan sedikit lunglai..
"Kyu... Kamu kenapa?" Tanya KiBum.
"KiBum aku mau tanya sesuatu padamu dan aku harap kamu jujur..."
"Apa itu kyu.???"
"Apakah sebenarnya Heechul hyung menyukai MinHee????dan kenapa dia tidak melakukan apa-apa atau mengatakan perasaannya??" Tanya ku.
"Bagaimana kamu tahu??dia tidak melakukannya karena kamu Kyu.. Dia tak ingin melukaimu." Jelas KiBum.
Aku hanya terdiam mendengarkan jawaban KiBum... Kenapa dia mengorbankan perasaannya demi aku..

Karena kejadian itu aku tidak bisa konsentrasi pada pelajaran.... Bahkan aku tak sadar jika bel istirahat berbunyi... Sampai Heechul hyung menepuk pundakku dan mengajaku ke taman belakang... Ketika kami mengajak KiBum dia menolak karena dia akan mengajak TaeRim pergi makan siang.
Sesampainya di taman belakang aku mengatakan sesuatu pada heechul hyung...
"Hyung apakah kamu tahu ternyata membuat perempuan jatuh hati padaku itu tidaklah sulit.. Dan aku akan bosan saat mereka sudah menjadi miliku lalu bisa di pastikan aku akan memutuskan hubungan.." Ucapku ringan.
"Apa maksudmu??" Tanya Heechul hyung penasaran.
"Ya seminggu yang lalu aku mengutarakan perasaanku pada MinHee... Dan nanti dia akan memberikan jawaban iya padaku..dan itu membuatku sangat bosan.... Sepertinya dia gadis polos yang mudah di permainkan.."
"Apa yang kamu katakan dan apa maksudmu??apakah kamu akan berniat menyakiti MinHee??" Jawab Heechul hyung dengan marah sambil menarik kerah bajuku.
"Jika kamu berani melalukan itu.... Aku.. Tidak akan pernah memaafkanmu.. Mengerti!" Lanjut Heechul hyung dan setelah itu dia pergi meninggalkanku.
Aku merasa seperti menjadi seorang pahlawan..aku rebahkan tubuhku di rumput taman dan aku menutup mukaku dengan lenganku.aku mulai meneteskan air mata.

KyuHyun POV end

MinHee POV

Sore ini aku janjian dengan Kyu akan bertemu di taman dekat sekolah... Sudah hampir 10 menit berlalu tapi Kyu tidak juga datang... Namun aku benar-benar terkejut karena yang datang adalah Heechul... Dia berdiri tepat didepanku.. Seketika itu juga aku berdiri dan akan menyapanya
"Heechul-ssi.."
Tapi tiba-tiba dia langsung memelukku dan itu membuatku kaget dan lidahku terasa kelu.. Beberapa saat setelah memelukku kemudian dia menatapku.
"MinHee maaf mungkin perbuatanku ini mendadak dan membuatmu kaget... Aku hanya ingin memelukmu dan aku ingin mengatakan kalau sebenarnya aku sudah lama ingin mengatakan kalau aku suka kamu..."
Kata-kata Heechul seolah bergema berkali-kali..benarkah itu???apakah ini hanya halusinasiku..dan kata-kata nya selanjutnya membuatku lebih tidak percaya
"Maukah kamu menjadi pacarku?"
Aku masih belum bisa percaya..lidahku kelu dan tidak bisa bicara
"Apakah kamu tidak mau dan aku mengganggumu dengan perkataanku??" Tanya Heechul.
Dia mulai menjauhkan tubuhnya dan mau melepaskan tangannya dari tanganku
Secepatnya aku langsung menahan tangan Heechul dan aku menjawab semua pertanyaanya tampa ragu.
"Tentu aku mau..aku benar-benar senang sampai tidak bisa percaya!" Jawabku dan akupun memeluk Heechul... Rasanya ingin sekali waktu berhenti di sore itu.. Akhirnya aku tahu bahwa cintaku terbalas.

MinHee POV end


KyuHyun POV

Aku sebenarnya sudah datang sejak awal tapi aku sengaja tidak menemui MinHee...aku bersembunyi diantara pohon di taman... Saat aku melihat Heechul hyung datang dan memeluk MinHee aku sudah tahu apa yang akan dikatakannya dan aku pun pergi diam-diam dengan senyum melihat mereka sudah bersama.

KyuHyun POV end

MinHee POV

Malam itu aku diantar Heechul pulang. Aku merasa senang sekali.. Tapi diantara kebahagianku terselip rasa bersalah pada Kyu... Bagaimana aku mengatakannya.
Esoknya aku sengaja bangun pagi karena Heechul akan menjemputku. Hari itu aku membutuhkan waktu sedikit lebih lama dibanding dari biasanya unruk berdandan.
"Eomma aku berangkat...."
"Hati-hati sayang" Jawab ibuku.
Kami akhirnya menuju ke sekolah bersama... Dan saat istirahat tiba aku menemui Kyu.. Dan kami pun mulai bicara.
"Kyu maaf aku....aku..." Belum selesai aku meneruskan kalimat ku,tiba-tiba Kyu memotongnya.
"Sudahlah aku sudah tahu.. Kamu tidak perlu minta maaf... Karena sebenarnya aku juga tidak serius,seharusnya aku yang minta maaf karena telah menjadi penghalang bagi kalian berdua..." Jawabnya.
Meskipun jawabannya membuat hatiku tenang tapi aku masih merasa tidak enak.
"Sekali lagi aku minta maaf..”
"Ne..tapi aku akan menghukummu..."
"Eh apa??baiklah katakan saja aku akan melakukannya,untuk menebus semua kesalahan ku padamu.."
"Tetaplah jadi temanku oke..jangan pernah berubah!" Terang Kyu.
"Hmm tentu saja!" Jawabku sambil mengangguk.
"Aegyo..kamu sungguh lucu!" Ucapnya sambil mengacak rambutku.
"Ya.. Kyu ah Apa yang kau lakukan" Seru Heechul.
"Hahahahahaha aniyo hyung..oo hyung bagaimana kalau kamu mentraktir aku makan...bukankah harusnya begitu..?" Jawab Kyu.
"Ne,,, arraseo..gaja" Jawab Heechul.
Sambil menggandeng tanganku Heechul mengajak kami pergi makan. Rasanya aku benar-benar bahagia sekali. Dan semua masalah kami telah terselesaikan.

Tak terasa bel pulang sudah berbunyi...

“MinHee-ah..ayo kita jalan-jalan!” Tawar Heechul.
“kemana?” Tanya MinHee.
“Kemana saja yang kau ingin kan!” Jawab Heechul.
“hmm,...Ne..!tapi,aku mau pamit dengan JiHyun dan TaeRim dulu..” Lanjut ku.
“oohh,,ya sudah..ayo!” Ujar Heechul.

Pada saat itu,KyuHyun menatapi mereka dengan bahagia. Dan merasa lega.

“TaeRim,,JiHyun..aku duluan ya..!” Ucap MinHee.
“Ne...Hati-hati ya dijalan!” Ucap TaeRim dan JiHyun.

dddrrtttt...drrrttt....
“oo~hape ku bergetar,,sebentar ya TaeRim..!” Ucap JiHyun sembari mengangkat Telponnya.
“Ne,,Yoboseyo..?ahh~..ne,eomma aku akan datang kesana lebih cepat dari seekor kelinci!” Ucap JiHyun di telpon.
“TaeRim-ah,,mianhae,,aku tidak pulang bersama mu hari ini,karena aku ingin menemani ibuku ke rumah sakit menjenguk bibi ku..” Lanjut JiHyun.
“Ne..salam untuk eomma dan bibi mu ya,,semoga cepat sembuh!” Ucap TaeRim.
“Ne..gomawo,,aku duluan ya!” Lanjut JiHyun.
“eum~” Angguk TaeRim.

TaeRim POV

Aku berjalan sendirian tanpa ditemani oleh siapa pun.Tiba-tiba,seseorang datang menghampiri ku dan berjalan disampingku.
“Mau jalan-jalan dan makan es krim?” Tanya nya.
Ternyata orang itu adalah KiBum.
“aah~KiBum,,kau ini mengagetkanku saja..!” Ucap ku.
“ayo!” Ajak KiBum dan segera menarik tangan ku.
Aku hanya menatapnya sambil tersenyum.
Selama ini,aku tidak pernah menganggap KiBum dan mengerti perasaannya.tetapi,sekarang ia berbeda dari 2 tahun yang lalu,ia terlihat lebih dewasa dan bukan KiBum yang suka mengganggu ku,tapi melainkan KiBum “si pangeran salju” seperti di dongeng. Mungkin,Amerika telah merubahnya menjadi seperti ini..hahaha

TaeRim POV end

KiBum POV

Aku mengajak TaeRim bermain ke taman bermain. Dan membeli kan es krim untuknya. Ia sekarang terlihat lebih gembira. Aku sangat senang melihat senyum dan tawanya yang manis.
dan sekaranglah saatnya,aku menjawab janji ku 2 tahun lalu untuk membalas TaeRim.
Saat kami berdua di dalam bianglala yang berputar pelan,aku pun memulai pembicaraan.
“TaeRim..aku ingin memenuhi janji ku 2 tahun lalu!” Ucap ku.
“Janji?Janji apa?” Tanya nya polos sambil memakan es krim.
“Kau sudah melupakannya?” Tanya ku balik.
tiba-tiba ia terdiam sejenak,sambil melamun memikirkan janji apa yang ku maksud. Dan matanya pun langsung terbelalak melihat ku.
“ahh~itu..KiBum...Kau benar-benar ingin membalaskan dendam mu padaku selama ini?benarkah kau ingin membunuhku???” Tanya nya serius dengan matanya yang bulat.
Aku pun segera memeluknya dengan erat.
“inilah pembalasan dendam ku terhadapmu..” Ucap ku.

KiBum POV end

TaeRim POV

tiba-tiba,KiBum dengan sigap memelukku dengan erat.
“inilah pembalasan dendam ku terhadapmu..” Ucap nya.
aku pun langsung terdiam,dan melototkan mata ku.
“TaeRim..aku menyukaimu!” Ucap nya pelan.
“Do you want to be my yeoja?I Really Really Love You..Saranghae..” Ucap nya dengan senyuman yang membunuh di wajahnya.ternyata selama ini,ia menyimpan kelebihannya dari ku..ia memiliki senyum maut yang membuat ku tidak berhenti memandangnya..ahhh...aku sangat tidak menyangka hal ini akan terjadi..!
aku langsung mengangguk-anggukkan kepala ku tanda menyetujui permintaannya.
“Jinjja????!” Tanya nya untuk memastikan.
aku pun menangguk-anggukkan kepala ku sekali lagi.
Lalu,ia langsung memelukku dengan erat lagi.
aahh~aku berharap waktu dapat berhenti disini dan bersama dengannya selamanya!


MinHee’s Quote

Akhirnya,kami semua lulus dari SMA dan melanjutkan ke universitas yang sama. Cinta ku terhadap Heechul,akhirnya terjawab sudah!aku sekarang sangat bahagia bersama nya.TaeRim sekarang sudah bersama dengan KiBum.Dan ternyata,KyuHyun telah menemukan seorang wanita yang cocok dengannya.ia menyatakan perasaannya pada JiHyun,seorang sahabat ku juga. Ya...itulah yang namanya cinta dan persahabatan yang sebenarnya!aku berharap semua ini akan berlangsung selamanya...~

-TAMAT-

I Love U,But My friend too -Chapter 3-

I love U,but my friend too <Chapter 3>

by Zhang Ta Cien on Thursday, January 26, 2012 at 7:13pm ·
Chapter 3~

MinHee POV

Hari ini adalah hari minggu. Aku tak berencana pergi kemana-mana rasanya malas,lagipula memang tidak ada yang mengajakku keluar. Aku bermalas-malasan di tempat tidur dan tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 09.00. Tiba-tiba bel rumah berbunyi..
"Selamat pagi tante.. Apakah MinHee ada dirumah?"
"Oohh dia ada silahkan masuk.." Jawab ibuku sambil mempersilahkan tamu itu masuk. Aku tak bisa melihat siapa itu karena terhalang pilar dan yang pasti dia mencariku.tapi siapa??aku bahkan belum mandi atau jangan-jangan itu Heechul..ahh tapi tidak mungkin,itu dia!
 Beberapa saat kemudian ibu memanggilku.
"MinHee... Ada temanmu cepatlah turun..!" Perintah ibuku.
"Eomma suruh tunggu sebentar aku mau mandi.." teriakku dari dalam kamar.
Selang beberapa saat aku turun menuju ruang tamu... Dan saat itu aku melihat siapa yang datang dan ternyata itu adalah Kyu.
"Hai MinHee, maaf aku tiba-tiba datang tanpa memberitahumu.. Aku ingin memberimu kejutan.." Dia berkata sambil tersenyum dan terlihat sangat cerah.
"Minumlah. Tawarku... Kenapa kamu berpakaian sangat rapi???" Tanyaku.
"Bukankah aku kemarin bilang kalau hari ini kita akan pergi. Atau jangan-jangan kemarin kamu tidak mendengarkanku???"
"Oo iya maaf aku lupa soal itu."
Benarkah dia kemarin mengatakan itu. Lima belas menit kemudian aku sudah siap dan kami pun pergi.
"Eomma aku pergi dulu!"
"Tante saya keluar dulu dengan MinHee.." Pamit kyu pada ibuku dan tentu saja ibuku mengangguk setuju.

Akhirnya kami memutuskan untuk pergi jalan-jalan melihat indahnya daun-daun berjatuhan di musim gugur... daun-daun yang berwarna kecoklatan begitu indah dan banyak juga orang yang berlalu-lalang sambil menikmati sejuknya cuaca di musim gugur... Kami pergi menyusuri taman dan mampir di toko ice cream... saat itu aku bisa melihat sisi lain kyu yang biasanya sangat evil tapi dia kali ini benar-benar terlihat seperti anak manis dan lelaki yang baik.
Kami ngobrol dan tertawa sepanjang jalan.Tak terasa jika sudah hampir petang. Kami mampir di sebuah kafe. Di sana lumayan ramai pengunjung karena terkenal enak dan murah tentunya.Waktu sudah menunjukan pukul 8.00 malam,dan dia mengantarkanku pulang karena besok kami harus belajar lagi.. Sebelum pulang kyu berpamitan lagi pada uri eomma
"Tante, saya permisi pulang, terima kasih." Ucap nya.

Malam itu aku sungguh bingung bagaimana nanti jika kyu meminta jawaban dariku.Apa yang harus aku katakan.. Aku tidak ingin menyakitinya dia sangat baik kepadaku selama ini.

Keesokkan harinya~
Pagi ini matahari bersinar dengan hangat dan langit begitu cerah.Seperti biasa KyuHyun selalu datang dan mengajak aku untuk berangkat bersama-sama.Tak ada kejadian yang istimewa pagi itu dikelas. Siang ini pun Kyu mengajak ku makan lagi di atap dan kami ada ditempat seperti kemarin.

Tak terasa hari yang panjang disekolahan ini sudah berlalu,tak ada kejadian menarik satu pun hari ini.Terasa sangat membosankan...

TaeRim POV

Hari ini aku berniat mengutarakan isi hatiku pada Heechul dan aku mimintanya untuk menemuiku di taman belakang salah satu halaman sekolah.Aku sudah tekat dan aku juga siap akan jawaban yang menyakitkan.
"Ahh Heechul kamu sudah datang...hmm Heechul ini untukmu.." Aku memberikan sekotak coklat pada Heechul.
"Apa ini??" Tanya nya.
"Ini coklat.. Aku mau memberikan ini padamu.."
"Tidak terima kasih, aku tidak suka makan makanan yang manis.." Jawabnya dingin.
"Tapi aku mohon terimalah ini.. Sebenarnya aku suka denganmu.." Ucap ku gugup.
"Maaf, ini salahku... Aku hanya menganggap mu sebagai dongsaengku saja dan tidak lebih.. Lebih baik kamu carilah lelaki lain yang benar-benar menyukaimu.. Aku pergi." Jawabnya.
"Heechul tunggu..." Panggilku tapi dia tidak berhenti atau menoleh. Aku sungguh merasa sangat bodoh dan air mataku menetes.

TaeRim POV end

KiBum POV

"Sebenarnya kemana perginya heechul hyung..di kelas tadi juga tiba-tiba dia pergi... Ahh apa mungkin dia pergi ke taman belakang baikalah aku akan kesana."
Aku lalu pergi menuju taman di belakang sekolah dan setelah sampai disana mataku berputar untuk menemukan Heechul hyung tapi justru yang aku temukan adalah TaeRim. Dia menangis tersedu ingin aku segera menghampirinya tapi kakiku serasa terpaku.. Tapi aku juga tak ingin melihatnya sedih seperti itu dan aku beranikan diriku menghampirinya,"ya!TaeRim-ah... Kamu kenapa??dan sedang apa kau menangis disini?"
Dia tak mengatakan apapun dan langsung berbalik dan dia memelukku sambil menangis tersedu...saat itu akupun memeluknya.
"Menangislah, aku akan meminjamkan bahuku sampai kamu merasa baik." Ucap ku.
"Terima kasih, kamu sudah mau meminjamkan bahumu.." Katanya dengan suara parau.
"Lain kali jika kamu merasa sedih dan ingin menangis atau kamu merasa senang datanglah padaku dan katakan semuanya padaku.. Berjanjilah.."
"Hmm..terima kasih." Katanya sambil melihat ke arah KiBum dan lupa akan janji KiBum untuk balas dendam terhadapnya.
Kami pun meninggalkan taman itu setelah dia merasa lebih baik dan aku juga melihat ada sekotak coklat yang dia tinggalkan.
aku pun mengambil kotak berisi coklat tersebut secara diam-diam.

KiBum POV end


Heechul POV

Aku sungguh tidak tahu apakah aku bisa dan rela melepas MinHee.. Setiap kali aku melihatnya aku merasa sayang tapi aku juga tak ingin menyakiti sahabat baikku.
"MinHee ayo kita pulang!" Seru Kyu sambil menggandeng MinHee.
Sebenarnya aku tak ingin melihat pemandangan itu tapi aku tak ingin memperlihatkan amarah atau rasa cemburu dihadapan Kyu dan MinHee.. Sekilas MinHee menatap ke arah ku dan aku tak membalas tatapannya.
Aku terus mengayuh sepedaku dan aku berusaha melupakan semuanya.
Malam itu aku, KiBum dan Kyu janjian pergi keluar.. Bagi kami hal itu sudah biasa karena kami selalu pergi bersama-sama.

"Hyung..aanyyeong" Sapa KiBum.
"Ya... Kemana Kyu??kenapa dia belum datang???" Tanyaku.
"Oo,..Kyu sepertinya dia masih sibuk dengan MinHee." Jawab KiBum.
Aku hanya terdiam mendengar jawaban KiBum.

Heechul POV end


KyuHyun POV

Setelah mengantarkan MinHee pulang aku langsung menuju ketempat KiBum dan Heechul hyung. Aku mengayuh sepedaku agak cepat karena aku agak telat..
Sepuluh menit kemudian aku tiba dan melihat mereka berdua.. Aku juga mendengar mereka bicara.. Sengaja aku tidak menghampirinya karena sepertinya mereka terlihat serius dan aku tidak ingin mengganggunya aku berniat pergi tapi aku urungkan niatku karena sepertinya sedang membicarakan aku dan MinHee.
"Hyung bisa aku tanya sesuatu sebenarnya kamu menyukai MinHee kan???aku melihatmu ketika menatap MinHee begitu berbeda.." Tanya KiBum.
"Bagaimana kamu tahu kalau aku menyukainya?" Jawab Heechul.
"Aku tahu.. Tapi kenapa kamu tak mengatakannya??"
"Aku tak bisa mengatakannya karena Kyu sangat menyukai MinHee.. Dia adalah dongsaengku yang baik bagaimana mungkin seorang hyung akan melukai dongsaengnya." Jawab heechul
"Tapi.. Baiklah hyung jika itu memang yang kau inginkan." Jawab KiBum.

Mendengar jawaban Heechul hyung aku benar-benar merasa bersalah dan merasa kejam padanya.. Mungkin lebih baik MinHee memang dengan Heechul hyung dan sepertinya MinHee juga tidak tertarik padaku. Aku terdiam selama 5 menit dan setelah itu aku menghampiri mereka pura-pura seolah aku baru datang.
"Heechul hyung, KiBum hyung,,hai... Kalian sedang bicara apa sepertinya serius sekali?" Tanyaku sambil bersiap untuk duduk.
"Ah tidak kami hanya bicara hal biasa sambil menunggumu." Jawab Heechul hyung dengan senyuman.
Malam itu aku tahu semua alasan kenapa dia diam akhir-akhir ini.

KyuHyun POV end

TBC

I Love U,But my friend too -Chapter 2-

I love U,but my friend too <Chapter 2>

by Zhang Ta Cien on Thursday, January 26, 2012 at 7:08pm ·
Chapter 2~

Jam istirahat sudah tiba,tetapi Kyu dan Heechul belum kembali~

TaeRim POV

"Ahh kemana sebenarnya Heechul, seperti biasa dia selalu bolos saat dia kesal.." Cetus TaeRim.
"Sepertinya kamu sangat perhatian sekali dengan Heechul..?" Tanyaku.
"Ah benar kamu belum tahu ya MinHee.. Sebenarnya TaeRim sudah lama menyukai Heechul.. Mereka adalah pasangan yang serasi..." Seru JiHyun.
"Berarti kalian pacaran??" Tanyaku lagi
"Tidak,..kami belum pacaran..aku hanya sendiri saja yang menyukainya.." Jawab TaeRim.

MinHee POV

Saat aku mendengar kalau TaeRim dan Heechul adalah "pasangan serasi" itu membuat hatiku sakit dan hatiku kembali sejuk ketika TaeRim mengatakan kalau mereka tidak pacaran... Ya,,aku sudah menyukai Heechul sejak awal..mulanya aku hanya merasa penasaran saja dengan sikapnya,,dan lama-kelamaan aku menjadi suka dengannya. Tapi apakah aku bisa menyakiti teman baikku walaupun kami belum lama berteman tapi TaeRim dan JiHyun lah teman pertamaku di seoul ini.
Bel pulang sudah berbunyi dan saat itu pikiranku masih juga belum tenang memikirkan Heechul dan TaeRim. Setelah berpisah dengan teman-teman,aku tak langsung pulang. Aku sengaja tidak langsung pulang karena aku ingin mampir ke taman dekat sekolah. Aku ingin menyegarkan pikiranku sejenak.

MinHee POV end


Heechul POV

Aku sengaja memisahkan diri dengan Kyu karena aku harus menata kembali hati dan pikiranku untuk segera melupakan MinHee. Aku sengaja sedikit berputar-putar dan setelah beberapa saat aku memutuskan untuk pulang. Dan saat aku melewati halte bus aku melihat sesosok wajah yang tak asing lagi bagiku.. Ya aku melihat MinHee sedang menunggu bus. Dia terlihat begitu manis dan terlihat juga dia seperti sedang memikirkan sesuatu.Saat itu aku hanya ingin melihatnya saja tapi entah mengapa aku tetap saja menghampirinya.
"MinHee.. Apakah belum dapat bus?" Tanyaku.
"Belum..jam seperti ini bus berdesak-desakan, aku menununggu bus yang tidak terlalu penuh"
Saat itu aku berfikir ingin mengantarkannya pulang.. Dan aku juga ingin mengantarnya pulang karena besok mungkin aku tidak akan bisa dan tidak boleh melakukan ini..segera saja aku menawarkan diri.
"Bagaimana kalau kamu aku antarkan pulang" Tawarku.
" Benarkah kamu mau mengantarku??apakah tidak merepotkan?" Tanyanya padaku.
"Tentu saja tidak!..naiklah" Ucap ku.

Heechul POV end


MinHee POV

Aku benar-benar bahagia saat Heechul menawarkan diri untuk mengantarkanku pulang. Tanpa berfikir panjangpun aku menerimanya dan dalam hatiku aku juga merasa bersalah pada TaeRim. Setengah perjalanan kami hanya saling diam-diaman seolah kami sedang bermusuhan... Tapi tiba-tiba terdengar suara Heechul.
"Berpeganglah padaku nanti kamu akan jatuh!" Perintah Heechul.
Dan saat itu aku langsung berpegangan pada tasnya dan Heechul pun berkata,
"Ya..! kenapa kamu memengangi tas ku..?kamu hanya membuat bahu ku sakit!"

"Maaf.." dan saat itu juga aku merangkul punggungnya. Saat itu jantung ku benar-benar berdetak kencang. Selama perjalanan itu aku sungguh senang.Sebenarnya aku ingin sekali bertanya kenapa dia tadi pergi dan tidak mengikuti pelajaran, tapi dengan cepat pula aku urungkan niatku karena aku tidak ingin merusak suasana seperti ini. Meskipun tidak ada pembicaraan tapi aku sunggu senang sekali.Rasanya kegaluan hari itu sudah hilang dan malam ini aku tidur dengan perasaan yang sangat gembira!


Pagi seperti biasa aku pergi ke sekolah tapi kali ini aku berangkat dengan perasaan yang sangat senang.... Dan cittt terdengar suara decitan rem sepeda...

"MinHee annyeong..."Sapa Kyu dengan wajah riang.
"Annyeong.." Jawab ku singkat.
"Ayo naiklah... Bukankah kemarin aku sudah bilang kalau aku akan memboncengmu..?hehehe.."
Belum sempat aku menjawab tapi Kyu sudah menarikku dan dia mulai mengayuh sepedanya.

Saat bel pertama berbunyi...

Pak Hyuk Jae memasuki kelas. Ia adalah wali kelas kami. Tiba-tiba,ada seorang murid baru yang mengikuti pak Hyuk Jae dari belakang. Dgn gayanya terlihat seperti American style.
“Annyeong Haseyo seonsaengnim...!” Sapa seluruh murid.
“Ne..Annyeong Haseyo..oh ya,kita kedatangan murid baru..nah,ayo KiBum..perkenalkan dirimu..” Ucap pak Hyuk Jae.
“Annyeong Haseyo,,Saya KiBum,pindahan dari Los Angeles,senang bertemu kalian,,mohon bantuannya..!” Sapa KiBum,murid baru tersebut.

TaeRim POV

“OMO!!!dia sudah kembali!” Ucap ku sambil berusaha menutup-nutupi wajah ku dengan buku.
“Ya!TaeRim..apakah kau mengenalnya?” Bisik MinHee.
“Ya..MinHee,,dia itu teman baik Heechul dan KyuHyun saat mereka masih SMP,,dan kemarin,saat ia kelas 1 SMA,ia pindah ke Amerika karena ayahnya yang bekerja disana...” Ucap JiHyun.
aku tidak memperdulikan apa yang dibicarakan oleh JiHyun dan MinHee.Aku terus berusaha agar wajah ku bisa tertutupi.
“Lalu,apa hubungannya dengan TaeRim,.?kelihatannya TaeRim sangat takut akan kedatangan KiBum?” Bisik MinHee lagi.

*Flash Back 2 tahun lalu~*

“Ya!!!bukankah kau yang menyembunyikan eksemplar ku?!” Ucap TaeRim.
“Apa??!aku tidak melakukannya!” Bantah KiBum.
“Mana mungkin?siapa lagi kalau bukan kau!” Ucap TaeRim sambil menghentakkan tangannya yang tanpa ia sadari telah menghancurkan keyboard laptop KiBum.
“Ya!kenapa kalian ini pagi-pagi sudah berkelahi?ini buku mu aku kembalikan!” Ucap JiHyun yang baru memasuki kelas.
TaeRim lalu melirik ke arah KiBum dengan wajah yang sulit ditebak. Antara menyesal karena telah menuduh KiBum, dan takut akan kemarahan KiBum.
Lalu,ia melirik ke arah JiHyun.
“JiHyun-ah,,kenapa kau baru memberitahuku sekarang????ahhh,,tamat lah riwayat ku!” Ucap TaeRim dalam hati.
“Ikut aku TaeRim!” Perintah KiBum sambil menarik kuat tangan TaeRim.
Sesampainya di suatu tempat...
“ YA!!Mengapa kau selalu menyalahkan ku atas apa yang tidak pernah aku lakukan??!!mengapa aku selalu salah dimata mu??!kau sangat tidak memikirkan perasaan ku!” Ucap KiBum dengan nada marah.
Mata TaeRim pun segera berkaca-kaca dan menangis.
“KiBum-ah...mianhae...” Ucap TaeRim dengan nada merintih.
“Sudah berapa kali kau menghancurkan barang ku??!aku sudah tidak tahan lagi!tunggu pembalasan ku 2 tahun lagi!” Ucap nya.
“Mianhae,,jeongmal mianhae...!” Ucap TaeRim.
“ahh~apakah aku terlalu keras padanya?aahh,,tetapi tidak apa-apa,,ini cuma akting ku saja..hehehe” Pikir KiBum dalam  hati dan langsung meninggalkan TaeRim.

*Flash back end*

“Nah,,setelah itu,,keesokkan hari nya KiBum pindah ke Amerika..dan pulang setelah 2 tahun lamanya..” Ucap JiHyun.
“Andwaeee!!!!!apa yang akan dilakukannya terhadap ku nanti?!atau setelah pulang sekolah,ia akan membunuh ku,atau mencekik ku????!” Teriak ku.
Se-isi kelas termasuk KiBum menoleh ke arah ku.
“waeyo TaeRim??” Tanya pak Hyuk Jae.
“a..aniyo..aku tidak apa-apa..” Jawab ku.
JiHyun,MinHee,Heechul,Kyu,dan termasuk KiBum tertawa melihat tingkah ku.


TaeRim POV end


KiBum POV

"Heechul hyung annyeong... lama tidak bertemu..Hmm bisakah kita bicara sebentar?" Tanyaku pada heechul hyung
Saat itu kami bertemu dipersimpangan taman dekat sekolah.
"Hmm tentu apa yang ingin kamu tanyakan?" Jawab Heechul dengan tenang.
"Sebenarnya aku ingin sekali bertanya ini...hmmm..aku sedikit ragu, karena aku takut jika jawaban yang aku peroleh tidak sesuai dengan dugaanku..” Ucap ku.
"Mwoya??" Tanya Heechul dengan sedikit tatapan penasaran.
"Ini tentang TaeRim... Sudah banyak yang tahu kalau hyung baik sekali dengannya,, dan hyung tidak pernah sebaik itu pada teman-teman wanita yang lain.. Jadi aku ingin bertanya apakah hyung suka pada TaeRim?" Tanya ku.
"TaeRim?? Aku baik padanya karena aku menganggapnya sebagai dongsaengku saja dan tidak lebih. Dia mirip dengang dongsaengku yang sudah tiada karena itu aku sayang padanya seperti dongsaengku." Jawab Heechul hyung dan dia juga memberi tahu alasannya itu membuatku sangat lega.
"Hyung tapi kenapa kamu terlihat sedih??" Tanyaku.
"Ahh lupakan..aku tidak apa-apa." Jawab Heechul.
"Oke jika hyung tidak mau cerita tidak apa... Hyung ayo kita berangkat gaja....!" Seru KiBum


KiBum POV end


Heechul POV

Aku dan KiBum menuju sekolah. Saat itu aku melihat pemandangan yang sangat menyakitkan ku.. Aku melihat Kyu membonceng MinHee, "mungkin Kyu sudah menyatakan perasaannya.." itulah yang aku pikirkan saat ini.Aku hanya bisa menatap mereka menghilang perlahan-lahan diantara tembok sekolah.

"Hyungnim apa yang kamu lihat kenapa kamu terlihat begitu sedih?" Tanya KiBum padaku.
Mungkin saat itu KiBum juga menyadari jika aku saat itu sedang menatap MinHee yang bersama Kyu dan dia pun bertanya lagi.
“Siapa yeoja itu Hyung?aku baru melihatnya..” Ucap KiBum.
“Ohh,,dia murid baru dikelas kita,,namanya MinHee,,dia sudah satu bulan disini..” Jawab ku.
"Apakah hyung menyukainya??sangat jelas dari wajahmu hyung..lalu kenapa hyung tidak mengatakannya?" Tanyanya padaku.
"Walaupun aku menyukainya, aku tidak bisa mengatakan pada MinHee karena aku tidak ingin menyakiti hati Kyu." Jawab ku.
"Bagaimana jika kita pergi ke tempat biasanya dan kita membolos..?" Cetus KiBum.
"Tidak, aku ingin menghadapinya lagipula kemarin aku sudah bolos seharian. Gaja"
Langkahku sangat berat.
Heechul POV end
MinHee POV

Bel sekolah sudah berdetang 3 kali dan kami semua sudah memasuki kelas masing-masing... Saat itu aku melihat Heechul.. Dia beda dengan orang yang aku kenal kemarin malam.. Saat berpapasan denganku,dia hanya berkata "hai" dan dia hanya bicara padaku jika memang dia ada hal yang memang harus dia tanyakan padaku.. Sikapnya memang sangat aneh hari ini..
Bel istirahat berbunyi dan sebagian siswa ada yang pegi keluar kelas dan sebagian juga ada yang mumutuskan untuk tetap tinggal di kelas.. Saat itu Kyu datang menghampiriku.
"MinHee ayo kita pergi ke atap gedung ada yang ingin aku katakan.."
"Apa??tidak bisakah kamu mengatakannya disini?" Tanyaku.
"Tidak.. Tidak bias.." Jawabnya dan dia segera saja menarik tangan ku.
sepanjang jalan menuju lorong aku memperhatikan wajah Kyu, dia terlihat sangat begitu gembira seolah dia akan mendapatkan hadiah yang begitu besar. Atap gedung sekolah kami lumayan ramai juga. Disana ada kafe kecil yang menyediakan berbagai minuman dan ada tempat duduk berjajar serta ada juga tanaman yang sengaja di taruh di sana. Banyak siswa yang sedang membaca atau sekedar duduk dan mengobrol..
Kyu mengajakku duduk di sudut atap gedung.. Di sana anginnya sangat sejuk,dan lumayan sepi..kita juga bisa memandang lingkungan sekolah.
"MinHee ada yang ingin aku katakan padamu.."tanyanya pelan
"Apa itu??" Jawabku.
"Sebenarnya aku suka padamu... Maukah kamu menjadi pacarku?" Tanya nya.
Aku sangat bingung, bagaimana aku harus menjawabnya... Bagiku kyu adalah seorang teman dan seperti oppa ku sendiri.
Melihat ekspresiku Kyu langsung berkata.
"Kamu tak perlu menjawab sekarang.. Kamu boleh menjawabnya seminggu lagi. Aku bukanlah tipe yang orang yang suka memakasa.." jawabnya sambil tersenyum.
Kami memesan minuman dan kami meninkmatinya tapi suasana agak sedikit canggung.

Hari itu aku pulang dengan diantar oleh Kyu. Dia berusaha menghidupkan lagi suasana yang canggung,karena sejak turun dari atap gedung,aku menjadi sangat diam.


                                                                    -(^_^)-

TBC