SUPER JUNIOR always with ELF!
I always be one ELF "pearl sapphire blue" for SUPER JUNIOR!
Saturday, March 31, 2012
#SS4INA [Confirmed!!!]
Meski hanya melakukan persiapan cukup singkat, namun promotor Showmaxx Entertainment yang akan memboyong Super Junior menggelar SS4 di Indonesia, tetap berusaha membuat produksi konser ini memuaskan seluruh penggemar.
"Kita udah lihat konser mereka di Singapura, di sana memang ada Henry, Zhoumi, dan f(x), nanti di sini kita kasih beda. EXO-M akan datang sebagai bintang tamu. Dan buat ELF nih, jangan bawa kamera ya, tablet juga gak boleh. Kalau ponsel boleh, cuma gak pake flash," papar Sherwin, CEO Showmaxx.
Eri Possie dan Sherwin yang ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (29/3) menjelaskan, bahwa selama dua hari konser, yakni pada 28-29 April 2012, akan dijual total 18 ribu tiket. Dengan masih-masing sekitar 8.600-9.000 tiket perhari. Soal merchandise, mereka juga mengaku mempersiapkan, hanya dalam jumlah terbatas.
list harga tiket :
super box dan festival : 1,7 jt
super VIP : 2 jt
Junior VIP : 1,4 jt
super sky : 1 jt
junior sky : 500 rb
"Nanti akan ada kesempatan buat penonton meletakkan banner. Di luar gedung juga ada wall of sign, bisa mencurahkan isi hati ke penonton. Kalau mau kasih gift, kita bikin kontes kreatifitas, bisa kirim ke kami. Nanti yang terbaik dan paling unik kami pajang di Kpopland. Bisa kirim ke fanbase ELF, di Sujunesia dan Twelfs," ungkap Eri.
"Kita juga akan casting 3 orang di sini, sebagai pemain bass, gitar, dan drummer. Mereka akan ada di panggung SS4 INA bareng Siwon. Kan setiap member SuJu akan ada tampil solo. Nah Siwon solo itu dia butuh additional player dan harus laki-laki. Nanti akan ada Seoul stage di Ancol pada 8 April buat milih itu. Bisa daftar lewat email, kasih foto dan CV, nanti akan kita pilih," tutup Eri.
sumber : kapanlagi.com
In My Dreams (one shoot)
In My Dreams
Main cast :
Other cast :
Genre : romance, friendship, family
Terdengar denting piano dari sebuah ruangan yang ada dilantai dua sebuah rumah, denting piano yang bisa membuat semua orang terhanyut dalam damai. Namu tidak untuk seorang namja tampan yang sedang tertidur dikamarnya dengan tenang, baginya dentingan piano tersebut hanya mengganggu kebahagian akan tidurnya. Tidurnya yang selalu membawa kebahagian untuk dirinya.
“Hoaaam …” namja itu terbangun dari tidurnya dengan wajah yang ditekuk.
“Mengapa namja itu senang sekali bermain piano sih ? Menyebalkan”
Namja itu langsung turun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Setelah mandi dan mengganti bajunya, namja yang bernama Cho Si Won atau biasa dipanggil SiWon itu pun langsung keluar dan berjalan menuju sebuah ruangan yang menjadi tempat tujuannya sedari tadi. Kamar kakaknya. Ya, ruangan itu lah yang sedari tadi menjadi tempat tujuannya.
“Ya !! Hyung. Bisakah kau bermain piano dengan sedikit tenang. Tidak taukah suara pianomu itu menggangguku ?” tanya SiWon kesal sambil berjalan kearah kakakknya yang sedang duduk didepan piano yang ada dikamar tersebut,
“Aku ini sedang bermain piano Choi Si Won. Tentu saja suaranya akan sampai kekamarmu” ucap namja yang bernama Choi Dong Hae, namja yang tidak lain adalah kakak dari seorang Choi Si Won.
“Aiisshh ,,, Awas saja kau hyung” SiWon mulai duduk di tempat tidur DongHae sambil membuka sebuah buku yang ada diatas tempat tidur tersebut.
“Hah .. Kau ini. Pasti kau memimpikan ‘dia’ lagi kan ?” tanya DongHae sambil terus memainkan pianonya.
“Ne” SiWon hanya menganggukan kepalanya.
“Sudah berapa kali kubilang eoh ? Lupakan yeoja itu. Itu hanya membuatmu semakin sakit hati, kau tau ?” DongHae mencoba untuk menasihati adik satu-satunya ini. Ya, SiWon memang sekarang sedang mengalami kondisi yang tidak terlalu baik. Memendam perasaan untuk seorang yeoja yang sudah memilik namjachingu itu memang tidak menyenangkan kan ?
“Sulit hyung, entah mengapa sangat sulit untuku melupakannya. Sejujurnya aku juga sangat ingin melupakannya. Tapi itu terlalu sulit hyung” ucap SiWon sambil menundukkan kepalanya.
“Sudahlah, jangan terlalu difikirkan. Sekarang cepat turun, pasti eomma sedang menunggu kita untuk sarapan”
DongHae keluar dari kamarnya setelah mengucapkan kalimat tersebut. Sementara SiWon masih tetap diam di tempat tidur sambil menundukkan kepalanya. Namu tidak lama kemudian SiWon langsung turun setelah mendengar panggilan dari eommanya.
SiWon POV
Sarapan kali ini kami lewati dengan sangat diam. Entah mengapa appa dan eomma tidak banyak bicara. Biasanya mereka selalu menanyakan tentang kuliahku atau pun perkerjaan DongHae hyung di kantor. Begitu juga denganku, pagi ini aku benar-benar sedang tidak mood untuk berbicara. Bahkan beberapa kali eomma menegurku karena aku melamun. Haah .. Apa ini karena ‘dia’ ?
Drrtt .. Drrtt .. Drrtt ..
Tiba-tiba ponselku berbunyi. Saat aku melihat layar ponselku, ternyata yang menelfon adalah ‘dia’. Segera ku tekan tombol berwarna hijau dan mengangkat telfon tersebut.
“Yeoboseyo ..”
‘Yeoboseyo Wonie-ah …’
“Wae YeonYoung-ah ?”
‘Aniyo, apa aku tidak boleh menelfon sahabatku eoh ?’
“Aigoo .. Ani. Hanya saja .. Biasanya saat hari minggu seperti ini kan kau selalu bersama KyuHyun”
‘Eumm .. Dia sedang ada urusan. Jadi aku sedang sendirian sekarang. Kau mau kerumahku kan Wonie-ah ?’
“Arasseo, aku akan kesana. Tunggulah”
Aku langsung mengambil jaketku yang ada diatas tempat tidurku dan berjalan menuju halaman belakang. Lalu aku lansung mengendarai mobil sport putihku menuju rumah YeonYoung. Ya, YeonYoung. Lebih tepatnya Lim YeonYoung, yeoja itulah yang berhasil membuatku jatuh cinta dan menjadikan aku seperti sekarang. Haahh .. Hebatnya yeoja itu.
Lima belas menit berlalu, akhirnya aku sampai disebuah rumah yang tidak terlalu besar. Namun mempunyai halaman yang sangat cantik dengan bunga-bunga dan tanaman yang mengelilinginya.
“Ahjjuma annyeong ..” ucapku sopan kepada eomma YeonYoung.
“Ah .. SiWon-ah. Annyeong .. Masuklah, YeonYoung sudah menunggumu dihalaman belakang” ucap eomma YeonYoung sambil tersenyum lembut.
“Ne, gomawo ahjjuma”
Aku langsung berjalan ke halaman belakang rumah YeoYoung. Disana aku melihatnya sedang duduk di sebuah ayunan sambil memangku anjing kesayangannya yang bernama Ginger.
“YeonYoung ..” panggilku.
“Ah .. Wonie. Ayo duduk” YeonYoung langsung mengajakku duduk disampingnya. Aku yang melihat YeonYoung sedang mengelus kepala Ginger jadi ingin ikut mengelus kepala Ginger. Akhirnya aku ikut mengelus kepala Ginger dengan sangat lembut. Dia terlihat sangat nyaman dengan apa yang aku dan YeonYoung lakukan.
“Wah .. Beda sekali ya” ucap YeonYoung tiba-tiba.
“Wae ? Apanya yang beda YeonYoung-ah ?” tanyaku.
“Ne, reaksi Ginger beda. Saat KyuHyun yang melakukannya dia pasti langsung menghindar. Sementara denganmu dia malah merasa sangat nyaman” ucapan YeonYoung langsung membuat tanganku berhenti mengelus kepala Ginger. Sakit, ya sakit. Hatiku sakit saat mendengar YeonYoung menyebut nama KyuHyun dengan mulutnya yang mungil itu. Namun aku mencoba untuk tidak memperlihatkan perasaanku tersebut.
“SiWon-ah .. Waeyo ?”
“Ahh .. Aniyo. Gwaenchanayo” ucapku sambil mencoba tersenyum.
Setelah itu kami langsung melanjutkan kegiatan kami yang tadi sempat terganggu.
SiWon POV end
Author POV
SiWon dan YeonYoung terus bermain dengan Ginger di halaman belakang. Bahkan mereka sampai bermain kejar-kejaran bersama Ginger. Kegiatan yang sudah sangat lama tidak merek lakukan. Terutama semenjak YeonYoung berpacan dengan namjachingunya KyuHyun.
Sebenarny SiWon sudah menyukai YeonYoung sejak SMP, awalnya dia hanya menganggap perasaan itu sebagai porasaan biasa. Perasaan yang dirasakan antara sahabat. Namun seiring waktu berjalan, SiWon akhirnya menyadari bahwa perasaannya itu bukanlah perasaan antara sahabat. Namun perasaan antara namja dn yeoja. Sudah sejak lama SiWon berencana untuk menyatakan cintanya kepada YeonYoung, tapi dia takut pernyataannya itu akan merusak hubungan persahabatan diantara mereka. Itulah penyebab SiWon memendam perasaannya terhadap YeonYoung, bahkan sampai sekarang.
Saat SiWon dan YeonYoung sedang bermain kejar-kejaran dengan Ginger. Tiba-tiba terdengar sebuah suara namja yang menurut SiWon sudah merebut YeonYoung darinya. Ya, siapa lagi kalau bukan KyuHyun. Atau lebih tepatnya Cho KyuHyun.
“Chagi ..” panggil KyuHyun sambil memeluk YeonYoung dari belakang tanpa memperdulikan SiWon yang berada di sekitar mereka.
“Ne Kyu, mengapa ada disini eoh ? Kau bilang kau ada urusan” tanya YeonYoung sambil melepaskan pelukan KyuHyun.
“Urusanku sudah selesai chagi, lagi pula aku kan rindu dengan yeojachinguku yang cantik ini” ucap KyuHyun sambil memegang tengkuk YeonYoung dan bersiap untuk menciumnya. Namun sebelum KyuHyun mencium YeonYoung, SiWon lebih dulu menghentikannya dengan cara berpamitan untuk pulang.
“Eum .. YeonYoung-ah, aku pulang dulu ne ? Sepertinya aku mengganggu kalian. Annyeong ..” lalu SiWon pun berjalan menuju keluar, meninggalkan KyuHyun yang mulai melanjutkan kegiatannya tadi. Namun dengan cepat dicegah oleh YeonYoung.
Sekarang ini SiWon sedang berada disebuah lapangan luas yang dipenuhi dengan ilalang. Lapangan luas yang sangat indah, lapangan yang sangat damai, dan lapangan yang sangat banyak menyimpan kenangannya dengan YeonYoung dulu, saat mereka masih bisa bermain dengan leluasa tanpa gangguan seorang namja bernama Cho Kyu Hyun.
SiWon memejamkan matanya, mencoba untuk mengingat kenangannya bersama YeonYoung.
Flasback
“SiWon-ah ..” ucap YeonYoung yang duduk disebelah SiWon sambil memainkan ilalang yang ada ditangannya.
“Ne, waeyo eum ?” tanya SiWon sambil tersenyum lembut.
“Aniyo, ayo buat janji” YeonYoung berkata dengan ekspresi gembiranya yang sangat imut dan lucu menurut SiWon.
“Eh ? Janji ? Janji apa eoh ?” tanya SiWon lagi denga ekspresi bingung.
“Ayo buat janji bahwa kita akan selalu bersama apapun yang akan terjadi. Dan berjanjilah akan selalu ada didekatku. Kau mau kan ?” YeonYoung langsung mengangkat jari kelingkingnya untuk membuat janji.
“Eumm .. Baiklah” akhirnya SiWon setuju dengan ucapan YeonYoung dan melingkarkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking YeonYoung.
Setelah itu merek kembali bermain dengan sangat gembira. Senyum tidak pernh lepas dari wajah keduanya. Keduanya terlihat sangat bahagia.
Flashback end
Airmata SiWon jatuh dengan perlahan dari matanya yang indah menuju pipinya. Hatinya seperti teriris saat mengingat kenangannya dengan YeonYoung dulu.
“Mianhaeyo YeonYoung-ah … Mianhae ..” ucap SiWon disela isak tangisnya. SiWon merasa menjadi namja yang sangta bodoh, karena sudah melepaskan YeonYoung dengan sangat mudah dan membiarkannya berpacaran dengan KyuHyun.
“Arrrggghhh …..” SiWon berteriak sambil menutup muka dengan kedua tangannya. Dia sungguh-sungguh sudah tidak bisa menahan perasaannya lagi. Hatinya sangat sakit saat mengingat kejadian yang tadi terjadi dirumah YeonYoung. Hampi saja dia melihat yeoja yang amat dicintainya berciuman dengan namja lain tepat didepan matanya. Sungguh, sekarang SiWon benar-benar merasa menjadi namja yang paling bodoh didunia ini.
Setelah puas menyampaikan perasaannya, SiWon langsung berdiri dari duduknya, menuju mobilnya yang dia parker tidak jauh dari lapangan tersebut.
Selama diperjalan SiWon tidak bisa berhenti untuk memikirkan yeoja yang bernama Lim Yeon Young. Ingatannya tentang kenangan-kenangan mereka dulu terus menari-nari dibenaknya. Benar-benar perasaan dan keadaaan yang menyiksa untuk seorang Choi Si Won.
Author POV end
SiWon POV
Aku langsung memakirkan mobilku di halaman belakang saat aku sampai dirumahku. Kubuka pintu rumahku dengan sedikit kasar. Membuat DongHae hyung dan eomma yang ada di ruang tengah terkejut melihatku.
“Kau dari mana eoh ?” tanya DongHae hyung saat melihatku membuka pintu.
Tapi tidak ku hiraukan pertanyaannya. Yang sekarang aku butuhkan hanya istirahat dan tidur didalam kamarku. Bukannya ceramahan panjang yang pasti akan diucapkan oleh seorang Choi Dong Hae.
BRAKK …
“YA !! CHOI SI WON !! DARI MANA SAJA KAU ?? TIDAK LIHAT SEKARANG JAM BERAPA HAH ?? KAU PERGI DARI PAGI DAN PULANG MALAM DENGAN KEADAAN SEPERTI INI ?? DARI MANA KAU ??”
Tiba-tiba terdengar suara pintu yang dibuka dengan sangat kasar dan teriakan dari seorang namja yang bernama Choi Dong Hae. Cihh .. Mengapa namja ini senang sekali untuk mencampuri urusanku eoh ? Menyebalkan.
“Bukan urusanmu Choi Dong Hae” ucapku dengan nada dingin.
“Tentu it urusanku SiWon. KAU ADIKKU” ucapnya sambil sedikit berteriak. Aiisshh .. Namja ini.
“Arasseo. Aku dari rumah YeonYoung. Wae ? Kau tidak suka ?” tanyaku menantang,
“KAU !! BERAPA KALI KU BILANG ?? LUPAKAN YEOJA ITU. DIMANA HARGA DIRIMU SEBAGAI SEORANG NAMJA CHOI SI WON ??” DongHae hyung membalas ucapanku dengan teriakan dan bentakan yang sangat keras.
“KAU !! Sudahlah hyung, kau tidak akan mengerti perasaanku. Bisakah sekarang kau keluar ? Aku ingin istirahat” ucapku mengalah. Biar bagaimanapun DongHae hyung itu tetap kakakku. Aku tidak ingin berkelahi dengannya hanya karena masalah seperti ini.
“Terserah kau lah”
Aku langsung merebahkan tubuhku di kasur king size ku sesaat setelah DongHae hyung keluar dari kamarku. Kantuk mulai menyerangku, perlahan demi perlahan mataku mulai tertutup dan mulai menjemput mimpi. Mimpi yang aku yakin akan sangat indah, namun berubah jadi sangat menyakitkan ketika aku sudah bangun.
“Ya, SiWon-ah .. Coba tangkap aku kalau bisa ..” ucap YeonYoung sambil berlari dilapangan yang dipenuhi banyak ilalang. YeonYoung sekarang sedang menghindar dari kejaran SiWon dengan baju panjang berwarna putih dan rambut yang diikat kesamping. Sungguh cantik. Sementara SiWon yang mengejarnya juga menggunakan baju serba putih. Sangat tampan.
“Aku akan menangkapmu chagi, lihat saja nanti” ucap SiWon sambil terus mengejar YeonYoung.
“Coba saja kalau bisa .. Weee ..” balas YeonYoung sambil menoleh kebelakang dan menjulurkan lidahnya kearah SiWon. Sementara SiWon hanya tertawa sambil terus berlari.
GREP ..
“Tertangkap kau chagi” ucap SiWon sambil memeluk YeonYoung dari belakang.
“Ya .. Lepaskan aku Choi Si Won !!” ucap YeonYoung sambil berusaha melepaskan pelukan SiWon dengan muka yang memerah.
“Baiklah, tapi kau harus bilang bahwa kau mencintaiku”
“Ani, aku tidak mau”
“Arasseo, berarti aku tidak akan melepaskanmu”
“Iisshh … Arra. Sa .. Sa .. Saranghae Choi Si Won” ucap YeonYoung dengan muka yang memerah.
“Nado chagi, nado saranghae” SiWon mulai medekatkan wajahnya ke wajah YeonYoung. Dekat dan semakin dekat. Jarak antara wajah mereka tinggal 1 cm lagi, hingga …
Drrtt .. Drrtt .. Drrtt ..
Lagi-lagi aku terbangun dari tidurku. Haahh .. Dan lagi-lagi ini yang aku rasakan. Rasa sakit saat mengingat mimpiku yang begitu indah. Mengapa aku hanya bisa merasakan kebahagian dimimpiku ? Hampir setiap malam aku memimpikannya, dan sialnya aku pasti selalu terbangun. Huft .. Apakah aku harus tidur selamanya agar aku bisa terus merasakan kebahagiaan selama-lamanya ?
Drrtt .. Drrtt .. Drrtt ..
Ponselku berbunyi lagi. Aiissshh .. Aku lupa tadi ada yang menelfon. Aku pun langsung melihat layar ponselku. Astaga .. Haruskah dia menelfon disaat yang tidak tepat seperti ini ? Mengapa yeoja ini selalu berhasil membuatku gila eoh ?
“Yeoboseyo ..” akhirnya aku mengangkat telfon dari YeonYoung.
‘Wonie-ah ..’
“Ne, waeyo ?”
‘Mengapa kau tadi tiba-tiba pulang eoh ?’ astaga .. Dia masih bisa bertanya seperti itu ? Yeoja ini memang benar-benar bisa membuatku gila.
“Ani, aku tadi tiba-tiba teringat janjiku dengan DongHae hyung”
‘Ohh .. Ne. Tapi tadi kau pulang bukan karena KyuHyun kan ?’
“Ani, bukan kok”
‘Eumm .. Arasseo. Kalau begitu sudah dulu ne ? Besok aku harus bangun pagi. Annyeong …’
“Ne, annyeong ..”
Kututup telfon dari YeonYoung, setelah itu aku langsung merebahkan diriku dan kembali tidur.
Cahaya matahari mulai memasukki jendela kamarku dan mengetuk kelopak mataku. Menuntutku untuk segera bangun dari tidur nyenyak ku. Haahh .. Sayang sekali mimpi semalam tidak berlanjut lagi ketika aku kembali tidur.
Segera ku ambli handuk yang ada diatas kursi dan langsung memasuki kamar mandi. Ku basuh seluruh anggota tubuhku, berharap mimpi selamam ikut menglir bersama air dan hilang dari ingatanku. Selesai mandi, aku menuju lantai bawah. Disana sudah ada appa, eomma, dan DongHae hyung.
“Annyeong ..”
Sapaku kepada mereka semua. Aku pun mulai memakan makananku sedikit demi sedikit. Teringat lagi aku akan mimpi yang semalam aku alami. Dan untuk kesekian kalianya hatiku merasakan perasaan yang sama. Perasaan sakit. Ya sakit, sakit saat mengetahui semua itu hanya sebuah mimpi dan tidak akan pernah berubah menjadi kenyataan.
“Hyung, aku pergi dulu ne ?” pamitku kepada DongHae hyung.
“Kau mau kemana lagi eoh ?”
“Aku ingin pergi ke tempat kuliah hyung, hari ini aku ada jadwal kuliah” ucapku sambil membuka pintu rumah.
“Arasseo .. Hati-hati dijalan”
“Ne, annyeong hyung” aku pun segera keluar menuju halaman belakang dan mengendarai mobil sportku menuju tempat kuliahku. KyungHee University.
“SiWon-ah …” panggil sebuah suara. Suara yang amat sangat ku kenal. Suara dari seorang yeoja bernama Lim Yeon Young.
“Eumm .. Waeyo ?” balasku sambil menghentikan langkahku dan menunggunya yang sedang berjalan kearahku.
“Ani, ayo ke kelas bersama-sama. KyuHyun hari ini tidak masuk, jadi hari ini aku sendirian”
“Oh .. Jadi kau hanya ingin bersama-sama denganku jika KyuHyun tidak ada” ucapku dengan nada yang dingin dan sedikit .. sedih.
“Eoh ? Tentu saja tidak SiWon-ah, mengapa kau biacara seperti itu ?” tanya YeonYoung sambil mengerucutkan bibirnya imut. Ughh .. Yeoja ini mengapa imut sekali eoh ?
“Ani, sudahlah. Ayo masuk” aku langsung berjalan. Meninggalkannya yang ada dibelakangku.
“SiWon-ah .. Tunggu !!” teriaknya lalu menyusulku.
Selama dikelas aku hanya bisa memandang kearah YeonYoung yang duduk di depanku. Hari ini benar-benar tidak bisa focus dengan pelajaran yang diberikan oleh seonsaengnim. Padahal biasanya aku akan kesal bila aku tidak bisa focus, namun entah mengapa hari ini aku merasa biasa saja. Bahkan bisa dibilang aku membiarkan fikiranku hanya terfokus terhadap YeonYoung.
Ku kemudikan mobilku dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi. Kuliahku baru saja selesai setengah jam yang lalu, namun sebelum pulang aku memutuskan untuk menemain YeonYoung ke perpustakaan. Sekarang aku sedang di jalan menuju sebuah taman. Hari ini aku sedang malas dirumah, jadi aku memutuskan untuk pergi ke sebuah taman yang tidak jauh dari rumahku.
Duduk di taman dan ditemani dengan angin dan kicauan burung memang sangat nyaman. Ku pandangi keadaan sekitar taman, banyak anak-anak yang sedang bermain bersama orang tua mereka dengan sangat gembira. Tidak jarang juga ku temui sepasang kekasih yang sedang duduk berdua disebuah kursi taman. Dan .. Eh, tunggu .. Ku alihkan lagi pandanganku kearah sepasang kekasih yang sedang duduk di kursi taman tadi. Bukannya itu KyuHyun, dan … MinYoung ? Bukankah mereka sudah putus ? Jangan-jangan … SHIT !! Kurang ajar namja itu. Dia mempermainkan YeonYoung rupanya. Segera ku keluarkan kamera yang ada di dalam tasku.
KREEK
Aku bidikan kameraku kearah KyuHyun yang sedang mencium MinYoung tepat dibibirnya.
KREEK
Sekarang merasa sedang berpelukan dengan erat. Sangat erat.
KREEK
Foto terakhir. KyuHyun lagi-lagi mencium yeoja bernama MinYoung itu tepat dibibirnya.
Cihh .. Namja itu !! Berani sekali dia. YeonYoung-ah, mianhaeyo aku membiarkan berpacaran dengan namja seperti dia, mian aku tidak bisa menjagamu. Aku harus menunjukkan semua ini kepada YeonYoung. Mala mini aku harus ke rumahnya. Segera aku berjalan keara mobilku. Tujuanku sekarang hanya satu, pulang kerumah dan mencuci semua foto-foto ini.
SiWon POV end
Author POV
SiWon menatap foto-foto yang baru saja selesai di cucinya dengan tatapan benci dan emosi. Dia sangat emosi dengan namja yang bernama Cho Kyu Hyun. Bisa-bisanya dia mempermainkan sahabat sekaligus yeoja yang dicintainya. Andai saja tadi itu bukan di tempat umum, pasti namja sialan itu sudah habis babak belur karena dihajar oleh SiWon. Namun SiWon masih bisa mengontrol emosinya, karena itu adalah tempat umum.
Jam dinding di kamar SiWon sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Dengan segera SiWon memasukkan foto-foto tadi ke dalam sebuah amplop dan bergegas pergi menuju rumah YeonYoung. DongHae sempat melarangnya untuk pergi, namun SiWon tetap pergi karena dia tidak bisa membiarkan KyuHyun terus mempermainkan YeonYoung.
TING TONG …
SiWon menekan bel rumah YeonYoung. Tidak lama setelahnya pintu rumah itu mulai terbuka. Terlihat YeonYoung yang sedang memegang ponselnya bingung dengan kedatangan SiWon yang tiba-tiba.
“SiWon-ah ? Ayo masuk”
“Ne”
SiWon langsung masuk ke dalam rumah YeonYoung, lalu dia duduk tepat disamping YeonYoung.
“Wae SiWon-ah ? Tumben kau kesini tidak menelfonku terlebih dahulu” ucap YeonYoung sambil tersenyum.
“Ani, ada yang ingin aku tunjukkan denganmu Youngie-ah” ucap SiWon sambil memberikan amplop yang berisi foto-foto KyuHyun dengan MinYoung.
“Eh ? Apa ini ?” tanya YeonYoung bingung.
“Buka saja. Tapi sebelumnya … Aku ingin mengatakan bahwa aku melakukan semua ini demimu Youngie-ah” SiWon berkata kepada YeonYoung dengan tatapan yang sulit diartikan.
Setelah itu YeonYoung langsung membuka amplop tersebut. Mata YeonYoung tebelalak saat melihat isi dari amplop tersebut.
“Ini .. Ini tidak mungkin. Apa maksud semua ini SiWon-ah ?” tanya YeonYoung dengan airmata yang mulai membasahi pipi chubby nya.
“Aku melihat KyuHyun dengan MinYoung kemarin di taman, jadi ..”
“Ini pasti bohong. Kau pasti berbohong kan SiWon-ah ? KyuHyun tidak mungkin seperti ini. Kau .. Kau jahat SiWon-ah” belum sempat SiWon melanjutkan kalimatnya, YeonYoung lebih dulu berteriak dengan suara yang serak kepada SiWon.
“Tapi YeonYoung-ah … Aku tidak berbohong. Sungguh ..” ucap SiWon dengan nada yang sedih.
“Tidak kau pasti berbohong” lagi-lagi YeonYoung berteriak dengan suara yang serak sambil melemparkan foto-foto tersebut kearah SiWon.
Sakit. Lagi-lagi SiWon merasakan sakit dihatinya. Bukan, bukan sakit karena YeonYoung tidak mempercayai. SiWon sakit karena melihat YeonYoung menangis. Dia tidak tega melihat yeoja yang amat dicintainya menangis hanya karena namja sialan seperti KyuHyun. SiWon perlahan-lahan mulai mendekati YeonYoung.
“PERGI !! KELUAR DARI SINI” YeonYoung berteriak tepat sebelum SiWon memegang tanganya.
“Tapi ..”
“Keluar. AKU BILANG KELUAR CHOI SI WON” teriak YeonYoung yang sudah mulai menangis lagi.
“Arasseo ..”
“Tapi .. Harus kau tau YeonYoung-ah. Aku .. Aku melakukan ini semua karena aku menyayangi .. Ah, tidak. Lebih tepatnya karena aku mencintaimu” setelah SiWon mengatakan hal tersebut. SiWon langsung keluar, meninggalkan YeonYoung yang terdiam dan bingung dengan kata-kata yang baru saja keluar dari mulut SiWon.
SiWon menangis. Dia menyesali semua perbuatannya, tidak seharusnya dia memberikan foto-foto itu kepada YeonYoung. Tangisannya semakin keras saat dia mengingat ekspresi YeonYoung yang tadi begitu terluka. Sungguh, dia tidak sanggup untuk melihat wajah cantik yang biasa tersenyum dengan manis itu menangis dengan sangat pilu.
Karena SiWon terus menangis dengan keras. Akhirnya SiWon sudah tidak memperdulikan keadaan jalan yang ada dihadapannya lagi. Bahkan dia tidak sadar bahwa tepat didepan mobilnya terdapat sebuah truk yang sangat besar. Hingga …
BRAK ….
Terjadi tabrakan antara mobil SiWon dengan truk tersebut. Peristiwa itu terjadi dengan sangat cepat. Perlahan-lahan mata SiWon mulai tertutup. Dan semuanya berubah menjadi gelap.
Author POV end
YeonYoung POV
Aku terdiam diposisiku. Perlahan-lahan pertahananku mulai runtuh, aku terjatuh dilantai yang berserakan dengan foto-foto KyuHyun dengan seorang yeoja yang aku tau bernama Kang Min Young, mantan yeojachingunya.
Aku mengambil ponselku yang ada diatas meja. Kutekan nomor telfon seseorang yang sekarang sangat aku butuhkan penjelasannya. Ya, aku menelfon KyuHyun.
‘Yeoboseyo .. Chagi, waeyo ?’
“Bisa kau kerumahku sekarang Kyu ?”
‘Ne, tentu. Tunggu aku chagi’
Tidak lama kemudian, KyuHyun pun sampai dirumahku. Dia terkejut melihatku yang duduk dilantai sambil menangis. KyuHyun langsung menghampiriku dan mencoba untuk menarik tanganku. Namun aku terlebih dulu bangun, tanpa memperdulikan tangannya yang masih mencoba untuk memegang tanganku.
“Wae ?”
“Kau CHO KYU HYUN !! JELASKAN INI APA ??” teriakku sambil menunjukkan foto yang tadi diberikan oleh SiWon.
“Itu .. Kau .. Kau tau dari mana chagi ?” tanya nya gugup.
“Bukan urusanmu. Jadi benar. Kau dan MinYoung masih berhubungan ? JAWAB AKU CHO KYU HYUN !!” ucapku penuh emosi.
“Ara, aku akan menjelaskannya. Aku sudah putus dengannya.. Tapi ..”
“Tapi apa ?”
“Aku .. Aku sudah dijodohkan dengannya. Mianhae ..”
“Jadi selama ini kau menganggapku apa Cho Kyu Hyun ? Kau hanya ingin mempermainkanku kan ?” ucapku lirih.
“Aniyo, aku ..”
“Sudah, sudah cukup. Aku tidak ingin mendengar penjelasanmu lagi. Sekarang keluar dari rumahku”
“Tapi ..”
“KELUAR !!”
“Arasseo ..”
KyuHyun pun keluar dari rumahku. Lagi-lagi aku menangis. Sekarang aku hanya bisa meratapi nasibku. Bodohnya aku bisa tertipu oleh namja seperti KyuHyun. Dan lebih bodoh lagi mengapa aku tidak pernah menyadari perasaan SiWon. Orang yang jelas-jelas sangat mencintaiku, dan sejujurnya juga orang yang aku cintai. Aku hanya terlalu naif karena tidak mengakui perasaanku sendiri. Hahh .. Kau sungguh-sungguh yeoja yang pabo Lim Yeon Young.
Pagi hari mulai datang, aku pun mulai membuka mataku perlahan. Haah .. Hari ini aku sendiri lagi. Appa dan eommaku sedang berada di Jepang sekarang. Mereka sedang berlibur. Huft .. Mereka tidak tau apa, anaknya ini sedang bimbang.
Aku mulai memasukki kamar mandi, setelah mandi aku langsung turun kebawah menuju ruang makan. Sepi sekali dirumah ini. Menyebalkan. Setelah sarapan, aku memutuskan untuk menonton tv diruang tengah. Aku hari ini tidak memiliki jadwal kuliah. Saat aku sedang mencoba untuk focus dengan acara yang aku tonton. Terdengar suara pintu yang diketuk dengan sangat keras. Aku pun segera bergegas menuju pintu dan membukanya.
“YA !! KAU !!” ucap orang itu dengan penuh emosi.
“MWO ?? DongHae oppa, waeyo ?” tanyaku bingung. Ternyata orang itu adalah DongHae oppa, kakak SiWon.
“KAU ?? Apa yang telah kau lakukan kepada adikku eoh ?” tanya DongHae oppa sambil menahan emosinya.
“Ani, aku tidak melakukan apapun oppa. Sungguh” ucapku.
“Lalu. Jika kau tidak melakukan apa-apa. Mengapa semalam SiWon bisa kecelakaan hah ?” tanyanya dengan penuh emosi. OMO !! SiWon kecelakaan ??
“MWO ?? SiWon kecelakaan oppa ??”
“Ne, ayo ikut denganku. Akan kujelaskan semuanya nanti”
DongHae oppa langsung menarik tanganku dan membawaku kedalam mobilnya untuk menuju ke rumah sakit. Sepanjang perjalan DongHae oppa menceritakan semua perasaan SiWon terhadapku. Bagaimana awalnya SiWon bisa mempunyai perasaan itu hingga akhirnya dia harus mengalami sakit hati karena harus memendam perasaannya. Tanpa terasa satu persatu airmataku mulai turun membasahi pipiku. Aku tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan SiWon selama ini. Pasti sangat sakit. Tangisanku yang semakin kencang akhirnya terhenti karena kami sudah sampai di rumah sakit. Kami pun langsung turun dari mobil dan menuju ke ruangan dimana SiWon dirawat.
Aku langsung masuk keruangan SiWon begitu aku dan DongHae oppa berada didepan pintu ruangan tersebut. Sementara DongHae oppa lebih memilih untuk keruangan dokter guna mencari tau bagaimana perkembangan kondisi SiWon.
“SiWon-ah ..” ucapku lirih sambil memegang tangannya. Sekarang aku sedang duduk disebelahnya yang mungkin masih belum sadarkan diri.
“SiWon-ah .. Bangunlah. Mianhaeyo, mian sudah membuatmu jadi seperti ini Wonie-ah .. Mianhae, jeongmal mianhaeyo ..” airmataku perlahan mulai turun lagi.
“Wonie-ah, naneun jeongmal pabo saram. Aku benar-benar orang yang bodoh karena tidak menyadari perasaanmu. Bahkan aku tidak menyadari perasaanku sendiri. Sejujurnya aku juga mencintaimu Wonie-ah. Bangunlah, kumohon” ucapku sambil terisak. Sungguh, aku ingin dia cepat sadar.
“SiWon-ah .. Saranghae ..” ucapku akhirnya. Sambil memejamkan mataku.
“Ne chagi, nado. Aku juga mencintaimu”
“Ne, aku tau itu Wonie-ah. Cepatlah sadar”
Tapi tiba-tiba mataku terbelalak. Bukankah yang tadi itu suara SiWon ? Kubuka mataku, dan yang kulihat adalah .. SiWon, Choi Si Won. Sekarang tengah tersenyum sangat manis untukku.
“YA !! Kau sudah sadar rupanya. Kau mengerjaiku. Menyebalkan” ucapku sambil menggembungkan pipiku.
“Hahaha .. Aku sudah sadar dari semalam chagi. Jadi .. Apakah benar kau juga mencintaiku eoh ?” tanya dengan nada jahil. Isshh .. Namja ini.
“Ne .. Wonie-ah” ucapku dengan wajah yang memerah.
“Hahahha … Kau sangat imut chagi. Mulai sekarang aku adalah namjachingumu. Arasseo ?”
“Ne, arasseo”
Lalu SiWon pun perlahan-lahan mulai bangun dan memeluk tubuhku. Hangat dan nyaman. Ya, kesan itulah yang muncul pertama sekali saat SiWon memelukku. Pelukan yang sudah lama tidak aku rasakan darinya.
YeonYoung POV end
1 Month Later
SiWon POV
Sekarang disinilah aku berada. Di sebuah lapangan luas yang dipenuhi dengan ilalang-ilalang yang dapat memperindah lapangan ini. Sama seperti waktu itu, aku duduk ditengah-tengahnya. Menikmati semilir angin menerpa wajahku. Namun kali ini ada yang berbeda, sangat berbeda. Yang pertama, waktu itu aku duduk disini sambil menangis, namun sekarang aku duduk disini sambil tersenyum bahagia, sangat bahagia. Dan yang kedua adalah .. Dulu aku duduk sendirian disini sambil menangisi seorang yeoja. Namun sekarang, aku disini tidak sendiri. Aku duduk berdua dengan yeoja yang aku tangisi waktu itu. Ya, sekarang aku sedang duduk disini bersama dengan Lim Yeon Young. Yeoja yang amat kucintai, yeoja yang baru saja menjadi yeojachinguku selama satu bulan.
“Wonie ..” lamunanku tiba-tiba saja hilang saat aku mendengar sebuah suara yang aku yakin berasal dari seorang yeoja cantik bernama Lim Yeon Young.
“Ne chagi, waeyo eum ?” tanyaku sambil mengelus kepalanya lembut.
“Aniyo. Eum .. Wonie-ah, gomawo sudah mau menungguku selama ini. Jeongmal gomawoyo sudah selalu berusaha untuk melindungiku selama ini. Dan ..” dia menggantungkan kalimatnya.
“Dan ?” tanyaku penasaran.
“Dan .. Gomawo sudah mau menepati janji kita beberapa tahun yang lalu” ucapnya sambil menundukkan wajahnya yang bersemu merah. Imutnya ..
“Ne, cheonmaneyo chagi. Nado gomawoyo sudah mau membalas cintaku chagi. Jeongmal saranghaeyo nae yeoja Lim Yeon Young” ucapku, lalu aku mencium keningnya dengan lembut.
“Ne, nado jeongmal saranghaeyo nae namja Choi Si Won”
Lalu aku pun langsung membawanya kedalam pelukan hangatku. Pelukan yang akan selalu aku berikan kepada dari dulu, sekarang, hingga nanti.
Dari semua yang aku alami beberapa bulan belakangan ini adalah satu. Tidak selamanya mimpi hanya akan menjadi sebuah mimpi. Karena suatu saat mimpi itu pasti bisa menjadi kenyataan.
Saranghaeyo Lim Yeon Young, jeongmal saranghae.
END
Woaaaaa .. Saya kembali dengan FF gaje. FF ini saya persembahkan buat temen saya mbak novi :D FF ini juga sekaligus buat perminta maafan saya karena FF nado saranghae seonbaenimnya suka telat update. Hehehehehechul .. :p OK. Silahkan dibaca FF nya !! Enjoy !! ^_^
Main cast :
- Choi Si Won
- Lim Yeon Young
Other cast :
- Cho Kyu Hyun
- Choi Dong Hae (Lee Dong Hae)
- Kang Min Young
Genre : romance, friendship, family
Terdengar denting piano dari sebuah ruangan yang ada dilantai dua sebuah rumah, denting piano yang bisa membuat semua orang terhanyut dalam damai. Namu tidak untuk seorang namja tampan yang sedang tertidur dikamarnya dengan tenang, baginya dentingan piano tersebut hanya mengganggu kebahagian akan tidurnya. Tidurnya yang selalu membawa kebahagian untuk dirinya.
“Hoaaam …” namja itu terbangun dari tidurnya dengan wajah yang ditekuk.
“Mengapa namja itu senang sekali bermain piano sih ? Menyebalkan”
Namja itu langsung turun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Setelah mandi dan mengganti bajunya, namja yang bernama Cho Si Won atau biasa dipanggil SiWon itu pun langsung keluar dan berjalan menuju sebuah ruangan yang menjadi tempat tujuannya sedari tadi. Kamar kakaknya. Ya, ruangan itu lah yang sedari tadi menjadi tempat tujuannya.
“Ya !! Hyung. Bisakah kau bermain piano dengan sedikit tenang. Tidak taukah suara pianomu itu menggangguku ?” tanya SiWon kesal sambil berjalan kearah kakakknya yang sedang duduk didepan piano yang ada dikamar tersebut,
“Aku ini sedang bermain piano Choi Si Won. Tentu saja suaranya akan sampai kekamarmu” ucap namja yang bernama Choi Dong Hae, namja yang tidak lain adalah kakak dari seorang Choi Si Won.
“Aiisshh ,,, Awas saja kau hyung” SiWon mulai duduk di tempat tidur DongHae sambil membuka sebuah buku yang ada diatas tempat tidur tersebut.
“Hah .. Kau ini. Pasti kau memimpikan ‘dia’ lagi kan ?” tanya DongHae sambil terus memainkan pianonya.
“Ne” SiWon hanya menganggukan kepalanya.
“Sudah berapa kali kubilang eoh ? Lupakan yeoja itu. Itu hanya membuatmu semakin sakit hati, kau tau ?” DongHae mencoba untuk menasihati adik satu-satunya ini. Ya, SiWon memang sekarang sedang mengalami kondisi yang tidak terlalu baik. Memendam perasaan untuk seorang yeoja yang sudah memilik namjachingu itu memang tidak menyenangkan kan ?
“Sulit hyung, entah mengapa sangat sulit untuku melupakannya. Sejujurnya aku juga sangat ingin melupakannya. Tapi itu terlalu sulit hyung” ucap SiWon sambil menundukkan kepalanya.
“Sudahlah, jangan terlalu difikirkan. Sekarang cepat turun, pasti eomma sedang menunggu kita untuk sarapan”
DongHae keluar dari kamarnya setelah mengucapkan kalimat tersebut. Sementara SiWon masih tetap diam di tempat tidur sambil menundukkan kepalanya. Namu tidak lama kemudian SiWon langsung turun setelah mendengar panggilan dari eommanya.
SiWon POV
Sarapan kali ini kami lewati dengan sangat diam. Entah mengapa appa dan eomma tidak banyak bicara. Biasanya mereka selalu menanyakan tentang kuliahku atau pun perkerjaan DongHae hyung di kantor. Begitu juga denganku, pagi ini aku benar-benar sedang tidak mood untuk berbicara. Bahkan beberapa kali eomma menegurku karena aku melamun. Haah .. Apa ini karena ‘dia’ ?
Drrtt .. Drrtt .. Drrtt ..
Tiba-tiba ponselku berbunyi. Saat aku melihat layar ponselku, ternyata yang menelfon adalah ‘dia’. Segera ku tekan tombol berwarna hijau dan mengangkat telfon tersebut.
“Yeoboseyo ..”
‘Yeoboseyo Wonie-ah …’
“Wae YeonYoung-ah ?”
‘Aniyo, apa aku tidak boleh menelfon sahabatku eoh ?’
“Aigoo .. Ani. Hanya saja .. Biasanya saat hari minggu seperti ini kan kau selalu bersama KyuHyun”
‘Eumm .. Dia sedang ada urusan. Jadi aku sedang sendirian sekarang. Kau mau kerumahku kan Wonie-ah ?’
“Arasseo, aku akan kesana. Tunggulah”
Aku langsung mengambil jaketku yang ada diatas tempat tidurku dan berjalan menuju halaman belakang. Lalu aku lansung mengendarai mobil sport putihku menuju rumah YeonYoung. Ya, YeonYoung. Lebih tepatnya Lim YeonYoung, yeoja itulah yang berhasil membuatku jatuh cinta dan menjadikan aku seperti sekarang. Haahh .. Hebatnya yeoja itu.
Lima belas menit berlalu, akhirnya aku sampai disebuah rumah yang tidak terlalu besar. Namun mempunyai halaman yang sangat cantik dengan bunga-bunga dan tanaman yang mengelilinginya.
“Ahjjuma annyeong ..” ucapku sopan kepada eomma YeonYoung.
“Ah .. SiWon-ah. Annyeong .. Masuklah, YeonYoung sudah menunggumu dihalaman belakang” ucap eomma YeonYoung sambil tersenyum lembut.
“Ne, gomawo ahjjuma”
Aku langsung berjalan ke halaman belakang rumah YeoYoung. Disana aku melihatnya sedang duduk di sebuah ayunan sambil memangku anjing kesayangannya yang bernama Ginger.
“YeonYoung ..” panggilku.
“Ah .. Wonie. Ayo duduk” YeonYoung langsung mengajakku duduk disampingnya. Aku yang melihat YeonYoung sedang mengelus kepala Ginger jadi ingin ikut mengelus kepala Ginger. Akhirnya aku ikut mengelus kepala Ginger dengan sangat lembut. Dia terlihat sangat nyaman dengan apa yang aku dan YeonYoung lakukan.
“Wah .. Beda sekali ya” ucap YeonYoung tiba-tiba.
“Wae ? Apanya yang beda YeonYoung-ah ?” tanyaku.
“Ne, reaksi Ginger beda. Saat KyuHyun yang melakukannya dia pasti langsung menghindar. Sementara denganmu dia malah merasa sangat nyaman” ucapan YeonYoung langsung membuat tanganku berhenti mengelus kepala Ginger. Sakit, ya sakit. Hatiku sakit saat mendengar YeonYoung menyebut nama KyuHyun dengan mulutnya yang mungil itu. Namun aku mencoba untuk tidak memperlihatkan perasaanku tersebut.
“SiWon-ah .. Waeyo ?”
“Ahh .. Aniyo. Gwaenchanayo” ucapku sambil mencoba tersenyum.
Setelah itu kami langsung melanjutkan kegiatan kami yang tadi sempat terganggu.
SiWon POV end
Author POV
SiWon dan YeonYoung terus bermain dengan Ginger di halaman belakang. Bahkan mereka sampai bermain kejar-kejaran bersama Ginger. Kegiatan yang sudah sangat lama tidak merek lakukan. Terutama semenjak YeonYoung berpacan dengan namjachingunya KyuHyun.
Sebenarny SiWon sudah menyukai YeonYoung sejak SMP, awalnya dia hanya menganggap perasaan itu sebagai porasaan biasa. Perasaan yang dirasakan antara sahabat. Namun seiring waktu berjalan, SiWon akhirnya menyadari bahwa perasaannya itu bukanlah perasaan antara sahabat. Namun perasaan antara namja dn yeoja. Sudah sejak lama SiWon berencana untuk menyatakan cintanya kepada YeonYoung, tapi dia takut pernyataannya itu akan merusak hubungan persahabatan diantara mereka. Itulah penyebab SiWon memendam perasaannya terhadap YeonYoung, bahkan sampai sekarang.
Saat SiWon dan YeonYoung sedang bermain kejar-kejaran dengan Ginger. Tiba-tiba terdengar sebuah suara namja yang menurut SiWon sudah merebut YeonYoung darinya. Ya, siapa lagi kalau bukan KyuHyun. Atau lebih tepatnya Cho KyuHyun.
“Chagi ..” panggil KyuHyun sambil memeluk YeonYoung dari belakang tanpa memperdulikan SiWon yang berada di sekitar mereka.
“Ne Kyu, mengapa ada disini eoh ? Kau bilang kau ada urusan” tanya YeonYoung sambil melepaskan pelukan KyuHyun.
“Urusanku sudah selesai chagi, lagi pula aku kan rindu dengan yeojachinguku yang cantik ini” ucap KyuHyun sambil memegang tengkuk YeonYoung dan bersiap untuk menciumnya. Namun sebelum KyuHyun mencium YeonYoung, SiWon lebih dulu menghentikannya dengan cara berpamitan untuk pulang.
“Eum .. YeonYoung-ah, aku pulang dulu ne ? Sepertinya aku mengganggu kalian. Annyeong ..” lalu SiWon pun berjalan menuju keluar, meninggalkan KyuHyun yang mulai melanjutkan kegiatannya tadi. Namun dengan cepat dicegah oleh YeonYoung.
Sekarang ini SiWon sedang berada disebuah lapangan luas yang dipenuhi dengan ilalang. Lapangan luas yang sangat indah, lapangan yang sangat damai, dan lapangan yang sangat banyak menyimpan kenangannya dengan YeonYoung dulu, saat mereka masih bisa bermain dengan leluasa tanpa gangguan seorang namja bernama Cho Kyu Hyun.
SiWon memejamkan matanya, mencoba untuk mengingat kenangannya bersama YeonYoung.
Flasback
“SiWon-ah ..” ucap YeonYoung yang duduk disebelah SiWon sambil memainkan ilalang yang ada ditangannya.
“Ne, waeyo eum ?” tanya SiWon sambil tersenyum lembut.
“Aniyo, ayo buat janji” YeonYoung berkata dengan ekspresi gembiranya yang sangat imut dan lucu menurut SiWon.
“Eh ? Janji ? Janji apa eoh ?” tanya SiWon lagi denga ekspresi bingung.
“Ayo buat janji bahwa kita akan selalu bersama apapun yang akan terjadi. Dan berjanjilah akan selalu ada didekatku. Kau mau kan ?” YeonYoung langsung mengangkat jari kelingkingnya untuk membuat janji.
“Eumm .. Baiklah” akhirnya SiWon setuju dengan ucapan YeonYoung dan melingkarkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking YeonYoung.
Setelah itu merek kembali bermain dengan sangat gembira. Senyum tidak pernh lepas dari wajah keduanya. Keduanya terlihat sangat bahagia.
Flashback end
Airmata SiWon jatuh dengan perlahan dari matanya yang indah menuju pipinya. Hatinya seperti teriris saat mengingat kenangannya dengan YeonYoung dulu.
“Mianhaeyo YeonYoung-ah … Mianhae ..” ucap SiWon disela isak tangisnya. SiWon merasa menjadi namja yang sangta bodoh, karena sudah melepaskan YeonYoung dengan sangat mudah dan membiarkannya berpacaran dengan KyuHyun.
“Arrrggghhh …..” SiWon berteriak sambil menutup muka dengan kedua tangannya. Dia sungguh-sungguh sudah tidak bisa menahan perasaannya lagi. Hatinya sangat sakit saat mengingat kejadian yang tadi terjadi dirumah YeonYoung. Hampi saja dia melihat yeoja yang amat dicintainya berciuman dengan namja lain tepat didepan matanya. Sungguh, sekarang SiWon benar-benar merasa menjadi namja yang paling bodoh didunia ini.
Setelah puas menyampaikan perasaannya, SiWon langsung berdiri dari duduknya, menuju mobilnya yang dia parker tidak jauh dari lapangan tersebut.
Selama diperjalan SiWon tidak bisa berhenti untuk memikirkan yeoja yang bernama Lim Yeon Young. Ingatannya tentang kenangan-kenangan mereka dulu terus menari-nari dibenaknya. Benar-benar perasaan dan keadaaan yang menyiksa untuk seorang Choi Si Won.
Author POV end
SiWon POV
Aku langsung memakirkan mobilku di halaman belakang saat aku sampai dirumahku. Kubuka pintu rumahku dengan sedikit kasar. Membuat DongHae hyung dan eomma yang ada di ruang tengah terkejut melihatku.
“Kau dari mana eoh ?” tanya DongHae hyung saat melihatku membuka pintu.
Tapi tidak ku hiraukan pertanyaannya. Yang sekarang aku butuhkan hanya istirahat dan tidur didalam kamarku. Bukannya ceramahan panjang yang pasti akan diucapkan oleh seorang Choi Dong Hae.
BRAKK …
“YA !! CHOI SI WON !! DARI MANA SAJA KAU ?? TIDAK LIHAT SEKARANG JAM BERAPA HAH ?? KAU PERGI DARI PAGI DAN PULANG MALAM DENGAN KEADAAN SEPERTI INI ?? DARI MANA KAU ??”
Tiba-tiba terdengar suara pintu yang dibuka dengan sangat kasar dan teriakan dari seorang namja yang bernama Choi Dong Hae. Cihh .. Mengapa namja ini senang sekali untuk mencampuri urusanku eoh ? Menyebalkan.
“Bukan urusanmu Choi Dong Hae” ucapku dengan nada dingin.
“Tentu it urusanku SiWon. KAU ADIKKU” ucapnya sambil sedikit berteriak. Aiisshh .. Namja ini.
“Arasseo. Aku dari rumah YeonYoung. Wae ? Kau tidak suka ?” tanyaku menantang,
“KAU !! BERAPA KALI KU BILANG ?? LUPAKAN YEOJA ITU. DIMANA HARGA DIRIMU SEBAGAI SEORANG NAMJA CHOI SI WON ??” DongHae hyung membalas ucapanku dengan teriakan dan bentakan yang sangat keras.
“KAU !! Sudahlah hyung, kau tidak akan mengerti perasaanku. Bisakah sekarang kau keluar ? Aku ingin istirahat” ucapku mengalah. Biar bagaimanapun DongHae hyung itu tetap kakakku. Aku tidak ingin berkelahi dengannya hanya karena masalah seperti ini.
“Terserah kau lah”
Aku langsung merebahkan tubuhku di kasur king size ku sesaat setelah DongHae hyung keluar dari kamarku. Kantuk mulai menyerangku, perlahan demi perlahan mataku mulai tertutup dan mulai menjemput mimpi. Mimpi yang aku yakin akan sangat indah, namun berubah jadi sangat menyakitkan ketika aku sudah bangun.
“Ya, SiWon-ah .. Coba tangkap aku kalau bisa ..” ucap YeonYoung sambil berlari dilapangan yang dipenuhi banyak ilalang. YeonYoung sekarang sedang menghindar dari kejaran SiWon dengan baju panjang berwarna putih dan rambut yang diikat kesamping. Sungguh cantik. Sementara SiWon yang mengejarnya juga menggunakan baju serba putih. Sangat tampan.
“Aku akan menangkapmu chagi, lihat saja nanti” ucap SiWon sambil terus mengejar YeonYoung.
“Coba saja kalau bisa .. Weee ..” balas YeonYoung sambil menoleh kebelakang dan menjulurkan lidahnya kearah SiWon. Sementara SiWon hanya tertawa sambil terus berlari.
GREP ..
“Tertangkap kau chagi” ucap SiWon sambil memeluk YeonYoung dari belakang.
“Ya .. Lepaskan aku Choi Si Won !!” ucap YeonYoung sambil berusaha melepaskan pelukan SiWon dengan muka yang memerah.
“Baiklah, tapi kau harus bilang bahwa kau mencintaiku”
“Ani, aku tidak mau”
“Arasseo, berarti aku tidak akan melepaskanmu”
“Iisshh … Arra. Sa .. Sa .. Saranghae Choi Si Won” ucap YeonYoung dengan muka yang memerah.
“Nado chagi, nado saranghae” SiWon mulai medekatkan wajahnya ke wajah YeonYoung. Dekat dan semakin dekat. Jarak antara wajah mereka tinggal 1 cm lagi, hingga …
Drrtt .. Drrtt .. Drrtt ..
Lagi-lagi aku terbangun dari tidurku. Haahh .. Dan lagi-lagi ini yang aku rasakan. Rasa sakit saat mengingat mimpiku yang begitu indah. Mengapa aku hanya bisa merasakan kebahagian dimimpiku ? Hampir setiap malam aku memimpikannya, dan sialnya aku pasti selalu terbangun. Huft .. Apakah aku harus tidur selamanya agar aku bisa terus merasakan kebahagiaan selama-lamanya ?
Drrtt .. Drrtt .. Drrtt ..
Ponselku berbunyi lagi. Aiissshh .. Aku lupa tadi ada yang menelfon. Aku pun langsung melihat layar ponselku. Astaga .. Haruskah dia menelfon disaat yang tidak tepat seperti ini ? Mengapa yeoja ini selalu berhasil membuatku gila eoh ?
“Yeoboseyo ..” akhirnya aku mengangkat telfon dari YeonYoung.
‘Wonie-ah ..’
“Ne, waeyo ?”
‘Mengapa kau tadi tiba-tiba pulang eoh ?’ astaga .. Dia masih bisa bertanya seperti itu ? Yeoja ini memang benar-benar bisa membuatku gila.
“Ani, aku tadi tiba-tiba teringat janjiku dengan DongHae hyung”
‘Ohh .. Ne. Tapi tadi kau pulang bukan karena KyuHyun kan ?’
“Ani, bukan kok”
‘Eumm .. Arasseo. Kalau begitu sudah dulu ne ? Besok aku harus bangun pagi. Annyeong …’
“Ne, annyeong ..”
Kututup telfon dari YeonYoung, setelah itu aku langsung merebahkan diriku dan kembali tidur.
Cahaya matahari mulai memasukki jendela kamarku dan mengetuk kelopak mataku. Menuntutku untuk segera bangun dari tidur nyenyak ku. Haahh .. Sayang sekali mimpi semalam tidak berlanjut lagi ketika aku kembali tidur.
Segera ku ambli handuk yang ada diatas kursi dan langsung memasuki kamar mandi. Ku basuh seluruh anggota tubuhku, berharap mimpi selamam ikut menglir bersama air dan hilang dari ingatanku. Selesai mandi, aku menuju lantai bawah. Disana sudah ada appa, eomma, dan DongHae hyung.
“Annyeong ..”
Sapaku kepada mereka semua. Aku pun mulai memakan makananku sedikit demi sedikit. Teringat lagi aku akan mimpi yang semalam aku alami. Dan untuk kesekian kalianya hatiku merasakan perasaan yang sama. Perasaan sakit. Ya sakit, sakit saat mengetahui semua itu hanya sebuah mimpi dan tidak akan pernah berubah menjadi kenyataan.
“Hyung, aku pergi dulu ne ?” pamitku kepada DongHae hyung.
“Kau mau kemana lagi eoh ?”
“Aku ingin pergi ke tempat kuliah hyung, hari ini aku ada jadwal kuliah” ucapku sambil membuka pintu rumah.
“Arasseo .. Hati-hati dijalan”
“Ne, annyeong hyung” aku pun segera keluar menuju halaman belakang dan mengendarai mobil sportku menuju tempat kuliahku. KyungHee University.
“SiWon-ah …” panggil sebuah suara. Suara yang amat sangat ku kenal. Suara dari seorang yeoja bernama Lim Yeon Young.
“Eumm .. Waeyo ?” balasku sambil menghentikan langkahku dan menunggunya yang sedang berjalan kearahku.
“Ani, ayo ke kelas bersama-sama. KyuHyun hari ini tidak masuk, jadi hari ini aku sendirian”
“Oh .. Jadi kau hanya ingin bersama-sama denganku jika KyuHyun tidak ada” ucapku dengan nada yang dingin dan sedikit .. sedih.
“Eoh ? Tentu saja tidak SiWon-ah, mengapa kau biacara seperti itu ?” tanya YeonYoung sambil mengerucutkan bibirnya imut. Ughh .. Yeoja ini mengapa imut sekali eoh ?
“Ani, sudahlah. Ayo masuk” aku langsung berjalan. Meninggalkannya yang ada dibelakangku.
“SiWon-ah .. Tunggu !!” teriaknya lalu menyusulku.
Selama dikelas aku hanya bisa memandang kearah YeonYoung yang duduk di depanku. Hari ini benar-benar tidak bisa focus dengan pelajaran yang diberikan oleh seonsaengnim. Padahal biasanya aku akan kesal bila aku tidak bisa focus, namun entah mengapa hari ini aku merasa biasa saja. Bahkan bisa dibilang aku membiarkan fikiranku hanya terfokus terhadap YeonYoung.
Ku kemudikan mobilku dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi. Kuliahku baru saja selesai setengah jam yang lalu, namun sebelum pulang aku memutuskan untuk menemain YeonYoung ke perpustakaan. Sekarang aku sedang di jalan menuju sebuah taman. Hari ini aku sedang malas dirumah, jadi aku memutuskan untuk pergi ke sebuah taman yang tidak jauh dari rumahku.
Duduk di taman dan ditemani dengan angin dan kicauan burung memang sangat nyaman. Ku pandangi keadaan sekitar taman, banyak anak-anak yang sedang bermain bersama orang tua mereka dengan sangat gembira. Tidak jarang juga ku temui sepasang kekasih yang sedang duduk berdua disebuah kursi taman. Dan .. Eh, tunggu .. Ku alihkan lagi pandanganku kearah sepasang kekasih yang sedang duduk di kursi taman tadi. Bukannya itu KyuHyun, dan … MinYoung ? Bukankah mereka sudah putus ? Jangan-jangan … SHIT !! Kurang ajar namja itu. Dia mempermainkan YeonYoung rupanya. Segera ku keluarkan kamera yang ada di dalam tasku.
KREEK
Aku bidikan kameraku kearah KyuHyun yang sedang mencium MinYoung tepat dibibirnya.
KREEK
Sekarang merasa sedang berpelukan dengan erat. Sangat erat.
KREEK
Foto terakhir. KyuHyun lagi-lagi mencium yeoja bernama MinYoung itu tepat dibibirnya.
Cihh .. Namja itu !! Berani sekali dia. YeonYoung-ah, mianhaeyo aku membiarkan berpacaran dengan namja seperti dia, mian aku tidak bisa menjagamu. Aku harus menunjukkan semua ini kepada YeonYoung. Mala mini aku harus ke rumahnya. Segera aku berjalan keara mobilku. Tujuanku sekarang hanya satu, pulang kerumah dan mencuci semua foto-foto ini.
SiWon POV end
Author POV
SiWon menatap foto-foto yang baru saja selesai di cucinya dengan tatapan benci dan emosi. Dia sangat emosi dengan namja yang bernama Cho Kyu Hyun. Bisa-bisanya dia mempermainkan sahabat sekaligus yeoja yang dicintainya. Andai saja tadi itu bukan di tempat umum, pasti namja sialan itu sudah habis babak belur karena dihajar oleh SiWon. Namun SiWon masih bisa mengontrol emosinya, karena itu adalah tempat umum.
Jam dinding di kamar SiWon sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Dengan segera SiWon memasukkan foto-foto tadi ke dalam sebuah amplop dan bergegas pergi menuju rumah YeonYoung. DongHae sempat melarangnya untuk pergi, namun SiWon tetap pergi karena dia tidak bisa membiarkan KyuHyun terus mempermainkan YeonYoung.
TING TONG …
SiWon menekan bel rumah YeonYoung. Tidak lama setelahnya pintu rumah itu mulai terbuka. Terlihat YeonYoung yang sedang memegang ponselnya bingung dengan kedatangan SiWon yang tiba-tiba.
“SiWon-ah ? Ayo masuk”
“Ne”
SiWon langsung masuk ke dalam rumah YeonYoung, lalu dia duduk tepat disamping YeonYoung.
“Wae SiWon-ah ? Tumben kau kesini tidak menelfonku terlebih dahulu” ucap YeonYoung sambil tersenyum.
“Ani, ada yang ingin aku tunjukkan denganmu Youngie-ah” ucap SiWon sambil memberikan amplop yang berisi foto-foto KyuHyun dengan MinYoung.
“Eh ? Apa ini ?” tanya YeonYoung bingung.
“Buka saja. Tapi sebelumnya … Aku ingin mengatakan bahwa aku melakukan semua ini demimu Youngie-ah” SiWon berkata kepada YeonYoung dengan tatapan yang sulit diartikan.
Setelah itu YeonYoung langsung membuka amplop tersebut. Mata YeonYoung tebelalak saat melihat isi dari amplop tersebut.
“Ini .. Ini tidak mungkin. Apa maksud semua ini SiWon-ah ?” tanya YeonYoung dengan airmata yang mulai membasahi pipi chubby nya.
“Aku melihat KyuHyun dengan MinYoung kemarin di taman, jadi ..”
“Ini pasti bohong. Kau pasti berbohong kan SiWon-ah ? KyuHyun tidak mungkin seperti ini. Kau .. Kau jahat SiWon-ah” belum sempat SiWon melanjutkan kalimatnya, YeonYoung lebih dulu berteriak dengan suara yang serak kepada SiWon.
“Tapi YeonYoung-ah … Aku tidak berbohong. Sungguh ..” ucap SiWon dengan nada yang sedih.
“Tidak kau pasti berbohong” lagi-lagi YeonYoung berteriak dengan suara yang serak sambil melemparkan foto-foto tersebut kearah SiWon.
Sakit. Lagi-lagi SiWon merasakan sakit dihatinya. Bukan, bukan sakit karena YeonYoung tidak mempercayai. SiWon sakit karena melihat YeonYoung menangis. Dia tidak tega melihat yeoja yang amat dicintainya menangis hanya karena namja sialan seperti KyuHyun. SiWon perlahan-lahan mulai mendekati YeonYoung.
“PERGI !! KELUAR DARI SINI” YeonYoung berteriak tepat sebelum SiWon memegang tanganya.
“Tapi ..”
“Keluar. AKU BILANG KELUAR CHOI SI WON” teriak YeonYoung yang sudah mulai menangis lagi.
“Arasseo ..”
“Tapi .. Harus kau tau YeonYoung-ah. Aku .. Aku melakukan ini semua karena aku menyayangi .. Ah, tidak. Lebih tepatnya karena aku mencintaimu” setelah SiWon mengatakan hal tersebut. SiWon langsung keluar, meninggalkan YeonYoung yang terdiam dan bingung dengan kata-kata yang baru saja keluar dari mulut SiWon.
SiWon menangis. Dia menyesali semua perbuatannya, tidak seharusnya dia memberikan foto-foto itu kepada YeonYoung. Tangisannya semakin keras saat dia mengingat ekspresi YeonYoung yang tadi begitu terluka. Sungguh, dia tidak sanggup untuk melihat wajah cantik yang biasa tersenyum dengan manis itu menangis dengan sangat pilu.
Karena SiWon terus menangis dengan keras. Akhirnya SiWon sudah tidak memperdulikan keadaan jalan yang ada dihadapannya lagi. Bahkan dia tidak sadar bahwa tepat didepan mobilnya terdapat sebuah truk yang sangat besar. Hingga …
BRAK ….
Terjadi tabrakan antara mobil SiWon dengan truk tersebut. Peristiwa itu terjadi dengan sangat cepat. Perlahan-lahan mata SiWon mulai tertutup. Dan semuanya berubah menjadi gelap.
Author POV end
YeonYoung POV
Aku terdiam diposisiku. Perlahan-lahan pertahananku mulai runtuh, aku terjatuh dilantai yang berserakan dengan foto-foto KyuHyun dengan seorang yeoja yang aku tau bernama Kang Min Young, mantan yeojachingunya.
Aku mengambil ponselku yang ada diatas meja. Kutekan nomor telfon seseorang yang sekarang sangat aku butuhkan penjelasannya. Ya, aku menelfon KyuHyun.
‘Yeoboseyo .. Chagi, waeyo ?’
“Bisa kau kerumahku sekarang Kyu ?”
‘Ne, tentu. Tunggu aku chagi’
Tidak lama kemudian, KyuHyun pun sampai dirumahku. Dia terkejut melihatku yang duduk dilantai sambil menangis. KyuHyun langsung menghampiriku dan mencoba untuk menarik tanganku. Namun aku terlebih dulu bangun, tanpa memperdulikan tangannya yang masih mencoba untuk memegang tanganku.
“Wae ?”
“Kau CHO KYU HYUN !! JELASKAN INI APA ??” teriakku sambil menunjukkan foto yang tadi diberikan oleh SiWon.
“Itu .. Kau .. Kau tau dari mana chagi ?” tanya nya gugup.
“Bukan urusanmu. Jadi benar. Kau dan MinYoung masih berhubungan ? JAWAB AKU CHO KYU HYUN !!” ucapku penuh emosi.
“Ara, aku akan menjelaskannya. Aku sudah putus dengannya.. Tapi ..”
“Tapi apa ?”
“Aku .. Aku sudah dijodohkan dengannya. Mianhae ..”
“Jadi selama ini kau menganggapku apa Cho Kyu Hyun ? Kau hanya ingin mempermainkanku kan ?” ucapku lirih.
“Aniyo, aku ..”
“Sudah, sudah cukup. Aku tidak ingin mendengar penjelasanmu lagi. Sekarang keluar dari rumahku”
“Tapi ..”
“KELUAR !!”
“Arasseo ..”
KyuHyun pun keluar dari rumahku. Lagi-lagi aku menangis. Sekarang aku hanya bisa meratapi nasibku. Bodohnya aku bisa tertipu oleh namja seperti KyuHyun. Dan lebih bodoh lagi mengapa aku tidak pernah menyadari perasaan SiWon. Orang yang jelas-jelas sangat mencintaiku, dan sejujurnya juga orang yang aku cintai. Aku hanya terlalu naif karena tidak mengakui perasaanku sendiri. Hahh .. Kau sungguh-sungguh yeoja yang pabo Lim Yeon Young.
Pagi hari mulai datang, aku pun mulai membuka mataku perlahan. Haah .. Hari ini aku sendiri lagi. Appa dan eommaku sedang berada di Jepang sekarang. Mereka sedang berlibur. Huft .. Mereka tidak tau apa, anaknya ini sedang bimbang.
Aku mulai memasukki kamar mandi, setelah mandi aku langsung turun kebawah menuju ruang makan. Sepi sekali dirumah ini. Menyebalkan. Setelah sarapan, aku memutuskan untuk menonton tv diruang tengah. Aku hari ini tidak memiliki jadwal kuliah. Saat aku sedang mencoba untuk focus dengan acara yang aku tonton. Terdengar suara pintu yang diketuk dengan sangat keras. Aku pun segera bergegas menuju pintu dan membukanya.
“YA !! KAU !!” ucap orang itu dengan penuh emosi.
“MWO ?? DongHae oppa, waeyo ?” tanyaku bingung. Ternyata orang itu adalah DongHae oppa, kakak SiWon.
“KAU ?? Apa yang telah kau lakukan kepada adikku eoh ?” tanya DongHae oppa sambil menahan emosinya.
“Ani, aku tidak melakukan apapun oppa. Sungguh” ucapku.
“Lalu. Jika kau tidak melakukan apa-apa. Mengapa semalam SiWon bisa kecelakaan hah ?” tanyanya dengan penuh emosi. OMO !! SiWon kecelakaan ??
“MWO ?? SiWon kecelakaan oppa ??”
“Ne, ayo ikut denganku. Akan kujelaskan semuanya nanti”
DongHae oppa langsung menarik tanganku dan membawaku kedalam mobilnya untuk menuju ke rumah sakit. Sepanjang perjalan DongHae oppa menceritakan semua perasaan SiWon terhadapku. Bagaimana awalnya SiWon bisa mempunyai perasaan itu hingga akhirnya dia harus mengalami sakit hati karena harus memendam perasaannya. Tanpa terasa satu persatu airmataku mulai turun membasahi pipiku. Aku tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan SiWon selama ini. Pasti sangat sakit. Tangisanku yang semakin kencang akhirnya terhenti karena kami sudah sampai di rumah sakit. Kami pun langsung turun dari mobil dan menuju ke ruangan dimana SiWon dirawat.
Aku langsung masuk keruangan SiWon begitu aku dan DongHae oppa berada didepan pintu ruangan tersebut. Sementara DongHae oppa lebih memilih untuk keruangan dokter guna mencari tau bagaimana perkembangan kondisi SiWon.
“SiWon-ah ..” ucapku lirih sambil memegang tangannya. Sekarang aku sedang duduk disebelahnya yang mungkin masih belum sadarkan diri.
“SiWon-ah .. Bangunlah. Mianhaeyo, mian sudah membuatmu jadi seperti ini Wonie-ah .. Mianhae, jeongmal mianhaeyo ..” airmataku perlahan mulai turun lagi.
“Wonie-ah, naneun jeongmal pabo saram. Aku benar-benar orang yang bodoh karena tidak menyadari perasaanmu. Bahkan aku tidak menyadari perasaanku sendiri. Sejujurnya aku juga mencintaimu Wonie-ah. Bangunlah, kumohon” ucapku sambil terisak. Sungguh, aku ingin dia cepat sadar.
“SiWon-ah .. Saranghae ..” ucapku akhirnya. Sambil memejamkan mataku.
“Ne chagi, nado. Aku juga mencintaimu”
“Ne, aku tau itu Wonie-ah. Cepatlah sadar”
Tapi tiba-tiba mataku terbelalak. Bukankah yang tadi itu suara SiWon ? Kubuka mataku, dan yang kulihat adalah .. SiWon, Choi Si Won. Sekarang tengah tersenyum sangat manis untukku.
“YA !! Kau sudah sadar rupanya. Kau mengerjaiku. Menyebalkan” ucapku sambil menggembungkan pipiku.
“Hahaha .. Aku sudah sadar dari semalam chagi. Jadi .. Apakah benar kau juga mencintaiku eoh ?” tanya dengan nada jahil. Isshh .. Namja ini.
“Ne .. Wonie-ah” ucapku dengan wajah yang memerah.
“Hahahha … Kau sangat imut chagi. Mulai sekarang aku adalah namjachingumu. Arasseo ?”
“Ne, arasseo”
Lalu SiWon pun perlahan-lahan mulai bangun dan memeluk tubuhku. Hangat dan nyaman. Ya, kesan itulah yang muncul pertama sekali saat SiWon memelukku. Pelukan yang sudah lama tidak aku rasakan darinya.
YeonYoung POV end
1 Month Later
SiWon POV
Sekarang disinilah aku berada. Di sebuah lapangan luas yang dipenuhi dengan ilalang-ilalang yang dapat memperindah lapangan ini. Sama seperti waktu itu, aku duduk ditengah-tengahnya. Menikmati semilir angin menerpa wajahku. Namun kali ini ada yang berbeda, sangat berbeda. Yang pertama, waktu itu aku duduk disini sambil menangis, namun sekarang aku duduk disini sambil tersenyum bahagia, sangat bahagia. Dan yang kedua adalah .. Dulu aku duduk sendirian disini sambil menangisi seorang yeoja. Namun sekarang, aku disini tidak sendiri. Aku duduk berdua dengan yeoja yang aku tangisi waktu itu. Ya, sekarang aku sedang duduk disini bersama dengan Lim Yeon Young. Yeoja yang amat kucintai, yeoja yang baru saja menjadi yeojachinguku selama satu bulan.
“Wonie ..” lamunanku tiba-tiba saja hilang saat aku mendengar sebuah suara yang aku yakin berasal dari seorang yeoja cantik bernama Lim Yeon Young.
“Ne chagi, waeyo eum ?” tanyaku sambil mengelus kepalanya lembut.
“Aniyo. Eum .. Wonie-ah, gomawo sudah mau menungguku selama ini. Jeongmal gomawoyo sudah selalu berusaha untuk melindungiku selama ini. Dan ..” dia menggantungkan kalimatnya.
“Dan ?” tanyaku penasaran.
“Dan .. Gomawo sudah mau menepati janji kita beberapa tahun yang lalu” ucapnya sambil menundukkan wajahnya yang bersemu merah. Imutnya ..
“Ne, cheonmaneyo chagi. Nado gomawoyo sudah mau membalas cintaku chagi. Jeongmal saranghaeyo nae yeoja Lim Yeon Young” ucapku, lalu aku mencium keningnya dengan lembut.
“Ne, nado jeongmal saranghaeyo nae namja Choi Si Won”
Lalu aku pun langsung membawanya kedalam pelukan hangatku. Pelukan yang akan selalu aku berikan kepada dari dulu, sekarang, hingga nanti.
Dari semua yang aku alami beberapa bulan belakangan ini adalah satu. Tidak selamanya mimpi hanya akan menjadi sebuah mimpi. Karena suatu saat mimpi itu pasti bisa menjadi kenyataan.
Saranghaeyo Lim Yeon Young, jeongmal saranghae.
END
Woaaaaa .. Saya kembali dengan FF gaje. FF ini saya persembahkan buat temen saya mbak novi :D FF ini juga sekaligus buat perminta maafan saya karena FF nado saranghae seonbaenimnya suka telat update. Hehehehehechul .. :p OK. Silahkan dibaca FF nya !! Enjoy !! ^_^
7 Years of LOVE -Chapter 7-
Chapter 7~
Kibum POV
Tak terasa sudah lama aku bersekolah di SMA InHa.sampai hari ini pun,hal itu menjadi tanda tanya besar di dalam kepalaku.aku pun memutuskan untuk tidak memperdulikannya juga.
Tteengg,,Teenngg....(jam pelajaran olahraga dimulai...~)
seluruh murid tengah berkumpul dilapangan.
“Anak-anak..hari ini,saya akan memberi tahukan kepada kalian,bahwa besok saya akan mengajak kalian ke gunung Daegu untuk berkemah,dan menilai kekompakan.nahh,,nanti saya,akan membagi kalian menjadi berpasang-pasangan,dan memainkan beberapa permainan dan tantangan.besok pagi,kalian semua harus sudah ada disini ya,,mengerti?!” ucap Si Won seonsaengnim.
“Ne,,araseo seonsaengnim...” sahut seluruh murid.
“ya sudah,,sekarang bebas,ingin bermain permainan apa.” Lanjut Si Won seonsaengnim.
“Ne,,sugohaseyo seonsaengnim...” ucap seluruh murid.
hari ini,aku tidak bermain bola kaki,karena aku lihat Heechul sedang bersama MinHee.aku tidak ingin mengganggu mereka,karena sepertinya Heechul suka pada MinHee.
aku pun mencari-cari teman untuk bermain.
Kibum POV end
TaeRim POV
karena tidak bisa bermain tenis,aku memutuskan untuk memungut bolanya saja.Saat Na mi,salah satu teman sekelas ku menyuruhku mengambilkan bola yang ia pukul dan melayang jauh.aku pun berlari mengambilnya.saat aku merunduk untuk mengambil bola,tiba-tiba didepan ku ada seseorang yang sedang berdiri.saat aku ikut berdiri,ternyata itu Kibum!
“eehhmm,...” sindirnya dan langsung pergi.
“iiisshh!~” aku pun tidak memperdulikannya
dan langsung memberikan bola tenis kepada Na Mi.
saat selesai memungutkan bola tenis untuk teman-teman ku,aku menghampiri MinHee yang sedang duduk di bangku penonton bersama Heechul.
“Heyy,..apa yang sedang kalian bicarakan??sepertinya serruu sekali??” ucap ku.
“Hahaha,,kami tidak sedang membicarakan apa-apa...hahaha” sambung MinHee yang masih tertawa kegelian.
“Yaa...aku boleh bergabung tidak???” tanya ku.
“Huahaha..heungheungheung...yayaya...boleh,,duduk saja TaeRim...” ucap MinHee sambil tertawa dengan Heechul.
aku pun bergabung dengan MinHee dan Heechul seruu nya bercanda bersama,karena Heechul adalah pelawak di kelas.ku pikir,dia itu berbakat menjadi pelawak.
“hahaha.,,Ya!kalian dengar tidak,tadi Si Won seonsaengnim,mengajak kita untuk berkemah di gunung Daegu..??kalian ini,,sibuk tertawa saja!” ucap ku.
“hah??iya,,iya,,kami dengar kok!” ucap Heechul dan MinHee.
“Ya sudah,,MinHee,,kau besok datang jam berapa??” tanya ku.
“kira-kira,jam setengah 7 aku sudah ada disini..” ucap MinHee saat ia berhenti tertawa.
“Ohh,,besok sms atau telpon aku saja ya kalau kau sudah dijalan..” ucap ku.
“Ne,..” sahut MinHee.
TaeRim POV end
MinHee,Heechul POV
Saat TaeRim pergi kembali kekelas,ia tak tahu asal usul yang membuat kami tertawa terbahak-bahak tadi.sebenarnya,kami berdua mempunyai rencana untuknya dan Kibum.
ini juga adalah saat yang tepat,karena besok adalah acara berkemah ke gunung Daegu.
“Ya..!besok kita jalankan misi kita!hwaiting!!” ucap kami dan tertawa kembali.
MinHee,Heechul POV end
D-Day!!~ (jrrunngg,jruunng...)
TaeRim POV
hari untuk perjalanan yang panjang,telah tiba.aku keluar dari kamar dan menuruni tangga untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah.
“eomma,,aku pergi dulu...” ucap ku.
“Nee,,tunggu dulu TaeRim-ah,,!” ucap ibuku sambil kembali ke dapur.
“ini,,bekalnya,,hati-hati ya anak ku,,jaga dirimu baik-baik...jangan keluar ke hutan,dan jangan tidur terlalu malam..!” ucap ibuku.
“Ne eomma..” sahut ku.
“oppaa,,,aku pergi dulu ya!!!” teriak ku memanggil JungSoo oppa yang masih dikamar.
“Ne,,tunggu sebentar!” sahut nya dari dalam kamar.
“Aiisshh~kau ini,,nanti aku terlambat!” teriakku.
lalu JungSoo oppa langsung turun dari tangga dan memberikan sebuah topi rajutan kesayangannya kepadaku.
“ini TaeRim..topi rajutan ku,,semoga topi ini berguna untukmu!selamat jalan..~!” ucap JungSoo.
“Ne,Oppa...gomawoyo!!” ucap ku.
“Ya sudah,,aku pergi dulu,,Appa,,,aku pergi dulu ya..!” pamit ku pada semua orang dirumahku.
“Ne,,,Hati-hati,rimiee!” sahut ayah ku dari dalam kamar mandi.
sesampainya di sekolah,aku melihat semua orang telah berkumpul dilapangan.hanya kelas kami yang mengikuti kegiatan berkemah ini,Si Won seonsaengnim dan Kang In seonsaengnim yang memjadi pemandu dan menjaga kami.
“Pagi semua...” sapa Si Won seonsaengnim.
“Pagii pakk...” Sahut seluruh murid.
“anak-anak,,pagi ini,kita akan pergi ke gunung Daegu,dan berkemah,,sudah siap semua persiapan yang diperlukan?” tanya Si Won seonsaengnim.
“Ne,,seonsaengnim...kami sudah siap..!” teriak semua murid bersemangat.
“Ayo berangkat!!” sahut Si Won seonsaengnim.
saat berada di bus,aku duduk bersebelahan dengan MinHee.dan didepan ku ada Kibum dan Heechul.
Kelihatannya Kibum sedang sibuk dengan PSP nya.dan semua orang sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
Aku hanya mendengarkan musik dari hape ku.musik-musik slow dari super junior,dan sub-grupnya,seperti super junior KRY,dan super junior M.
tak terasa,kami semua sudah sampai,setelah beberapa jam berada di dalam bus,dan sempat tertidur.
“Waaahhh,,sejuk sekali...!!” ucap ku dan MinHee.
“Ahhh,,,kita tiba...tibaa...!!” Heechul menyanyi-nyanyi tak jelas.
“anak-anak..lewat sini..” perintah Si Won seonsaengnim.
saat kami tiba di *dataran tinggi* didekat gunung yang cukup luas. (hehehe..:p).suasananya saaaangaat sejuk,dan pemandangan yang enak dilihat mata.disana juga terlihat beberapa vila.
disini,terlihat semua orang saling tolong-menolong,gembira bersama,dan Si Won seonsaengnim membantu murid yang kesusahan mendirikan tenda.
saat semua sudah mendirikan tenda,Si Won seonsaengnim memerintahkan kami untuk berkumpul.
“Nahh,,sekarang,saya ingin memberikan pengarahan untuk kalian,agar tidak salah dan tersesat dalam permainan ini.nama permainan ini adalah,seek and collect.kalian saya tugaskan untuk mencari bendera merah dan biru.sekarang saya bagi menjadi dua kelompok,dan setiap kelompok berpasang-pasangan.Kelompok red seeker,choi min ho dan shin neul mi,kim tae goo dan park bo ram,kang soo ro dan han min joo,kim goo tak dan shim neul ra,choi jin ki dan cho ah ra.Kelompok biru,Kim Heechul dan Han Min Hee,Kim Ki Bum dan Park Tae Rim. . . . .”
setelah mendengar pembagian kelompok,aku sangat terkejut,karena aku satu kelompok dengan Kibum.
“Hahh??!aku???sekelompok...dengan dia???!” ucap ku terkejut,dan otomatis mulut ku terbuka begitu saja,aku pun melihatnya,dan ia pun menoleh ke arah ku.
“Ini petanya anak-anak..kalian harus melawati gunung Daegu,dan hutan untuk mencari benderanya.siapa yang lebih dulu sampai disini,akan mendapatkan hadiah.mengerti?!” ucap Si Won seonsaengnim.
“Ne seonsaengnim..” sahut seluruh murid.
“sekarang boleh dimulai,..ayo,cepat!” ucap Si Won seonsaengnim.
semua orang dan masing-masing pasangannya langsung berjalan memasuki hutan dengan membawa peta.aku pun masih berdiam diri,menunggu sampai Kibum menghampiri dan mengajakku untuk pergi.
TaeRim POV Pause <ii></ii>
Heechul POV
Aku dan MinHee berputar arah,untuk mengganti peta Kibum dan TaeRim dengan peta yang salah.
“Semogaa..ini bisa membantu!” bisik ku sambil mencium peta tersebut.
“nahh,,sudah??ayo cepat,,nanti kita ketahuan Si Won seonsaengnim,atau mereka berdua!” ajak MinHee.
“ya..ayo!” lanjut ku.
Heechul POV end
TaeRim POV continue >
tak lama kemudian,Kibum langsung mengambil peta di atas meja kecil dekat pohon,dan menghampiriku.
“Ya!kenapa kau diam saja?!ayo kita jalan!” ucapnya.
“Issshh~” dengus ku,dan langsung mengikutinya.
setelah berjam-jam kami berjalan menelusuri hutan,tiba-tiba aku melihat ada bendera biru yang tertancap didekat pohon.
“Ya!!Kibum,,benderanya disana!!!” teriak ku kegirangan karena akhirnya menemukan bendera pertama.
kami pun segera mengambil bendera tersebut dan meletakkannya di dalam saku tas,dan kami langsung melanjutkan perjalanan sesuai peta.
TaeRim POV end
MinHee,Heechul Scene~
MinHee POV
kami berdua berjalan melalui hutan dan akhirnya menemukan bendera biru terakhir.saat itu aku sedang kelelahan sekali.
“Ahhh,,kita duduk sebentar dulu yuk!” ajak ku.
“ahh ne,pinggang ku juga sakit..” ucap Heechul.
setelah beberapa menit istirahat,kami melanjutkan perjalanan pulang.
“Ya!kira-kira,TaeRim,dan Kibum nanti tersesat tidak ya??” tanya ku.
“Ahh,,tidak mungkin!aku sudah pernah mengelilingi hutan ini!tidak mungkin tersesat..” ucap Heechul.
“hey,,ngomong-ngomong,,,soal yang aku bicarakan di halte bus kemarin...” ucap Heechul tiba-tiba.
“apa?” lanjut ku.
“hhmm,..aku serius!” lanjutnya lagi.
langkah ku pun seketika terhenti,dan teringat saat Heechul membisikkan “aku menyukaimu..” di halte bus saat hari tengah hujan deras.
“HHHmmm,....” ucap ku sambil menganggukkan kepala.
ia pun menghentikan langkahnya dan memegang kedua bahuku.
“hah??kau mau menerimaku????!” tanyanya serius.
aku pun menganggukkan kepala dan tersenyum.saat itu,ia terlihat sangat senang dan segera memelukku.
“YA!kita harus cepat kembali!” sambungku ditengah-tengah pelukannya.
ia pun segera melepaskan pelukannya,dan berjalan bersamaku dan kami berpegangan tangan..*aah,,so sweett..*
MinHee POV end
Back to Kibum and TaeRim~
Kibum POV
tidak terjadi komunikasi apapun diantara kami berdua.sepertinya sepanjang perjalanan ini,kami tersesat,dan baru mendapatkan satu bendera.
“Ya!” panggil TaeRim.
“Ya!aku lelah sekali...sepertinya kita tersesat!bisa istirahat sebentar tidak??” ucapnya.
aku pun merasa sedikit kasihan dengannya,dan kebetulan juga aku lelah sekali.saat duduk dibawah pohon besar,aku membuka peta dan melihatnya kembali.
“Yaa,,sejauh ini,,kita baru mendapatkan 1 bendera??!tidakkah kita tersesat..??” ucapnya.
“aku tidak tahu,,sepertinya,kita memang tersesat..” ucap ku.
setelah komunikasi pertama itu,kami pun berdiaman lagi.tiba-tiba,perutku berbunyi..
“Hey!makanlah ini!” ucapnya sambil menyodorkan kotak makanannya yang berisi kimbap,dan kimchi.
aku pun hanya melirik ke arahnya,ia hanya menyuruhku memakan itu.sepertinya,sekarang ia perhatian dengaku..
“oo~kau tidak makan?” tanya ku.
“aniyo,,aku tidak lapar,,kau saja yang makan,,dari tadi,aku dengar perut mu sudah bernyanyi..” ucapnya.
“hhmm,..aku tidak ingin memakannya,jika kau juga tidak memakannya,,karena itu adalah milikmu..” sambung ku.
lalu,kami memutuskan untuk memakannya bersama.
setelah itu,kami melanjutkan perjalanan kami lagi.
saat itu,aku berjalan mendahului TaeRim.
aku sekali-sekali melihat nya dibelakang,ia sedang melihat pemandangan-pemandangan di jalan-jalan tepi.
“Ya!hati-hati.,,nanti kau terpeleset,dan jatuh ke jurang..!” ucap ku.
tak lama kemudian...~
“Aaaaacckkkk!!!” terdengar suara jeritan.
aku langsung menoleh kebelakang.
“YAAAAAAAAAA!!!!Kibum-ah!!!tolong aku!!!!!!” ternyata itu TaeRim,,TAERIM!!
aku pun segera berlari,dan melihatnya sedang berusaha berpegangan dengan ranting pohon yang terkubur ditanah.
“Ya!!bertahanlah,,!!” ucap ku,ternyata lumut yang membuat licin dan TaeRim terpeleset ke jurang.
“Kibum-ahh!!!tolong akuuuu!!!” teriak nya yang sudah terisak.
aku pun segera menahan kaki ku agar tidak terpeleset,dan menarik tangan TaeRim.
“Ya!!letakkan kaki mu di dinding tanah ini!dan naiklah!aku akan tetap memegangmu!disini licin!” teriak ku disuasana yang sangat tegang ini.
“Iya!” sahutnya.
saat ia mencoba untuk naik,dengan sekuat tenaga,aku menariknya.
akhirnya,ia selamat!!
ia pun langsung memelukku sambil menangis.
“Kibum-ahh!!!!!!” teriaknya sambil menangis keras.
“kupikirr...aku tidak bisa lagi bertemu dengan Ibuku,Kakakku,ayahku..dan kau!” ucap nya.
saat itu ku biarkan saja ia memelukku,untuk meredakan tangisannya.
tak terasa,hari juga sudah gelap,aku pun mengambil senter didalam ransel ku.
hari segelap ini di tengah hutan,tidak mungkin untuk kami melanjut kan perjalanan.
aku pun mencari tempat yang agak luas dan aman,untuk istirahat malam ini saja.
saat kutemukan tempat itu,aku pun segera membuat api unggun *sebisaku..hehe:D*.
“Ahhh~!sakit sekali!” ucap TaeRim tiba-tiba.
aku pun menghampirinya,dan melihat bahwa kakinya membiru dan bengkak.mungkin karena terpeleset d pinggir jurang tadi.
aku pun segera mengambil obat di dalam ransel ku.untuunng,saja ransel ku isinya lengkap!!
“Ya!makanya,,kalau jalan,,hati-hati!” ucap ku.
“Nee..gomawo...” ucapnya.
didepan api unggun,aku pun ingin memulai percakapan.
“Aku..minta maaf,atas kejadian kemarin..” ucap ku.
“Hhhmm,..aku juga,,harusnya,aku yang minta maaf..” sambungnya.
saat itu,menjadi malam yang hangat,karena rasanya kami menjadi dekat.
hari pun sudah sangat malam,aku belum berniat untuk tidur,karena ada seorang wanita disampingku.dan sudah tugas seorang laki-laki untuk menjaga perempuan,apalagi dihutan seperti ini!
saat aku menoleh ke arah TaeRim,ia sudah jatuh tertidur di bahu ku.
‘dia manis sekali ketika tidur...’ pikir ku.
tanpa sadar,aku mengambil selembar foto yang jatuh dari buku TaeRim.aku pun memasati foto itu,dan sesekali memperhatikan TaeRim.’kenapa ia mirip sekali,,dengan anak perempuan di foto ini??’ ucap ku dalam hati.
seketika saja,ingatan ku kembali lagi.ternyata,benar!TaeRim ini adalah teman ku sejak pertama kali menginjakkan kaki di sekolah dasar.hahh!!aku ini benar-benarr bodoh!kenapa aku mudah sekali lupa dengan TaeRim,,yang sebenarnya,sejak dulu sekali,aku sukai!jadi,selama ini,,pantas saja,ia tidak pernah memperdulikan ku,dan aku balas dengan memarahinya..!
“TaeRim-ah......Mianhae...maafkan aku,,!” ucap ku sambil mencium pinggir bibirnya.
aku pun melihat langit malam ini bertaburan bintang yang menyinari kami ditengah gelapnya malam di hutan.
Kibum POV end
ciittt,,ciitt,,,cuuiitt....(suara burung menyambut datangnya pagi..:p)
TaeRim POV
aku terbangun setelah mendengar suara burung berdecit.aku semalam tertidur sangat pulas.kulihat,disebelah ku ada Kibum yang tertidur.mungkin semalam ia tidak tidur karena menjaga ku.
aku pun mengambil selimut di tas ku dan menyelimuti Kibum.
saat itu tiba-tiba ia terbangun dari tidurnya.
“Hooaamm!!selamat pagi TaeRim!” sapanya.
“selamat pagi..” sahut ku.
setelah ia mengusap-usap matanya,ia pun berkata,,
“TaeRim-ah..maafkan aku..”
Hahh,,apa mungkin ia sudah ingat kembali???
“Kibum-ahh,,apakah kau sudah ingat padaku???” tanya ku penasaran.
ia hanya tersenyum dan langsung memelukku.aku merasa sangaaat senang,karena ia telah ingat padaku lagi.
“TaeRim!!!TaeRim...!!Kibum,,Kibuumm..!!kalian dimana?????” teriak seseorang dari kejauhan.sepertinya itu MinHee dan Heechul.
tak lama kemudian,suara itu semakin mendekat,dan benar!ternyata itu sahabat ku MinHee,dan Heechul mencari ku.
“Ya!!kalian tidak apa-apa??!!” tanya Heechul cemas.
“Hhhmm,,ne,,selama aku masih bersamanya,ia tidak akan apa-apa..” jawab Kibum.
lalu,MinHee dan Heechul saling bertatapan dan tersenyum.
“Ya!chagiya,,sepertinya,,rencana kita berhasil!!” ucap Heechul yang akhirnya kepalanya dijitak oleh MinHee.
“Ya!!kau ini!membuat ku malu saja!” ucap MinHee.
aku pun hanya tertawa melihat mereka.sepertinya,mereka berdua telah berpacaran...(hahaha:D)
“Hhhmm,,sedikit penderitaan juga,tidak apa-apa kan,,untuk seorang Kim Ki Bum dan Park Tae Rim..??” ucap Heechul.
“Ya!!jadi kalian ya yang menukar peta kami??” tanya Kibum.
“hhhmm,,bisa dibilang begitu..tetapi,jika tidak,,kalian tidak akan berbaikan seperti ini!” jawab Heechul.
kami berempat pun berjalan pulang bersama,saat itu kaki ku yang masih sakit karena terkilir,dibantu oleh Kibum dan MinHee untuk berjalan,sedangkan Heechul membawakan tas ku.
sesampainya di perkemahan,Si Won seonsaengnim menghampiri kami.
“ya!kalian ini dari mana saja,hah??kalian tau,,aku sudah hampir gila,karena kehilangan 2 murid ku!” ucapnya memarahi aku dan Kibum.
aku dan Kibum saling lirik dan tersenyum saja.
~~~~ Epilog
saat jam pelajaran usai,aku berjalan ke taman dan duduk di bangku berbaris.
tiba-tiba,seseorang menghampiri ku dan duduk disampingku.
“sedang apa kau?” tanya nya,ternyata itu Kibum.
“aniyo...ini!” ucap ku sambil memperlihatkan kotak yang dulu pernah Kibum berikan pada ku.
“ooh,,kau boleh membukanya sekarang..!” perintah nya.
saat aku membukanya,ternyata itu adalah pesan-pesan yang ada di kertas warna-warni yang dilipat seperti pita.aku pun segera membuka salah satu dari kertas tersebut.
‘aku menyukaimu!panggil aku “Oppa” jika aku sudah menjadi pacarmu!’
“kkkkkkkk~” aku tertawa kecil.lalu,aku membongkar-bongkar isi kotak tersebut,dan menemukan sebuah cincin batu marmer yang berkilauan berwarna pearl sapphire blue.
“Wahhh,,,ini indah sekali!” puji ku.
Kibum pun mengambil cincin itu dan memakaikannya di jari manis ku.
dan ia pun mendekati ku,dan membisikkan,”saranghae,,joahae...” aku pun hanya tersenyum.
“can you hear me?” tanyanya kemudian.
aku hanya mengangguk-angguk tanda setuju.
-THE END-
Kibum POV
Tak terasa sudah lama aku bersekolah di SMA InHa.sampai hari ini pun,hal itu menjadi tanda tanya besar di dalam kepalaku.aku pun memutuskan untuk tidak memperdulikannya juga.
Tteengg,,Teenngg....(jam pelajaran olahraga dimulai...~)
seluruh murid tengah berkumpul dilapangan.
“Anak-anak..hari ini,saya akan memberi tahukan kepada kalian,bahwa besok saya akan mengajak kalian ke gunung Daegu untuk berkemah,dan menilai kekompakan.nahh,,nanti saya,akan membagi kalian menjadi berpasang-pasangan,dan memainkan beberapa permainan dan tantangan.besok pagi,kalian semua harus sudah ada disini ya,,mengerti?!” ucap Si Won seonsaengnim.
“Ne,,araseo seonsaengnim...” sahut seluruh murid.
“ya sudah,,sekarang bebas,ingin bermain permainan apa.” Lanjut Si Won seonsaengnim.
“Ne,,sugohaseyo seonsaengnim...” ucap seluruh murid.
hari ini,aku tidak bermain bola kaki,karena aku lihat Heechul sedang bersama MinHee.aku tidak ingin mengganggu mereka,karena sepertinya Heechul suka pada MinHee.
aku pun mencari-cari teman untuk bermain.
Kibum POV end
TaeRim POV
karena tidak bisa bermain tenis,aku memutuskan untuk memungut bolanya saja.Saat Na mi,salah satu teman sekelas ku menyuruhku mengambilkan bola yang ia pukul dan melayang jauh.aku pun berlari mengambilnya.saat aku merunduk untuk mengambil bola,tiba-tiba didepan ku ada seseorang yang sedang berdiri.saat aku ikut berdiri,ternyata itu Kibum!
“eehhmm,...” sindirnya dan langsung pergi.
“iiisshh!~” aku pun tidak memperdulikannya
dan langsung memberikan bola tenis kepada Na Mi.
saat selesai memungutkan bola tenis untuk teman-teman ku,aku menghampiri MinHee yang sedang duduk di bangku penonton bersama Heechul.
“Heyy,..apa yang sedang kalian bicarakan??sepertinya serruu sekali??” ucap ku.
“Hahaha,,kami tidak sedang membicarakan apa-apa...hahaha” sambung MinHee yang masih tertawa kegelian.
“Yaa...aku boleh bergabung tidak???” tanya ku.
“Huahaha..heungheungheung...yayaya...boleh,,duduk saja TaeRim...” ucap MinHee sambil tertawa dengan Heechul.
aku pun bergabung dengan MinHee dan Heechul seruu nya bercanda bersama,karena Heechul adalah pelawak di kelas.ku pikir,dia itu berbakat menjadi pelawak.
“hahaha.,,Ya!kalian dengar tidak,tadi Si Won seonsaengnim,mengajak kita untuk berkemah di gunung Daegu..??kalian ini,,sibuk tertawa saja!” ucap ku.
“hah??iya,,iya,,kami dengar kok!” ucap Heechul dan MinHee.
“Ya sudah,,MinHee,,kau besok datang jam berapa??” tanya ku.
“kira-kira,jam setengah 7 aku sudah ada disini..” ucap MinHee saat ia berhenti tertawa.
“Ohh,,besok sms atau telpon aku saja ya kalau kau sudah dijalan..” ucap ku.
“Ne,..” sahut MinHee.
TaeRim POV end
MinHee,Heechul POV
Saat TaeRim pergi kembali kekelas,ia tak tahu asal usul yang membuat kami tertawa terbahak-bahak tadi.sebenarnya,kami berdua mempunyai rencana untuknya dan Kibum.
ini juga adalah saat yang tepat,karena besok adalah acara berkemah ke gunung Daegu.
“Ya..!besok kita jalankan misi kita!hwaiting!!” ucap kami dan tertawa kembali.
MinHee,Heechul POV end
D-Day!!~ (jrrunngg,jruunng...)
TaeRim POV
hari untuk perjalanan yang panjang,telah tiba.aku keluar dari kamar dan menuruni tangga untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah.
“eomma,,aku pergi dulu...” ucap ku.
“Nee,,tunggu dulu TaeRim-ah,,!” ucap ibuku sambil kembali ke dapur.
“ini,,bekalnya,,hati-hati ya anak ku,,jaga dirimu baik-baik...jangan keluar ke hutan,dan jangan tidur terlalu malam..!” ucap ibuku.
“Ne eomma..” sahut ku.
“oppaa,,,aku pergi dulu ya!!!” teriak ku memanggil JungSoo oppa yang masih dikamar.
“Ne,,tunggu sebentar!” sahut nya dari dalam kamar.
“Aiisshh~kau ini,,nanti aku terlambat!” teriakku.
lalu JungSoo oppa langsung turun dari tangga dan memberikan sebuah topi rajutan kesayangannya kepadaku.
“ini TaeRim..topi rajutan ku,,semoga topi ini berguna untukmu!selamat jalan..~!” ucap JungSoo.
“Ne,Oppa...gomawoyo!!” ucap ku.
“Ya sudah,,aku pergi dulu,,Appa,,,aku pergi dulu ya..!” pamit ku pada semua orang dirumahku.
“Ne,,,Hati-hati,rimiee!” sahut ayah ku dari dalam kamar mandi.
sesampainya di sekolah,aku melihat semua orang telah berkumpul dilapangan.hanya kelas kami yang mengikuti kegiatan berkemah ini,Si Won seonsaengnim dan Kang In seonsaengnim yang memjadi pemandu dan menjaga kami.
“Pagi semua...” sapa Si Won seonsaengnim.
“Pagii pakk...” Sahut seluruh murid.
“anak-anak,,pagi ini,kita akan pergi ke gunung Daegu,dan berkemah,,sudah siap semua persiapan yang diperlukan?” tanya Si Won seonsaengnim.
“Ne,,seonsaengnim...kami sudah siap..!” teriak semua murid bersemangat.
“Ayo berangkat!!” sahut Si Won seonsaengnim.
saat berada di bus,aku duduk bersebelahan dengan MinHee.dan didepan ku ada Kibum dan Heechul.
Kelihatannya Kibum sedang sibuk dengan PSP nya.dan semua orang sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
Aku hanya mendengarkan musik dari hape ku.musik-musik slow dari super junior,dan sub-grupnya,seperti super junior KRY,dan super junior M.
tak terasa,kami semua sudah sampai,setelah beberapa jam berada di dalam bus,dan sempat tertidur.
“Waaahhh,,sejuk sekali...!!” ucap ku dan MinHee.
“Ahhh,,,kita tiba...tibaa...!!” Heechul menyanyi-nyanyi tak jelas.
“anak-anak..lewat sini..” perintah Si Won seonsaengnim.
saat kami tiba di *dataran tinggi* didekat gunung yang cukup luas. (hehehe..:p).suasananya saaaangaat sejuk,dan pemandangan yang enak dilihat mata.disana juga terlihat beberapa vila.
disini,terlihat semua orang saling tolong-menolong,gembira bersama,dan Si Won seonsaengnim membantu murid yang kesusahan mendirikan tenda.
saat semua sudah mendirikan tenda,Si Won seonsaengnim memerintahkan kami untuk berkumpul.
“Nahh,,sekarang,saya ingin memberikan pengarahan untuk kalian,agar tidak salah dan tersesat dalam permainan ini.nama permainan ini adalah,seek and collect.kalian saya tugaskan untuk mencari bendera merah dan biru.sekarang saya bagi menjadi dua kelompok,dan setiap kelompok berpasang-pasangan.Kelompok red seeker,choi min ho dan shin neul mi,kim tae goo dan park bo ram,kang soo ro dan han min joo,kim goo tak dan shim neul ra,choi jin ki dan cho ah ra.Kelompok biru,Kim Heechul dan Han Min Hee,Kim Ki Bum dan Park Tae Rim. . . . .”
setelah mendengar pembagian kelompok,aku sangat terkejut,karena aku satu kelompok dengan Kibum.
“Hahh??!aku???sekelompok...dengan dia???!” ucap ku terkejut,dan otomatis mulut ku terbuka begitu saja,aku pun melihatnya,dan ia pun menoleh ke arah ku.
“Ini petanya anak-anak..kalian harus melawati gunung Daegu,dan hutan untuk mencari benderanya.siapa yang lebih dulu sampai disini,akan mendapatkan hadiah.mengerti?!” ucap Si Won seonsaengnim.
“Ne seonsaengnim..” sahut seluruh murid.
“sekarang boleh dimulai,..ayo,cepat!” ucap Si Won seonsaengnim.
semua orang dan masing-masing pasangannya langsung berjalan memasuki hutan dengan membawa peta.aku pun masih berdiam diri,menunggu sampai Kibum menghampiri dan mengajakku untuk pergi.
TaeRim POV Pause <ii></ii>
Heechul POV
Aku dan MinHee berputar arah,untuk mengganti peta Kibum dan TaeRim dengan peta yang salah.
“Semogaa..ini bisa membantu!” bisik ku sambil mencium peta tersebut.
“nahh,,sudah??ayo cepat,,nanti kita ketahuan Si Won seonsaengnim,atau mereka berdua!” ajak MinHee.
“ya..ayo!” lanjut ku.
Heechul POV end
TaeRim POV continue >
tak lama kemudian,Kibum langsung mengambil peta di atas meja kecil dekat pohon,dan menghampiriku.
“Ya!kenapa kau diam saja?!ayo kita jalan!” ucapnya.
“Issshh~” dengus ku,dan langsung mengikutinya.
setelah berjam-jam kami berjalan menelusuri hutan,tiba-tiba aku melihat ada bendera biru yang tertancap didekat pohon.
“Ya!!Kibum,,benderanya disana!!!” teriak ku kegirangan karena akhirnya menemukan bendera pertama.
kami pun segera mengambil bendera tersebut dan meletakkannya di dalam saku tas,dan kami langsung melanjutkan perjalanan sesuai peta.
TaeRim POV end
MinHee,Heechul Scene~
MinHee POV
kami berdua berjalan melalui hutan dan akhirnya menemukan bendera biru terakhir.saat itu aku sedang kelelahan sekali.
“Ahhh,,kita duduk sebentar dulu yuk!” ajak ku.
“ahh ne,pinggang ku juga sakit..” ucap Heechul.
setelah beberapa menit istirahat,kami melanjutkan perjalanan pulang.
“Ya!kira-kira,TaeRim,dan Kibum nanti tersesat tidak ya??” tanya ku.
“Ahh,,tidak mungkin!aku sudah pernah mengelilingi hutan ini!tidak mungkin tersesat..” ucap Heechul.
“hey,,ngomong-ngomong,,,soal yang aku bicarakan di halte bus kemarin...” ucap Heechul tiba-tiba.
“apa?” lanjut ku.
“hhmm,..aku serius!” lanjutnya lagi.
langkah ku pun seketika terhenti,dan teringat saat Heechul membisikkan “aku menyukaimu..” di halte bus saat hari tengah hujan deras.
“HHHmmm,....” ucap ku sambil menganggukkan kepala.
ia pun menghentikan langkahnya dan memegang kedua bahuku.
“hah??kau mau menerimaku????!” tanyanya serius.
aku pun menganggukkan kepala dan tersenyum.saat itu,ia terlihat sangat senang dan segera memelukku.
“YA!kita harus cepat kembali!” sambungku ditengah-tengah pelukannya.
ia pun segera melepaskan pelukannya,dan berjalan bersamaku dan kami berpegangan tangan..*aah,,so sweett..*
MinHee POV end
Back to Kibum and TaeRim~
Kibum POV
tidak terjadi komunikasi apapun diantara kami berdua.sepertinya sepanjang perjalanan ini,kami tersesat,dan baru mendapatkan satu bendera.
“Ya!” panggil TaeRim.
“Ya!aku lelah sekali...sepertinya kita tersesat!bisa istirahat sebentar tidak??” ucapnya.
aku pun merasa sedikit kasihan dengannya,dan kebetulan juga aku lelah sekali.saat duduk dibawah pohon besar,aku membuka peta dan melihatnya kembali.
“Yaa,,sejauh ini,,kita baru mendapatkan 1 bendera??!tidakkah kita tersesat..??” ucapnya.
“aku tidak tahu,,sepertinya,kita memang tersesat..” ucap ku.
setelah komunikasi pertama itu,kami pun berdiaman lagi.tiba-tiba,perutku berbunyi..
“Hey!makanlah ini!” ucapnya sambil menyodorkan kotak makanannya yang berisi kimbap,dan kimchi.
aku pun hanya melirik ke arahnya,ia hanya menyuruhku memakan itu.sepertinya,sekarang ia perhatian dengaku..
“oo~kau tidak makan?” tanya ku.
“aniyo,,aku tidak lapar,,kau saja yang makan,,dari tadi,aku dengar perut mu sudah bernyanyi..” ucapnya.
“hhmm,..aku tidak ingin memakannya,jika kau juga tidak memakannya,,karena itu adalah milikmu..” sambung ku.
lalu,kami memutuskan untuk memakannya bersama.
setelah itu,kami melanjutkan perjalanan kami lagi.
saat itu,aku berjalan mendahului TaeRim.
aku sekali-sekali melihat nya dibelakang,ia sedang melihat pemandangan-pemandangan di jalan-jalan tepi.
“Ya!hati-hati.,,nanti kau terpeleset,dan jatuh ke jurang..!” ucap ku.
tak lama kemudian...~
“Aaaaacckkkk!!!” terdengar suara jeritan.
aku langsung menoleh kebelakang.
“YAAAAAAAAAA!!!!Kibum-ah!!!tolong aku!!!!!!” ternyata itu TaeRim,,TAERIM!!
aku pun segera berlari,dan melihatnya sedang berusaha berpegangan dengan ranting pohon yang terkubur ditanah.
“Ya!!bertahanlah,,!!” ucap ku,ternyata lumut yang membuat licin dan TaeRim terpeleset ke jurang.
“Kibum-ahh!!!tolong akuuuu!!!” teriak nya yang sudah terisak.
aku pun segera menahan kaki ku agar tidak terpeleset,dan menarik tangan TaeRim.
“Ya!!letakkan kaki mu di dinding tanah ini!dan naiklah!aku akan tetap memegangmu!disini licin!” teriak ku disuasana yang sangat tegang ini.
“Iya!” sahutnya.
saat ia mencoba untuk naik,dengan sekuat tenaga,aku menariknya.
akhirnya,ia selamat!!
ia pun langsung memelukku sambil menangis.
“Kibum-ahh!!!!!!” teriaknya sambil menangis keras.
“kupikirr...aku tidak bisa lagi bertemu dengan Ibuku,Kakakku,ayahku..dan kau!” ucap nya.
saat itu ku biarkan saja ia memelukku,untuk meredakan tangisannya.
tak terasa,hari juga sudah gelap,aku pun mengambil senter didalam ransel ku.
hari segelap ini di tengah hutan,tidak mungkin untuk kami melanjut kan perjalanan.
aku pun mencari tempat yang agak luas dan aman,untuk istirahat malam ini saja.
saat kutemukan tempat itu,aku pun segera membuat api unggun *sebisaku..hehe:D*.
“Ahhh~!sakit sekali!” ucap TaeRim tiba-tiba.
aku pun menghampirinya,dan melihat bahwa kakinya membiru dan bengkak.mungkin karena terpeleset d pinggir jurang tadi.
aku pun segera mengambil obat di dalam ransel ku.untuunng,saja ransel ku isinya lengkap!!
“Ya!makanya,,kalau jalan,,hati-hati!” ucap ku.
“Nee..gomawo...” ucapnya.
didepan api unggun,aku pun ingin memulai percakapan.
“Aku..minta maaf,atas kejadian kemarin..” ucap ku.
“Hhhmm,..aku juga,,harusnya,aku yang minta maaf..” sambungnya.
saat itu,menjadi malam yang hangat,karena rasanya kami menjadi dekat.
hari pun sudah sangat malam,aku belum berniat untuk tidur,karena ada seorang wanita disampingku.dan sudah tugas seorang laki-laki untuk menjaga perempuan,apalagi dihutan seperti ini!
saat aku menoleh ke arah TaeRim,ia sudah jatuh tertidur di bahu ku.
‘dia manis sekali ketika tidur...’ pikir ku.
tanpa sadar,aku mengambil selembar foto yang jatuh dari buku TaeRim.aku pun memasati foto itu,dan sesekali memperhatikan TaeRim.’kenapa ia mirip sekali,,dengan anak perempuan di foto ini??’ ucap ku dalam hati.
seketika saja,ingatan ku kembali lagi.ternyata,benar!TaeRim ini adalah teman ku sejak pertama kali menginjakkan kaki di sekolah dasar.hahh!!aku ini benar-benarr bodoh!kenapa aku mudah sekali lupa dengan TaeRim,,yang sebenarnya,sejak dulu sekali,aku sukai!jadi,selama ini,,pantas saja,ia tidak pernah memperdulikan ku,dan aku balas dengan memarahinya..!
“TaeRim-ah......Mianhae...maafkan aku,,!” ucap ku sambil mencium pinggir bibirnya.
aku pun melihat langit malam ini bertaburan bintang yang menyinari kami ditengah gelapnya malam di hutan.
Kibum POV end
ciittt,,ciitt,,,cuuiitt....(suara burung menyambut datangnya pagi..:p)
TaeRim POV
aku terbangun setelah mendengar suara burung berdecit.aku semalam tertidur sangat pulas.kulihat,disebelah ku ada Kibum yang tertidur.mungkin semalam ia tidak tidur karena menjaga ku.
aku pun mengambil selimut di tas ku dan menyelimuti Kibum.
saat itu tiba-tiba ia terbangun dari tidurnya.
“Hooaamm!!selamat pagi TaeRim!” sapanya.
“selamat pagi..” sahut ku.
setelah ia mengusap-usap matanya,ia pun berkata,,
“TaeRim-ah..maafkan aku..”
Hahh,,apa mungkin ia sudah ingat kembali???
“Kibum-ahh,,apakah kau sudah ingat padaku???” tanya ku penasaran.
ia hanya tersenyum dan langsung memelukku.aku merasa sangaaat senang,karena ia telah ingat padaku lagi.
“TaeRim!!!TaeRim...!!Kibum,,Kibuumm..!!kalian dimana?????” teriak seseorang dari kejauhan.sepertinya itu MinHee dan Heechul.
tak lama kemudian,suara itu semakin mendekat,dan benar!ternyata itu sahabat ku MinHee,dan Heechul mencari ku.
“Ya!!kalian tidak apa-apa??!!” tanya Heechul cemas.
“Hhhmm,,ne,,selama aku masih bersamanya,ia tidak akan apa-apa..” jawab Kibum.
lalu,MinHee dan Heechul saling bertatapan dan tersenyum.
“Ya!chagiya,,sepertinya,,rencana kita berhasil!!” ucap Heechul yang akhirnya kepalanya dijitak oleh MinHee.
“Ya!!kau ini!membuat ku malu saja!” ucap MinHee.
aku pun hanya tertawa melihat mereka.sepertinya,mereka berdua telah berpacaran...(hahaha:D)
“Hhhmm,,sedikit penderitaan juga,tidak apa-apa kan,,untuk seorang Kim Ki Bum dan Park Tae Rim..??” ucap Heechul.
“Ya!!jadi kalian ya yang menukar peta kami??” tanya Kibum.
“hhhmm,,bisa dibilang begitu..tetapi,jika tidak,,kalian tidak akan berbaikan seperti ini!” jawab Heechul.
kami berempat pun berjalan pulang bersama,saat itu kaki ku yang masih sakit karena terkilir,dibantu oleh Kibum dan MinHee untuk berjalan,sedangkan Heechul membawakan tas ku.
sesampainya di perkemahan,Si Won seonsaengnim menghampiri kami.
“ya!kalian ini dari mana saja,hah??kalian tau,,aku sudah hampir gila,karena kehilangan 2 murid ku!” ucapnya memarahi aku dan Kibum.
aku dan Kibum saling lirik dan tersenyum saja.
~~~~ Epilog
saat jam pelajaran usai,aku berjalan ke taman dan duduk di bangku berbaris.
tiba-tiba,seseorang menghampiri ku dan duduk disampingku.
“sedang apa kau?” tanya nya,ternyata itu Kibum.
“aniyo...ini!” ucap ku sambil memperlihatkan kotak yang dulu pernah Kibum berikan pada ku.
“ooh,,kau boleh membukanya sekarang..!” perintah nya.
saat aku membukanya,ternyata itu adalah pesan-pesan yang ada di kertas warna-warni yang dilipat seperti pita.aku pun segera membuka salah satu dari kertas tersebut.
‘aku menyukaimu!panggil aku “Oppa” jika aku sudah menjadi pacarmu!’
“kkkkkkkk~” aku tertawa kecil.lalu,aku membongkar-bongkar isi kotak tersebut,dan menemukan sebuah cincin batu marmer yang berkilauan berwarna pearl sapphire blue.
“Wahhh,,,ini indah sekali!” puji ku.
Kibum pun mengambil cincin itu dan memakaikannya di jari manis ku.
dan ia pun mendekati ku,dan membisikkan,”saranghae,,joahae...” aku pun hanya tersenyum.
“can you hear me?” tanyanya kemudian.
aku hanya mengangguk-angguk tanda setuju.
-THE END-
7 Years of LOVE -Chapter 6-
Chapter 6~
Keesokkan harinya~ (Jreenng,,Jreeenngg...)
TaeRim POV
“TaeRim-ahh,....aku merindukanmu!” ucap MinHee saat aku memasuki kelas.
“Ahh,kau ini berlebihan sekali,,aku baru sehari saja tidak masuk,..kau sudah merindukan ku,,bagaimana jika aku tidak masuk lagi selamanya??” ucap ku sambil duduk di bangku ku.
“Ahh,,kau ini,,jangan berbicara seperti itu..sehari saja kau tidak masuk,,bangku ini,seperti bangku kosong saja,,dan sepi..hehe” ucap MinHee kemudian.
“Ya!TaeRim..kau masuk??wahhh,,sehari tidak melihat mu tersiksa di sekolah,,aku sangat gelisah!” ucap Heechul saat memasuki kelas yang terlihat Kibum disebelahnya.
“Ya!!!kurang ajar kau!” teriak ku dan MinHee hanya tertawa disebelah ku.
“hahaha..maaf,,aku bercanda...” ucapnya.
tak lama kemudian,Ryeowook seonsaengnim memasuki kelas.
“selamat pagi anak-anak...” sapa Ryeowook seonsaengnim.
“selamat pagi pak,..” sahut seluruh murid.
“hari ini,saya ada tugas rapat dikantor,jadi saya hanya memberikan tugas kelompok untuk kalian,buat laporan tentang siswa-siswa sekolah jaman sekarang,terserah sumbernya dari mana,,kelompoknya,boleh buat sendiri,tapi,asalkan semuanya dapat kelompok ya!okee,,pak mau permisi dulu..” ucap Ryeowook seonsaengnim.
“Ne,,seonsaengnim,,sugohaseyo..” ucap seluruh murid.
“Yeayy!!!kita berpesta ria!” teriak Heechul.kebetulan juga kelas kami adalah kelas paling ujung,jadi jauh dari kantor guru,sehingga tidak ada yang bisa mendengar jika kelas kami sedang ribut.
Saat jam pelajaran selesai~
aku dan MinHee segera membereskan buku-buku.Heechul dan Kibum pun mendatangi meja kami.
“Ya!ayo kita membuat kelompok untuk tugas pak Ryeowook..??” tawar Heechul.
“iya,,TaeRim,,besok kita mengerjakannya dirumah mu saja ya!” ucap MinHee
tanpa menjawab ucapan MinHee,aku langsung keluar karena dari tadi ku lihat Kibum memperhatikan ku agak sinis.
“Ya!!TaeRim-ah,,Park Tae Rim!” panggil MinHee dan Heechul.
TaeRim POV end
Author POV
Heechul dan MinHee memperhatikan,Kibum yang melihati TaeRim sampai ia keluar kelas.saat itu,juga Kibum menyadari bahwa Heechul dan MinHee memperhatikannya.
“Ya!kau inging bergabung kelompok kami tidak?ada apa denganmu?” tanya Heechul.
“ah,ohh,,Ne...” Sahut Kibum.
Author POV end
Kibum POV
aku bingung dengan sikap teman sekelas ku TaeRim,yang semakin hari,semakin terlihat menjauhi ku.
lalu,aku teringat jika aku mengambil sebuah foto yang jatuh dari buku TaeRim saat ia berlari.
aku pun mengambilnya dari laci ku.
aku pun berpikir,’kenapa ia menyimpan foto ku ya?dan siapa yang ada disamping ku ini?’ sambil memasati foto tersebut.
tiba-tiba,ada yang mengetok pintu kamar ku.
‘tookk,,tokk,tokk...’
ternyata SaeHee adikku.
“oppa..bisa kau mengajari ku ini??” tanyanya sambil memperlihat kan buku pelajarannya.
“oohh,,ini,,kau ambil saja buku lamaku,di sana,,disana ada jawabannya..” ucap ku.
“Ne,..” sahut SaeHee sambil berjalan mengambil buku catatan lama ku.
“SaeHee,,aku ingin bertanya padamu..” ucap ku.
“Ne,,apa?” sahut SaeHee sambil menghampiri ku.
“hhmm,..kau tahu ini siapa?” tanya ku sambil menunjukkan selembar foto yang sedang ku pegang.
SaeHee pun memasatinya..
“HHmmm,,bukankah ini,teman mu oppa??siapa namanya ya,,,??aku lupa...Tae,,Tae..” ucapnya sambil berpikir.
“TaeRim,.???” Sambung ku.
“Yaa,,mungkin oppa..” ucapnya.
“hhhmm,..tak tahu kenapa,,aku tidak ingat sama sekali..” ucap ku.
“aahh,,Oppa..kau itu sudah 7 TAHUN di Amerika..wajar saja,kau tidak ingat teman lama mu!” sambung SaeHee.
“Hahh??” lanjut ku,dan memperhatikan foto itu kembali.
SaeHee pun pergi dari kamar ku.
Kibum POV end
MinHee POV
aku berniat untuk menelpon Heechul,memberitahu bahwa besok kerja kelompok diadakan di rumah TaeRim.
“Yoboseyo..Heechul-ssi??” sapa ku.
“Ne,,kenapa MinHee..?” sahutnya.
“besok kerja kelompoknya di rumah TaeRim..” ucap ku.
“Ohh,iya..nanti aku kabari Kibum,,annyeong..” sambungnya.
“Ne..” sahut ku.
MinHee POV end
Heechul POV
setelah mendapat informasi dari MinHee,aku pun segera menelpon Kibum.
“Yoboseyo..”
“Ne,,yoboseyo..kenapa Heechul?” sahut nya.
“Besok aku ke rumah mu ya,,kita kerja kelompok dirumah TaeRim..” ucap ku.
“Ohh,,Ne,,” sambungnya.
Heechul POV end
Keesokkan harinya~ (Jengg,,jengg,,jeng,,jenngg....)
TaeRim POV
hari ini adalah hari minggu,tepatnya MinHee,Heechul dan Kibum ingin mengerjakan tugas kelompok kami di rumah ku.
Ibu,Ayah,dan Kakak ku,JungSoo,pergi ke rumah ahjumma ku yang sedang sakit di Incheon.
tak lama kemudian,aku mendengar suara bel berbunyi.Ternyata,mereka semua sudah tiba.
“Silahkan masukk...” ucap ku.
saat itu,kami sedang mendiskusikan apa yang ditugaskan oleh bapak yang bermarga Kim itu.
“Ya!ya,ya!bagaimana kalau ini???” ucap MinHee.
“Aaa~bagus juga...!” sahut ku.
“Hey,,kalian ingin minum apa?” tawar ku.
“terserah kau saja TaeRim,,yang penting menyegarkan!” sambung Heechul.
“iya,iya,,beress..!” ucap ku sambil berjalan menuju dapur.
setelah membuat minuman,aku berjalan kembali menuju taman belakang rumah ku,dimana kami bekerja kelompok.
“ini,,silahkan diminum...” ucap ku.
tak terasa,kami bekerja sambil bercanda bersama sampai malam.
Saat itu,aku sengaja tidak memperdulikan Kibum.aku hanya menganggapnya seperti hantu.
“Ya!ya!” panggilnya,mungkin ia sudah tak tahan.
aku terus saja sibuk mengobrol dengan MinHee.
saat kami sedang tertawa bertiga,,tiba-tiba kibum menyeret ku ke lapangan basket dekat rumah ku.
“Ya!apa yang salah dengan ku??!” tanya nya kesal.
“tidak ada yang salah dengan mu!” jawab ku.
“ada apa dengan mu ini??!!kenapa kau terus-terusan tidak memperdulikan aku??kau anggap aku ini hantu ya??” lanjut nya dengan nada membentak.
aku hanya terdiam.aku paling tidak tahan jika dibentak,rasanya selalu ingin menangis.(cengengTT TT)
tak lama dari itu,aku langsung menangis dihadapannya.seandainya saja,,ia tahu,,bahwa banyak hal yang aku pendam semenjak ia pulang ke korea.
ia terus saja memarahi ku,dan meluapkan rasa kesalnya,karena tidak pernah aku perdulikan.
“Ya!!kenapa kau menangis?!jawab aku??!apa salahku terhadap mu?!” tanya nya.
aku tidak mampu menjawab semua kemarahannya dan hanya menangis.Ia akhirnya menyerah dan tidak mau lagi memperdulikan ku.
aku hanya terduduk dan menangis ditengah lapangan itu.
TaeRim POV end
MinHee POV
saat Kibum menarik TaeRim ke lapangan basket,aku bersama Heechul mengikutinya,dan memperhatikan mereka berdua.aku melihat TaeRim yang hanya menangis dihadapan Kibum.
Saat kelihatannya,Kibum selesai meluapkan kekesalannya,Heechul pun memanggilnya.
“Ya!!Kibum-ah!!!tunggu aku!!” teriak Heechul.
aku tidak menghiraukan mereka berdua dan langsung menghampiri TaeRim ditengah lapangan.
“Yaa..kau kenapa TaeRim..???apa yang dilakukannya pada mu??” tanya ku sambil memeluk TaeRim.
ia tidak menjawab,dan tetap menangis.
saat itu,aku pun mengajaknya pulang kerumah.
setelah ia selesai menangis,aku langsung bertanya kepadanya.
“TaeRim-ah,,ceritakan apa yang terjadi sebenarnya..” pinta ku.
lalu ia menceritakan semua masa lalunya,dan masalahnya..dan sekarang aku pun mengerti,bahwa Kibum itu adalah sahabat lamanya yang berjanji akan mencari dan menemuinya saat ia pulang ke korea,tetapi,ternyata Kibum telah melupakannya.tidak tahu,itu sengaja atau tidak sengaja.
saat keadaan membaik,aku pun permisi pulang dengan TaeRim.
“TaeRim-ah,,aku pulang dulu..jaga dirimu baik-baik...” ucap ku.
“Ne,,terima kasih banyak MinHee-ah..kau memang sahabat baik ku...” ucapnya sambil memelukku di depan pintu.
“lain kali,..jika kau ada masalah,,cerita saja pada ku..ya??janji?” ucap ku.
“Ne..” lalu ia tersenyum.
Keesokkan harinya~
aku menceritakan semua yang diceritakan oleh TaeRim semalam kepada Heechul sebelum TaeRim sampai dikelas.
“ooohh,,,jadi itu yang membuat mereka bermusuhan...” ucap Heechul.
MinHee POV end
TBC
Keesokkan harinya~ (Jreenng,,Jreeenngg...)
TaeRim POV
“TaeRim-ahh,....aku merindukanmu!” ucap MinHee saat aku memasuki kelas.
“Ahh,kau ini berlebihan sekali,,aku baru sehari saja tidak masuk,..kau sudah merindukan ku,,bagaimana jika aku tidak masuk lagi selamanya??” ucap ku sambil duduk di bangku ku.
“Ahh,,kau ini,,jangan berbicara seperti itu..sehari saja kau tidak masuk,,bangku ini,seperti bangku kosong saja,,dan sepi..hehe” ucap MinHee kemudian.
“Ya!TaeRim..kau masuk??wahhh,,sehari tidak melihat mu tersiksa di sekolah,,aku sangat gelisah!” ucap Heechul saat memasuki kelas yang terlihat Kibum disebelahnya.
“Ya!!!kurang ajar kau!” teriak ku dan MinHee hanya tertawa disebelah ku.
“hahaha..maaf,,aku bercanda...” ucapnya.
tak lama kemudian,Ryeowook seonsaengnim memasuki kelas.
“selamat pagi anak-anak...” sapa Ryeowook seonsaengnim.
“selamat pagi pak,..” sahut seluruh murid.
“hari ini,saya ada tugas rapat dikantor,jadi saya hanya memberikan tugas kelompok untuk kalian,buat laporan tentang siswa-siswa sekolah jaman sekarang,terserah sumbernya dari mana,,kelompoknya,boleh buat sendiri,tapi,asalkan semuanya dapat kelompok ya!okee,,pak mau permisi dulu..” ucap Ryeowook seonsaengnim.
“Ne,,seonsaengnim,,sugohaseyo..” ucap seluruh murid.
“Yeayy!!!kita berpesta ria!” teriak Heechul.kebetulan juga kelas kami adalah kelas paling ujung,jadi jauh dari kantor guru,sehingga tidak ada yang bisa mendengar jika kelas kami sedang ribut.
Saat jam pelajaran selesai~
aku dan MinHee segera membereskan buku-buku.Heechul dan Kibum pun mendatangi meja kami.
“Ya!ayo kita membuat kelompok untuk tugas pak Ryeowook..??” tawar Heechul.
“iya,,TaeRim,,besok kita mengerjakannya dirumah mu saja ya!” ucap MinHee
tanpa menjawab ucapan MinHee,aku langsung keluar karena dari tadi ku lihat Kibum memperhatikan ku agak sinis.
“Ya!!TaeRim-ah,,Park Tae Rim!” panggil MinHee dan Heechul.
TaeRim POV end
Author POV
Heechul dan MinHee memperhatikan,Kibum yang melihati TaeRim sampai ia keluar kelas.saat itu,juga Kibum menyadari bahwa Heechul dan MinHee memperhatikannya.
“Ya!kau inging bergabung kelompok kami tidak?ada apa denganmu?” tanya Heechul.
“ah,ohh,,Ne...” Sahut Kibum.
Author POV end
Kibum POV
aku bingung dengan sikap teman sekelas ku TaeRim,yang semakin hari,semakin terlihat menjauhi ku.
lalu,aku teringat jika aku mengambil sebuah foto yang jatuh dari buku TaeRim saat ia berlari.
aku pun mengambilnya dari laci ku.
aku pun berpikir,’kenapa ia menyimpan foto ku ya?dan siapa yang ada disamping ku ini?’ sambil memasati foto tersebut.
tiba-tiba,ada yang mengetok pintu kamar ku.
‘tookk,,tokk,tokk...’
ternyata SaeHee adikku.
“oppa..bisa kau mengajari ku ini??” tanyanya sambil memperlihat kan buku pelajarannya.
“oohh,,ini,,kau ambil saja buku lamaku,di sana,,disana ada jawabannya..” ucap ku.
“Ne,..” sahut SaeHee sambil berjalan mengambil buku catatan lama ku.
“SaeHee,,aku ingin bertanya padamu..” ucap ku.
“Ne,,apa?” sahut SaeHee sambil menghampiri ku.
“hhmm,..kau tahu ini siapa?” tanya ku sambil menunjukkan selembar foto yang sedang ku pegang.
SaeHee pun memasatinya..
“HHmmm,,bukankah ini,teman mu oppa??siapa namanya ya,,,??aku lupa...Tae,,Tae..” ucapnya sambil berpikir.
“TaeRim,.???” Sambung ku.
“Yaa,,mungkin oppa..” ucapnya.
“hhhmm,..tak tahu kenapa,,aku tidak ingat sama sekali..” ucap ku.
“aahh,,Oppa..kau itu sudah 7 TAHUN di Amerika..wajar saja,kau tidak ingat teman lama mu!” sambung SaeHee.
“Hahh??” lanjut ku,dan memperhatikan foto itu kembali.
SaeHee pun pergi dari kamar ku.
Kibum POV end
MinHee POV
aku berniat untuk menelpon Heechul,memberitahu bahwa besok kerja kelompok diadakan di rumah TaeRim.
“Yoboseyo..Heechul-ssi??” sapa ku.
“Ne,,kenapa MinHee..?” sahutnya.
“besok kerja kelompoknya di rumah TaeRim..” ucap ku.
“Ohh,iya..nanti aku kabari Kibum,,annyeong..” sambungnya.
“Ne..” sahut ku.
MinHee POV end
Heechul POV
setelah mendapat informasi dari MinHee,aku pun segera menelpon Kibum.
“Yoboseyo..”
“Ne,,yoboseyo..kenapa Heechul?” sahut nya.
“Besok aku ke rumah mu ya,,kita kerja kelompok dirumah TaeRim..” ucap ku.
“Ohh,,Ne,,” sambungnya.
Heechul POV end
Keesokkan harinya~ (Jengg,,jengg,,jeng,,jenngg....)
TaeRim POV
hari ini adalah hari minggu,tepatnya MinHee,Heechul dan Kibum ingin mengerjakan tugas kelompok kami di rumah ku.
Ibu,Ayah,dan Kakak ku,JungSoo,pergi ke rumah ahjumma ku yang sedang sakit di Incheon.
tak lama kemudian,aku mendengar suara bel berbunyi.Ternyata,mereka semua sudah tiba.
“Silahkan masukk...” ucap ku.
saat itu,kami sedang mendiskusikan apa yang ditugaskan oleh bapak yang bermarga Kim itu.
“Ya!ya,ya!bagaimana kalau ini???” ucap MinHee.
“Aaa~bagus juga...!” sahut ku.
“Hey,,kalian ingin minum apa?” tawar ku.
“terserah kau saja TaeRim,,yang penting menyegarkan!” sambung Heechul.
“iya,iya,,beress..!” ucap ku sambil berjalan menuju dapur.
setelah membuat minuman,aku berjalan kembali menuju taman belakang rumah ku,dimana kami bekerja kelompok.
“ini,,silahkan diminum...” ucap ku.
tak terasa,kami bekerja sambil bercanda bersama sampai malam.
Saat itu,aku sengaja tidak memperdulikan Kibum.aku hanya menganggapnya seperti hantu.
“Ya!ya!” panggilnya,mungkin ia sudah tak tahan.
aku terus saja sibuk mengobrol dengan MinHee.
saat kami sedang tertawa bertiga,,tiba-tiba kibum menyeret ku ke lapangan basket dekat rumah ku.
“Ya!apa yang salah dengan ku??!” tanya nya kesal.
“tidak ada yang salah dengan mu!” jawab ku.
“ada apa dengan mu ini??!!kenapa kau terus-terusan tidak memperdulikan aku??kau anggap aku ini hantu ya??” lanjut nya dengan nada membentak.
aku hanya terdiam.aku paling tidak tahan jika dibentak,rasanya selalu ingin menangis.(cengengTT TT)
tak lama dari itu,aku langsung menangis dihadapannya.seandainya saja,,ia tahu,,bahwa banyak hal yang aku pendam semenjak ia pulang ke korea.
ia terus saja memarahi ku,dan meluapkan rasa kesalnya,karena tidak pernah aku perdulikan.
“Ya!!kenapa kau menangis?!jawab aku??!apa salahku terhadap mu?!” tanya nya.
aku tidak mampu menjawab semua kemarahannya dan hanya menangis.Ia akhirnya menyerah dan tidak mau lagi memperdulikan ku.
aku hanya terduduk dan menangis ditengah lapangan itu.
TaeRim POV end
MinHee POV
saat Kibum menarik TaeRim ke lapangan basket,aku bersama Heechul mengikutinya,dan memperhatikan mereka berdua.aku melihat TaeRim yang hanya menangis dihadapan Kibum.
Saat kelihatannya,Kibum selesai meluapkan kekesalannya,Heechul pun memanggilnya.
“Ya!!Kibum-ah!!!tunggu aku!!” teriak Heechul.
aku tidak menghiraukan mereka berdua dan langsung menghampiri TaeRim ditengah lapangan.
“Yaa..kau kenapa TaeRim..???apa yang dilakukannya pada mu??” tanya ku sambil memeluk TaeRim.
ia tidak menjawab,dan tetap menangis.
saat itu,aku pun mengajaknya pulang kerumah.
setelah ia selesai menangis,aku langsung bertanya kepadanya.
“TaeRim-ah,,ceritakan apa yang terjadi sebenarnya..” pinta ku.
lalu ia menceritakan semua masa lalunya,dan masalahnya..dan sekarang aku pun mengerti,bahwa Kibum itu adalah sahabat lamanya yang berjanji akan mencari dan menemuinya saat ia pulang ke korea,tetapi,ternyata Kibum telah melupakannya.tidak tahu,itu sengaja atau tidak sengaja.
saat keadaan membaik,aku pun permisi pulang dengan TaeRim.
“TaeRim-ah,,aku pulang dulu..jaga dirimu baik-baik...” ucap ku.
“Ne,,terima kasih banyak MinHee-ah..kau memang sahabat baik ku...” ucapnya sambil memelukku di depan pintu.
“lain kali,..jika kau ada masalah,,cerita saja pada ku..ya??janji?” ucap ku.
“Ne..” lalu ia tersenyum.
Keesokkan harinya~
aku menceritakan semua yang diceritakan oleh TaeRim semalam kepada Heechul sebelum TaeRim sampai dikelas.
“ooohh,,,jadi itu yang membuat mereka bermusuhan...” ucap Heechul.
MinHee POV end
TBC
7 Years of LOVE -Chapter 5-
Chapter 5~
Previous Heechul POV
“MinHee..kau tahu...?sebenarnya...”
“Apa??aku tidak mendengar perkataan mu...” ucapnya.
“MinHee...aku menyukaimu!” bisik ku di telinganya saat suara gemuruh hujan.
tiba-tiba,ia hanya menatap ku.dan saat itu,bus pun datang.
“Hey!bus sudah tiba!ayo naik!” ajak ku sambil menarik tangannya.
saat didalam bus,ia duduk disebelah ku.
ia hanya melihati ku aneh,dan aku balas dengan senyuman saja.
Heechul POV end
Keesokkan harinya di pagi hari yang cerah~
TaeRim POV
“ahhh,,,kaki ku sakit sekali,,kepalaku pusing...” ucap ku setelah terbangun dari tidur ku malam tadi.
tiba-tiba,ibuku datang membawa air kompresan,segelas susu dan roti.
ia memegang dahi ku.
“Wahh,,masih panas ternyata..!” ucap ibuku.
“TaeRim,,ayo bangun dulu,kau harus sarapan,,hari ini tidak usah sekolah dulu,kau sakit setelah hujan-hujanan kemarin..” ucap ibu ku.
“oohh..” desah ku.
saat aku berada dikamar,terasa sangat bosan sekali,.saat aku ingin bangun,tetapi kepala ku jadi sangat pusing.
aku pun mengurungkan niat ku untuk keluar kamar.aku melihat jam,ternyata sudah waktunya pulang sekolah jika hari ini aku sekolah.
tiba-tiba,MinHee dan Heechul datang kekamar ku.
“TaeRim,,bagaimana keadaan mu?” tanya MinHee.
“Ahh,,aku hanya sedikit pusing..tidak usah mengkhawatirkan aku..” jawab ku.
aku baru menyadari bahwa Kibum tidak datang untuk menjenguk ku.jahat sekali dia!
“Oh ya,,Kibum mana?” tanya ku.
“Hmmm,,aku tidak tahu kemana anak itu pergi,,sejak kemarin,aku tidak melihatnya...” jawab Heechul.
“ooohh..” sambung ku.
TaeRim POV end
Kibum POV
sepulang sekolah,aku menghilang dari pandangan Heechul dan MinHee.Aku pergi ke pinggiran sungai Han untuk menyejukkan otak ku.
tiba-tiba,ada seseorang yang menghampiri ku dan duduk disamping ku.
“Ya!Kim Ki Bum!sedang apa kau disini??kenapa akhir-akhir ini sikap mu aneh??” Ternyata itu adalah Heechul.
“aniyo,,hanya saja..aku merasa kan,aku sangat bersalah terhadap seseorang yang mempunyai hubungan dengan ku sebelum aku pindah kesini..” ucap ku refleks.
“Hah??siapa,.?kau bisa ceritakan dengan ku..” ucap nya.
“aku berpikir,dia itu ada hubungannya dengan TaeRim..TaeRim terlihat sangat membenciku,dan tidak pernah memperdulikan aku sejak pertama kali di SMA InHa..” sambung ku.
“hhhmm,,mungkin,kau memang mempunyai hubungan dengan TaeRim sebelum kau pindah kesini..” ucap Heechul.
“Ahh,,,entahlah...” dengus ku sambil melihat pemandangan sungai Han.
kami berdua mengobrol-ngobrol di tepi sungai Han sampai malam.
“Ya!TaeRim tadi kenapa tidak masuk sekolah?” tanya ku.
“ahh,,kau tidak tahu??TaeRim sakit parah karena kemarin berlari sambil hujan-hujanan..” jawab Heechul.
“Jinjja???” sambung ku terkejut.
“Iya,,kau ini kemana saja kemarin???” tanya Heechul lagi.
“aku kemarin langsung pulang,karena ada urusan..” jawab ku kemudian.
Heechul tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kemarin.dan aku hanya menyimpannya dalam-dalam.
Kibum POV end
TBC
Previous Heechul POV
“MinHee..kau tahu...?sebenarnya...”
“Apa??aku tidak mendengar perkataan mu...” ucapnya.
“MinHee...aku menyukaimu!” bisik ku di telinganya saat suara gemuruh hujan.
tiba-tiba,ia hanya menatap ku.dan saat itu,bus pun datang.
“Hey!bus sudah tiba!ayo naik!” ajak ku sambil menarik tangannya.
saat didalam bus,ia duduk disebelah ku.
ia hanya melihati ku aneh,dan aku balas dengan senyuman saja.
Heechul POV end
Keesokkan harinya di pagi hari yang cerah~
TaeRim POV
“ahhh,,,kaki ku sakit sekali,,kepalaku pusing...” ucap ku setelah terbangun dari tidur ku malam tadi.
tiba-tiba,ibuku datang membawa air kompresan,segelas susu dan roti.
ia memegang dahi ku.
“Wahh,,masih panas ternyata..!” ucap ibuku.
“TaeRim,,ayo bangun dulu,kau harus sarapan,,hari ini tidak usah sekolah dulu,kau sakit setelah hujan-hujanan kemarin..” ucap ibu ku.
“oohh..” desah ku.
saat aku berada dikamar,terasa sangat bosan sekali,.saat aku ingin bangun,tetapi kepala ku jadi sangat pusing.
aku pun mengurungkan niat ku untuk keluar kamar.aku melihat jam,ternyata sudah waktunya pulang sekolah jika hari ini aku sekolah.
tiba-tiba,MinHee dan Heechul datang kekamar ku.
“TaeRim,,bagaimana keadaan mu?” tanya MinHee.
“Ahh,,aku hanya sedikit pusing..tidak usah mengkhawatirkan aku..” jawab ku.
aku baru menyadari bahwa Kibum tidak datang untuk menjenguk ku.jahat sekali dia!
“Oh ya,,Kibum mana?” tanya ku.
“Hmmm,,aku tidak tahu kemana anak itu pergi,,sejak kemarin,aku tidak melihatnya...” jawab Heechul.
“ooohh..” sambung ku.
TaeRim POV end
Kibum POV
sepulang sekolah,aku menghilang dari pandangan Heechul dan MinHee.Aku pergi ke pinggiran sungai Han untuk menyejukkan otak ku.
tiba-tiba,ada seseorang yang menghampiri ku dan duduk disamping ku.
“Ya!Kim Ki Bum!sedang apa kau disini??kenapa akhir-akhir ini sikap mu aneh??” Ternyata itu adalah Heechul.
“aniyo,,hanya saja..aku merasa kan,aku sangat bersalah terhadap seseorang yang mempunyai hubungan dengan ku sebelum aku pindah kesini..” ucap ku refleks.
“Hah??siapa,.?kau bisa ceritakan dengan ku..” ucap nya.
“aku berpikir,dia itu ada hubungannya dengan TaeRim..TaeRim terlihat sangat membenciku,dan tidak pernah memperdulikan aku sejak pertama kali di SMA InHa..” sambung ku.
“hhhmm,,mungkin,kau memang mempunyai hubungan dengan TaeRim sebelum kau pindah kesini..” ucap Heechul.
“Ahh,,,entahlah...” dengus ku sambil melihat pemandangan sungai Han.
kami berdua mengobrol-ngobrol di tepi sungai Han sampai malam.
“Ya!TaeRim tadi kenapa tidak masuk sekolah?” tanya ku.
“ahh,,kau tidak tahu??TaeRim sakit parah karena kemarin berlari sambil hujan-hujanan..” jawab Heechul.
“Jinjja???” sambung ku terkejut.
“Iya,,kau ini kemana saja kemarin???” tanya Heechul lagi.
“aku kemarin langsung pulang,karena ada urusan..” jawab ku kemudian.
Heechul tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kemarin.dan aku hanya menyimpannya dalam-dalam.
Kibum POV end
TBC
7 Years of LOVE -Chapter 4-
Chapter 4~
Krriiingg,,,Kriiinngg......
suara alarm berdentang di telinga ku.
TaeRim POV
“Aiissshhh...berisik sekalii!!!!” dengus ku kesal.
saat aku tiba-tiba terbangun,dan melihat jam,,ternyata hari menunjukkan sudah pukul 7.15 pagi.
“ahhh,,,baru jam 7,,MWOOO????jam 7!!!” teriak ku dari dalam kamar.
“TaeRim!!TaeRim...kau ini sekolah atau tidak?!?” teriak JungSoo oppa dari luar.
“Ne,ne....aku sekolah!” sahut ku.
tanpa basa-basi lagi,aku langsung memasuki kamar mandi.setelah mandi,langsung saja aku mengambil acak buku ku dan tak lupa aku memasang plester luka bergambar,di hidung ku.dan segera pergi.
“eomma..aku berangkat!” teriakku sambil berlari keluar rumah.
“Ne,,hati-hati dijalan!” sahut ibu ku.
di bus,aku sering kali melihat-lihat jam ku.ternyata sekarang hampir setengah delapan.
“Aduuuhhh....sialll!siall!” ucap ku sambil menggaruk-garuk kepala.
sesampainya disekolah,tiba-tiba saja aku disambut hangat oleh kepala sekolah.
“Hehehe,,bapak..selamat pagi pak..” sapa ku.
“Park Tae Rimmmm!!!!” teriak bapak kepala sekolah.
TaeRim POV end
MinHee POV
Krringgg,.,,,kriingg....(bel istirahat berbunyi)
“TaeRim..kau ini dimana???” ucap ku.
“Ya!MinHee,,ayo ke kantin!” tawar Heechul diikuti Kibum dibelakangnya.
“Aniyo..TaeRim dimana??kenapa ia tidak bilang kalau tidak masuk hari ini??” ucap ku.
“aku baru sadar,kalau TaeRim dari tadi pagi,sudah tidak ada...” ucap Heechul.
aku pun melihat,Kibum dan Heechul saling lirik.Kami pun segera keluar dan mencari TaeRim.
saat mencari TaeRim..tiba-tiba langkah ku terhenti saat melihat TaeRim berlari keliling lapangan olahraga,dengan diawasi oleh bapak kepala sekolah.
“Ya!!itu TaeRim!” ucap ku.
kami pun berlari menuju lapangan olahraga.aku sangat merasa kasihan terhadap TaeRim.
aku pun berlari lagi menuju kantin untuk membelikan minum.
“hey,kalian berdua,,awasi dia ya!aku ingin membelikan minum untuknya!” ucap ku.
MinHee POV end
Kibum POV
Saat aku melihat TaeRim berlari mengelilingi lapangan,aku sangat merasa kasihan padanya.
sudah hampir satu bulan aku bersekolah disini,tetapi aku masih ragu dengan apa yang ku pikirkan.
perasaan ku,aku sangat mengenal TaeRim sebelumnya,tapi dimana??
semenjak aku masuk Sekolah ini saja,ia tidak pernah peduli terhadap ku.
tiba-tiba,hari berangsur-angsur mendung.
“TaeRim!!!...” teriak MinHee sambil melambai-lambaikan tangannya dari kejauhan.
terlihat TaeRim tidak memperhatikan kami bertiga.
saat bel masuk berbunyi,kami pun segera masuk ke kelas,dan saat itulah langsung turun hujan.
aku sangat gelisah dikelas,entah kenapa.
“Ya!kau kenapa Kibum?” bisik Heechul.
“entahlah,,aku sangat tidak nyaman..” ucap ku.
saat jam pelajaran usai yang telah ditunggu-tunggu semua murid,aku langsung mengambil payung dan keluar melihat TaeRim.
ia terlihat sangat pucat dan masih berlari ditengah derasnya hujan.
“Ya!apa yang kau lakukan??hujan sangat deras,,kau ingin sakit,huh??” teriak ku di tengah gemuruh hujan.
“untuk apa kau membantu ku?aku tidak butuh bantuanmu!” sahutnya kemudian.
aku pun terdiam mendengar ucapanya.apa aku pernah berbuat salah padanya?ia berkata seperti itu kepada orang yang datang untuk menolongnya?
tak lama kemudian,aku melihatnya terjatuh.aku berniat untuk menolongnya,tetapi saat itu datanglah Heechul dan MinHee.
“Ya!kau ini kenapa TaeRim??!” ucap MinHee.
“Ahh,,kaki ku sangat sakit!” ucapnya.
lalu aku melihat Heechul yang membantunya berdiri hujan-hujanan bersama MinHee dan membawanya ke ruang UKS.
aku pun langsung pulang tanpa menghiraukan mereka lagi.aku sedikit kesal dengan ucapan TaeRim dan kelakuannya akhir-akhir ini.
saat aku pulang,aku pun segera membantingkan tubuhku diatas kasur.
aku segera mencerna apa yang diucapkan TaeRim tadi.
Kibum POV end
Heechul POV
aku menemani MinHee dan TaeRim diruang UKS.MinHee segera pergi mengambilkan ku handuk kecil untuk mengelap badan ku.
“TaeRim-ah,,kau tidak apa-apa?” tanyanya cemas.
“aniyo..aku tidak apa-apa..” jawab TaeRim.
“syukurlah kalau begitu..tapi,wajah mu pucat sekali..” ucap nya lagi.
“ahh,,aku tidak apa-apa..” sahut TaeRim langsung.
setelah hujan agak mereda,kami pun segera pulang.aku dan MinHee menemani TaeRim sampai kerumah.
ningg,nungg...(bunyi bel rumah TaeRim..:p)
ternyata yang membuka adalah ibu TaeRim.
“Ya!kau kenapa lagi??” tanya ibunya yang terlihat cemas.
“hhmm,,tante,TaeRim tadi dihukum berlari keliling lapangan,dan kehujanan...” jawab MinHee.
“Jinjja???aigoo~anak ini!oh ya,kalian ingin masuk dulu dan minum minuman yang hangat?” tanya ibu TaeRim.
“tidak,tante,,terima kasih banyak..” sahut ku dan MinHee.
“oohh,,ya sudah,,terima kasih banyak ya,,sudah menemani TaeRim pulang..” ucap ibu TaeRim.
“Eeh,,tunggu sebentar,,,ini ada ongkos pulang untuk kalian,sebagai tanda terima kasih tante..” ucap Ibu TaeRim sambil memberi uang kepada kami berdua.
“ooh,,Ne,,,gamsahamnida..kami permisi dulu ya tante..” ucap kami dan langsung berjalan.
saat dijalan,MinHee tiba-tiba bilang padaku.
“Heechul-ah,,gomawoyo...akhir-akhir ini,kau baik padaku dan teman ku TaeRim..” ucap nya ditengah perjalanan.
“Ahh,,tidak apa-apa...” sahut ku.
“Hey,,aku dari tadi tidak melihat Kibum??ia pergi kemanaa ya??” ucap ku.
“Aku tidak tahu...” jawab MinHee.
sepanjang perjalanan menuju halte bus,kami saling berdiaman.aku berniat ingin mengatakan satu kalimat yang telah lama ingin aku ucapkan,tetapi MinHee terlihat benci dengan ku.Sekarang,adalah saat-saat yang tepat sepertinya..
saat kami sampai di halte bus~
hujan kembali turun..
aku pun mendekatinya,dan berkata..
“MinHee..kau tahu...?sebenarnya...”
“Apa??aku tidak mendengar perkataan mu...” ucapnya.
“MinHee...aku menyukaimu!” bisik ku di telinganya saat suara gemuruh hujan.
Heechul POV end
TBC
Krriiingg,,,Kriiinngg......
suara alarm berdentang di telinga ku.
TaeRim POV
“Aiissshhh...berisik sekalii!!!!” dengus ku kesal.
saat aku tiba-tiba terbangun,dan melihat jam,,ternyata hari menunjukkan sudah pukul 7.15 pagi.
“ahhh,,,baru jam 7,,MWOOO????jam 7!!!” teriak ku dari dalam kamar.
“TaeRim!!TaeRim...kau ini sekolah atau tidak?!?” teriak JungSoo oppa dari luar.
“Ne,ne....aku sekolah!” sahut ku.
tanpa basa-basi lagi,aku langsung memasuki kamar mandi.setelah mandi,langsung saja aku mengambil acak buku ku dan tak lupa aku memasang plester luka bergambar,di hidung ku.dan segera pergi.
“eomma..aku berangkat!” teriakku sambil berlari keluar rumah.
“Ne,,hati-hati dijalan!” sahut ibu ku.
di bus,aku sering kali melihat-lihat jam ku.ternyata sekarang hampir setengah delapan.
“Aduuuhhh....sialll!siall!” ucap ku sambil menggaruk-garuk kepala.
sesampainya disekolah,tiba-tiba saja aku disambut hangat oleh kepala sekolah.
“Hehehe,,bapak..selamat pagi pak..” sapa ku.
“Park Tae Rimmmm!!!!” teriak bapak kepala sekolah.
TaeRim POV end
MinHee POV
Krringgg,.,,,kriingg....(bel istirahat berbunyi)
“TaeRim..kau ini dimana???” ucap ku.
“Ya!MinHee,,ayo ke kantin!” tawar Heechul diikuti Kibum dibelakangnya.
“Aniyo..TaeRim dimana??kenapa ia tidak bilang kalau tidak masuk hari ini??” ucap ku.
“aku baru sadar,kalau TaeRim dari tadi pagi,sudah tidak ada...” ucap Heechul.
aku pun melihat,Kibum dan Heechul saling lirik.Kami pun segera keluar dan mencari TaeRim.
saat mencari TaeRim..tiba-tiba langkah ku terhenti saat melihat TaeRim berlari keliling lapangan olahraga,dengan diawasi oleh bapak kepala sekolah.
“Ya!!itu TaeRim!” ucap ku.
kami pun berlari menuju lapangan olahraga.aku sangat merasa kasihan terhadap TaeRim.
aku pun berlari lagi menuju kantin untuk membelikan minum.
“hey,kalian berdua,,awasi dia ya!aku ingin membelikan minum untuknya!” ucap ku.
MinHee POV end
Kibum POV
Saat aku melihat TaeRim berlari mengelilingi lapangan,aku sangat merasa kasihan padanya.
sudah hampir satu bulan aku bersekolah disini,tetapi aku masih ragu dengan apa yang ku pikirkan.
perasaan ku,aku sangat mengenal TaeRim sebelumnya,tapi dimana??
semenjak aku masuk Sekolah ini saja,ia tidak pernah peduli terhadap ku.
tiba-tiba,hari berangsur-angsur mendung.
“TaeRim!!!...” teriak MinHee sambil melambai-lambaikan tangannya dari kejauhan.
terlihat TaeRim tidak memperhatikan kami bertiga.
saat bel masuk berbunyi,kami pun segera masuk ke kelas,dan saat itulah langsung turun hujan.
aku sangat gelisah dikelas,entah kenapa.
“Ya!kau kenapa Kibum?” bisik Heechul.
“entahlah,,aku sangat tidak nyaman..” ucap ku.
saat jam pelajaran usai yang telah ditunggu-tunggu semua murid,aku langsung mengambil payung dan keluar melihat TaeRim.
ia terlihat sangat pucat dan masih berlari ditengah derasnya hujan.
“Ya!apa yang kau lakukan??hujan sangat deras,,kau ingin sakit,huh??” teriak ku di tengah gemuruh hujan.
“untuk apa kau membantu ku?aku tidak butuh bantuanmu!” sahutnya kemudian.
aku pun terdiam mendengar ucapanya.apa aku pernah berbuat salah padanya?ia berkata seperti itu kepada orang yang datang untuk menolongnya?
tak lama kemudian,aku melihatnya terjatuh.aku berniat untuk menolongnya,tetapi saat itu datanglah Heechul dan MinHee.
“Ya!kau ini kenapa TaeRim??!” ucap MinHee.
“Ahh,,kaki ku sangat sakit!” ucapnya.
lalu aku melihat Heechul yang membantunya berdiri hujan-hujanan bersama MinHee dan membawanya ke ruang UKS.
aku pun langsung pulang tanpa menghiraukan mereka lagi.aku sedikit kesal dengan ucapan TaeRim dan kelakuannya akhir-akhir ini.
saat aku pulang,aku pun segera membantingkan tubuhku diatas kasur.
aku segera mencerna apa yang diucapkan TaeRim tadi.
Kibum POV end
Heechul POV
aku menemani MinHee dan TaeRim diruang UKS.MinHee segera pergi mengambilkan ku handuk kecil untuk mengelap badan ku.
“TaeRim-ah,,kau tidak apa-apa?” tanyanya cemas.
“aniyo..aku tidak apa-apa..” jawab TaeRim.
“syukurlah kalau begitu..tapi,wajah mu pucat sekali..” ucap nya lagi.
“ahh,,aku tidak apa-apa..” sahut TaeRim langsung.
setelah hujan agak mereda,kami pun segera pulang.aku dan MinHee menemani TaeRim sampai kerumah.
ningg,nungg...(bunyi bel rumah TaeRim..:p)
ternyata yang membuka adalah ibu TaeRim.
“Ya!kau kenapa lagi??” tanya ibunya yang terlihat cemas.
“hhmm,,tante,TaeRim tadi dihukum berlari keliling lapangan,dan kehujanan...” jawab MinHee.
“Jinjja???aigoo~anak ini!oh ya,kalian ingin masuk dulu dan minum minuman yang hangat?” tanya ibu TaeRim.
“tidak,tante,,terima kasih banyak..” sahut ku dan MinHee.
“oohh,,ya sudah,,terima kasih banyak ya,,sudah menemani TaeRim pulang..” ucap ibu TaeRim.
“Eeh,,tunggu sebentar,,,ini ada ongkos pulang untuk kalian,sebagai tanda terima kasih tante..” ucap Ibu TaeRim sambil memberi uang kepada kami berdua.
“ooh,,Ne,,,gamsahamnida..kami permisi dulu ya tante..” ucap kami dan langsung berjalan.
saat dijalan,MinHee tiba-tiba bilang padaku.
“Heechul-ah,,gomawoyo...akhir-akhir ini,kau baik padaku dan teman ku TaeRim..” ucap nya ditengah perjalanan.
“Ahh,,tidak apa-apa...” sahut ku.
“Hey,,aku dari tadi tidak melihat Kibum??ia pergi kemanaa ya??” ucap ku.
“Aku tidak tahu...” jawab MinHee.
sepanjang perjalanan menuju halte bus,kami saling berdiaman.aku berniat ingin mengatakan satu kalimat yang telah lama ingin aku ucapkan,tetapi MinHee terlihat benci dengan ku.Sekarang,adalah saat-saat yang tepat sepertinya..
saat kami sampai di halte bus~
hujan kembali turun..
aku pun mendekatinya,dan berkata..
“MinHee..kau tahu...?sebenarnya...”
“Apa??aku tidak mendengar perkataan mu...” ucapnya.
“MinHee...aku menyukaimu!” bisik ku di telinganya saat suara gemuruh hujan.
Heechul POV end
TBC
7 Years of LOVE -Chapter 3-
7 Years of LOVE ~Chapter 3~
by Zhang Ta Cien on Tuesday, February 28, 2012 at 3:20pm ·
Chapter 3~
TaeRim POV
Saat pelajaran olahraga berlangsung,kami disuruh bermain tenis oleh Si Won seonsaengnim.ahhh~aku tidak bisa bermain tenis,memegang rakitnya saja aku tidak bisa,,karena terlalu berat.(:p)
saat orang sedang sibuk latihan bermain tenis,aku pun melihat Kibum yang sedang bermain bola kaki bersama Heechul,yaaa..dari dulu ia memang suka bola kaki,dan sempat menjadi ketua tim sepak bola di sekolah dasar.
“Ya!TaeRim..ayo pukul ini!” teriak sesorang sambil melempar dan memukul bola tenis.
seketika,bola itu mengenai hidungku dan membuatnya berdarah,langsung saja kepala ku pusing dan akhirnya jatuh pingsan.
TaeRim POV end
Author POV
“Ya!TaeRim..ayo pukul ini!” teriak sesorang sambil melempar dan memukul bola tenis.
seketika,bola itu mengenai hidung TaeRim dan membuatnya berdarah,langsung saja kepala nya pusing dan akhirnya jatuh pingsan.
saat itu,semua orang mengerumuni TaeRim.Kibum pun terlihat hanya melihatinya dari jauh.
dan MinHee yang sedang minum,langsung berlari mendatangi kerumunan siswa.
“Ya!TaeRim!!!” teriak MinHee.
lalu terlihat Heechul mendatangi kerumunan siswa.
“Ya!hidungnya berdarah!” ucap Heechul terkejut.
“Ya!apa yang kau lakukan??cepat bantu aku mengangkat TaeRim!” ucap MinHee.
Kibum pun berlari dan bermaksud untuk menolong,tetapi sudah didahului oleh Heechul.ia pun hanya ikut saja ke ruang UKS.
Author POV end
MinHee POV
saat itu,aku sedang menunggu TaeRim sadar bersama Heechul dan Kibum.
“Ahh~Hidungku...” ucap TaeRim sambil memegang hidungnya.
“Ooo~TaeRim,,kau sudah sadar??” ucap ku cemas.
“hidungku tidak patah kan???” tanya nya.
“Ya!kau ini,disaat-saat seperti ini masih menyanyakan hidung..!tenang saja,,hidung mu Cuma mimisan,karena tadi terkena bola tenis.” Sahut ku.
“oh ya,,Heechul,,terima kasih ya,sudah membantu ku menopang TaeRim..” ucap ku.
“ne..sama-sama..” sahutnya.
oh ya,,akhir-akhir ini,sikap Heechul berubah pada ku.ia juga tidak terlihat berandalan lagi.
“MinHee,,ayo kita kekelas..” ucap TaeRim sambil bangun dari tempat tidur UKS.
“Ne,,hidungmu masih sakit tidak?” tanya ku.
“aniyo..aku baik-baik saja..” jawab nya sambil masih memegang hidungnya yang masih merah merona.
aku memperhatikan TaeRim melihat kearah Kibum dengan sedih.sebenarnya,ada apa dengan mereka berdua?selama ini,TaeRim tidak pernah cerita kepada ku.
“Ya..kau ingin membeli batu es atau makan?” tawar ku.
“iya,kebetulan aku haus juga,ayo..” ajak nya.
MinHee POV end
Saat bel jam pulang berbunyi..~
ttingg,,teengg,,tinngg,,toonngg,,ningg,,nengg,,ningg,,nungg...(wkwkwkwk..:D)
Heechul POV
seperti biasa,,sepulang sekolah,aku bersama Kibum pergi ke cafe internet untuk bermain game online.
aku sangat kesal,karena beberapa kali aku kalah memainkan game ini.saat aku lirik ke arah Kibum,ia terlihat santai memainkannya.
“Ya!Kibum,,seperti nya kau lancar sekali memainkannya..hey..berikan aku cheatnya...ya!mana mungkin kau tidak tau,kau kan anak amerika...ayoolaah,,kita kan teman..” ucap ku memohon.
“10.000 won...hehehe” ucapnya.
“Aiiisshh~kau ini,,orang memohon pada mu,kau malah meminta imbalan..” ucap ku.
“ahh,,aku ini lagi dilanda krisis moneter...haha” ucap nya.
“Aiiisshh~ya sudah,,ini!” ucap ku sambil meletakkan uang 10.000 won di hadapan Kibum.
“Teman macam apa kau ini??!aiishhh~tapi,dengan 10.000 won mu itu,belikan aku ddokbokki!” ucap ku.
“Yahh,,sama saja bohong!” ucap Kibum.
“ya sudah,,cepat beritahu aku,bagaimana caranya...” ucap ku.
setelah puas bermain game online,aku dan Kibum pun pulang ke rumah.
Heechul POV end
TaeRim POV
Sesampainya dirumah..aku langsung naik ke lantai dua untuk menuju kamar ku.aku pun segera membantingkan tubuhku yang lelah.
“Ahh...hidungku..” ucap ku sambil memegang hidung ku.
aku bangun,dan mengambil kotak yang diberikan oleh Kibum untuk ku 7 tahun yang lalu.
rasanya,aku ingin sekali membukanya dan melihat apa isinya.Tetapi,kelihatannya Kibum memang sudah melupakan ku.aku juga harus bisa mencoba untuk melupakannya.
“TaeRim...!TaeRim...!” panggil ibu ku sambil mengetok pintu kamar ku.
“Ne,,kenapa eomma??” aku pun sadar dari lamunan ku.
“TaeRim,,cepat turun dan makan!” perintah ibu ku.
“Ne,,araseo!” sahut ku dan segera keluar kamar.
“Ya!hidungmu kenapa TaeRim???” tanya JungSoo oppa terkejut.
“ohh,..Ahh..tidak apa-apa...” jawab ku sambil menutup hidungku yang masih merah.Yaahh,,hidung ku ini sangat sensitif sekali...
tanpa menghiraukan JungSoo oppa,aku langsung turun dan ke meja makan.
disana,terlihat appa ku yang sedang membaca koran.
“hidungmu kenapa nak??” tanya ayah ku terkejut.
“Aaah,,aniyo..aku tidak apa-apa..” jawab ku.
“Aiisshh~yeobo...cepat kesini!dan lihat anak mu!” panggil ayahku kepada ibuku.
“Kenapa??hahhhh...omo~TaeRim-ah,,hidungmu kenapa????” tanya ibuku cemas.
“Aiishhh~aku tidak apa-apa,,tadi,terkena bola tenis,..dan hidung ku bedarah..kau tahu kan kalau hidung ku ini sensitif??” jawab ku.
“Yaa...aigoo~anak ku ini,,ceroboh!” ucap ibuku.
“iya!kau ini manusia macam apa!” ucap JungSoo oppa sambil mengacak rambut ku.
“Aissshh,,berisik!” sambung ku.
~~~
aku duduk di pinggir jendela,melihat indahnya malam ini,yang penuh bintang...aku pun membuat sebuah permohonan.
‘apa yang membuatnya lupa padaku?? Ahh~semoga..Kibum ingat lagi dengan ku..’ ucap ku dalam hati.
TaeRim POV end
TBC
TaeRim POV
Saat pelajaran olahraga berlangsung,kami disuruh bermain tenis oleh Si Won seonsaengnim.ahhh~aku tidak bisa bermain tenis,memegang rakitnya saja aku tidak bisa,,karena terlalu berat.(:p)
saat orang sedang sibuk latihan bermain tenis,aku pun melihat Kibum yang sedang bermain bola kaki bersama Heechul,yaaa..dari dulu ia memang suka bola kaki,dan sempat menjadi ketua tim sepak bola di sekolah dasar.
“Ya!TaeRim..ayo pukul ini!” teriak sesorang sambil melempar dan memukul bola tenis.
seketika,bola itu mengenai hidungku dan membuatnya berdarah,langsung saja kepala ku pusing dan akhirnya jatuh pingsan.
TaeRim POV end
Author POV
“Ya!TaeRim..ayo pukul ini!” teriak sesorang sambil melempar dan memukul bola tenis.
seketika,bola itu mengenai hidung TaeRim dan membuatnya berdarah,langsung saja kepala nya pusing dan akhirnya jatuh pingsan.
saat itu,semua orang mengerumuni TaeRim.Kibum pun terlihat hanya melihatinya dari jauh.
dan MinHee yang sedang minum,langsung berlari mendatangi kerumunan siswa.
“Ya!TaeRim!!!” teriak MinHee.
lalu terlihat Heechul mendatangi kerumunan siswa.
“Ya!hidungnya berdarah!” ucap Heechul terkejut.
“Ya!apa yang kau lakukan??cepat bantu aku mengangkat TaeRim!” ucap MinHee.
Kibum pun berlari dan bermaksud untuk menolong,tetapi sudah didahului oleh Heechul.ia pun hanya ikut saja ke ruang UKS.
Author POV end
MinHee POV
saat itu,aku sedang menunggu TaeRim sadar bersama Heechul dan Kibum.
“Ahh~Hidungku...” ucap TaeRim sambil memegang hidungnya.
“Ooo~TaeRim,,kau sudah sadar??” ucap ku cemas.
“hidungku tidak patah kan???” tanya nya.
“Ya!kau ini,disaat-saat seperti ini masih menyanyakan hidung..!tenang saja,,hidung mu Cuma mimisan,karena tadi terkena bola tenis.” Sahut ku.
“oh ya,,Heechul,,terima kasih ya,sudah membantu ku menopang TaeRim..” ucap ku.
“ne..sama-sama..” sahutnya.
oh ya,,akhir-akhir ini,sikap Heechul berubah pada ku.ia juga tidak terlihat berandalan lagi.
“MinHee,,ayo kita kekelas..” ucap TaeRim sambil bangun dari tempat tidur UKS.
“Ne,,hidungmu masih sakit tidak?” tanya ku.
“aniyo..aku baik-baik saja..” jawab nya sambil masih memegang hidungnya yang masih merah merona.
aku memperhatikan TaeRim melihat kearah Kibum dengan sedih.sebenarnya,ada apa dengan mereka berdua?selama ini,TaeRim tidak pernah cerita kepada ku.
“Ya..kau ingin membeli batu es atau makan?” tawar ku.
“iya,kebetulan aku haus juga,ayo..” ajak nya.
MinHee POV end
Saat bel jam pulang berbunyi..~
ttingg,,teengg,,tinngg,,toonngg,,ningg,,nengg,,ningg,,nungg...(wkwkwkwk..:D)
Heechul POV
seperti biasa,,sepulang sekolah,aku bersama Kibum pergi ke cafe internet untuk bermain game online.
aku sangat kesal,karena beberapa kali aku kalah memainkan game ini.saat aku lirik ke arah Kibum,ia terlihat santai memainkannya.
“Ya!Kibum,,seperti nya kau lancar sekali memainkannya..hey..berikan aku cheatnya...ya!mana mungkin kau tidak tau,kau kan anak amerika...ayoolaah,,kita kan teman..” ucap ku memohon.
“10.000 won...hehehe” ucapnya.
“Aiiisshh~kau ini,,orang memohon pada mu,kau malah meminta imbalan..” ucap ku.
“ahh,,aku ini lagi dilanda krisis moneter...haha” ucap nya.
“Aiiisshh~ya sudah,,ini!” ucap ku sambil meletakkan uang 10.000 won di hadapan Kibum.
“Teman macam apa kau ini??!aiishhh~tapi,dengan 10.000 won mu itu,belikan aku ddokbokki!” ucap ku.
“Yahh,,sama saja bohong!” ucap Kibum.
“ya sudah,,cepat beritahu aku,bagaimana caranya...” ucap ku.
setelah puas bermain game online,aku dan Kibum pun pulang ke rumah.
Heechul POV end
TaeRim POV
Sesampainya dirumah..aku langsung naik ke lantai dua untuk menuju kamar ku.aku pun segera membantingkan tubuhku yang lelah.
“Ahh...hidungku..” ucap ku sambil memegang hidung ku.
aku bangun,dan mengambil kotak yang diberikan oleh Kibum untuk ku 7 tahun yang lalu.
rasanya,aku ingin sekali membukanya dan melihat apa isinya.Tetapi,kelihatannya Kibum memang sudah melupakan ku.aku juga harus bisa mencoba untuk melupakannya.
“TaeRim...!TaeRim...!” panggil ibu ku sambil mengetok pintu kamar ku.
“Ne,,kenapa eomma??” aku pun sadar dari lamunan ku.
“TaeRim,,cepat turun dan makan!” perintah ibu ku.
“Ne,,araseo!” sahut ku dan segera keluar kamar.
“Ya!hidungmu kenapa TaeRim???” tanya JungSoo oppa terkejut.
“ohh,..Ahh..tidak apa-apa...” jawab ku sambil menutup hidungku yang masih merah.Yaahh,,hidung ku ini sangat sensitif sekali...
tanpa menghiraukan JungSoo oppa,aku langsung turun dan ke meja makan.
disana,terlihat appa ku yang sedang membaca koran.
“hidungmu kenapa nak??” tanya ayah ku terkejut.
“Aaah,,aniyo..aku tidak apa-apa..” jawab ku.
“Aiisshh~yeobo...cepat kesini!dan lihat anak mu!” panggil ayahku kepada ibuku.
“Kenapa??hahhhh...omo~TaeRim-ah,,hidungmu kenapa????” tanya ibuku cemas.
“Aiishhh~aku tidak apa-apa,,tadi,terkena bola tenis,..dan hidung ku bedarah..kau tahu kan kalau hidung ku ini sensitif??” jawab ku.
“Yaa...aigoo~anak ku ini,,ceroboh!” ucap ibuku.
“iya!kau ini manusia macam apa!” ucap JungSoo oppa sambil mengacak rambut ku.
“Aissshh,,berisik!” sambung ku.
~~~
aku duduk di pinggir jendela,melihat indahnya malam ini,yang penuh bintang...aku pun membuat sebuah permohonan.
‘apa yang membuatnya lupa padaku?? Ahh~semoga..Kibum ingat lagi dengan ku..’ ucap ku dalam hati.
TaeRim POV end
TBC
Subscribe to:
Posts (Atom)
